Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effect extract of Ipomoea pes-caprae leaf as anti-inflammatory non immunological in rat Rattus norvegicus Safrida Safrida; Hasanuddin Hasanuddin; Nurul A. Agusdinianti
Aceh Journal of Animal Science Vol 4, No 1: July 2019
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.093 KB) | DOI: 10.13170/ajas.4.1.12718

Abstract

Ipomoea pes-caprae is one of the plants in Indonesia that has the potential as a traditional herbal medicine to treat inflammation. Hence, the objective of this study was to evaluate the effect of I. pes-capraeleaf extract as anti-inflammatory in edema rats induced by 5% egg white solution. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments, each consisted of 5 rats.The treatment consisted of KN = negative control, KP = positive control, giving  of 25 mg diclofenac sodium, K 100 = giving 100 mg kg-1body weight (BW) of I. pes-capraeleaf extract , K300 = 300 mg kg-1BW of I. pes-capraeleaf extract, and K500 = 500 mg kg-1BW of I. pes-capraeleaf extract. The anti-inflammatory data obtained were tested statistically with a one-way ANOVA test at  99% confidence level and followed by Duncan's test. The ANOVA test results showed that the giving ofI. pes-capraeleaf extract had a very significant effect (p 0.01) on the percentage of inflammatory, obtained Fcount Ftable, 21.46 4.79 at the level of α = 0.01. The treatment of I. pes-capraeleaf extract of 500 mg kg-1BW had the effect of decreasing the volume of edema with the positive control variable using diclofenac sodium 25 mg. It is concluded that I. pes-capraeleaf extract can be used as an anti-inflammatory by decreasing rat feet edema volume. I. pes-capraeleaf extract has a prospect for non-immunological inflammatory natural drug candidates.
Types of Plants That are Used for Health Care During Pregnancy and Postpartum by the People of Lhoong Sub-District Aceh Regency Riska Maulidar; Hasanuddin Hasanuddin; Wardiah Wardiah; Cut Nurmaliah; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine: (1) types of plants used for health care during pregnancy and postpartum (2) parts of plants used for health care during pregnancy and postpartum (3) methods of processing and use of herbs used for health care during pregnancy and postpartum. This research was conducted in Lhoong Subdistrict from July to December 2019. This study used a qualitative approach to the type of survey research. Data were analyzed descriptively. Based on research in Lhoong Subdistrict, Aceh Besar District, 65 species were used by the Lhoong community as a health care during pregnancy and postpartum classified into 36 families. Of the total 65 species there are species used in both treatments, 32 species designated as material for health care during pregnancy and 51 species for postpartum health care. In addition, the parts / organs of plants used for health care during pregnancy and postpartum are the roots, rhizomes, tubers, bark, leaves, flowers, fruits and seeds. The parts / organs of plants that are most widely used for postpartum health care are the leaves of 21 species, for health care during pregnancy the most are as many as 19 species of fruit. The method of processing and use of plants that are used for health care during pregnancy and postpartum are pounded, kneaded, mashed, boiled / cooked and eaten directly. The way to process plants during pregnancy is without being processed / consumed directly and for postpartum health care the most is done by pounding. The conclusions of this research are the plants that are used for health care during pregnancy and postpartum in the district of Lhoong are abundant in nature.  Keywords: Pregnancy Care, Postpartum Care, Lhoong.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis tumbuhan yang digunakan untuk perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan (2) bagian tumbuhan yang digunakan untuk perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan (3) cara pengolahan dan penggunaan tumbuhan yang digunakan untuk perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lhoong dari Bulan Juli s.d Desember 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian survey. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar diperoleh 65 spesies tumbuhan yang digunakan masyarakat Lhoong sebagai perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan yang tergolong ke dalam 36 Familia. Dari total 65 spesies ada spesies yang digunakan di kedua perawatan, 32 spesies diperuntukkan sebagai bahan perawatan kesehatan masa kehamilan dan 51 spesies untuk perawatan kesehatan pasca persalinan. Selain itu, bagian/organ tumbuhan yang digunakan untuk perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan yaitu akar, rimpang, umbi, kulit, daun, bunga, buah dan biji. Bagian/organ tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk perawatan kesehatan pasca persalinan adalah daun sebanyak 21 spesies, untuk perawatan kesehatan masa kehamilan yang paling banyak adalah buah sebanyak 19 spesies.  Cara pengolahan dan penggunaan tumbuhan yang digunakan untuk perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan yaitu ditumbuk, diremas, dihaluskan, direbus/dimasak dan dimakan langsung. Cara pengolahan tumbuhan selama masa kehamilan adalah tanpa diolah/dikonsumsi langsung dan untuk perawatan kesehatan pasca persalinan yang paling banyak dilakukan dengan cara ditumbuk. Simpulan penelitian ini adalah tumbuhan yang digunakan untuk perawatan kesehatan masa kehamilan dan pasca persalinan di Kecamatan Lhoong ketersediaannya di alam cukup melimpah.Kata Kunci : Perawatan Masa Kehamilan, Perawatan Pasca Persalinan, Lhoong.
