Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Media KOMPI (Komik Mitigasi Perubahan Iklim) Untuk Menstimulasi Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak TK Usia 5-6 Tahun Lilik Sangadah Dwi Saputri; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Dewi Komalasari; Alisha Arrochma; Laila Fathiatuddini
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1450

Abstract

Bahasa ekspresif adalah kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi, mengomunikasikan pikiran secara lisan, tulisan, dan berbagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari media KOMPI. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ASSURE. Desain penelitian ini adalah one group pretest- postest pada kelompok TK B2 yang berjumlah 17 anak di TK Happy Smart Kids. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket ahli media dan ahli materi, lembar observasi aktivitas guru dan anak serta lembar observasi pretest-postest yang dianalisis menggunakan SPSS 21. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media KOMPI valid dengan skor  validasi media sebesar 95% dan validasi materi sebesar 94,44%, praktis dengan kriteria aktivitas guru terlaksana dengan baik dan kriteria aktivitas anak aktif, serta efektif untuk menstimulasi kemampuan bahasa ekspresif anak dengan kriteria N-gain sedang. Implikasi dari penelitian ini adalah media visual, seperti KOMPI dapat menstimulasi kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun
PENGARUH METODE READ ALOUD DALAM BERCERITA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Alfin Mutawakila; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Melia Dwi Widayanti
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.89881

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku kemandirian anak di TK Islam Darul Muttaqin yang belum maksimal dan belum sesuai perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh metode read aloud dalam bercerita terhadap kemandirian anak usia 4-5 tahun. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental, one group pre-test dan post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Islam Darul Muttaqin Nganjuk dengan jumlah sampel sebanyak 23 anak. Terdapat 3 indikator kemandirian yang diamati oleh peneliti, yaitu pantang menyerah, percaya diri, dan berani mencoba. Penelitian ini dilakukan sejumlah 8 kali pertemuan dengan pre-test 1 kali, treatment 6 kali, dan post-test 1 kali. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan menggunakan teknik analisis data dengan Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil perhitungan Uji Wilcoxon yang dibantu dengan SPSS for Windows Versi 22, diketahui hasil hitung Asymp. Sig. (-2 tailed) 0.000 < 0.50, maka sesuai dasar pengambilan keputusan Uji Wilcoxon dapat diketahui bahwa Ho ditolak, sehingga Ha diterima. Pengaruh metode read aloud dalam bercerita terhadap kemandirian anak yaitu dapat mengajarkan anak untuk pantang menyerah, percaya diri, dan berani mencoba.
PENGEMBANGAN MEDIA DAMKAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN Inge Natalia Dwi Grecia; Melia Dwi Widayanti; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.100831

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan kognitif yang perlu ditingkatkan di pendidikan abad 21 ini. Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikembangkan sebagai dasar kehidupan mendatang, yaitu mencakup tentang pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah dimulai dari lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui validitas kelayakan dan keefektifan media Damkar (video animasi mitigasi kebakaran) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan dengan teknik penelitian data observasi dan angket pada subjek penelitian sebanyak 20 anak usia 5-6 tahun. Validitas media dilakukan melalui uji validasi ahli materi dengan skor 81,8%, dan validasi skor validasi ahli media 90% yang artinya media video animasi mitigasi kebakaran sangat layak digunakan. Uji efektivitas dilakukan dengan uji Wilcoxon SPSS 22 dan menunjukkan asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000 dengan nilai signifikansi < 0,05 atau 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan signifikan pada pre-test dan post-test sehingga dapat dikatakan bahwa media Damkar efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
PENGARUH METODE PROYEK SPIN WATER TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN Kurnia Agustina; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Melia Dwi Widayanti
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.90135

