Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementasi Game “Arrange the Sentences” Berbasis Aktivitas Kolaborasi pada Materi Simple Present Tense untuk Meningkatkan Critical Thinking dan Keaktifan Siswa Kelas VII.7 di SMP Negeri 16 Palembang: Penelitian Wendi Oscar Rio; Ely Yana; Dinni Febti Warivanda; Ridatul Jannah; Endang Surtiyoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi game “Arrange the Sentences” berbasis aktivitas kolaborasi pada materi Simple Present Tense untuk meningkatkan critical thinking dan keaktifan siswa kelas VII.7 di SMP Negeri 16 Palembang melalui kegiatan PLP dengan metode observasi, asistensi, praktik mengajar, dokumentasi, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan game tersebut membuat siswa lebih aktif, antusias, dan mampu bekerja sama dalam kelompok, sekaligus membantu mereka memahami struktur Simple Present Tense serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui proses analisis dan pemecahan masalah. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan kosakata, pembelajaran tetap berjalan efektif sehingga game “Arrange the Sentences” berbasis kolaborasi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa.
Pengaruh Latihan Tenik Dasar terhadap Peningkatan Kecepatan Lari Jarak Pendek pada Siswa Kelas VII.3 SMP Negeri 16 Palembang: Penelitian Fadel Mohamad Kamka; Damar Harilaksana; Aqila Pathiyah; Endang Surtiyoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh latihan teknik dasar terhadap peningkatan kecepatan lari jarak pendek pada siswa kelas VII.3 SMP Negeri 16 Palembang melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dengan metode observasi, asistensi mengajar, praktik mengajar mandiri, dokumentasi, dan evaluasi. Kegiatan pembelajaran difokuskan pada latihan teknik start jongkok, teknik berlari, dan teknik memasuki garis finish yang dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa latihan teknik dasar mampu membantu siswa memperbaiki posisi tubuh saat berlari, meningkatkan koordinasi gerak, serta melakukan start dan finish dengan lebih baik sehingga kecepatan lari siswa mengalami peningkatan. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan fisik siswa, kurangnya penguasaan teknik dasar, kondisi cuaca yang kurang mendukung, dan rendahnya disiplin sebagian siswa, proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Dengan demikian, latihan teknik dasar lari jarak pendek dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kecepatan lari, keterampilan gerak, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran PJOK.
Penerapan Pembelajaran Desain Poster Melalui Teknik Menggambar Manual untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas VIII.9 SMP Negri 16 Palembang Ica Afriliani; Fera Eka Yandini; Nabila Septiani; Endang Surtiyoni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.345

Abstract

Laporan ini membahas penerapan pembelajaran desain poster melalui teknik menggambar manual untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII.9 SMP Negeri 16 Palembang. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa kreativitas siswa dalam pembelajaran desain poster masih relatif rendah, ditandai dengan kurangnya kepercayaan diri, minimnya pengembangan ide, serta kesulitan dalam memadukan unsur-unsur visual. Tujuan kegiatan ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran desain poster melalui teknik menggambar manual serta kontribusinya dalam meningkatkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang meliputi observasi sekolah dan kelas, asistensi mengajar, serta praktik mengajar mandiri. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan pendekatan Project Based Learning, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan poster secara manual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan kreatif dalam menuangkan ide, memilih warna, menyusun tata letak, serta menghasilkan desain poster yang komunikatif. Dengan demikian, penerapan pembelajaran desain poster melalui teknik menggambar manual efektif dalam meningkatkan
PENGARUH KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR BERBASIS SABLOK (SAPA BALOK KARTU) UNTUK MEREDUKSI PHUBBING SISWA SMA Lilis Sri Asia; Syska Purnama Sari; Endang Surtiyoni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12964

