Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Comparative Test of Ret-He Examination in Diagnosis of Iron Deficiency in Pregnant Women Gilang Nugraha; Nur Masruroh; Diyan Wahyu Kurniasari
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 6 No. 2 (2020): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.795 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v6i2.303

Abstract

The most common cause of anemia is iron deficiency, which found in 50% of anemia cases. There are 66.7% of pregnant women in Indonesia that still lack iron intake. Reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) examination as a single parameter is the initial indicator of iron deficiency, considered more sensitive in detecting iron reserves in the body. This study aims to determine the effectivity of the Ret-He examination as a single parameter in establishing the diagnosis of iron deficiency in pregnant women. This research was conducted on 30 pregnant women. The sensitivity, specificity, and predictive value of Ret-He were determined by comparing the results of the biochemical examination of iron profiles. Iron deficiency defined as an abnormal examination result on two or more biochemical parameters, which were SI 425 µg/dL, serum ferritin
DIAGNOSTIC VALUE OF FASTSURE TB DNA RAPID TEST FOR DIAGNOSIS OF PULMONARY TUBERCULOSIS Diyan Wahyu Kurniasari; Jusak Nugraha; Aryati Aryati
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v23i3.1203

Abstract

Diagnosis tuberkulosis (TB) di Indonesia menurut Kemenkes RI 2014 masih mengandalkan pemeriksaan mikroskopis Basil TahanAsam (BTA) dari hapusan dahak namun memiliki kepekaan dan kekhasan diagnostik yang rendah. Kepekaan diagnostik kulturMycobacterium tuberculosis (M.tuberculosis) pada media Lowenstein Jensen (LJ) lebih tinggi daripada mikroskopis BTA namun hasilnyamemerlukan waktu 6-8 minggu. Uji cepat Fastsure TB DNA menggunakan metode Cross Priming Amplification (CPA) merupakanuji deteksi kualitatif DNA M.tuberculosis yang diamplifikasi pada satu suhu tetap dan menggunakan nucleic acid lateral flow stripdalam perangkat plastik tertutup. Penelitian ini dilakukan untuk menilai nilai diagnostik uji cepat Fastsure TB DNA untuk diagnosistuberkulosis paru. Metode penelitian secara observasional potong lintang selama Juni sampai November 2015. Total 58 spesimen dahakdari 33 orang terduga tuberkulosis paru dan 25 orang non-tuberkulosis dari RS Paru Karang Tembok Surabaya. Setiap spesimendilakukan pemeriksaan mikroskopis BTA, kultur M.tuberculosis pada media LJ sebagai standar baku emas dan ekstraksi DNA danamplifikasi pada uji cepat Fastsure TB DNA. DNA terekstraksi dimasukkan ke dalam tabung kemudian ke cartridge yang tersedia dalamperangkat. Hasil diamati dalam waktu 30 menit berupa munculnya garis uji dan pembanding pada pita. Berdasarkan penelitian ini,diperoleh kepekaan dan kekhasan diagnostik uji cepat Fastsure TB DNA masing-masing sebesar 84,8% dan 92% dengan koefisien kappaadalah 0,757 menunjukkan kesesuaian yang cukup baik. Uji cepat Fastsure TB DNA merupakan pemeriksaan yang cepat, praktis, relatiftidak mahal untuk diagnosis M.tuberculosis dari spesimen klinis khususnya pada BTA negatif.
SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN KONEKTOR MASKER DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI PANTI ASUHAN KUN FAYAKUN SURABAYA Bastiana Bastiana; Notrisia Rachmayanti; Diyan Wahyu Kurniasari; Bakti Wibowo; Bunga An Nur Rahmillah Almah; Ari Azizah; Diana Arum Lisnawati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.184