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan proses sains yang meliputi keterampilan dalam mengamati, membandingkan, mengklasifikasikan, mengukur, dan mengkomunikasikan. keterampilan proses sains penting dilakukan anak agar memiliki kemampuan mengamati berbagai perubahan yang terjadi. Metode proyek spin water memberikan pengetahuan dan keterampilan anak dalam bereksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya pengaruh metode proyek spin water terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun yang dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun dengan sampel berjumlah 23 anak. Instrumen penelitian yang diamati ada empat, yakni kemampuan mengetahui cara mengamati suatu benda, kemampuan mengetahui cara bereksperimen, kemampuan mengetahui cara mengukur suatu benda, dan kemampuan mengetahui cara mengkomunikasikan hasil proyek. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Match and Pairs melalui program komputer IBM SPSS 25. Hasil analisis penelitian sangat signifikan yaitu diketahui Asymp. Sig (2- tailed) sebesar 0,001 bahwa nilai tersebut lebih kecil dari nilai 0,05, (0,001 <0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode proyek spin water terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun.
Pengaruh Kegiatan Meronce dengan Loose Part Berpola ABC-ABC terhadap Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun: Penelitian Pradita Julianata Pramesti; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Yes Matheos Lasarus Malaikosa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan meronce menggunakan loose part berpola ABC-ABC terhadap kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Kemampuan motorik halus ialah salah satu aspek perkembangan yang penting untuk distimulasi sejak dini karena berkaitan dengan keterampilan koordinasi anatara tangan dan mata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek pada penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 3-4 tahun di PPT Setia Bhakti Surabaya dengan jumlah 11 anak. Kegiatan treatment pada penelitian ini dilakukan sebanyak tiga kali dengan kegiatan meronce yang berbeda-beda setiap pertemuannya, bahan loose part untuk meronce yang digunakan pada penelitian ini adalah wortel, kacang panjang, dan kulit jagung. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil dari pretest dan posttest serta menghitung nilai N-Gain. Setelah dilakukan uji N-Gain, score yang diperoleh pada penelitian ini ialah 0,6612, hal ini menunjukkan bahwa treatment yang diberikan cukup efektif didalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce menggunakan loose part berpola ABC-ABC berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan motorik halus pada anak usia 3-4 tahun
Unplugged Coding with Traditional Snacks: A Quasi-Experimental Approach to Enchancing Early Childhood Computational Thinking Amanda Yunissafara; Suharti Suharti; Mallevi Agustin Ningrum; Dhian Gowinda Luh Safitri
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v15i1.2796

Abstract

This study aims to describe the implementation of unplugged coding using traditional snack media to develop computational thinking skills in children aged 5-6 years. The lack of integration of local cultural elements in technology education is the primary background of this study. The research method used was a quantitative quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest. Data were analyzed using a paired t-test to assess the significance of differences in children’s abilities before and after treatment. The results showed a significant improvement in decomposition, pattern recognition, and simple algorithmic skills after children interacted with traditional snack media. These findings prove that abstract computational concepts can be taught concretely and contextually through local wisdom. This research contributes to the development of early childhood education by providing an innovative model of digital learning without devices (unplugged) while preserving cultural values. Theoretically, these results strengthen the integration of ethnopedagogy into modern educational curricula and provide a foundation for digital literacy from an early age, without dependence on gadgets.
The Effect of Star Jump Games on Children’s Gross Motor Skills: An Educational Management Perspective Louisa Elvinarosa Erieka Putri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Mallevi Agustin Ningrum; Dhian Gowinda Luh Safitri
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i2.1740