Abstract

ABSTRACT The increasing use of smartphones among adolescents has reshaped patterns of social interaction, making phubbing behavior increasingly prevalent in school settings. This condition indicates that addressing phubbing requires more than behavior-oriented interventions; it also demands counseling services that integrate cognitive restructuring with learning experiences that actively engage students in the change process. In response to this need, this study developed and evaluated a group counseling intervention by integrating the principles of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) and Cognitive Behavioral Play Therapy (CBPT) through the SABLOK (Sapa Balok Kartu) game as an alternative approach to reducing phubbing behavior. A quantitative approach employing a one-group pretest-posttest design was adopted. The participants consisted of five eleventh-grade students selected through purposive sampling based on their high levels of phubbing behavior. Data were collected using a questionnaire and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed a significant reduction in phubbing behavior following the intervention, as indicated by a Z value of −2.023 and an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.043 (< 0.05). These findings suggest that integrating Cognitive Behavioral Therapy, Cognitive Behavioral Play Therapy, and the SABLOK game provides an effective intervention strategy for strengthening school counseling services by promoting students' self-control in smartphone use while enhancing the quality of their interpersonal social interactions. ABSTRAK Perubahan pola interaksi sosial di kalangan remaja sebagai konsekuensi meningkatnya penggunaan smartphone menjadikan perilaku phubbing semakin sering dijumpai di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan phubbing tidak cukup dilakukan melalui pendekatan yang hanya berorientasi pada pengendalian perilaku, tetapi memerlukan layanan yang mampu mengintegrasikan perubahan cara berpikir dengan pengalaman belajar yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini mengembangkan dan menguji penerapan konseling kelompok melalui integrasi prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Cognitive Behavioral Play Therapy (CBPT) dengan media permainan SABLOK (Sapa Balok Kartu) sebagai alternatif intervensi untuk mereduksi perilaku phubbing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan lima siswa kelas XI yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat phubbing yang tinggi. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis melalui Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan perilaku phubbing setelah pelaksanaan layanan, dengan nilai Z = -2,023 dan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,043 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Cognitive Behavioral Therapy, CBPT, dan media SABLOK merupakan alternatif intervensi yang efektif untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling dalam membantu peserta didik mengembangkan kontrol diri terhadap penggunaan smartphone sekaligus meningkatkan kualitas interaksi sosial di lingkungan sekolah.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA SMK YWKA PALEMBANG Rifka Aisiyah; Nurlela Nurlela; Endang Surtiyoni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12965

Abstract

ABSTRACT Career maturity is an essential competency for vocational high school (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) students, as it enables them to make realistic decisions regarding further education and future employment based on their individual potential. In practice, many students continue to experience difficulties in recognizing their strengths, evaluating career alternatives, and making independent career decisions, indicating the need for more participatory career guidance services. This study aimed to evaluate the effectiveness of group guidance integrated with the problem-solving technique in improving the career maturity of students at SMK YWKA Palembang. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. Ten students were selected through purposive sampling, and their level of career maturity was measured using a career maturity questionnaire administered before and after the intervention. Changes in the scores were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with the assistance of SPSS version 26. The mean career maturity score increased from 94 in the pre-test to 109.6 in the post-test. Statistical analysis yielded a Z value of −2.803 with a significance level of 0.005 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement following the intervention. These findings demonstrate that group guidance employing the problem-solving technique effectively enhances students' career maturity and provides empirical support for the development of more active, reflective, and contextually relevant career guidance and counseling services within vocational education. ABSTRAK Rendahnya kematangan karir pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi tantangan karena banyak peserta didik belum mampu memahami potensi diri, merencanakan karir, dan menentukan pilihan karir secara tepat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang mampu mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan karir secara rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kematangan karir siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving, sekaligus menguji efektivitas layanan tersebut dalam meningkatkan kematangan karir siswa SMK YWKA Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket kematangan karir dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kematangan karir meningkat dari 94 pada pre-test menjadi 109,6 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon signed-rank test memperoleh nilai Z = -2,803 dengan nilai signifikansi 0,005 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving efektif dalam meningkatkan kematangan karir siswa SMK YWKA Palembang dan berpotensi menjadi alternatif layanan bimbingan karir di sekolah kejuruan.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA AKHIR DI ERA DIGITAL Wulan Dari Febrianti; Erfan Ramadhani; Endang Surtiyoni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13116

