Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Measures Teachers’ Perceptions of Differentiated Instruction : A Combination of Guttman Scale and Item Response Theory Desy Kumala Sari; Dadan Rosana; Supahar Supahar; Pri Ariadi Cahya Dinata; Andi Reski
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 10, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i3.11841

Abstract

This study aims to develop an instrument for teachers’ perceptions of differentiated instruction by adopting Oriondo and Antonio's instrument development model. This study involves three stages of development: instrument planning, pilot testing, and measurement. The respondents involved were 152 subject teachers at the secondary school level. The instrument developed contains differentiated instruction principles: learning environment, quality curriculum, responsive teaching, continuous assessment, and leadership and routines. A combination of the Guttman Scale and Item Response Theory was used to measure teachers' perceptions, which gave significant results. The analysis results show that most instrument items follow the model used, but some items require adjustment. The implication of this study is the importance of developing valid and reliable instruments to measure teachers' perceptions of differentiated instruction. The findings can contribute to improving classroom learning practices and student learning outcomes. Thus, this study provides a strong foundation for the development of teacher professionalism and the overall improvement of education quality.
Differentiated Instruction as a Catalyst for Educational Transformation: A Meta-Analysis Muchamad Rizki Eka Setiawan; Raissa Ariadna Putri Josephira; Sari, Desy Kumala; Pri Ariadi Cahya Dinata; Nur Lailatul Rofiah
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v3i1.506

Abstract

Differentiated Instruction (DI) has long been implemented to address the diverse learning needs of students. However, exploring its impact on learning outcomes within the framework of modern education has become increasingly important in understanding its effectiveness in the context of 21st-century learning. This meta-analysis aims to investigate the effect of differentiated instruction on students’ learning outcomes. The research method consisted of the stages of identification, screening, and inclusion. The research sample comprised 14 primary studies, producing a total of 41 effect sizes. The analysis revealed a significant effect (1.02; p < 0.05) of DI implementation on students’ learning outcomes. No significant differences in effect size were found based on measured ability, subject, country, sample size, grade level, or Scopus indexing. In terms of contribution, the country variable accounted for a substantial portion of the “weak” and “small” effect size categories. Consequently, the implementation of DI in Asia has been shown to have a significant impact on improving learning outcomes. Furthermore, differentiated instruction exerts a similar influence across all educational levels, suggesting that it should be optimally applied in both primary and secondary schools. Nevertheless, evaluations of psychomotor learning outcomes within the context of differentiated instruction remain limited. This indicates the need for greater attention to the psychomotor domain in future studies, to ensure that the focus extends beyond cognitive and affective abilities.
Menumbuhkan Minat Sains Sejak Dini: Kegiatan Pengenalan IPA di SDN 1 Tumbang Rungan: Cultivating Interest in Science from an Early Age: Science Introduction Activities at SDN 1 Tumbang Rungan Suhartono, Suhartono; Sundari, Resti; Vari, Yonatan; Fauzi, Toni Dwi; Hartanto, Theo Jhoni; Dinata, Pri Ariadi Cahya
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 12 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i12.10630

Abstract

Introducing science to elementary school students in a fun way is a strategic step in establishing a foundation for scientific thinking from an early age. However, the reality in the field shows that the science learning approach is still conventional and less interactive. The limited use of experiments or engaging exploratory activities contributes to a lack of interest and enthusiasm for science among elementary school students. This diminished interest ultimately leads to a poor understanding of scientific concepts. To tackle this challenge, this community service initiative is centered around the theme "Fun and Enjoyable Science Educational Activities for Elementary School Students to Foster Early Interest in Science." This activity is designed with an educational approach that incorporates games and simple experiments relevant to students' daily lives. This community service project is divided into three stages: preparation, which involves collaborating with the school, developing tools and practicum modules, and assigning tasks; execution, where science concepts are introduced to students; and assessment, which focuses on measuring both teacher and student interest in the activities. The exercise successfully cultivated students' interest and excitement for science, as indicated by the responses from both teachers and students in the questionnaires. Every student demonstrated a high level of curiosity and active participation, expressing a desire to repeat the experiment at home. Teachers provided positive feedback, expressing that the practicum module was easy to understand, relevant to the learning material, and could be implemented with simple tools and materials available around the school.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Berbantuan Laboratorium Nyata dan Virtual terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Psikomotor pada Materi Pengukuran di Kelas VII Muhammad Rizqi Muflihuddin; Pri Ariadi Cahya Dinata; Maya Mustika
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.21388

Abstract

Hasil observasi menunjukkan terdapat masalah dalam pembelajaran yakni kurangnya kemampuan kognitif dan psikomotor peserta didik jenjang SMP khususnya pada materi pengukuran yang disebabkan beberapa hal, salah satunya tidak dilakukannya praktikum karena alasan alat praktikum yang sedikit, namun sekolah juga tidak melakukan praktikum secara virtual untuk mengatasi masalah sekaligus memperkenalkan adaptasi teknologi ke peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan psikomotor peserta didik melalui penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan laboratorium nyata dan virtual pada materi pengukuran di kelas VII salah satu SMP di Palangka Raya tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII salah satu SMP di Palangka Raya tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri atas 11 kelas yakni kelas VII-1 sampai kelas VII-11. Sampel pada penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok (satu kelas) yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan tes psikomotor, dengan analis data yang dilakukan adalah ketuntasan hasil belajar kognitif dan ketuntasan hasil belajar psikomotor. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 22 dari 32 peserta didik atau secara klasikal 68,75% peserta didik telah berhasil mencapai ketuntasan kognitif. Kemudian 13 dari 15 TPK juga telah berhasil dicapai ketuntasannya. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan penggunaan model pembelajaran direct instruction berbantuan laboratorium virtual dan laboratorium nyata dapat memberikan kemampuan kognitif dan psikomotor yang baik bagi peserta didik pada materi pengukuran kelas VII SMP. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk dunia pendidikan khususnya menjadi referensi bagi pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA jenjang SMP pada materi pengukuran agar pendidik dapat memberikan pengetahuan teori dan kemampuan psikomotor yang baik bagi peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Lab Virtual Pada Materi Cahaya Di Kelas VIII SMP Alya Alya; Pri Ariadi Cahya Dinata; Yoan Theasy
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.25691

