Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DI MASJID AHMAD DAHLAN GUNUNG TUJUH KELURAHAN SUKARINDIK KECAMATAN BUNGUR SARI KOTA TASIKMALAYA Hani Handayani; Miftahul Falah; Sri Mulyanti; Asep Setiawan; Yuyun Solihatin; Aida Sri; Titin Suhartini; Fitri Nurlina; Hana Ariyani; eu Kardina; Fawwaz Fawwaz; Fitrah Fitrah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit the silent killer, hal tersebut karena penyakit hipertensi ini bisa menyerang siapa saja baik usia muda maupun usia tua dan penyakit hipertensi ini apabila dibiarkan dan berlangsung lama dapat mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh lain seperti jantung, otak, mata dan ginjal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan untuk mengatasi hipertensi. Tujuan pengabdian ini memberikan penyuluhan tentang pencegahan komplikasi penyakit hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian melalui ceramah, diskusi dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil yang di dapatkan dari total 38 peserta yang dilakukan pengecekan tekanan darah. Ada 5 orang yang termasuk dalam kategori memiliki tekanan darah tinggi dengan rentang sistol 140-170 mmhg dan diastole 100-110 mmhg. Dapat disimpulkan masih ada penderita hipertensi di lingkungan area kelurahan sukarindik. Diharapkan petugas Kesehatan menindak lanjuti segera untuk pasien secara dini.
EDUKASI HAND HYGIENE SEBAGAI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM MENGHADAPI ADAPTASI KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Hani Handayani; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Rossy Rosnawanty; Fitri Nurlina; Yuyun Solihatin; Neni Nurhasanah; Ucu Rikmal; Alma Nurazmi Syahidah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah jenis virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini bermula dari Cina. Novel corona virus merupakan salah satu keluarga dengan virus penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Tanda dan gejala umum infeksi Covid19 antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui sentuhan fisik dan cairan batuk/bersin. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur. Berdasarkan hal tersebut edukasi hand hygiene sebagai penerapan protocol kesehatan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru pandemic covid.19 di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya.
SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA PADA MASYARAKAT DESA SINDANG JAYA KECAMATAN CIKALONG Hani Handayani; Yuyun Sholihatin; Asep Setiawan; Ida Herdiani; Hana Ariyani; Miftahul Falah; Bayu Brahmantia; Neni Sholihat; Saryomo Saryomo; Rossy Rosnawanty; Indra Gunawan; Neni Nuraeni; Ida Rosidawati; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Tatang Kusmana; Fitri Nurlina; Lilis Lismayanti; Nia Restiana; Usman Sasyari; Oni Sahroni
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadikannya sebagai negara yang memiliki lebih kurang 17.504 buah pulau dengan luas. daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2 atau sekitar 70% luas Indonesia merupakan perairan, sedangkan 30% sisanya merupakan daratan. Namun selain diberkahi oleh kekayaan alam yang melimpah, letak Indonesia yang unik ini pun membawa konsekuensi logis bahwa Indonesia merupakan negara dengan memiliki potensi kerawanan bencana geologi yang cukup tinggi dan tersebar dari ujungbarat pulau Sumatera hingga selatan pulau Papua. Hal ini disebabkan oleh letak geologis Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Sirkum Pasifik sebelah timur (Pasific Ring of Fire) serta berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah baratbaratlaut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Indo-Australia yang bergerak keutara-timurlaut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke arah baratdaya dengan kecepatan 13 cm pertahun
EDUCATIONAL KIT PENCEGAHAN STUNTING DI MASA COVID-19 DI DESA MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI WILAYAH KERJA PKM TAMANSARI Neni Nuraeni; Hani Handayani; Asep Setiawan; Neni Sholihat; Ali Firdaus; Ayu Yulia; Deba Yasa Zakiah; Desi Mulyani
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia kejadian stunting masih fluktuatif setiap tahunnya, prevalensi stunting mengalami penuruan dan juga kenaikan. Ini terbukti dari hasil data Riskesdas tahun 2007 (36%), 2010 (35%), 2013 (37,2%), 2015 (29%) (Kemenkes, 2016). Sedangkan tahun 2018 prevelensi stunting mengalami kenaikan kembali yaitu 30,8 % data ini menunjukkan bahwa prevelensi stunting masih diatas target yang ingin dicapai oleh nasional, karena prevalensi stunting di Indonesia tahun 2018 pada anak dibawah usia 5 tahun yang berjenis kelamin laki-laki sering terjadi pada usia 12-35 bulan dengan prevalensi 41,2% pada usia 12-23 bulan dan 43% usia 24-35 bulan. (Riskesdas, 2018). Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI (2018) menunjukkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 prevalensi stunting pada balita di Jawa Barat berjumlah 29,6% yaitu sebanyak 9,8% mempunyai status gizi sangat pendek dan 19,8% pendek. Data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya 2018 menunjukkan angka stunting di Kota Tasikmalaya berjumlah 5.290 kasus yang tersebar di 21 Puskesmas. Upaya pencegahan stunting merupakan prioritas nasional pemerintah Indonesia. Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Program prioritas dalam pencegahan stunting meliputi percepatan pengurangan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, pemerataan layana pendidikan berkualitas, peningkatan akses terhadap perumahan dan pemukiman layak, serta peningkatan tata kelola layanan dasar (Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, 2017)
PENANGGULANGAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI HIPERTENSI DAN SCREENING TEKANAN DARAH DI KOTA TASIKMALAYA Nina Pamela Sari; Sri Mulyanti; Aida Sri Rachmawati; Hani Handayani; Fitri Nurlina; Tatang Kusmana; Azril Muzamil; Agung Alwi Ayudiani Prastika
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan perlu mendapatkan perhatian karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) menyatakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Pada 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi.Persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat di negara berkembang. Data Global Status Report on Non Communicable Disesases tahun 2010 menyebutkan persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat 40% di negara ekonomi berkembang, sedangkan negara maju hanya 35%. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015)
Pendidikan kesehatan tentang menarche pada siswi kelas 4 di SDN 1 Cilolohan Neni nuraeni; Sri mulyanti; Hani Handayani; Ida Herdiani; Asep Setiawan; Indra Gunawan; Muhammad Saefulloh; Nita Nuriwyani; Hilma Putri Maulinda
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.3711

