Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENALAN BENCANA DAN ZONA EVAKUASI DALAM BENTUK KESIAPSIAGAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI GENERASI MUDA KECAMATAN MATUR KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT Laras Oktavia Andreas; Fitra Rifwan; Yuwalitas Gusmareta; Juniman Silalahi
CIVED Vol 5, No 4 (2018): CIVED 2018
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.023 KB) | DOI: 10.24036/cived.v5i4.102592

Abstract

Bencana dan zona evakuasi merupakan satu keterkaitan antara peristiwa dan lokasi area yang aman terhadap bencana. Bencana dapat dimaknai dengan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor manusia yang dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Pengenalan bencana dan zona evakuasi dalam bentuk kesiapsiagaan berbasis kearifan lokal akan dilaksanakan kepada generasi muda di Kecamatan Matur Kabupaten Agam Sumatera Barat. Pemilihan lokasi Kabupaten Agam ini didasari dari peristiwa yang terjadi pada tahun 2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  mencatat ada 120 persitiwa   bencana.   Dapat   dirincikan  menurut   wilayah,   Kecamatan  IV  Koto sebanyak 19 kali bencana, Tanjung Raya 16 bencana, Lubuk Basung 14 bencana,  Palembayan 14 bencana, Palupuh 13 bencana, Tanjung Mutiara 12 bencana, Matur 9 bencana, Baso 8 bencana, Malalak 5 bencana, Sungai Pua 4 bencana, Kamang Magek 3 bencana, Banuhampu 3 bencana, kecamatan Ampek Angkek  1  bencana  dan  terahir  kecamatan  Tilatang  Kamang  1  bencana. Mengingat daerah agam merupakan daerah yang memiliki curah hujan tinggi maka diperlukan kesiapan masyarakat untuk dapat siaga terhadap bencana Kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan  kepada  masyarakat  mengenai  bencana  dan  zona  evakuasi  dalam kesiap siagaan berbasis kearifan lokal bagi generasi muda dengan menggunakan Metode Program SSB (Sekolah Siaga Bencana) di Kecamatan Matur Kebupaten Agam Sumatera Barat. Kegiatan pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat  dimulai dengan  melakukan tinjuan  lapangan dan pustaka ke lokasi kegiatan, pengenalan kegiatan berupa sosialisasi kepada masyarakat umur dibawah 12 tahun, serta perangkat desa. Pelaksanaan sosialisasi dilengkapi dengan pelatihan simulasi ketika terjadi bencana selama 2 hari, kemudian melakukan evaluasi dan monitoring mengenai pemahaman masyarakat terhadap bencana.
TINJAUAN PENERAPAN K3 OLEH MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL DALAM PELAKSANAAN PRAKTEK LAPANGAN INDUSTRI JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG Andre Alfarid; Yuwalitas Gusmareta, S.Pd, M.Pd.T; Fitra Rifwan, S.Pd, MT
CIVED Vol 6, No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.131 KB) | DOI: 10.24036/cived.v6i3.106220

Abstract

Abstrak- Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mengalami kendala dalam pelaksanaan Praktek Lapangan Industri (PLI). Kendala itu berupa mahasiswa yang belum menerapkan kaidah K3 pada pelaksanaan PLI. Hal ini menjadi suatu masalah dan perlu ditanya dalam suatu penelitian guna mengungkap tingkat pemahaman mahasiswa tersebut akan K3. Mengukur tingkat pemahaman yang dimaksud dalam penelitian ini dengan menyebarkan angket ke sampel yaitu, mahasiswa yang melaksanakan PLI tahun 2018. Angket yang disebarkan tersebut merupakan data primer, disamping data sekunder, yaitu mahasiswa Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil FT-UNP yang telah didapatkan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dengan cara perhitungan persentase. Derajat Pencapaian (DP) yang didapatkan dari hasil tersebut menunjukkan pada indikator K3 terhadap Diri didapatkan gambaran persentase 85,64%, K3 terhadap bahan/material didapatkan gambaran persentase 77,53%, K3 terhadap Keselamatan Alat didapatkan gambaran persentase 80,76%, K3 Terhadap Proses/Cara kerja didapatkan gambaran persentase 85,64%, K3 terhadap Lingkungan atau Tempat Kerja  didapatkan gambaran persentase 88,19%. Dapat disimpulkan penerapan K3 oleh mahasiswa dalam pelaksanaan PLI Jurusan Teknik Sipil FT-UNP terlaksana dengan baik dan perlu untuk ditingkatkan guna mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.Kata kunci: Penerapan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN HASIL BELAJAR GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 PADANG Andika Rahmadani; Fahmi Rizal; Fitra Rifwan
CIVED Vol 5, No 3 (2018): CIVED 2018
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.367 KB) | DOI: 10.24036/cived.v5i3.102499