The Effect of a Combination of Cacao Skin and Empty Oil Palm Fruit Bunch Fertilizer to The Growth of Basil (Ocimum Sanctum L.) Arfika Yusti. R Harahap; Supriatno Supriatno; Hafnati Rahmatan; Muhibbuddin Muhibbuddin; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Cocoa skin and Empty Oil Palm Fruit Bunch (EOPFB) are by-products of the crop which have good nutrient content to be used as compost for basil. Basil is one of the plants used as vegetables and medicine. The purpose was to determine effect of applying cocoa skin fertilizer and EOPFB to the growth of basil and the interaction of the two fertilizers. This research is an experimental study with a quantitative approach and a factorial completely randomized design (CRD) design. The parameters of this study were plant height, number of leaves and number of basil branches. The data obtained were then analyzed using the Variance Analysis test. Based on the results of the study note that the best composition of basil growth cacao skin fertilizer is 125 g and the best EOPFB composition is 125 g. The conclusion of the research shows that the application of cocoa skin fertilizer, EOPFB and the combination of the two fertilizers have an effect on the growth of basil. Keywords: Basil, cacao skin, empty oil palm fruit bunch, fertilizer ABSTRAKKulit kakao dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan produk sampingan hasil panen yang memiliki kandungan hara yang baik untuk dijadikan sebagai pupuk kompos untuk kemangi. Kemangi adalah salah satu tanaman yang dijadikan lalapan dan obat. Tujuan dari riset ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari pemberian pupuk kulit kakao dan TKKS terhadap pertumbuhan kemangi dan interaksi dari kedua pupuk tersebut. Riset ini adalah riset eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Parameter riset ini  yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang kemangi. Data yang diperoleh kemudian dianalasis dengan menggunakan uji Analisis Varian. Berdasarkan hasil riset diketahui bahwa komposisi terbaik pupuk kulit kakao pertumbuhan kemangi adalah 125 g dan komposisi TKKS terbaik adalah 125 g. Simpulan riset menunjukkan bahwa pemberian pupuk kulit kakao, TKKS dan kombinasi dari kedua pupuk tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan kemangi. Kata Kunci: Kemangi, kulit kakao, tandan kosong kelapa sawit, pupuk.
Macroscopic Mushroom Diversity in the Rainforest Lodges Area of Kedah Gayo Lues Yusra Iriyanti Handayani; Iswadi iswadi; Hasanuddin Hasanuddin; Andi Ulfa Tenri Pada; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Diversity, mushrooms, tourist area of rainforest lodges Kedah.This study aims to determine the types of macroscopic fungi and determine the diversity of macroscopic fungi in Rainfores Lodges Kedah Gayo Lues has been conducted in September to October 2019. This study uses quantitative and qualitative approaches, with the type of research is descriptive. Sampling was done by purposive sampling technique and exploratory method (explorative), namely by direct observation to the study sites that have been determined as many as 5 stations and each station consists of 3 transects. From the results of data analysis found 30 species of macroscopic fungi that are classified into 23 families. The most dominant fungal species found are species originating from the order of Polyporales as many as 7 species and 11 species of Agaricales. The diversity of macroscopic fungi in the Kedah Rainforest Lodges area of 3.084 is included in the high category.Kata kunci : Keragaman, jamur, kawasan wisata rainforest lodges kedah. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis dan mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis di  Rainfores Lodges Kedah Gayo Lues telah dilakukan pada bulan September sampai dengan Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan Jenis penelitian ialah deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan metode jelajah (Eksploratif) yaitu dengan pengamatan langsung ke lokasi penelitian yang telah ditentukan sebanyak 5 stasiun dan masing-masing stasiun terdiri dari 3 transek. Dari hasil analisis data ditemukan 30 spesies jamur makroskopis yang diklasifikasikan ke dalam 23 familia. Spesies jamur yang paling dominan ditemukan adalah spesies yang berasal dari ordo Polyporales sebanyak 7 spesies dan Agaricales 11 spesies. Keanekaragaman jamur makroskopis pada kawasan Rainforest Lodges Kedah yaitu 3,084 termasuk kedalam kategori tinggi.
