Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Imron Nugroho Saputro; Eko Sudarmanto; Titis Pambudi; Muhad Fatoni; Rinaldy Adidtya; Amanda Eka Rismawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12263

Abstract

Early childhood character development is a crucial focus in modern education because social changes and the learning environment shape children's moral values and social behavior. The school environment is viewed as a key factor in character formation through social interactions, the instilling of values, and the role models of teachers. This study aims to analyze the role of the school environment in early childhood character development within the context of religious-based elementary education. The study employed a quantitative, descriptive-correlational design with early elementary school students as participants. The research instrument used a teacher observation scale to assess character dimensions, including discipline, responsibility, empathy, cooperation, honesty, and independence. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and linear regression to identify the relationship between the quality of the school environment and student character development. The results indicate that a positive school environment contributes significantly to children's character development through a school culture that supports the instilling of moral values ​​and constructive social interactions. These findings underscore the importance of strengthening the school climate as a primary strategy in character education for early childhood.
Hubungan Profil Sosioekonomi Orang Tua dan Pola Pikir Pengeluaran dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa di SD Negeri 2 Ngawonggo Ahnaf Hammam Al-Harits; Anugrah Nur Warthadi; Muhad Fatoni
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo737019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status sosioekonomi orang tua dan pola pikir pengeluaran konsumtif anak dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SD N 2 Ngawonggo yang berjumlah 41 siswa, terdiri dari kelas 5 dengan jumlah 20 siswa, kelas 6 dengan jumlah 21 siswa. Masalah yang diangkat adalah kemungkinan adanya perbedaan signifikan dalam kebugaran jasmani siswa yang berasal dari latar belakang sosioekonomi yang berbeda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif korelasi, dengan pengumpulan data melalui tes kebugaran jasmani dan angket kuisoner yang difokuskan pada sosioekonomi orang tua dan pola pikir pengeluaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa berada pada kategori sedang, dengan nilai rata-rata siswa laki-laki 51.76 sedikit lebih baik dibandingkan siswa perempuan yang nilai rata-rata nya 47.83. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif antara sosioekonomi orang tua dan tingkat kebugaran jasmani siswa, meskipun pengaruhnya tergolong rendah, dengan nilai hubungan siswa laki-laki memiliki nilai R=511 dan R square adalah 0.261 menunjukan 26.1% variasi antara Tingkat kebugaran dan variabel independent, dan perempuan memiliki nilai R=388 dan, R square adalah 0.150 menunjukan 14.9% variasi antara Tingkat kebugaran dan variabel independent. Kesimpulannya, penulis merekomendasikan agar sekolah mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang fokus pada aktivitas fisik. Kegiatan ini menjadi salah satu solusi penting, karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk bergerak lebih banyak dan mengurangi perilaku sedentari selama di sekolah. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah diharapkan dapat merancang program-program yang konsisten untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas fisik. Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung upaya ini. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua/wali murid diperlukan untuk mendorong peningkatan kebugaran siswa. Sinergi yang terjalin dengan baik akan memastikan siswa mendapatkan dukungan yang memadai untuk mengembangkan gaya hidup sehat dan aktif.
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP KETERAMPILAN SHOOTING SEPAK BOLA PADA PERSATUAN SEPAK BOLA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA(PS UMS) Rizki Tegar Dwianda; Pungki Indarto; Muhad Fatoni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46536

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya tingkat kemampuan menembak di kalangan pemain sepak bola tingkat universitas, yang dipengaruhi oleh penggunaan metode pelatihan konvensional yang tidak cukup mengintegrasikan aspek fisik dan teknik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode latihan sirkuit terhadap peningkatan kemampuan menembak di kalangan pemain Unit Aktivitas Mahasiswa Sepak Bola di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain Pretest–Posttest Kelompok Kontrol Non-Ekuivalen. Sampel terdiri dari 30 pemain yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan menembak. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata dari 8,27 menjadi 17,73, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 7,07 menjadi 12,47. Pengujian statistik menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang berarti bahwa metode latihan sirkuit memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan menembak. Oleh karena itu, metode latihan sirkuit lebih efektif daripada latihan konvensional dalam meningkatkan kemampuan menembak pemain sepak bola .
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura Sindi Fatikasari Susanti; Pungki Indarto; Muhad Fatoni
Jurnal Olahraga Indragiri Vol. 10 No. 1 (2026): JOI (Jurnal Olahraga Indragiri): Olahraga, Pendidikan , Kesehatan, Rekreasi
Publisher : FKIP Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/joi.v10i1.3470

