Fajriani Fajriani
Universitas Syiah Kuala

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Teknik Modeling Simbolis dalam Meningkatkan Perilaku Toleransi Siswa Kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh Putri Fakhrina Sari; Martunis Yahya; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.404 KB)

Abstract

Kata kunci:Perilaku toleransi, teknik modeling simbolisPerilaku toleransi merupakan hal yang harus dikembangkan kepada semua siswa di sekolah, agar terbentuk karakter siswa yang menghargai perbedaan dalam menjalani roda kehidupan dalam bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilaku toleransi siswa Kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh melalui teknik modeling simbolis,serta melihat ada atau tidaknya peningkatan perilaku toleransi siswa setelah diberikan perlakuan dengan teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk pre-experiment, one group pre-post test design. Sampel diambil dengan metode purposive sampling berjumlah 10 orang dari 52 siswa yang memiliki perilaku toleransi rendah. Data dikumpulkan dengan angket berskala 1-4. Uji paired sample sign-test yang dipakai untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan perilaku toleransi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan perlakuan berupa teknik modeling simbolispada siswa, terdapat perbedaan nilai rata-rata posttest lebih besar dari pretest yaitu 117,4≥94,1 yang berarti, adanya peningkatan skor perilaku toleransi siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan teknik modeling simbolis. Peningkatan skor rata-rata sebelum dan sesudah diberikan perlakuan sebanyak 23,3. Adapun perubahan positif (+) atau X sebanyak 10 oleh sebab itu, dengan melihat tabel binominal n=10 dan p=0,5, maka probabilitas untuk X≥10 adalah 0,001 dan karena 0,001 lebih kecil dari pada 0,05 maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada skor perilaku toleransi sampel sebelum dan setelah diberikan teknik Modeling Simbolis.Hal tersebut dapat dinyatakan pula bahwa adanya peningkatan dan perubahan perilaku toleransi siswa kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh setelah diberikan teknik modeling simbolis. 
BIMBINGAN KARIER BERORIENTASI TRANSFERABLE SKILL BAGI SISWA TUNANETRA Fajriani Fajriani; Mamat Supriatna; Sunaryo Kartadinata
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 9, No 1, April (2022)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v9i1, April.1232

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bimbingan karier berorientasi transferable skill bagi siswa tunanetra berdasarkan tinjauan filsafiah dan ilmiah. Analisis menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tiga tahapan yaitu planning (merencanakan topik yang akan dikaji), conducting (proses mencari data dari literatur yang terpercaya), dan reporting (melaporkan hasil kajian secara tertulis dan sistematis). Pembahasan dimulai dari tinjauan filosofis tentang hakikat karier, hakikat konseling karier, dan pentingnya bimbingan karier berorientasi transferable skill ditinjau dari filsafat konstruktivisme. Tinjauan teoretik berisi riwayat singkat teori, definisi, dan kerangka pikir riset. Hasil kajian berupa konsep bimbingan karier bagi siswa tunanetra yang menjadi dasar untuk pengembangan riset dan pengembangan bimbingan dan konseling karier bagi populasi khusus.
STUDENTS’ TRANSFERABLE SKILLS COMPARISON BASED ON SPECIAL NEEDS, AGE, AND GRADE LEVEL Fajriani Fajriani; Andre Julius; Rischa Pramudia Trisnani; Syaiful Bahri; Yulizar Yulizar
JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jomsign.v6i2.46571

Abstract

Students with special needs deserve equal opportunities in terms of careers and jobs. Therefore, they need to prepare well, including having a skill called transferable skill. Transferable skills are considered an essential factor in achieving a career. Transferable skills are life skills that are the basis and need to face a future career. This study describes the transferable skills of students with special needs in terms of the type of special needs, age, and grade level. The study employed a quantitative approach with a survey method. This study was conducted at Special Education Schools (Public and Private) in Lhokseumawe City, Aceh Province. Respondents of the study were students of classes X and XI. Transferable skills are measured using a scale developed with three aspects: cognitive, affective, and psychomotor—a test of the validity and reliability of the instrument was also carried out. Descriptive statistics and Kruskal-Wallis Test analyzed data. The results of descriptive and comparative data analysis are presented in the findings section of the study. The Kruskal-Wallis test showed a significant difference in the average transferable skill score based on the type of special needs and grade level. At the same time, the age factor did not provide a significant difference. The results of this study have implications for the design of transferable skills development programs for students with special needs to enter the workplace or the social environment after graduating from Special Education School.Future research is expected to examine a broader range of respondents covering all categories of special needs, not only students with hearing impairment, intellectual disability, and autistic, as in this study. 
School counselor leadership: A theoretical and empirical review Fajriani Fajriani; Yulizar Yulizar; Uman Suherman; Yusi Riksa Yustiana
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v11i1.57572