Abstract

This study aims to examine the effect of Star Jump games on children’s gross motor skills from an educational management perspective, particularly in managing physical activity learning in early childhood education. A quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design was employed, involving 28 children divided into experimental and control groups. Data were collected through structured observation using a gross motor skill assessment instrument focusing on body balance and movement accuracy, and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann–Whitney U Test. The results revealed a significant improvement in gross motor skills among children in the experimental group after the implementation of Star Jump games compared to the control group. These findings indicate that well-planned and systematically managed movement-based learning activities effectively enhance children’s balance and movement precision. From an educational management perspective, the study underscores the importance of organizing, implementing, and evaluating engaging physical activity programs to support gross motor development. Therefore, Star Jump games can be considered an effective and enjoyable alternative for managing physical activity learning in early childhood education.
Pengembangan Media GAISS (Game I Know Solar System) Untuk Menstimulasi Keterampilan Berpikir Kreatif Anak Usia 5-6 Tahun Alisha Arrochma; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Dewi Komalasari
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 7 No. 3 (2026): JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v7i3.5539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media game edukatif GAISS (Game I Know Solar System) dalam menstimulasi keterampilan berpikir kreatif anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan model pengembangan Four-D (Define, Design, Developt, Disseminate) yang dilaksanakan di TK ADNI Islamic English School. Kelayakan produk dinilai melalui uji validitas oleh ahli materi dan ahli media, serta uji validitas dan reliabilitas instrumen, keefektifan, dan kepraktisan media. Hasil validasi ahli menunjukkan media game edukatif GAISS sangat layak digunakan dengan persentase 91,66% dari ahli materi dan 95,83% dari ahli media, dengan rata-rata keseluruhan 97%. Instrumen keterampilan berpikir kreatif dan GAISS dinyatakan valid R hitung > R tabel dan reliabel Cronbach Alpha 0,955. Uji keefektifan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai Z = -3,860 nilai p < 0,05, di mana 19 anak mengalami peningkatan skor keterampilan berpikir kreatif. Hasil ini menunjukkan bahwa media game edukatif GAISS efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif anak usia 5-6 tahun dan praktis digunakan dalam pembelajaran di TK.
Focus Group Discussion dan Pelatihan Model Pembelajaran AGGA (Apperception, Grouping, Game, Appreciation) Berbasis Kearifan Lokal Gurindam 12 di Bangkinang, Kabupaten Kampar Mohammad Fauziddin; Yenda Puspita; Joni Joni; Nelti Rizka; Mallevi Agustin Ningrum
Dinamika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/dinamika.v2i2.30

Abstract

Praktik pembelajaran di sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) di Bangkinang, Kabupaten Kampar masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, sementara kearifan lokal Melayu Riau seperti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji belum banyak diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru TK dalam menerapkan model pembelajaran AGGA (Apperception, Grouping, Game, Appreciation), yaitu model kooperatif berbasis sintaks STAD dan TGT yang memadukan nilai-nilai Gurindam 12 untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi anak usia 5-6 tahun. Kegiatan dilaksanakan melalui dua tahap utama, yaitu Focus Group Discussion (FGD) bersama dosen pembimbing dan guru untuk menajamkan rancangan model, dan pelatihan penerapan sintaks model AGGA bagi guru model di empat TK mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa FGD berhasil merumuskan pemilihan lima pasal Gurindam 12 yang relevan dengan tema pembelajaran, sementara pelatihan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menjalankan sintaks model, yang tercermin dari peningkatan konsisten keterlaksanaan pembelajaran dari pertemuan pertama hingga pertemuan kelima pada seluruh lokasi uji coba, dengan capaian akhir berada pada kategori Praktis hingga Sangat Praktis.
Implementation of English Language Learning in Stimulating Early Childhood Roughness Skills Aninda Tusyifa Faridatu Rohmah; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Yes Matheos Lasarus Malaikosa
Generasi Vol. 4 No. 1 (2026): Generasi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/generasi.v4i1.349

Abstract

This study aims to capture how English language learning is applied to stimulate early literacy skills, particularly the early reading and listening skills of children aged 4–5 years. Using a qualitative case study design, this study collected data from the principal, classroom teachers, and students as the primary subjects. Through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation, the collected data were then analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model. Field findings indicate that English learning is structured through the English Super Safari program and interaction sessions with native speakers. The methods used are varied, ranging from Total Physical Response (TPR) and Communicative Language Teaching (CLT) to storytelling and game-based learning. The stimulation process is reinforced by the use of interactive visual media, such as flashcards and Smart TVs, which have been proven effective in helping children recognize letter symbols and phonetic pronunciation. The results showed positive developments in children's ability to distinguish letter shapes and respond spontaneously to spoken English instructions without the need for translation. This study concluded that an integrative and enjoyable foreign language introduction can provide a solid foundation for early childhood basic literacy.