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas XI Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Padang pada mata palajaran Gambar Konstruksi Bangunan dapat mengindikasikan kurangnya dukungan lingkungan keluarga siswa terhadap aktivitas belajar mereka. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara lingkungan keluarga dengan hasil belajar Gambar Konstruksi Bangunan siswa tersebut. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini merupakan siswa kelas XI Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Padang tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 26 siswa yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah; 1) Analisis deskriptif, 2) Uji persyaratan analisis, yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas, dan 3) Uji Hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang cukup kuat dan signifikan antara lingkungan keluarga dengan hasil belajar Gambar Konstruksi Bangunan dengan nilai korelasi sebesar 0,549  dan nilai segnifikansi sebesar 0,004 ≤ nilai α = 0,05, serta nilai koefisien determinasi sebesar 30,1%, yang berarti lingkungan keluarga memberikan sumbangan sebesar 30,1% terhadap hasil belajar Gambar Konstruksi Bangunan yang diraih siswa tersebut.
STUDI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PROSES PEMBELAJARAN DI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT-UNP Rahman Eka Saputra; Iskandar G Rani; Fitra Rifwan
CIVED Vol 5, No 4 (2018): CIVED 2018
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.425 KB) | DOI: 10.24036/cived.v5i4.102484

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum puasnyamahasiswa dengan pelayanan proses pembelajaran yang di  laksanakan oleh dosen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui studi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan proses pembelajaran di jurusan Teknik Sipil FT-UNP.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Bangunan ankatan 2016 yaitu sebanyak 82 mahasiswa. Karena jumlah subjek kurang dari 100, maka semua populasi dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan sistem penilaian jawaban menggunakan Skala Likert. Jumlah item pernyataan dalam angket sebanyak 45 item.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa studi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan proses pembelajaran di jurusan Teknik Sipil FT-UNP yang di tinjau dari Kualitas Pelayanan adalah tidak puas dengan persentase 1,22%, kurang puas dengan persentase 15,85%, puas dengan persentase 71,95% dan sangat puas dengan persentase 10,98%
PENERAPAN DAN SOSIALISASI SEKOLAH SIAGA BENCANA BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT Rizky Indra Utama; Nurhasan Syah; Fitra Rifwan; Nadra mutiara sari; Muvi Yandra
CIVED Vol 5, No 4 (2018): CIVED 2018
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.985 KB) | DOI: 10.24036/cived.v5i4.102629