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi ringan serta kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi melalui penerapan model dan media pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran inkuiri terbimbing menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep melalui kegiatan penyelidikan dengan bimbingan guru. Pemanfaatan laboratorium virtual membantu memvisualisasikan konsep abstrak pada materi cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual serta ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain one-shot case study. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII-10 SMP sebanyak 33 peserta didik, dengan 28 peserta didik mengikuti tes hasil belajar. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes hasil belajar kognitif pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase keterlaksanaan pembelajaran serta ketuntasan hasil belajar secara individu, klasikal, dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 88,67%, sedangkan ketuntasan hasil belajar kognitif secara klasikal sebesar 43% sehingga belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal ≥ 75%. Ketuntasan TPK menunjukkan 16 TPK tuntas dan 9 TPK tidak tuntas dengan persentase 64%. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual terlaksana sangat baik, namun belum mencapai ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada materi cahaya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan model inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual dengan desain penelitian yang melibatkan pretest dan posttest, memperluas jumlah sampel, serta mengoptimalkan alokasi waktu dan pendampingan selama proses pembelajaran agar dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar peserta didik secara lebih optimal.
Peningkatan Literasi Digital Guru Sekolah Menengah Pertama Melalui Pemanfaatan Canva Serta Chat GPT AI Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Bentuk Video Animasi Indra Perdana; Yoan Theasy; Pri Ariadi Cahya Dinata
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v2p9sw89

Abstract

Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan telah membuka peluang untuk inovasi pembelajaran yang lebih efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan literasi digital guru Sekolah Menengah Pertama melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan menggunakan dan memanfaatkan aplikasi Canva serta Chat GPT AI dalam membuat dan menyusun media pembelajaran berbasis teknologi digital di kelas. Metode partisipasi, yaitu tim pengabdian melakukan partisipasi aktif untuk memberikan kegiatan sosialisasi pengetahuan kepada guru-guru mengenai pentingnya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas, kemudian materi bagaimana memanfatkan teknologi melalui aplikasi Canva serta Chat GPT AI; (2) Pelatihan, yaitu tim pengabdi memberikan pelatihan keterampilan kepada guru-guru untuk membuat media pembelajaran berupa video animasi;(3) Evaluasi Kegiatan yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada peserta pelatihan diakhir kegiatan untuk mengetahui tingkat kepuasan mitra pengabdian. Hasil pengabdian dari program kemitraan kegiatan ini efektif meningkatkan sumber daya manusia serta meningkatkan kesiapan guru-guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan di era digital.
A Study of Conceptual Understanding, Science Process Skills, and Representational Coordination through Guided Inquiry with Integrated Physical and Virtual Laboratories Theo Jhoni Hartanto; Pri Ariadi Cahya Dinata; Suhartono Suhartono
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20783

Abstract

This study examines changes in prospective physics teachers’ conceptual understanding, science process skills, and representational coordination in light refraction learning following a guided inquiry design integrating real and virtual laboratories. The study employed a one-group pretest–posttest design with a concurrent embedded mixed-methods approach involving 15 prospective physics teacher students. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and N-gain analysis, while qualitative data were examined through representational coordination coding, including visual-graphical, symbolic-mathematical, and verbal-textual representations. The results showed an increase in students’ conceptual understanding, with average scores rising from 10.07 on the pretest to 21.80 on the posttest, as indicated by the Wilcoxon test result (p < 0.05). he average N-gain score of 0.79 falls within the high category of improvement. Science process skills also increased from 3.93 to 8.33 (p < 0.001), with an average N-gain of 0.73, which falls within the high category. Qualitative findings indicated a shift from predominantly verbal and fragmented explanations toward more varied representations and relatively more coherent conceptual structures. Overall, the findings suggest that the integration of real and virtual laboratories within guided inquiry was associated with changes in conceptual understanding, science process skills, and representational coordination among prospective physics teachers.
PENDAMPINGAN PRAKTIKUM IPA BAGI SISWA SMP UNTUK PENGUATAN KONSEP FISIKA Theo Jhoni Hartanto; Pri Ariadi Cahya Dinata; Annur Qadariah; Kristanoval Siloam
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10680

Abstract

Keterampilan guru yang terbatas dalam melaksanakan praktikum menyebabkan pembelajaran fisika masih didominasi teori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa melalui pendampingan praktikum laboratorium sederhana sekaligus menilai respon mereka terhadap kegiatan tersebut. Program dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Pendidikan Fisika UPR dengan melibatkan 12 siswa kelas SMPIT Tiara Az-Zahra, melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep (pre-test–post-test) dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung rata-rata dan N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dengan N-Gain 0,77 (kategori tinggi). Respon siswa terhadap praktikum tergolong baik (rata-rata 3,28). Temuan ini mengindikasikan bahwa praktikum laboratorium dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di SMP mitra.