Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemeriksaan Skrining Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Sabilul Ulum Al-Hidayah Wonoayu Nugraha, Gilang; Romdloni, Muhammad Afwan; Kurniasari, Diyan Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15674

Abstract

ABSTRAK Prevalensi anemia pada remaja putri pada kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia berkisar 27,2%. Pondok pesantren Sabilul Ulum Al-Hidayah memiliki banyak santriwati pada usia remaja yang juga membutuhkan asupan gizi salah satunya untuk pembentukan hemoglobin agar tercukupi. Tujuan untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin untuk skrining anemia. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan observasi langsung melalui wawancara dan pemeriksaan hemoglobin menggunakan POCT. Data disajikan dalam bentuk frekuensi. Jumlah santriwati yang mengikuti kegiatan pengabdian Masyarakat yaitu 32 orang dengan rentang umur 13 – 17 tahun. Sebagian besar santriwati tidak sedang diet atau melakukan puasa secara rutin (22 orang) dan sebagian besar tidak sedang menstruasi (24 orang). Santriwati yang mengalami anemia yaitu sebanyak 10 orang. Telah terjaring sebanyak 10 santriwati yang mengalami anemia, dan 5 diantaranya sedang mengalami menstruasi. Kata kunci: Anemia, Hemoglobin, POCT, santriwati  ABSTRACT The prevalence of anemia in young women in the 15–24 year age group in Indonesia is around 27.2%. The Sabilul Ulum Al-Hidayah Islamic boarding school has many female students in their teens who also need adequate nutritional intake, one of which is for the formation of hemoglobin. Purpose to Perform a hemoglobin test to screen for anemia. Community Service is carried out by direct observation through interviews and hemoglobin examination using POCT. Data is presented in frequency form. The number of female students taking part in community service activities is 32 people with an age range of 13 - 17 years. Most of the female students were not on a diet or fasting regularly (22 people) and most were not menstruating (24 people). There were 10 female students who experienced anemia. There were 10 female students who were anemic, and 5 of them were menstruating. Keywords: Anemia, Hemoglobin, POCT, Female Students
Education on the Prevention and Early Detection of Pulmonary Tuberculosis Through Anamnestic Screening Bermawi, Bastiana; Kurniasari, Diyan Wahyu; Prihatini, Prihatini; Aqmal, Ghezali Tristan; Hidayatih, Nurul; Az-Zahra, Firlana Dania
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261404

Abstract

Pulmonary Tuberculosis remains a major public health problem in Indonesia. The elderly are a vulnerable group due to decreased immunity and comorbidities, while stigma and low awareness often hinder early detection. This Community Service activity aimed to improve elderly understanding of Pulmonary Tuberculosis prevention and early detection through interactive education and anamnestic screening. The innovation of this program lies in the use of the N-Gain Score to evaluate the effectiveness of health education at the community level. The activity involved health education through interactive lectures, discussions, and educational media (PowerPoint and booklet), followed by anamnestic screening using a structured questionnaire. A total of 29 elderly participants from Wonocolo District were included as a high-risk group. Effectiveness was assessed using pre-tests and post-tests with 10 multiple-choice questions, analyzed using the N-Gain Score. Results showed an increase in the average knowledge score from 70.34 to 94.48 (gain of 24.14 points). Fourteen participants achieved a high N-Gain category, 13 were moderate, and none were low. No Pulmonary Tuberculosis symptoms were detected during screening. This program effectively improved health literacy and awareness among the elderly. Supporting community-based efforts toward Pulmonary Tuberculosis elimination.
SOSIALISASI “TBC PADA MASYARAKAT PESANTREN” SEBAGAI PROMOSI KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT RENTAN TUBERKULOSIS DI LINGKUNGAN PP. ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Diyan Wahyu Kurniasari; Bastiana Bermawi; Gilang Nugraha; Eka Indah Murdiningsih; Muhammad Yusuf Ramadhani Hakim; Nurul Hidayatih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37396