Analysis Of Plant Vegetation In The Forest Park Of Langsa City Khairul Alfi Syahra; Hasanuddin Hasanuddin; Wardiah Wardiah; Samingan Samingan; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLangsa City Forest is a green open area that is used as a tourist spot and is an open laboratory. One aspect that can be used as an open laboratory benchmark is the amount of vegetation species in an urban forest park. ‘`This study aims to determine the species, important value index (INP), and the level of diversity in Langsa City Forest Park. The` research was conducted in October 2020 - January 2021. The data were taken by dividing three observation station points. The objects of this research were all plant species with tree, shrub, shrubs, and herbs with a tree plot size of 10m x 10m, a bush / shrub plot of 5m x5m, and a herb plot of 1m x 1m. The research parameters were species, frequency, density, and species density in each habitus, and supporting environmental parameters including temperature, soil pH, light intensity, humidity (soil air). `Data analysis was performed using the Shannon-wienner diversity index formula. The results` obtained 60 plant species consisting of tree species (33 species), shrubs (6 species), shrubs (11 species), and herbs (8 species). The species that dominates the Langsa City Forest Area is Damar (Agathis dammara Lamb.Rich.) (INP = 36.80%) and the level of vegetation diversity is categorized as high (H '= 3.86).Keywords: vegetation, important value, urban forest Hutan Kota Langsa merupakan ruang terbuka hijau yang dijadikan tempat wisata dan merupakan laboratorium terbuka. Salah satu aspek yang dapat menjadi tolak ukur laboratorium terbuka adalah jumlah vegetasi spesies pada sebuah taman hutan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies, indeks nilai penting (INP), dan tingkat keanekaragaman di Taman Hutan Kota Langsa. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 – Januari 2021. Data diambil dengan membagi tiga titik stasiun pengamatan. Objek penelitian ini yaitu seluruh jenis tumbuhan yang berhabitus pohon,semak, perdu, dan herba dengan ukuran plot untuk pohon yaitu 10m x 10m, plot semak/perdu yaitu 5m x5m, dan plot herba yaitu 1m x 1m. Parameter penelitian yaitu  spesies, frekuensi, kerapatan, dan kerimbunan spesies pada masing-masing habitus, dan parameter lingkungan pendukung meliputi suhu, pH tanah, intensitas cahaya, kelembaban (tanah udara). Analisis data yang dilakukan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-wienner. Hasil penelitian diperoleh 60 spesies tumbuhan yang terdiri dari spesies berhabitus pohon (36 spesies), semak (6 spesies), perdu (11 spesies), dan herba ( 8 spesies). Spesies yang mendominasi Kawasan Hutan Kota Langsa adalah Damar (Agathis dammara Lamb.Rich.) (INP=36,80%) dan tingkat keanekaragaman vegetasi dikategorikan tingg (H’=3,86)Kata kunci: keanekaragaman, vegetasi, nilai penting, hutan kota
The Effect of Synergetic Teaching Method Application on Learning Outcomes of The Circulatory System Topic Public Senior High School 11 in Banda Aceh (Online Based Learning) Suci Amalia; Hasanuddin Hasanuddin; Khairil Khairil; Supriatno Supriatno; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT It aims to recognize the influence of implementing synergetic teaching procedures on student learning outcomes in the circulation system module. The  research was conducted in October 2020 using the True Experimental Design procedure with the pre-test post-test countroul group design. Parameters The parameters used are the learning outcomes that are measured via the pre-test and post-test. The information obtained was then tabulated and analyzed using the t test against the comparison of the mean value of N-Gain in the experimental class and the control class. The results of the information analysis obtained t hit = 2.11 t table = 1.67. The conclusion of this research  shows that the application of synergetic teaching procedures affects student learning outcomes in the circulation system module.Keywords: synergetic teaching, learning outcomes, applicationPENGARUH PENERAPAN METODE SYNERGETIC TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM SIRKULASI DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH (PEMBELAJARAN BERBASIS DARING) Suci Amalia(1), Hasanuddin (1), Khairil (1), Supriatno(1), Dewi Andayani(1)1Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh*Email: Suciamalia026@gmail.com ABSTRAKBertjuan untuk mengenali terdapatnya pengaruh pelaksanaan tata cara synergetic teaching terhadap hasil belajar peserta didik pada modul sistem sirkulasi. Penelitian dilakukan bulan Oktober Tahun 2020 dengan tata cara True Experimental Design dengan desain pre-test post-test countroul group. Parameter Parameter yang digunakan ialah merupakan hasil belajar yang diukur lewat pre-test dan post-test. Informasi yang diperoleh berikutnya ditabulasi serta dianalisis memakai uji t terhadap perbandingan nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen serta kelas kontrol. Hasil analisis informasi diperoleh t hit = 2,11 t tabel = 1,67. Simpulan dari penelitian ini menampilkan kalau penerapan tata cara synergetic teaching pengaruhi hasil belajar peserta didik pada modul sistem sirkulasi.Kata Kunci: synergetic teaching, hasil belajar, penerapan
The Use of Plants as Medicine for Diabetes Mellitus and High Blood Pressure in Blangjerango sub-district, Gayo Lues Regency Kartika Wati; Cut Nurmaliah; Hasanuddin Hasanuddin; Dewi Andayani; Andi Ulfa Tenri Pada
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research on the use of plants for diabetes mellitus and high blood pressure in Blangjerango District, Gayo Lues Regency was conducted in August to September 2019. The purpose of this study was to determine the types of plants used, parts of the plants used, and the processing methods implemented in doing research. As a result, the plants will be used as medicine for Diabetes Mellitus and High Blood pressure. The approach used in this research was a qualitative approach. mereover, the research method used ws the survey, and the method of interview was using interview instrument and observation sheet. The problem in this study was the lack of research dats regarding the use of plants as medicine in Blangjerango District, Gayo Lues Regency. The results of the study showed that there were several parts of plant that can be used for the treatment of diabetes mellitus and high blood pressure in Blangjerango sub-district Gayo Lues Regency. The were the leaves, the fruits, the flowers, the rhizomes, the tubers, the fruit skins and the seeds.Keywords: The utilization of Plant for Diabetes Melliptus and High Blood Medicine Penelitian mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat diabetes mellitus dan darah tinggi di Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues telah dilaksanakan pada bulan Agustus s.d September 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan tumbuhan yang dijadikan sebagai obat untuk penyakit Diabetes Mellitus dan Darah Tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan wawancara menggunakan instrumen wawancara dan lembar observasi. Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya data penelitian mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat di Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues. Hasil penelitian bagian-bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan penyakit diabetes mellitus dan darah tinggi di kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues adalah bagian daun, buah, bunga, rimpang, umbi, seluruh bagian tumbuhan, kulit buah, dan biji yang digunakan untuk pengobatan penyakit Diabetes Mellitus dan Darah Tinggi di Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues.Kata kunci :  Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Obat Diabetes Mellitus dan Darah Tinggi