Abstract

Entering the 21st century, the leadership role of teachers is in the spotlight in primary to secondary education. Similarly, the leadership of school counselors began to be voiced. Changes in the orientation of guidance and counseling resulted in a shift in the role of the school counselor as one of the implementers in guidance and counseling management. School counselors exercise a leadership role in developing and organizing guidance and counseling programs. This study aims to describe and how the leadership of school counselors theoretically and empirically. The analysis method uses a literature review with four stages: identification, screening, suitability, and inclusion. The primary data sources are obtained from academic reference books and previous research on teacher leadership, guidance and counseling over the past five years that have been published in reputable journals in the Scopus database. The results showed that school counselor leadership in the last five years carried several themes, such as testing the effectiveness of leadership training interventions, the relationship of leadership with personality attributes, the design of leadership training frameworks, the relationship of counseling leadership with professional counselor identity, and school counselor leadership in the context of ethnicity. The results of this study are expected to provide a broader picture of future research opportunities on the topic of school counselor leadership.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Materi Alat-Alat Optik untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Kontekstual Sri Mulyani; Abdul Gani; Muhammad Syukri; Tarmizi Tarmizi; Elisa Elisa; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.801 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15666

Abstract

Peserta didik sulit memahami materi alat-alat optik dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman dalam penguasaan materi. Hal ini dikarenkaan gaya mengajar guru masih dominan menggunkan model teacher center sehingga peserta didik tidak terlibat aktif pada proses pembelajaran dan menimbulkan kurangnya rasa kepercayaan diri pada peserta didik dalam menyelesaikan masalah konstektual fisika dengan menggunakan model problem based learning pada materi alat-alat optik. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain “control group pretest-posttest design”. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest- posttest untuk mengukur kemampuan menyelesaikan masalah konstektual dan angket untuk menilai kepercayaan diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil analisis nilai rata-rata pretest sebesar 50,07 dan posttest sebesar 75,77 dengan perolehan N-gain 0,51 yang tergolong kategori sedang. Uji signifikan dilakukan dengan menggunakan uji-t setelah data berdistribusi normal. Hasil uji t menunjukkan thitung ttabel (12,055 2,045) sehingga terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis kepercayaan diri diperoleh peningkatan setelah menerapkan model problem based learning didapatkan bahwa indikator keyakinan akan kemampuan diri 81,77%, optimis 83,67%, obyektif 88,75%, bertangggung jawab 86,94%, dan rasional 88,85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah konstektual fisika dan kepercayaan diri peserta didik pada materi alat-alat optik.
PENGEMBANGAN MEDIA DAGDUSI DANCER (DADU GAMBAR DUA DIMENSI DAN CERMIN) UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Rizka Masfurah; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14164

Abstract

Abstract: Low level of self-confidence can pose major obstacles in carrying out daily activities, therefore needs to be solved. Among many techniques to improve self-confidence, the use of media need to be assess. Meanwhile the media developed to solve emotional problems experienced by students in school was very little, therefore this research aimed to developed a new media by the name Dagdusi Dancer which is a cube consist of three sides of the mirror and three-sided two-dimensional images (perceptual images) aimed to improve students' self-confidence. This study aimed to explain the development of the media, included to trial stage conducted to 31 students whose level of confidence is in the low category at SMAN 1 Unggul Darul Imarah, Lampeuneurut Aceh Besar. The method used in research using Research and Development (R D) approach with 4D. The result of data analysis using Wilcoxon Matched Pairs Test concluded that the use of the Dagdusi Dancer able to change the negative perceptions of students to be positive so that students became more confident. Keywords: media dagdusi dancer, self-confidence, perceptions. Abstrak: Rendahnya percaya diri dapat menimbulkan hambatan besar dalam menjalankan kegiatan sehari-hari sehingga perlu diatasi. Diantara banyak cara untuk meningkatkan harga diri, penggunaan media sebagai perantara perlu untuk diselidiki. Media yang berkembang sangat sedikit untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa di sekolah, oleh karena itu dikembangkanlah sebuah media baru bernama Dagdusi Dancer yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tahapan pengembangan media dagdusi dancer termasuk uji coba pada 31 siswa yang tingkatan percaya diri berada pada kategori rendah di SMAN 1 Unggul Darul Imarah, Lampeuneurut Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dengan model 4D. Hasil uji coba pada siswa dengan analisis data uji Wilcoxon Matched Pairs Test diperoleh kesimpulan bahwa media Dagdusi Dancer mampu merubah persepsi negatif siswa menjadi positif sehingga siswa menjadi lebih percaya diri.Kata kunci: Media Dagdusi Dancer, Kepercayaan Diri, Persepsi
Kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan inklusi Muzakkir Muzakkir; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i2.20660