Abstract

Sebagian besar murid Sekolah Dasar (SD) dikawasan pesisir pantai Kabupaten Agam berdasarkan observasi, belum mengetahui bahaya apa yang akan mereka hadapi, mengingat bahwa kawasan sebagai tempat tinggal dan aktivitas mereka itu adalah zona rawan tsunami. Kondisi daerah-daerah tersebut yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia membuat daerah ini sangat rentan bahaya tsunami. Murid pada tingkat SD masih belum memahami apa itu gempa dan tsunami serta bahaya yang ditimbulkan bencana itu. Perlu diadakan penyuluhan kepada murid-murid sekolah dasar mengingat mereka adalah generasi penerus harapan bangsa. Mereka perlu diajarkan dan diberikan pemahaman serta pelatihan sikap dan mental ketika gempa dan tsunami datang. Hal inilah yang dinamakan mitigasi bencana. Sehingga direncanakanlah program kemitraan masyarakat berupa penerapan dan sosialisasi sekolah siaga bencana bagi anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Agam. Penerapan dan sosialisasi mitigasi ini diharapkan akan mengoptimalkan kegiatan preventif penanggulangan korban bencana demi mencapai tujuan Sekolah Siaga Bencana (SSB). Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif disekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana. Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah. Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah. Peserta kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar di SDN 25 Pasir Tiku, SDN 01 Pasar Tiku, SDN 20 Pasar Tiku, dan SDN 05 Pasar Tiku Kabupaten Agam. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa sekolah dasar memiliki bekal dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Agam.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MAHASISWA DI WORKSHOP KAYU JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG Bayu Priadi; Fahmi Rizal; Oktaviani Oktaviani; Fitra Rifwan
CIVED Vol 5, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.828 KB) | DOI: 10.24036/cived.v5i1.9895

Abstract

Abstract—. The aim of the research is to find out how the students applied K3 during practicing at workshop of timber Civil Engineering Department FT-UNP. The number of sampling was 33 students, each sampling was accidental sampling. The research is descriptive analyzed by percentages correction. The results showed the applied K3 is well. The results of indicator of the applied K3 on student self is well category as much as (88.2%), the indicator of the tool is well as much as  (88.1%), and the indicator of OSH of environment is enough as much as (60.6%). Therefore, it can be conclude that the applied K3 by students is well as much as 76,9%. That means the implementation of K3 is not maximum,  it need to improvement to minimize the work accidents.Keywords: Implementation, Occupational Safety and Health, Wood Work Practice
Hubungan Pengetahuan K3 dengan Hasil Praktikum Mahasiswa di Workshop Konstruksi Teknik Sipil FT UNP Nurhasan Syah; Jonni Mardizal; Fitra Rifwan; Zulkifli Gusti Arianto
CIVED Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v7i3.109935

Abstract

This research aims to (1) know how much knowledge of Occupational Health and Safety (OHS) Students of the Department of Civil Engineering Faculty of Engineering of Padang State University class of 2019, (2) Know how high the results of OHS practices Students of the Department of Civil Engineering Faculty of Engineering Of Padang State University class of 2019, (3) know the relationship of OHS knowledge with the results of student practice in the Construction Workshop of Civil Engineering Faculty of Engineering Padang State University. This research is a correlational descriptive study. Instrument validation is tested with expert judgement and score percentage to assess data and analysis of question items. The results showed that (1) ohs knowledge of students of the Department of Civil Engineering Faculty of Engineering Padang State University class of 2019 fall into the high category. The results of the analysis of the data that has been done, obtained a percentage score of 80.94%. This shows that Students of the Department of Civil Engineering Faculty of Engineering Padang State University class of 2019 have a high basic knowledge of OHS, (2) The results of practicum students of the Department of Civil Engineering Faculty of Engineering Padang State University class of 2019 fall into the high category. The results of the data analysis that has been done, obtained a high percentage score of 81.25%, (3) there is a significant positive relationship between ohs knowledge and the results of student practicum at the Civil Engineering Workshop of the Faculty of Engineering of Padang State University. This is indicated by a correlation coefficient of pearson product moment of 0.483 and fall into the moderate category.
PERSEPSI GURU SMK JURUSAN BANGUNAN SEKOTA PADANG TENTANG PERLUNYA PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI Noni Aisah Harahap; Revian Bodi; Fitra Rifwan; Juniman Silalahi
CIVED Vol 5, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.974 KB) | DOI: 10.24036/cived.v5i1.9937