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menerapakan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Pencegahan Covid-19 ditujukan pada semua umur salah satunya anak-anak. Hal ini dilakukan karena anak-anak menjadi kelompok risiko terpapar Covid-19. Panti asuhan menjadi salah satu tempat yang mayoritas penghuninya adalah kelompok anak-anak. Oleh sebab itu UNUSA bekerjasama dengan Panti Asuhan Kun Fayakun dalam melakukan pengabdian masyarakat tentang sosialisasi protokol kesehatan. Metode: Sosialisasi protokol kesehatan dilakukan luring berupa presentasi, diskusi, dan praktek. Sasaran dalam kegiatan ini adalah penghuni Panti Asuhan Kun Fayakun berjumlah 20 orang. Peserta diberikan kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi berupa pre dan posttest. Data diolah secara statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dan Pembahasan: hasil kuesioner pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah sosialisasi dengan nilai P< 0.05. Hal ini menunjukkan pengetahuan yang baik membuat peserta menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Kesimpulan: Sosialisasi protokol kesehatan memberikan dampak baik, dan menunjukkan hasil yang signifikan pada hasil pretest dan posttest.
Pemeriksaan Hematologi Rutin Pada Tenaga Laboratorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Gilang Nugraha; Moch. Sahri; Diyan Wahyu Kurniasari; Ayu Slatim Maifanda; Salsabillah Karunia Sugiarto; Maulana Bagas Syaifulloh
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.156 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.866

Abstract

Pemeriksaan hematologi rutin tidak hanya untuk mendiagnosis dan mengelola penyakit hematologi, tetapi juga untuk menilai kesehatan secara keseluruhan. Terdapat satu kelompok pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat seringnya terpapar zat kimia berbahaya dan infeksius, kelompok ini yaitu petugas laboratorium (laboran). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada lingkungan mitra, masih banyak pegawai yang belum mengetahui status kesehatannya berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi rutin secara berkala. Maka pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan hematologi rutin. Tujuan dari pengabidan masyarakat ini yaitu agar laboran UNUSA mengetahui status kesehatannya melalui pemeriksaan hematolgi rutin. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini meliputi tahap prakegiatan meliputi identifikasi pegawai di lingkungan UNUSA, selanjutnya di lakukan observasi untuk mendapatkan nama pegawai yang bekerja sebagai laboran. Tahap Pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan sampel, dilanjutkan dengan pemeriksaan hematologi meliputi parameter jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit, jumlah leukosit dan jumlah trombosit. Tahap evaluasi kegiatan melaporkan hasil pemeriksaan dan melakukan pelaporan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 laboran yang dilaksanakan di laboratorium hematologi UNUSA pada tanggal 8 September 2021. Berdasarkan hasil kegiatan didapat hasil pemeriksaan jumlah eritrosit normal 14 laboran (93,3%) dan tinggi 1 laboran (6,7%); hemoglobin normal 14 laboran (93,3%) dan rendah 1 laboran (6,7%); hematokrit normal 14 laboran (93,3%) dan rendah 1 laboran (6,7%); jumlah leukosit normal semua (93,3%) dan rendah 1 laboran (6,7%); jumlah trombosit normal 10 laboran (66,7%) dan rendah 5 laboran (33,3%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu mengidentifikasi status kesehatan berdasarkan pemeriksaan hematologi rutin pada laboran UNUSA, terdapat 1 laboran yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena terindikasi anemia ringan sehingga dapat di tindak lanjuti untuk melakukan gaya hidup sehat dan jika diperlukan harus dikonfirmasi pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan Skrining Covid-19 Kepada Pegawai Laboratorium Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari di Masa Pandemi Notrisia Rachmayanti; Bastiana Bermawi; Diyan Wahyu Kurniasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.21 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.925

Abstract

COVID-19 telah menjadi pandemi sejak Januari 2020. COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV 2 yang menyebar melalui droplet dan airborne sehingga petugas kesehatan rentan tertular. RSI Surabaya Jemursari telah merawat pasien COVID-19 dan melakukan pemeriksaan PCR SARS-CoV 2 sehingga skrining rutin menjadi hal yang sangat perlu dilakukan pada pegawai laboratorium. Kegiatan dilaksanakan dengan mengidentifikasi pegawai laboratorium RSI Surabaya Jemursari untuk kemudian dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Kemudian dilakukan pengambilan swab nasofaring untuk pemeriksaan antigen serta pengambilan darah untuk pemeriksaan antibodi yaitu IgG dan IgM anti SARS-CoV 2. Pemeriksaan dilakukan pada 31 pegawai laboratorium RSI Surabaya Jemursari. Sebanyak 1 orang dengan keluhan infeksi saluran pernafasan atas didapatkan hasil antigen SARS-CoV 2 positif serta IgG dan IgM anti SARS-CoV 2 reaktif. Sebanyak 1 orang dengan keluhan infeksi saluran pernafasan atas didapatkan hasil antigen SARS-CoV 2 positif tetapi hasil IgG dan IgM anti SARS-CoV 2 non reaktif. Hasil skrining juga mendapatkan sebanyak 8 pegawai tanpa keluhan infeksi saluran nafas atas yang memiliki hasil antigen SARS-CoV 2 negatif, IgM anti SARS-CoV 2 non reaktif tetapi memiliki IgG anti SARS-CoV 2 reaktif. Sedangkan sisanya sebanyak 21 orang dengan hasil antigen SARS-CoV 2 negatif, IgG dan IgM anti SARS-CoV 2 non reaktif. Skrining COVID-19 bermanfaat mendeteksi populasi yang rentan di RSI Surabaya Jemursari sehingga penanganan dini dapat dilakukan untuk mencegah kematian serta mencegah penularan pada rekan kerja maupun masyarakat sekitar tempat pegawai tersebut tinggal. Skrining COVID-19 diharapkan pula dapat menjadi strategi untuk mencegah penambahan kasus dan transmisi penularan COVID-19 secara global.
SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN KONEKTOR MASKER DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI PANTI ASUHAN KUN FAYAKUN SURABAYA Bastiana Bastiana; Notrisia Rachmayanti; Diyan Wahyu Kurniasari; Bakti Wibowo; Bunga An Nur Rahmillah Almah; Ari Azizah; Diana Arum Lisnawati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.184