Abstract

Percaya diri merupakan kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan inklusi di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Jenis pendekatan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Adapun subjek pada penelitian ini adalah 12 siswa berkebutuhan khusus. Metode pengumpulan data mengunakan skala kepercayaan diri dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara umum siswa ABK memiliki kepercayaan diri yang cukup baik dalam menjalani pendidikannya di sekolah inklusi. Hanya ada beberapa pernyataan berkaitan dengan interaksi dengan teman dan guru serta keyakinan untuk menyelesaikan masalah sendiri dan menjawab soal yang dilaporkan oleh lebih banyak siswa dengan indikasi kepercayaan diri rendah.
PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI (4-6 TAHUN) Nuning Irhamna; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14162

Abstract

Abstract: Education is a foundation for a nation for the future of the nation to become more developed and develop better. One of the important education to be taught early to children is sex education. The provision of sex education serves to prevent the occurrence of violence and sexual harassment which has been rampant among children and one of the educational media for teachers in implementing sex education learning that is still common is understood by teachers. The application of sex education in Indonesia is still relatively new, which causes a lack of teaching materials that can be used. This study aims to develop a learning medium in the form of a sex education module for AUD that is suitable for use by teaching staff as teaching material. The approach used in this research is mixed methods. The type of research used is the research method used in this study is the method of research and development (reserch development). Subjects in this study were material experts, media experts, educators. Data collection tools used in the form of validation sheets to obtain validator assessment or experts. Before the module was applied, product validation was carried out to 3 media experts and 3 material experts who produced conclusions from the material aspects with good or good categories and from the media aspect produced conclusions with good or good categories. To see the teaching staff's response to the early childhood sex education module was carried out by using the FGD method to 10 AUD educators that resulted in the module being very suitable to be applied to early childhood to recognize their identity.Keywords: Module, Sex Education, Early ChildhoodAbstrak: Pendidikan merupakan suatu landasan pijakan bagi suatu bangsa demi keberlangsungan masa depan bangsa menjadi lebih maju dan berkembang menjadi lebih baik. Salah satu pendidikan yang penting untuk di ajarkan sejak dini kepada anak adalah pendidikan seks. Pemberian pendidikan seks berfungsi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual yang selama ini marak terjadi di kalangan anak-anak dan salah satu media edukasi bagi guru dalam menerapkan pembelajaran pendidikan seks yang masih awam dipahami oleh para guru. Penerapan pendidikan seks di Indonesia masih terbilang baru, yang menyebabkan masih kurangnya bahan ajar yang bisa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yakni berupa modul pendidikan seks bagi AUD yang layak digunakan oleh tenaga pendidik sebagai bahan ajar. Pendekatan yang digunakan dalam penilitian ini adalah mixed methods. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (reserch development). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, tenaga pendidik. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Sebelum modul diterapkan dilakukan validasi produk kepada 3 orang ahli media dan 3 orang ahli materi yang menghasilkan kesimpulan dari aspek materi dengan kategori layak atau baik dan dari aspek media menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak atau baik. Untuk melihat tanggapan tenaga pendidik terhadap modul pendidikan seks anak usia dini dilakukan dengan menggunakan metode FGD kepada 10 orang tenaga pendidik AUD yang menghasilkan bahwa modul sangat sesuai untuk diterapkan kepada anak usia dini untuk mengenali identitas dirinya.Kata Kunci: Modul, Pendidikan Seks, Anak Usia Dini