Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Heuristic

ANALISIS DAMPAK PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM USAHA SEKTOR INFORMAL TERHADAP PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERDASARKAN KOEFISIEN KONTINGENSI CRAMER Daru D., Albertus; Irawati, Desrina Yusi
Heuristic Vol 14 No 02 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v14i02.1176

Abstract

This research was conducted to find the changing phenomenon in women informal business actors that impact on women empowerment in Surabaya area by using cross sectional and Cramer’s contingency coefficient. The tools of women empowerment used are decision making in home economics, economic resilience, and mobility. The results of the questionnaires tell us that women had an important role in decision-making in home improvement, household expenses, secondary needs expenditure, bank loans, and children's schools, but the mobility level was still low. The results of cross-sectional analysis and Cramer’s contingency coefficient analysis known that women with relatively equal and or greater income compared to husband, have more role in household economic problem decision making compared to them who have relatively lower income. In addition, the expectancy value of women with economic resilience have lower household mobility. Keywords: female empowerment, informal effort, cross sectional, Cramer’s contingency coefficient
DAMPAK PROSES PENGOLAHAN AIR BERSIH TERHADAP LINGKUNGAN Andrian, David; Irawati, Desrina Yusi
Heuristic Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i1.2475

Abstract

Penggunaan  polimer, koagulan, alum, dan gas klorin pada proses penjernihan air akan mengakibatkan dampak lingkungan. Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa dampak lingkungan adalah dengan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA  terdiri dari empat tahapan utama, yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), dan Interpretation. Berdasarkan proses software SimaPro 7 metode Impact 2002+, bagian dalam proses pengolahan air yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah penggunaan natural gas. Penggunaan natural gas atau listrik per 1 kg air menyebabkan dampak lingkungan non-renewable energy sebesar 5,55E-9 Pt dan pemanasan global sebesar 4,66E-9 Pt. Penggunaan natural gas yang menyebabkan dampak non-renewable energy adalah ketersediaan gas (6E-9 Pt), minyak (7,66E-10 Pt), dan uranium (3,52E-10 Pt) pada tanah semakin berkurang. Penggunaan natural gas yang menyebabkan dampak pemanasan global adalah carbon dioxide hasil pembakaran bahan bakar fosil (5,46E-9 Pt). Besarnya penggunaan listrik pada proses pengolahan air bersih di IPAM disebabkan jarak pengambilan air cukup jauh dan peralatan yang sudah tua.Kata kunci: air, Instalasi Pengolahan Air Minum, Life Cycle Assessment
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PADA YAYASAN SOSIAL DI SURABAYA DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Astanti, Dhita Widya; Irawati, Desrina Yusi
Heuristic Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i2.6157

Abstract

Yayasan sosial sangat banyak ditemukan di Indonesia. Agar tetap unggul dengan yayasan serupa, yayasan sosial harus memberikan pelayanan yang baik dan memenuhi kepentingan penerima layanan. Apabila pelayanan yang diterima sesuai atau melampaui harapan penerima layanan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi dan harapan penerima layanan dari salah satu yayasan sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan di Surabaya. Selanjutnya menganalisis langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan yayasan sosial tersebut. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai kepuasan penerima layanan dan penentuan perbaikan adalah dengan metode Servqual dan QFD. Data diperoleh dari hasil kuesioner yang diisi oleh 43 penerima layanan. Kuesioner berisi lima kriteria utama Servqual, yaitu tangible, reliability, emphaty, assurance, dan responsiveness. Berdasarkan hasil perhitungan kuesioner, dari 17 atribut terdapat 16 atribut yang memiliki nilai gap negatif. Hal ini menunjukkan bahwa responden kurang puas dengan pelayanan pendamping saat kegiatan pengajaran. Perhitungan Servqual tersebut menjadi masukan dalam membangun HoQ. Penyusunan HoQ terdiri dari costumer needs, planning matrix, technical response, relationship, technical correlations, dan technical matrix. Dari pengolahan HoQ bagian technical matrix, nilai technical response terbesar yang perlu dilaksanakan oleh yayasan sosial yakni melakukan pendataan kebutuhan belajar dan perencanaan materi ajar. Kegiatan tersebut penting dilakukan karena sebagai dasar pendamping melakukan kegiatan yang bertujuan jelas.