Abstract

Remaja yang mengalami menarche biasanya mengalami ketakutan dan kecemasan. Datangnya haid pertama membuat remaja merasakan kebingungan kesedihan, cemas, stres, sampai dengan mudah marah dan emosional  bahkan tertekan dan menolak terkait datangnya menstruasi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan unutk meningkatkan pengetahuan tentang menarche dan juga meningkatkan kesiapan siswi kelas 4 SD Negeri 1 Cilolohan dalam mengahdapi menarche pertama. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dengan pendekatan partisipasif dan komunikasi individual, artinya siswi diajak untuk memahami teori, kemudian dilakukan pendekatan secara person dan didampingi untuk mendukung pelaksanaan praktik. Pengabdian ini dilakukan di SDN 1 Cilolohan pada siswi kelas 4 berjumlah 40 siswa di Kota Tasikmalaya. Hasil yang didapat bahwa terdapat perubahan antara pengetahuan siswi tentang menarche di SDN 1 Cilolohan Kota Tasikmalaya sesudah diberikan pnyuluhan. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang menarche efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswi untuk menigktakn kesiapan mereka menjelang menarche. Kegiatan ini memperoleh respon yang positif dari pihak sekolah dan juga para siswi yang sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Disarankan guru melakukan Pendidikan kesehatan tentang menarche yang berkala kepada siswi yang akan menjelang menarche pertama
Implementasi Perilaku Hidup Sehat Pada Lansia Di Panti Werda Welas Asih Singaparna Aida Sri Rachmawati; Heri Budiawan; Nina Pamela Sari; Lilis Lismayanti; Hani Handayani; Fitri Nurlina; Ratni; Sri Mulyanti
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.4369