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menerapakan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Pencegahan Covid-19 ditujukan pada semua umur salah satunya anak-anak. Hal ini dilakukan karena anak-anak menjadi kelompok risiko terpapar Covid-19. Panti asuhan menjadi salah satu tempat yang mayoritas penghuninya adalah kelompok anak-anak. Oleh sebab itu UNUSA bekerjasama dengan Panti Asuhan Kun Fayakun dalam melakukan pengabdian masyarakat tentang sosialisasi protokol kesehatan. Metode: Sosialisasi protokol kesehatan dilakukan luring berupa presentasi, diskusi, dan praktek. Sasaran dalam kegiatan ini adalah penghuni Panti Asuhan Kun Fayakun berjumlah 20 orang. Peserta diberikan kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi berupa pre dan posttest. Data diolah secara statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dan Pembahasan: hasil kuesioner pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah sosialisasi dengan nilai P< 0.05. Hal ini menunjukkan pengetahuan yang baik membuat peserta menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Kesimpulan: Sosialisasi protokol kesehatan memberikan dampak baik, dan menunjukkan hasil yang signifikan pada hasil pretest dan posttest.
PELATIHAN SKRINING DAN EDUKASI TUBERKULOSIS PADA SANTRI HUSADA DI PP AL-HIKAM BANGKALAN Bastiana, Bastiana; Kurniasari, Diyan Wahyu; Prihatini, Prihatini; Sari, Nathalya Dwi Kartika; Zahroh, Chilyatiz; Lisnawati, Diana Arum; Hidayatih, Nurul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.22243

Abstract

Latar Belakang, Kasus TB banyak teridentifikasi di lingkungan pondok pesantren. Hal ini terjadi karena kehidupan pondok pesantren yang komunal dan faktor lain seperti minimnya kesadaran tentang menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Beberapa kegiatan skrining TB yang pernah dilakukan di beberapa pondok pesantren menemukan bahwa cukup banyak santri yang memiliki gejala dan diduga terjangkit TB. Oleh karena itu UNUSA bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Hikam Bangkalan Madura melakukan upaya pelatihan skrining dan edukasi TB Paru dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat mencegah terjadinya penularan TB di lingkungan pondok pesantren, agar dapat mengamati sesama sejawat dan melakukan skrining awal TB sehingga dapat memutus rantai penularan lebih cepat. Metode, yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan dimulai, sebanyak 38 peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data secara statistik menggunakan software SPSS 21 dengan uji Wilcoxon dan hasil dari statistik tersebut di evaluasi. Hasil dan Pembahasan, Hasil dari uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,003 sehingga nilai sig < 0,05 yang menandakan bahwa ada perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Perbedaan yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Kesimpulan, Pelatihan Skrining dan Edukasi TB Paru Pada Santri Husada di Pondok Pesantren Al-Hikam Bangkalan Madura telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit TB Paru.
PELATIHAN SKRINING DAN EDUKASI ANEMIA PADA SANTRI DI PP AL-HIKAM BANGKALAN Kurniasari, Diyan Wahyu; Bastiana, Bastiana; Sari, Nathalya Dwi Kartika; Maat, Suprapto; Lisnawati, Diana Arum; Hidayatih, Nurul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23459