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di pondok pesantren akibat padatnya penduduk, sanitasi kurang, dan kurangnya pengetahuan akan bahaya dan pencegahan TBC. Pentingnya pemahaman masyarakat pesantren dilakukan dengan pendekatan holistik, salah satunya melalui sosialisasi TBC yang disesuaikan dengan budaya dan agama sehingga dapat membantu pemerintah mengendalikan penularan penyakit TBC. Metode, Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan penggabungan metode ceramah dan kelompok belajar pada penyuluhan tentang TBC. Para santri akan mengisi pre-post test untuk mengukur tingkat pemahaman materi tentang TBC. Hasil pre-post test kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain score untuk melihat efektifitas metode yang digunakan pada penyuluhan. Hasil dan pembahasan. Hasil menunjukkan sebanyak 22 santri memperoleh nilai N-Gain score > 76% yang artinya efektif, sebanyak 13 santri mendapatkan hasil N-Gain score di rentang 55-75 yaitu cukup efektif, dan kurang efektif pada 1 orang santri yakni dengan nilai N-Gain score 50. Dari hasil tersebut secara garis besar kegiatan pengabdian masyarakat dengan penggabungan metode ceramah dan kelompok belajar dinilai efektif. Kesimpulan, Dari hasil analisis uji N-Gain score didapatkan hasil bahwa penggabungan metode ceramah dan kelompok belajar dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang TBC pada santri di PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo
MENGENAL GEJALA DAN TANDA SERTA PEMERIKSAAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI PONDOK PESANTREN KHA. WAHID HASYIM Bastiana Bermawi; Diyan Wahyu Kurniasari; Rahayu Anggraini; Sabrina Shava Maura; Mukhammad Ikhsan; Nurul Hidayatih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38788

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan ancaman serius bagi kesehatan global dan Indonesia. Masih kurangnya pengetahuan mengenai tanda, gejala serta jenis pemeriksaan TB Paru pada masyarakat Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Pasuruan, ditambah dengan padatnya populasi akan semakin memperparah angka kejadian TB Paru jika tidak mengetahui penanganan yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Pesantren KHA. Wahid Hasyim adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang TB Paru, mendukung deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian penyebaran melalui edukasi dan langkah pencegahan efektif. Metode penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif. Sebelum dan setelah penyuluhan, peserta diberikan pre-test dan post-test. Hasil dari kedua tes tersebut dianalisis menggunakan uji N-Gain Score, diikuti dengan pengolahan data serta evaluasi. Hasil uji N-Gain Score menunjukkan dengan metode penyuluhan ceramah dan tanya jawab pada 40 santri mendapatkan hasil efektif pada 27 santri, pada 2 santri cukup efektif, kurang efektif pada 5 santri dan tidak efektif pada 6 orang santri. Dari hasil tersebut secara garis besar penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang digunakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri KHA. Wahid Hasyim. Terdapat variasi individu dalam peningkatan pengetahuan yang dipengaruhi oleh faktor seperti latar belakang pendidikan, motivasi, pemahaman awal, serta waktu pre-test dan post-test. Mayoritas santri menunjukkan peningkatan pengetahuan, yang menandakan metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang TB Paru.
Education on the Prevention and Early Detection of Pulmonary Tuberculosis Through Anamnestic Screening Bastiana Bermawi; Diyan Wahyu Kurniasari; Prihatini Prihatini; Ghezali Tristan Aqmal; Nurul Hidayatih; Firlana Dania Az-Zahra
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261404

Abstract

Pulmonary Tuberculosis remains a major public health problem in Indonesia. The elderly are a vulnerable group due to decreased immunity and comorbidities, while stigma and low awareness often hinder early detection. This Community Service activity aimed to improve elderly understanding of Pulmonary Tuberculosis prevention and early detection through interactive education and anamnestic screening. The innovation of this program lies in the use of the N-Gain Score to evaluate the effectiveness of health education at the community level. The activity involved health education through interactive lectures, discussions, and educational media (PowerPoint and booklet), followed by anamnestic screening using a structured questionnaire. A total of 29 elderly participants from Wonocolo District were included as a high-risk group. Effectiveness was assessed using pre-tests and post-tests with 10 multiple-choice questions, analyzed using the N-Gain Score. Results showed an increase in the average knowledge score from 70.34 to 94.48 (gain of 24.14 points). Fourteen participants achieved a high N-Gain category, 13 were moderate, and none were low. No Pulmonary Tuberculosis symptoms were detected during screening. This program effectively improved health literacy and awareness among the elderly. Supporting community-based efforts toward Pulmonary Tuberculosis elimination.