Abstract

Lansia merupakan fase usia akhir dari seorang individu. Usia lansia merupakan usia dimana terjadi perubahan fisik yang bersifat kemunduran baik dari segi fisik, psikologis, yang seringkali menimbulkan dampak pada penurunan kualitas hidup. Faktor lingkungan, perilaku hidup sehat, dan kematangan spiritual, dan mampu menerima terhadap perubahan yang dialaminya  mempengaruhi  seorang lansia  menjalani fase akhir hidupnya agar tetap bahagia. Panti Werdha Welas Asih Singaparna merupakan tempat yang disediakan bagi para lansia yang keluarganya tidak mampu untuk mengurus atau para lansia yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal, yang berasal dari daerah dalam dan luar Kabupaten Tasikmalaya. Permasalahan Lansia yang tinggal di Panti Werdha Welas Asih pada umumnnya lansia merasakan kebosanan, dan kurangnya daya dukung keluarga, dan juga keterbatasan dari nutrisi yang kaya akan zat gizi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan kenyamanan pada lansia. Metode yang digunakan berupa edukasi tentang perilaku hidup sehat, senam lansia dan  hiburan pada  seluruh penghuni  Panti Werda Welas Asih Singaparna yang berjumlah 4o  orang, Evaluasi berupa  diskusi dan tanya jawab. Hasil didapatkan respon lansia sangat antusias dan merasa senang dengan kegiatan yang sudah dilakukan. Edukasi pada lansia diharapkan dilakukan secara rutin.
Peran Tingkat Pendidikan Ibu dan Kelengkapan Imunisasi Dasar terhadap Kejadian Stunting pada Anak Nita Yulianti Hardiantini; Yuyun Solihatin; Hani Handayani; Ade Kurniawati; Asep Setiawan
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v3i1.90

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem among children under five that remains a major public health challenge. Disease prevention through basic immunization plays an important role in supporting optimal growth. Methods: This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach to examine the relationship between maternal education level and completeness of basic immunization, as well as its association with stunting among children under five. A total of 83 children were selected using simple random sampling. Data were collected through structured questionnaires and verification of Maternal and Child Health (MCH) books, then analyzed using the chi-square test. Results:The findings showed that there was no significant relationship between maternal education level and completeness of basic immunization (p = 0.573). However, a significant relationship was found between completeness of basic immunization and stunting incidence (p = 0.046), where children with incomplete immunization were more likely to experience stunting. Conclusion: Completeness of basic immunization plays an important role in stunting prevention. Therefore, strengthening immunization programs and providing continuous health education to families and communities are essential to reduce stunting prevalence.
Karakteristik Sosiodemografi dan Kondisi Kesehatan Anak pada Kejadian Stunting Balita Intan Putri Pitriani; Hani Handayani; Heri Budiawan; Ade Kurniawati; Asep Setiawan
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v3i1.95

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional disorder in children under five and remains a major public health problem in Indonesia. Its occurrence is influenced by various factors, including family sociodemographic characteristics and child health conditions. Objective: This study aimed to examine the association between maternal sociodemographic factors and child health conditions and the incidence of stunting among children under five. Methods: An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted. A total of 83 children under five were selected using simple random sampling. Data were collected through structured questionnaires and anthropometric measurements. Statistical analysis was performed using the Chi-square test. Results: Family income was significantly associated with stunting (p = 0.029), with a higher proportion observed among children from families earning below the regional minimum wage. Child age was also significantly associated with stunting (p = 0.012), particularly among those aged 25–48 months. In contrast, maternal age, maternal education, maternal occupation, number of children, and history of infectious diseases were not significantly associated with stunting (p > 0.05). Conclusion: Family income and child age were significantly associated with stunting among children under five.
Sosialisasi Kolaborasi Inovatif Dengan Samsat Dalam Peningkatan Kesadaran dan Kepatuhan Pajak di Kota dan Kabupaten Sukabumi Bagi Wajib Pajak Pemula Idang Nurodin; Fitriani Fitriani; Hani Handayani; Hanny Maulia Yusup; Irna Destiana Yusuf; Sri Mulyani; Syifa Rahadatul Aisyi
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v3i2.409

Abstract

Increasing tax awareness and compliance among the younger generation is key to expanding the regional tax base and supporting sustainable development. Through the Independent Learning Community Service Program (KKN MBKM), the University of Muhammadiyah Sukabumi, in collaboration with the Sukabumi Tax Administration and Tax Office (P3DW SAMSAT), conducted a Motor Vehicle Tax (PKB) outreach program for high school students as first-time taxpayers. This activity was conducted in four schools in Sukabumi Regency using an educational and interactive approach, including facilitator training, observation, digital material development, and technology-based quizzes. Results demonstrated high participant enthusiasm, increased understanding of tax obligations, and increased utilization of digital regional tax services. This program not only impacted public tax literacy but also provided contextual field experience for students. This synergy between educational institutions and government agencies provides an effective collaborative model for developing a tax-conscious and socially responsible young generation.