Abstract

Abstract— The aim of the research is to find out the perception of vocational school’s teachers specialized in Building  in Padang city the need for education of mitigation of earthquake and tsunami. The type of this research was descriptive quantitative. The population of this research were 46 teachers of Vocational School in Padang. The technique of sample collecting was simple random sampling technique, so that about 41 teacher were selected. The data of this research were obtained through questionnaire and then analyzed by using descriptive analysis. Based on the results it can be concluded that the vocational school teachers’ perception specialized about building subject in padang about the need of disaster mitigation education was in sufficient category. It can be seen based on the indicator that are 1) socialization about knowledge and attitude to ward disaster was catagorized as sufficient with degree achievement of 78.48%, 2) the equipping of school policies or programs about disaster preparedness was catagorized as sufficient with degree of achievement of 76.98%, 3) providing the school action plan for dealing with disaster was catagorized as high with achievement degree of 81.02%, and 4) school community training in emergency disaster emergency procedures was catagorized as high with achievement degree of 80.89%.                                                                                                      Key Word: Keywords: Perception, Disaster Mitigation Education
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT Fani Keprila Prima; Yualitas Gusmareta; Rijal Abdullah; Fitra Rifwan; Prima Zola
CIVED Vol 7, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v7i2.107184

Abstract

Kesiapan dan pencegahan terhadap bencana alam merupakan salah satu faktor dalam mengurangi dampak kerugian serta korban. Bencana adalah suatu rangkaian peristiwa mengganggu, merusak, serta mengancam kehidupan yang mengakibatkan kerugian manusia, materi, ekonomi, atau kerusakan lingkungan yang meluas serta memberikan dampak secara psikologis. Meski ilmu pengetahuan semakin maju dalam memprediksi bencana, namun tetap belum dapat dipastikan kapan tepatnya bencana dapat terjadi. Kesiapan diri serta tindakan pencegahan sangat penting dilakukan, salah satunya dengan cara penerapan konsep Tagana (tanggap siaga bencana) di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Konsep Tagana yang dilakukan adalah sosialisasi berbagai macam bencana secara umum, mitigasinya, dan keterampilan dalam evakuasi diri untuk meminimalisir korban jiwa pasca bencana. Kabupaten Solok Selatan sering terjadi beberapa bencana alam. Berdasarkan data BPBD tahun 2018 hingga April 2019, tercatat terjadi tiga peristiwa bencana banjir, dua kali peristiwa puting beliung, tiga kali peristiwa gempa bumi, dan empat kali peristiwa longsor dengan total kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. Mengingat Kabupaten Solok Selatan merupakan daerah yang memiliki curah hujan tinggi, maka diperlukan kesiapan masyarakat untuk dapat siaga terhadap bencana yang mungkin terjadi. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terutama anak usia sekolah mengenai bencana, pencegahan bencana, kesiap siagaan bencana, serta evakuasi diri terhadap bencana dengan menggunakan metode Drop Cover Hold di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kegiatan penelitian ini didahului dengan melakukan tinjauan lapangan dan pustaka ke lokasi kegiatan. Pengenalan kegiatan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat, dilengkapi dengan pelatihan simulasi saat terjadi bencana selama dua hari, dilanjutkan dengan melakukann evaluasi melalui angket serta monitoring sehubungan dengan pemahaman anak usia sekolah terhadap berbagai bencana.
Trans Padang Bus Stop Design at UNP Campus Area Using Iconic and Local Wisdom Concept Risma Apdeni; Fitra Rifwan
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 1 No 3 (2019): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.89 KB) | DOI: 10.46574/motivection.v1i3.15

Abstract

Pada tahun 2015 pengguna Bus Trans Padang telah mencapai 164.344 orang per tahun dan diprediksi akan terus meningkat. Pertumbuhan jumlah penumpang ini belum diiringi dengan penambahan dan perbaikan sarana dan prasarana halte bus. Penelitian ini berupaya mendapatkan rancangan halte bus Trans Padang pada kawasan kampus Universitas Negeri Padang dengan konsep ikonik dan kearifan lokal. Halte eksisting memiliki luas 8,8 m2 dan jumlah pengguna maksimum pada jam non sibuk adalah 22 orang. Hasil analisis menunjukkan luas halte ideal adalah 11 m2, sehingga luasan halte eksisting harus diperbesar. Konsep ikonik dan kearifan lokal dinilai cocok untuk menghasilkan rancangan halte bus Trans Padang yang dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna sekaligus mengenalkan identitas daerah tempat bus Trans Padang tersebut beroperasi.