Food Preference of Buffalo in the Shepherd Area, Bukit District, Bener Meriah Regency Reni Marlina; Abdullah Abdullah; Hasanuddin Hasanuddin; Khairil Khairil; Djufri Djufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific studies on buffalo feed preferences (Bubalus bubalis Linn.) Are still lacking. Feed preference is the degree of preference for certain types of feed chosen by animals. This study aims to identify the types of feed plants consumed by buffalo, and to determine the level of buffalo feed preferences in the grazing area, Bukit District, Bener Meriah Regency. Collection of preference data is done by exploratory method and data collection is done by field survey. The research location is divided into three stations. Station I (grasslands), Station II (shrubs), and Station III (forest habitat). Feed preferences were analyzed using the Predation Index (IP) formula. Based on the results of the study found 23 species of feed plants that are included in 11 families. Species of plants that have a high level of preference are Eleusine indica (1.21), Axonopus compressus (1.19), and Sporobulus indicus (1.18) and forage plants that have low preferences, namely Musa paradisiaca (0.67), Sida rhombifolia (0.75), and Clinacanthus nutans (0.79).Keywords: Preferences, Types of Feed Plants, BuffaloKajian ilmiah tentang preferensi pakan kerbau (Bubalus bubalis Linn.) masih kurang dilakukan. Preferensii pakan adalah derajat kesukaan terhadap jenis pakan tertentui yangi dipilih hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan pakan yang dikonsumsi oleh kerbau, dan mengetahui tingkat preferensi pakan kerbau di kawasan penggembalaan, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Pengumpulan data preferensi dilakukan dengan metode jelajah (eksploratif) dan pengambilan data dilakukan dengan cara survei lapangan. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga stasiun. Stasiun I (padang rumput), Stasiun II (semak belukar), dan Stasiun III (habitat hutan). Preferensi pakan dianalisis menggunakan rumus Indeks Pemangsaan (IP). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 23 jenis tumbuhan pakan yang termasuk kedalam 11 familia. Jenis tumbuhan pakan yang memiliki tingkat preferensi tinggi yaitu Eleusine indica (1,21), Axonopus compressus (1,19), dan Sporobulus indicus (1,18) dan tumbuhan pakan yang memiliki preferensi rendah yaitu Musa paradisiaca (0,67), Sida rhombifolia (0,75), dan Clinacanthus nutans (0,79).Kata Kunci: Preferensi, Jenis Tumbuhan Pakan, Kerbau
ETNOBOTANI PADA MASYARAKAT KECAMATAN SETIA BAKTI KABUPATEN ACEH JAYA Rizal sunanda; Hasanuddin Hasanuddin; Cut Nurmaliah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan (2) Mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang digunakan (3) Mengetahui cara pemanfaatan tumbuhan dalam kebutuhan Pangan, Obat, Adat oleh masyarakat Kecamatan Setia Bakti. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Rapid Rurar Apprasial (RRA). Hasil penelitian tanaman yang ditemukan ada sekitar 67 jenis etnobotani yang dimamfaatkan oleh masyarakat. Organ yang digunakan beranekaragam yaitu mulai dari daun, bunga, batang, akar, buah, biji, umbi, kulit batang, rimpang. Tanaman digunakan untuk kepentingan Adat seperti Perkawinan, Peusijuk, Kematian. Sedangkan untuk Bahan pangan, ada yang dipakai utuh atau dimasak. Untuk Obat-obatan, tumbuhan digunakan untuk pembuatan ramuan seperti pertolongan pertama seperti luka, atau demam, gatal. Organ yang digunakan beranekaragam yaitu mulai dari daun, bunga, batang, akar, buah, biji, umbi, kulit batang, rimpang. Cara pemamfaatan tumbuhan bermacam-macam untuk kebutuhan pangan ada yang dirajang, ditumis, digiling, atau dimakan secara utuh. Untuk obat-obatan cara pemamfaatan ada diremus, ditumbuk, atau langsung digunakan. Untuk Adat cara penggunaan dipakai dalam upacara kematian, perkawinan, peusijuk. Kata Kunci: Etnobotani, Bahan pangan, Obat, dan AdatABSTRACT This study aims to (1) Know the types of plants used (2) Know the parts of plants used (3) Know how to use plants in the needs of food, medicine, and customs by the people of Setia Bakti District. In this study the research method used was descriptive qualitative using the Rapid Rurar Apprasial (RRA) approach. The results of research on plants found there were about 67 types of ethnobotany that were utilized by the community. Organs used are diverse, ranging from leaves, flowers, stems, roots, fruits, seeds, bulbs, bark, rhizomes. Plants are used for the interests of Indigenous people such as Marriage, Peusijuk, Death. As for foodstuffs, some are used whole or cooked. For medicines, herbs are used for making herbs such as first aid such as wounds, or fever, itching. Organs used are diverse, ranging from leaves, flowers, stems, roots, fruits, seeds, bulbs, bark, rhizomes. There are various ways to use plants for food needs, which are chopped, sauteed, ground, or eaten whole. For medicines, there is a way to use them, crush them, or use them directly. For Indigenous ways of use used in ceremonies of death, marriage, peusijuk. Keywords: Ethnobotany, Foodstuffs, Medicines, and Customs