Abstract

Latar Belakang, Kasus anemia banyak ditemukan di lingkungan pondok pesantren, terutama pada remaja putri. Hal ini terjadi karena pengaruh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal, kurangnya aktivitas fisik dan juga kurangnya pengetahuan mengenai gejala anemia. Beberapa kegiatan skrining anemia yang pernah dilakukan di beberapa pondok pesantren ditemukan bahwa cukup banyak santri yang memiliki gejala dan diduga menderita anemia. Perlu dilakukan upaya edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat mengurangi angka kejadian anemia di lingkungan pondok pesantren. Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada Santri Husada agar dapat mengamati sesama sejawat dan melakukan skrining awal anemia defisiensi besi dapat memutus angka kejadian anemia lebih awal. Metode, yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan, 36 peserta diberi pre-test kemudian setelah penyuluhan 36 peserta tersebut diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil, uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 sehingga nilai sig < 0,05 yang menandakan bahwa ada perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Perbedaan yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Kesimpulan, Pelatihan Skrining dan Edukasi Anemia Defisiensi Besi Pada Santri Husada di Pondok Pesantren Al-Hikam Bangkalan Madura telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit Anemia.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE USE OF HERBAL PLANTS TO IMPROVE THE IMMUNE SYSTEM IN SIMO ANGIN-ANGIN VILLAGE, WONOAYU DISTRICT, SIDOARJO REGENCY Maat, Suprapto; Nidianti, Ersalina; Kurniasari, Diyan Wahyu; Algristian, Hafid
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v5i2.604

Abstract

Medical plants that have uses or properties in health treatment. Currently, the use of Indonesian herbal plants is only limited to being used as cooking spices and has not been optimally used as medicine to increase the body's endurance. The aim of this community service activity is as an effort to prevent disease by increasing the body's immunity after the Covid-19 pandemic. The method applied in this community service activity is community empowerment in the use of herbal plants to improve the immune system in Simo Angin - Angin village, Wonoayu District through the stages of lectures, demonstrations and collaboration. The target participants were PKK women from Simo Angin-angin Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency, a total of 30 people. The results obtained were counseling and education on the benefits of Indonesian herbal plants using posters and brochures. The results of the community empowerment activities in Simo Angin-angin village are through making herbal plants as drinks in the form of herbal medicine to increase the body's immunity. Participants can understand the potential of herbal plants to be processed into drinks that can be consumed to maintain health after Covid-19. The conclusion is that the PKK women in Simo Angin-angin Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency know how to prevent disease by using Indonesian herbal plants and producing herbal drink concoctions to increase the body's immunity. The next recommendation for community service activities is processing residents' empty land for herbal plants and community empowerment through the production of herbal drinks to commercialization.
The Pro-Apoptotic Effect of Diallyl Trisulfide (DATS) on MDA-MB-231 Breast Cancer Cells Ailany, Erla Syah Dilla; Veterini, Lysa; Putri, Winawati Eka; Kurniasari, Diyan Wahyu
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v7i1.7314

Abstract

Introduction: Breast cancer is the most prevalent cancer globally, impacting almost 2.1 million people each year. The MDA-MB-231 exemplifies the aggressive nature of the triple-negative breast cancer (TNBC) subtype. Diallyl Trisulfide (DATS) in Allium sativum (garlic) demonstrates potential anticancer characteristics primarily by causing the generation of ROS that may trigger apoptosis. Objective: The study evaluates the effect of DATS on apoptosis in MDA-MB-231 cells via the ROS pathway. Methods: An in vitro study utilizing MDA-MB-231 cells, categorized into four groups: (1) Medium control, (2) Negative control, (3) 20 µM DATS after 24 hours, and (4) 40 µM DATS after 24 hours. The study used Annexin V-FITC/PI flow cytometry to measure apoptotic cell death, the MTT assay to measure cell viability, and DCFH-DA fluorescence to measure ROS production. Results: Cell viability was decreased after DATS treatment and a substantial increase in intracellular ROS production was observed that varies with time and dose (p < 0.001). In comparison to the other groups, the group that received 40 µM DATS for 24 hours had the highest rate of apoptosis and the largest accumulation of reactive oxygen species (ROS). Conclusions: DATS significantly elevates intracellular ROS levels to promote apoptosis in MDA-MB-231 cells as a pro-oxidant therapy for aggressive breast cancer.