Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Integrating Food Pedagogy and Project-Based Learning to Promote Healthy Eating in Early Childhood: A Systematic Literature Review Waliatun isnaini; Zakirman; Erie Siti Syarah; Siti Aisyah; Noviana Mustapa; Catherine Lie
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v5i1.16367

Abstract

Food insecurity remains a critical issue affecting early childhood health. Early food knowledge significantly shapes children’s dietary behaviors, underscoring the need for effective pedagogical integration within early education settings. This study aims to systematically examine the integration of food pedagogy and Project-Based Learning (PjBL) and to analyze its impact on children’s health knowledge and healthy food choices. This systematic literature review followed PRISMA guidelines. Peer-reviewed empirical studies published between 2014 and 2024 were retrieved from the Scopus database using predefined inclusion and exclusion criteria. Articles focusing on early childhood populations, food or nutrition education, and project-based or experiential learning approaches were selected. Data were extracted and synthesized thematically to identify instructional patterns and reported outcomes. The findings indicate that integrating food pedagogy within PjBL enhances nutritional knowledge, fosters positive attitudes toward healthy foods, and supports informed dietary decision-making. Evidence consistently shows that experiential and collaborative projects contribute to sustainable healthy eating behaviors in early childhood. Overall, food pedagogy implemented through project-based learning represents a promising approach to strengthening early preventive efforts against food insecurity.
A Character-Based Learning Model to Foster Independence in Early Childhood Islamic Education Titi Chandrawati; Susy Puspitasari; Siti Aisyah; Siti Julaeha; Dian Novita; Muktia Pramitasari; Monika Handayani
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): November - February
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v7i1.2267

Abstract

This study examines the development and implementation of a character-based learning model designed to foster independence among early childhood learners in Islamic educational settings — specifically Raudhatul Athfal (RA) and PAUD Islam. Grounded in Islamic moral values of amanah (trustworthiness), mas'uliyyah (responsibility), and ta'awun (cooperation), the model integrates structured lesson plans, Islamic narrative big books, and character-themed nasyid (Islamic songs) into daily classroom practice. Employing a Research and Development (R&D) approach based on the Borg and Gall model (2007), the study was conducted with 10 early childhood educators and their students aged 4–6 years across institutions in Tangerang and Sawangan, Indonesia. Pre- and post-intervention data revealed a significant increase in children's independent behaviors from 37% to 83%, alongside substantial growth in teacher instructional competence and confidence in delivering character-integrated Islamic education. The model demonstrates strong scalability and cultural resonance within Indonesia's Islamic early childhood education system, contributing a pedagogically robust and spiritually grounded framework for character education aligned with national curriculum mandates and Islamic values
Model Pemberdayaan Wirausaha Terpadu untuk Meningkatkan Daya Saing Kelompok Tani Bina Sejahtera Zakirman; Siti Aisyah; Suci Nurhayati; Dian Novita; Wienda Gusta; Raden Sumratul Handayani
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3584

Abstract

Kelompok Tani Bina Sejahtera Desa Situ Udik memiliki lahan seluas ±2.500 m² yang belum dioptimalkan karena keterbatasan modal produktif, sehingga potensi pengembangan usaha budidaya puyuh, stroberi, dan ikan cupang belum terwujud. Kondisi ini menyebabkan pendapatan anggota masih bergantung pada usaha pertanian konvensional dengan fluktuasi tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengaktifkan potensi lahan melalui model optimalisasi kewirausahaan terintegrasi berbasis penguatan modal produktif dan bantuan manajerial. Metode yang digunakan mengintegrasikan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Design Thinking melalui tahapan pemetaan aset, desain bisnis, pengembangan infrastruktur, pendampingan manajemen, dan evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi rata-rata peserta dari skor 54,8 menjadi 82,6 dengan peningkatan 50,7% dan nilai N-Gain 0,61 (kategori medium-high), serta perbedaan yang signifikan (p < 0,01). Dari sisi produksi, unit puyuh beroperasi dengan 1.200 ekor dan produktivitas ±950 telur/hari, sedangkan pendapatan kelompok meningkat 32-38% dibandingkan dengan baseline. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa BEP tercapai dalam ±14 bulan dengan ROI sebesar 86,8%. Model ini efektif dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian ekonomi kelompok dan berpotensi direplikasi di desa dengan karakteristik aset yang serupa
Optimalisasi Potensi Desa Melalui Pengembangan Wisata Edukasi Kebun Stroberi Sebagai Aset Lokal Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Situ Udik, Cibungbulang Zakirman; Siti Aisyah; Suci Nurhayati; Jihan Kristal Yasmin
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i3.660

Abstract

Desa Situ Udik memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dengan kondisi iklim yang sangat mendukung untuk sektor agrikultur, namun potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan perekonomian desa. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi dan mengembangkan wisata edukasi kebun stroberi sebagai aset lokal yang produktif. Metode pelaksanaan program mencakup tahapan analisis potensi lokal, kolaborasi dengan masyarakat, pelatihan teknis, pengembangan kurikulum edukasi, dan evaluasi berkala. Hasil utama dari program ini meliputi pembangunan kebun stroberi ramah lingkungan seluas 500 mZ, pengembangan media pembelajaran interaktif "Big Book" untuk anak usia dini, pelatihan pengolahan produk turunan stroberi (mochi, es krim, dan smoothies), serta pembangunan kolam ikan terapi. Dampak positif yang dihasilkan sangat signifikan, terlihat dari peningkatan pemberdayaan ekonomi warga melalui diversifikasi produk dan terciptanya sarana edukasi berbasis alam bagi anak-anak TK dan PAUD. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program berhasil mengintegrasikan aspek pertanian, pariwisata, dan pendidikan, sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Scaling Early Childhood Digital Practices Through a Design-Based Implementation Research Model in Rural Ecosystems Erie Siti Syarah; Kristanti Ambar Puspitasari; Siti Aisyah; Noviana Mustapa; Sudirman Sudirman; Linawati Linawati; Nursyahidah binti Khalid; Musakkid Himphinit
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i2.15911

Abstract

This study examines how a design-based implementation research (DBIR) approach can accelerate developmentally appropriate digitalization in early childhood education within a rural village ecosystem. We co-designed, piloted, and iteratively refined a practice-proximal package, professional learning and coaching, a contextualized digital lesson bank, implementation tools (rubrics/SOPs), and organizational supports, delivered through a stepped-wedge rollout across six ECE centers (310 children; 34 staff). Mixed methods integrated repeated surveys/logs, structured classroom observations and artefact audits, and interviews/FGDs; instruments covered teacher outcomes, classroom processes, center-level implementation outcomes, and system supports. Quantitatively (n=18 teachers), teachers strongly endorsed play-based pedagogy and age-appropriate management and reported high confidence to blend traditional–digital approaches, while routine device/app use and simple media creation were lower, indicating an enactment fluency gap. Qualitatively, key barriers were limited devices/media, uneven digital skills, and device-related classroom management; children’s engagement was predominantly positive. Triangulation suggests two proximal mechanisms, motivation and procedural clarity, by which coaching and SOPs (rotation/transition) convert enthusiasm into on-task behavior. Findings yield a feasible pathway for scale: prioritize shared-device solutions and offlineable media, intensify practice-based coaching on two workflow “kernels,” and institutionalize leadership-backed routines. Future work will test dose–response and moderation using longitudinal mixed-effects models and center-level interrupted time series to assess sustainment and generalizability.