Abstract

Dengan berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama masa remaja awal, kesehatan mental remaja, khususnya kecemasan, menjadi masalah besar bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP). Sangat sedikit penelitian empiris yang meneliti hubungan antara aktivitas fisik dan kecemasan pada siswa SMP di Indonesia. Namun, diketahui bahwa aktivitas fisik adalah salah satu faktor yang membantu menjaga kesehatan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana tingkat aktivitas fisik dan tingkat kecemasan siswa di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura berhubungan satu sama lain. Untuk tujuan penelitian ini, digunakan desain deskriptif korelatif bersama dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, total 186 siswa, digunakan sebagai sampel sekaligus dalam penelitian. Internasional Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik, sedangkan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan. Uji korelasi Spearman's Rho digunakan untuk menganalisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori kecemasan normal (62,9%) dan tingkat aktivitas fisik sedang (44,1%). Ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat kecemasan (ρ = -0,721; p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan siswa lebih rendah dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PJOK membantu siswa SMP mendapatkan kesehatan mental dan psikologis dengan mengajarkan mereka berolahraga.  
KORELASI ANTARA TINGKAT STIGMA DAN UPAYA NORMALISASI STIGMA OLEH OKNUM PEMUKA AGAMA YANG MENJADI PELAKU KEKERASAN SEKSUAL Rahman, Nuril Endi; Mas'od, Mohtar; Fatoni, Muhad
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v13i2.75992

Abstract

This study aims to examine the correlation between the level of stigma and efforts to normalize stigma by religious leaders who become perpetrators of sexual violence. The rise of sexual violence cases that has been difficult to reveal, because the perpetrators use the “mask religion” so as to trick the wider community. The object of this research is the phenomenon of sexual violence commited by unscrupulous religious leaders. This research uses a quantitative approach of cross-sectional survey type, which uses bivariate analysis. The study respondents totalled 100 people, who live arround religious areas such as Islamic boarding schools, mosques, churches, monasteries, and other religious environments. Based on the Pearson correlation test, the result is 0.001, which means that there is a significant correlation between the high level of stigma given by the community to individual religious leaders who become perpetrators of sexual violence that the high level of stigma also reduces the successful normalization efforts carried out by the perpetrators. The perpetrators of sexual violence failed to use “religious masks”, so they still received a negative stigma and this stigma was a form of social sanction against the perpetrators. Efforts to normalize stigma were not successful, as well as a form of negation of the attitude of victim blaming, namely blaming the victim, as has happened in many cases. Thus sexual violence perpetrated by evil religious leaders is a form of moral degradation.
Co-Authors Abdullah, Syahriar Agam Akhmad Syaukani, Agam Akhmad Agus Susilo Ahmad Sova Sundoro Ahmad Sulaiman, Ahmad Ahnaf Hammam Al-Harits Al-Harits, Ahnaf Hammam alfarisi, Agung Alif Khorouman Abidin Alif Khorouman Abidin Amanda Eka Rismawati Amar Abdullah Dani Arni Raihan Andri Arif Kustiawan ANDRI ARIF KUSTIAWAN Anjani, Listy Anugrah Nur Warthadi Asy Syahidah, Annisa Atmaranu, Atmaranu Aulia Ajeng Destiana Aziz Amrulloh Chandra Triadi Damai Mahendra, Muhammad Darsono Darsono Dewa, Metha Dwi Adiyana Bayu Kristiyadi Dwi Endri Mei Minawati Dyah Ayu Kunthi Puspitasari Eko Sudarmanto Elka Fikri, Muhammad Fa'uzan, Muhammad Aji Fadli, Rofi Azka Al Faisal Alan Tito Fajar Syamsudin Feri Revita Gatot Jariono Ginting Baharudin Putra Hafidzullah, Muhammad Rijal Imron Nugroho Saputro Istinganah Eni Maryani Katili, Andi Yusuf Listy Anjani Mas'od, Mohtar Metha Dewa Moch Danny Yudha Pradana Moch. Danny Yudha Pradana Mrih Rahayu Mugi Harsono Muhammad Bakhtiar Subardi Muhammad Elka Fikri Alamsyah Muhammad Irfan Fatkhun Niam Musyfiroh, Ismi Husniyah Nugroho, Hanif Nur Subekti Nur W, Anugrah Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat Pradiza, Rachel Aulia Prastyo, Aldi Prihantara Utama, Bangun Pungki Indarto Rafli Muhammad Rahayu, Mrih Rahman, Nuril Endi Ramadhan, Lucky Adhitya Redondo Sakti Adi Pramudya Rehan Budianto Revita, Feri Rinaldy Adidtya RINI ADIYANI Rissa Marina Widodo Rissa Marina Widodo, Rissa Marina Rizki Tegar Dwianda Rony Syaifullah Rozak, Walid Fathur Rusydy, Faisal Hanif Faras Sae Digdaya Nyatara Safitri, Wanda Samudiyanto, Arief Saputri, Adinda Novia Saputro, Muhammad Ryan Mardyanto Setiawan, Kresna Sindi Fatikasari Susanti SRI WIJIASTUTI Sri Wijiastuti Subroto Subroto Subroto, S Sudarmanto, Eko Sukma, Heru Adde Syahri Alhusin Syaukani, Agam Ahmad Titis Pambudi Tri Cahyo Abimanyu Tri Cahyo Abimanyu Tunjung Marganingrum Vera Septi Sistiasih Wijayanto, Ismail Wisnugroho, Wildan Aji Wulandari Wulandari Yaghfir Alifah, Fathimah Yulianingsih, Ika Zandra Dwanita Widodo