Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SYNERGY BETWEEN PARENTS AND SCHOOL ROLES IN THE EDUPARK TOUR PROGRAM TO STRENGTHEN INDEPENDENCE AND ENVIRONMENTAL CARE VALUES AT SMP NEGERI 61 SURABAYA Alya Fikriyah Dzihni Kusnanda; Sarmini; Segara Nuansa Bayu; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Edupark tourism program has great potential in instilling the values of independence and environmental awareness in students through direct and contextual experiences. The most significant challenge to be addressed is the limited involvement of parents in this program, which needs to be examined in order to strengthen collaboration between schools and parents. This study aims to analyze the synergy between the role of parents and schools in reinforcing the values of independence and environmental awareness among students of SMP Negeri 61 Surabaya through Edupark tourism activities, while also identifying the challenges and solutions that arise in the collaborative process. The research method employs a qualitative case study approach with subjects consisting of parents, the principal, and the Adiwiyata coordinator teacher. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The findings show that the synergy between schools and parents in the Edupark tourism program takes the form of directed technical participation. However, this synergy has not yet reached a comprehensive deliberative collaboration, due to time constraints and the lack of two-way communication, which hinders collective understanding of the goals and challenges of the activities. Nevertheless, the school has made sustainable efforts by scheduling activities more flexibly on weekends and creating two-way dialogue spaces through WhatsApp channels. These research findings contribute theoretically to the development of collaboration concepts in the context of environment-based and community-based education.
Makna Beban Ganda Bagi Perempuan Pada Keluarga Perkawinan Anak Dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran IPS Rogina Aroem Nurjanah; Ali Imron; Sarmini; Katon Galih Setyawan
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan anak merupakan fenomena sosial yang masih banyak dijumpai di masyarakat Indonesia. Praktik ini membawa berbagai konsekuensi sosial, salah satunya adalah munculnya beban ganda yang dialami oleh perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna beban ganda bagi perempuan pada keluarga hasil perkawinan anak serta relevansinya terhadap pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan berfokus pada analisis konseptual dan temuan empiris terkait pengalaman perempuan pelaku perkawinan anak. Penelitian ini berlokasi di Desa Lembeyan Wetan. Subjek terdiri dari lima perempuan pelaku perkawinan anak yang diwawancarai secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori konstruksi sosial, teori interaksi simbolik, serta diperkuat oleh teori feminisme dan konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban ganda dimaknai sebagai bentuk tanggungjawab dan pengorbanan perempuan dalam menjalankan peran domestik dan peran produktif sekaligus, yang sering kali terjadi pada kehidupan sosial di masyarakat. Beban ganda tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga pada psikologis dan kesempatan pengembangan diri perempuan. Fenomena ini memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran IPS, terutama dalam materi isu sosial, relasi gender, dan ketimpangan sosial. Integrasi fenomena beban ganda perempuan dalam pembelajaran IPS dapat menjadi sumber belajar kontekstual untuk menumbuhkan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial dan pentingnya keadilan gender.
Harmony of Tradition and Modernity: The Acculturation of Kejawen Culture in Malang City from the Perspective of Urban Society. Tasya Arifah Rahmadita; Sarmini
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 12 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v12i1.9041

Abstract

This study aims to analyze the process of acculturation between Kejawen culture and modernity within the urban society of Malang City. Amid the currents of globalization and urbanization, Kejawen traditions face the challenge of maintaining their existence without losing their core values. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document studies involving community leaders, youth, and cultural practitioners. The findings reveal that acculturation occurs harmoniously through symbolic transformation, revitalization of cultural practices, and the utilization of digital media. Kejawen culture continues to thrive by adapting to the modern context while preserving its spiritual meaning and embedded local wisdom. This study emphasizes the importance of community-based preservation strategies and the integration of local cultural values into multicultural education as efforts to streng then cultural identityamid societal changes.
Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Paguyuban Untuk Menciptakan Lingkungan Kondusif serta Kenyamanan Mahasiswa Kampus Unesa 5 Sarmini Sarmini; Gading Gamaputra; Fandi Fatoni; Anna Noordia; Mochamad Kamil Budiarto; Hari Kusmanto
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06370

