Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengembangan Strategi Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Esty Pramitasari Ambarwati; Sugeng Sutiarso; Sri Hastuti Noer
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa desain pengembangan pembelajaran kontekstual beserta perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKPD, dan tes kemampuan representasi matematis) yang valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Tahapan R&D dimulai dari research and information-collecting, planning, develop preliminary of product. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Huda Jatiagung Lampung Selatan pada semester ganjil Tahun pelajaran 2020/2021. Subjek dalam penelitian ini terdiri 2 ahli (desain, materi, dan media) uji validasi, 2 guru dan 5 siswa uji praktisi (respon), serta 14 siswa uji analisis tes kemampuan representasi matematis. Data penelitian diperoleh dari wawancara, angket validasi ahli, angket praktisi guru dan siswa, serta tes kemampuan representasi matematis siswa. Pengembangan pembelajaran kontekstual beserta perangkat pembelajaran telah valid menurut ahli, dan praktis menurut guru serta siswa. Hasil uji validasi ahli terhadap produk pengembangan mendapatkan skor rerata 85,30% dengan kriteria valid, dan hasil uji praktisi guru terhadap perangkat pembelajaran mendapatkan skor rerata 82,25% dengan kriteria praktis, serta hasil skor rerata penilaian siswa terhadap LKPD adalah 79,80% dengan kriteria praktis.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERORIENTASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Ulfa Farida; Caswita Caswita; Sugeng Sutiarso
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.033 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4942

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar materi peluang berbasis realistic mathematics education yang valid, praktis, dan efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Uji coba dilakukan di SMPN 2 Buay Pemaca. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Hasil penilaian ini bahwa setiap komponen penilaian bahan ajar dari aspek materi maupun media tervalidasi dengan kriteria baik dan sangat baik. Hasil analisis angket respon siswa diperoleh bahwa bahan ajar dinyatakan sangat praktis. Keefektifan bahan ajar dilihat dari rata-rata skor N-Gain sebesar 0,77 dengan kriteria tinggi, proporsi siswa yang mencapai N-Gain kriteria tinggi sebesar 71%, dan uji t menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,003 kurang dari 0,05 sehingga  ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produk hasil pengembangan bahan ajar berbasis RME ini memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis.This study aims to produce teaching materials based on realistic mathematics education that are valid, practical, and effective in terms of critical thinking skills. This research uses potential and problem stages, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision. The trial was conducted at SMPN 2 Buay Pemaca. Collecting data using observation, interviews, questionnaires, and tests. The results of the assessment showed that each component of the assessment of teaching materials from the material and media aspects was validated with good and very good criteria. The results of the student response questionnaire analysis showed that the teaching materials were stated to be very practical. The effectiveness of teaching materials is seen from the average N-Gain score of 0.77 with high criteria, the proportion of students who achieve high N-Gain criteria is 71%, and the t-test shows the value of Sig. of 0.003 less than 0.05 so it was rejected. The conclusion of this study is that the product development of RME-based teaching materials meets the criteria of being valid, practical, and effective in improving critical thinking skills.
Analisis Kemampuan Reversible Thinking Matematis Siswa SMA Pada Konsep Kalkulus Dwi Kurniawati; Sugeng Sutiarso
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.1464

Abstract

Kemampuan reversible thinking matematis ada dalam salah satu indikator kemampuan pemecahan masalah, yaitu pada tahap looking back (memeriksa kembali). Tahapan pada kemampuan reversible thinking matematis itu sendiri ada dua yaitu maju dan terbalik. Kemampuan reversible thinking matematis dipakai sebagai alternatif lain dari suatu metode penyelesaian masalah. Permasalahan matematis yang beragam terkadang tidak hanya memberikan satu jalur penyelesaian, kita dapat memecahkan permasalahan pada jalur yang berkebalikan. Pola pikir seperti ini menarik untuk diteliti lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan reversible thinking matematis siswa SMA pada konsep Kalkulus. Subyek penelitian adalah siswa SMA kelas 12 SMAN 2 Bandar Lampung yang dipilih secara acak. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kuantitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian siswa pada konsep Kalkulus materi Turunan-Integral terkategori baik, karena terdapat 55% dari jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih dari sama dengan 80. Sebanyak 25% siswa diantaranya sudah memiliki kemampuan reversible thinking. Sehingga disarankan kepada guru dan peneliti untuk mengembangkan berbagai pendekatan, metode, model serta bahan ajar interaktif yang dapat meningkatkan kemampuan reversible thinking matematis siswa. Peningkatan kemampuan reversible thinking diperlukan agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan matematis secara luwes, sehingga tidak berpaku pada satu jalur penyelesaian.
Pengaruh Bahan Ajar E-Modul Berpendekatan Contextual Teaching Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Yunia Lestari; Sugeng Sutiarso; Sugilar Sugilar
Jurnal Pendidikan Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v23i2.3579.2022