The Use of Plants as Foodstuffs, Scent Enhancers and Dyes in Meukek District, South Aceh Regency Retcia Aisa; Wardiah Wardiah; Hasanuddin Hasanuddin; Cut Nurmaliah; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study entitled The Use of Plants as Foodstuffs, Flavour Enhancers and Food coloring in Meukek District, South Aceh District, was conducted in August Sd. September 2019. This study aims to determine: (1) plant species used for food, flavour enhancers and colorants (2) plant parts used as food ingredients, flavourenhancers and food coloring (3) how to use plants for food, flavour enhancer and food coloring. This type ofresearchis a descriptive analysis with a qualitative approach.This researchwasconducted in the District of Meukek, South Aceh Regency. This research uses the RRA (Rapid Rular Appraisal) method. Data analyzed directly. Basedontheresultof the study there were 95 species of plants from 41 families (which are used for food for 65 species, aroma enhancer 30 species and coloring 10 species), there are several species that are used more than one utilization group. The parts/organs of plants that are widely used as food are fruit organs (42%) and those with little interest (1%). For flavor enhancers, the most widely used organs are leaves (11%), and those with few stems (1%), skin (1%). As a coloring agent, the most widely used plant organs are fruit (4%), and small rhizomes (1%). The use plant that are usedas food is by cooking or directly consumed. The use plant as a scent and coloring enhancer that is by mixing into food or cooking ingredients. The conclusions of this study are plants that have the potential as food ingredients, flavour enhancers and food coloring in Meukek District are quite abundant and their availability in nature.Keywords:Foodstuffs, Flavour enhancers, Food coloring, Meukek District.Penelitian yang berjudul Penggunaan Tumbuhan Sebagai Bahan Pangan, Penambah Aroma dan Pewarna di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan telah dilaksanakan pada bulan Agustus Sd. September 2019.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Spesies tumbuhan yang digunakan untuk bahan pangan, penambah aroma dan pewarna (2) Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pangan, penambah aroma dan pewarna (3) cara pemanfaatan dari tumbuhan untuk bahan pangan, penambah aroma dan pewarna. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Dengan menggunakan metode RRA (Rapid Rural Appraisal). Data dianalisis secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 95 spesies tumbuhan dari 41 familia (yang digunakan untuk bahan pangan 65 spesies, penambah aroma 30 spesies dan pewarna 10 spesies) terdapat beberapa spesies yang dimanfaatkan lebih dari satu kelompok pemanfaatan. Bagian tumbuhanyang banyak digunakan sebagai bahan pangan yaitu organ buah (42 %) dan yang sedikit bunga (1%). Untuk penambah aroma, organ yang banyak digunakan adalah daun (11%), dan yang sedikit batang (1%), kulit (1%). Sebagai pewarna, organ tumbuhan yang banyak digunakan adalah buah (4%), dan sedikitrimpang (1%). Penggunaan tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pangan yaitu dengan cara dimasak atau di konsumsi secara langsung. Pengunaan tumbuhan sebagai penambah aroma dan pewarna yaitu dengan cara di campurkan kedalam bahan makanan atau masakan. Simpulan penelitian ini adalah tumbuhan yang berpotensi  sebagai bahan pangan, penambah aroma dan pewarna di Kecamatan Meukek cukup melimpah dan ketersediaanya di alam.Kata kunci: Bahan Pangan, Penambah Aroma, Pewarna, Kecamatan Meukek.