Abstract

Pembukaan Kampus UNESA 5 di Kabupaten Magetan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan ekonomi sekitar, salah satunya yakni UMKM.  Dalam hal ini mitra yakni Kecamatan Maospati belum memiliki pola mempersiapkan berbagai komponen dalam menghadapi gelombang mahasiswa Kampus UNESA 5. Berdasarkan survei terjadi persaingan harga yang luar biasa antar pelaku usaha di sekitaran kampus. Oleh karena itu menjadi penting untuk membentuk Paguyuban sebagai media komunikasi antara Kampus UNESA 5 dengan masyarakat. Mekanisme pengabdian menggunakan survey dan worksop melalui pembentukan jenis paguyuban, pengurus, tugas fungsi dan pelantikan pengurus paguyuban. Sasaran program adalah 3 kelurahan dan 14 desa di Kecamatan Maospati dan Barat Kabupaten Magetan. Melalui program ini telah terbentuk tujuh paguyuban meliputi komunitas rumah tinggal, pedagang kaki lima, rumah makan, pedagang sayur, laundry, hiburan, serta paguyuban salon dan barbershop.
Analisis Implementasi Program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS) untuk Meningkatkan Kesadaran Berkebhinekaan Global Salsa Anindya; Sarmini Sarmini; Wisnu Wisnu; Agus Suprijono; Harmanto Harmanto; Septina Alrianingrum
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5981

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya analisis implementasi program SAS sebagai model pendidikan karakter yang belum banyak dikaji dalam konteks peningkatan kesadaran berkebhinekaan global, khususnya di tingkat SMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS) dalam meningkatkan kesadaran berkebhinekaan global peserta didik, serta mengidentifikasi tantangan, hambatan, dan faktor pendukung keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan kuantitatif secara terbatas untuk menganalisis peningkatan kesadaran berkebhinekaan global peserta didik. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, guru pengajar program SAS, serta siswa kelas VII dan VIII di SMP Kreatif An-Nur Surabaya. Lokasi dipilih karena sekolah ini merupakan pelaksana aktif Program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS). Penelitian dilaksanakan sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil dari penelitian ini (1) implementasi program SAS di SMP Kreatif An-Nur telah memenuhi indikator aman, rekreatif, edukatif, dan kegotong-royongan; (2) upaya peningkatan kesadaran berkebhinekaan global melalui program SAS tercermin dari pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler; (3) tantangan dan hambatan setiap bidang SAS memiliki aspek yang berbeda-beda serta faktor yang mendukung keberhasilan implementasi program SAS mencakup faktor internal dan eksternal
Marhaban Ya Balapan: A Strategy to Build the Existence of the “Squad Landasan Pacu Ledok” Motorcycle Gang in the Ramadhan Race Phenomenon in Mojokerto Ulthufna Kausarul Fitriya; Sarmini Sarmini; Nasution Nasution
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 7 No. 2 (2022): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i22022p127-146

Abstract

The phenomenon of motorcycle gangs is part of a social culture that is generally formed among young men. Ramadhan Race as an association that manifests expressions and traditions in the month of Ramadan for the Ledok Runway Squad motorcycle gang. The purpose of this study was to describe the tactics of the Ledok Runway Squad motorcycle gang in building an existence in the midst of facing all forms of resistance from society. In addition, this study aims to analyze the dominant factors that influence the Ledog Runway Squad motorcycle gang in building existence at the moment of Ramadhan Race. The method used in this study is qualitative by using a phenomenological approach through observation and in-depth interviews regarding the experiences of motorcycle gang members in building their existence. The results of this study indicate that the strategy for building the existence of motorcycle gangs during the Ramadhan Race moment is: Tricks to convince parents, face the community and avoid policing from the police. The dominant factors for the Ledok Runway Squad moto gang in building its existence are: following global trends, channeling hobbies and entertainment, mechanical betting events and maintaining traditions.
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN MINAT BERWIRAUSAHA SANTRI DI ERA DIGITAL Nur Habibah; Agus Suprijono; Muhammad Turhan Yani; Sarmini Sarmini
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i4.7212

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan informasi dalam beberapa dekade terakhir telah memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu penerapan teknologi yang kini berkembang pesat dalam dunia pendidikan adalah penggunaan media berbasis teknologi, seperti video animasi, yang dapat memperkaya pengalaman belajar. Dalam konteks pendidikan kewirausahaan di pondok pesantren, video animasi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap materi kewirausahaan serta memotivasi mereka untuk berwirausaha. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri yang berlokasi di Sidoarjo, bertujuan untuk mengukur efektivitas video animasi motivasi bisnis dan kewirausahaan dalam meningkatkan literasi kewirausahaan di kalangan santri. Menggunakan metode survei dengan sampel 50 santri, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri merasa video animasi sangat membantu dalam memahami materi kewirausahaan. Video animasi juga efektif dalam memotivasi santri untuk berwirausaha, dengan 83% santri merasa lebih termotivasi setelah menonton video tersebut. Selain itu, 80% santri menilai kewirausahaan sangat penting untuk masa depan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video animasi merupakan media pembelajaran yang efektif dalam mendukung pembelajaran kewirausahaan di pondok pesantren, serta dapat menjadi alternatif yang relevan untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan dunia usaha di masa depan.