Abstract

The results of the observations show that there are no teaching materials in the form of e-modules used by mathematics teachers in junior high schools. Based on the problem and research objectives, this type of research is quasi-experimental. This research was conducted in two groups, namely the learning experiment class using e-modules with a CTL approach and the control class using conventional learning. The population in this study were all seventh-grade students at Blue Junior High School for the 2020/2021 academic year which consisted of 2 classes. To obtain the sample class, namely the experimental and control classes, a random sampling technique was used. VII B was the experimental class, and class VII A was chosen as the control class. The instrument used is a test consisting of 5 questions about conceptual understanding test. Data analysis using the t-test. From the students' responses to the e-module, the criteria were "very interesting" with a percentage of 90.6%. The calculation results obtained is 2.704 with a significance level of 0.009. Based on the results of the hypothesis test, Ho is rejected, this means that there is a significant effect on the use of e-module teaching materials with a CTL approach to improving students' conceptual understanding abilities.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SPLTV Eko Setia Budi; Sugeng Sutiarso
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah adalah kurangnya perhatian dalam proses pembelajaran, membuat pemodelan, dan menyelesaikan soal cerita. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatatif untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah pada materi SPLTV menggunakan teori Polya. Penelitian ini dilakukan di SMA Al Kautsar Bandar Lampung dengan subjek penelitian berjumlah 3 siswa dari kelas X MIPA 4 yang masing-masing mewakili kategori sangat baik, baik, dan kurang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Siswa pada kategori sangat baik memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan teori Polya, siswa dengan kategori baik dapat memcahkan masalah melalui teori Polya, namun kurang pada tahap pengecekan kembali. Sedangkan siswa dengan kategori kurang tidak memiliki kemampuan pemecahan masalah sehingga tidak bisa mengikuti teori Polya.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI TAHAPAN POLYA DAN NEWMAN Siti Ramziah; Sugeng Sutiarso
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah yang ditinjau dari tahapan Polya dan Newman serta mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika . Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Banjar Margo yang  berjumlah 60 siswa yang terdiri dari 18 siswa berkemampuan rendah, 30 siswa berkemampuan sedang, dan 12 siswa berkemampuan tinggi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa belum mencapai 50%. Jika ditinjau dari tahapan Polya kemampuan pemecahan masalah adalah sebesar 30,5% sedangkan jika ditinjau dari tahapan Newman adalah sebesar 47,6%. Adapun yang menyebabkan sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah adalah kurangnya pembiasaan mengerjakan soal yang menuntut kemampuan pemecahan masalah dengan tahapan yang lengkap dan kurangnya minat siswa terhadap matematika karena materi di buku teks cenderung sulit dipahami sehingga mengakibatkan kurangnya literasi membaca siswa. Kata Kunci: Newman, Pemecahan Masalah, Polya
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PRESENTASI MATEMATIKA BERBASIS THINGLINK BAGI GURU MATEMATIKA SMA KABUPATEN PRINGSEWU Caswita Caswita; Sugeng Sutiarso; Haninda Bharata; Rini Asnawati
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various technological and information facilities that are now developing are no longer tertiary materials but have become necessary for everyone, including students, to own. This is undoubtedly a challenge for every teacher to be able to optimally utilize existing facilities to support the achievement of learning objectives. One of the learning technologies that can be used is technology-based learning media such as thinglink. This service aims to increase teacher knowledge in making thinglink-based presentations and skill in making thinglink-based presentations. The method used is lecture and practice. The activity targets high school mathematics teachers in Pringsewu Regency who are members of the Mathematics MGMP. This service activity will be carried out at SMAN 1 Sukoharjo, Pringsewu. This training is beneficial for mathematics teachers at Pringsewu District High School because the teachers have the knowledge and skills to make mathematical thinglink presentations after participating in this training. The training activities have also increased teachers' confidence in preparing engaging mathematical presentations. ABSTRAKBeragam fasilitas teknologi dan informasi yang kini berkembang bukan lagi menjadi bahan tersier melainkan menjadi suatu kebutuhan yang wajib dimiliki setiap orang tidak terkecuali peserta didik. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap guru untuk dapat memanfaatkan secara optimal fasilitas yang ada guna menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu teknologi pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah media pembelajaran berbasis teknologi seperti thinglink. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru dalam membuat presentasi berbasis thinglink, dan terampil membuat presentasi berbasis thinglink.  Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek. Sasaran kegiatan adalah guru matematika SMA di Kabupaten Pringsewu yang tergabung dalam MGMP Matematika. Kegiatan pengabdian ini akan dilaksanakan di SMAN 1 Sukoharjo, Pringsewu.  Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru matematika SMA Kabupaten Pringsewu, karena setelah mengikuti pelatihan ini guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat presentasi matematika thinglink.  Kegiatan pelatihan juga telah meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menyusun presentasi matematika dengan menarik.  DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i2.hal.123-128
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FlipaClip TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Tatik Handayani; Sugeng Sutiarso; Rangga Firdaus
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2497

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan menjadi motivasi untuk mengembangkan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan penggunaan media pembelajaran berbasis FlipaClip terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII tahun pelajaran 2022/2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan dipilih dua kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, angket kemandirian belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis yang digunakan meliputi uji normalitas dan homogenitas, pengujian hipotesis rata-rata dua populasi, serta analisis korelasi dan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar siswa serta terdapat perbedaan rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan kemandirian memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi FlipaClip efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar siswa.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Heni Rodiawati; Sugeng Sutiarso; Haninda Bharata
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6730

Abstract

Permasalahan di SMPN 21 Mesuji antara lain belum adanya LKPD yang berbasis scientific approach untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Melihat permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis scientific approach yang valid dan praktis serta melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan LKPD berbasis scientific approach dalam pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 21 Mesuji pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development. Teknik analisis data menggunakan uji t dan N-gain. Dari hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan untuk materi bilangan memiliki kategori valid dan praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa LKPD berbasis scientific approach dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan rata-rata N-gain sebesar 0,70. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh bahwa penggunaan LKPD berbasis scientific approach dalam pembelajaran matematika terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. 
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Resa Yulia Puspita; Sugeng Sutiarso; Haninda Bharata
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D). Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes. Model R&D yang digunakan yaitu model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi. Pengolahan dan analisis data pemecahan masalah matematis dilakukan dengan menggunakan uji statistik dengan software SPSS statistics versi 17.0. Hasil penelitian ini yaitu LKPD berbasis Discovery Learning dengan pendekatan konstekstual untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa sudah valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.