Abstract

ABSTRACT The transformation of social interactions in the digital era has introduced new challenges to university students' mental health, making peer support increasingly recognized as an important protective factor that warrants empirical investigation. This study aimed to examine the relationship between peer support and mental health among late adolescents enrolled in the Guidance and Counseling Study Program at PGRI University of Palembang, Class of 2024. A quantitative approach with a correlational design was employed by administering questionnaires to 60 respondents selected from a population of 135 students. The collected data were analyzed using the Pearson Product-Moment Correlation test. The analysis revealed a correlation coefficient of 0.622 with a significance value of 0.029 (p < 0.05), indicating a positive and statistically significant relationship between peer support and mental health. These findings suggest that the quality of peer support is associated with students' ability to maintain psychological well-being while coping with academic demands and the challenges of life in the digital era. This study extends empirical evidence regarding the role of peer support as a protective factor for mental health by highlighting the digital environment as an important context for understanding students' experiences. Furthermore, the findings provide a foundation for developing more adaptive guidance and counseling services through peer support-based programs to promote university students' mental health. ABSTRAK Transformasi interaksi sosial pada era digital menghadirkan tantangan baru terhadap kesehatan mental mahasiswa, sehingga dukungan teman sebaya semakin dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang perlu dipahami secara empiris. Kajian ini difokuskan untuk menganalisis hubungan antara dukungan teman sebaya dan kesehatan mental pada remaja akhir yang sedang menempuh pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Palembang angkatan 2024. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional diterapkan melalui penyebaran angket kepada 60 responden yang dipilih dari populasi berjumlah 135 mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Analisis menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,622 dengan nilai signifikansi 0,029 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dan kesehatan mental. Hubungan tersebut menegaskan bahwa kualitas dukungan yang diterima mahasiswa berkaitan dengan kemampuannya mempertahankan keseimbangan psikologis dalam menghadapi tuntutan akademik maupun dinamika kehidupan pada era digital. Penelitian ini memperluas bukti empiris mengenai peran dukungan teman sebaya sebagai faktor protektif kesehatan mental dengan menempatkan konteks kehidupan digital sebagai bagian penting dalam memahami pengalaman mahasiswa. Temuan ini sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis peer support yang lebih adaptif dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
HUBUNGAN STRATEGI COPING BERFOKUS EMOSI DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2023-2024 Tiara Salsa Bila Putri; Ramtia Darma Putri; Endang Surtiyoni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13117

Abstract

ABSTRACT Academic pressure experienced by university students is not always addressed by directly resolving the source of the problem; instead, it is often managed through emotional regulation as part of a broader psychological adaptation process. This phenomenon prompted the present study to examine the relationship between emotion-focused coping and academic stress among students of the Guidance and Counseling Study Program at Universitas PGRI Palembang from the 2023–2024 cohorts, while also addressing the limited empirical evidence concerning prospective counselors. A quantitative approach employing a correlational design was implemented, involving 133 students selected from a population of 199 through stratified random sampling. Data were collected using questionnaires that had demonstrated satisfactory validity and reliability, followed by normality testing and Spearman’s Rank correlation analysis with IBM SPSS Statistics because the data did not meet the assumption of normal distribution. The analysis yielded a correlation coefficient of 0.724 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and statistically significant relationship between emotion-focused coping and academic stress. These findings confirm that increased use of emotion-focused coping is associated with students’ efforts to regulate their emotional responses when encountering academic demands rather than reflecting deteriorating psychological conditions. This study contributes empirical evidence to the literature on prospective counselors and provides a practical foundation for developing Guidance and Counseling services aimed at strengthening students’ adaptive emotion-focused coping strategies in managing academic stress. ABSTRAK Tekanan akademik yang dialami mahasiswa tidak selalu direspons melalui upaya menyelesaikan sumber permasalahan secara langsung, tetapi sering kali diwujudkan melalui pengelolaan respons emosional sebagai bagian dari proses adaptasi psikologis. Fenomena tersebut menjadi dasar penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara emotion-focused coping dan tingkat stres akademik pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Palembang angkatan 2023–2024, sekaligus memberikan bukti empiris pada kelompok calon konselor yang masih relatif terbatas dikaji. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 133 mahasiswa, dipilih dari populasi sebanyak 199 mahasiswa melalui teknik stratified random sampling. Data diperoleh menggunakan angket yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara bertahap melalui uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman Rank menggunakan IBM SPSS Statistics karena data tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Analisis menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,724 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara emotion-focused coping dan stres akademik. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan penggunaan emotion-focused coping lebih mencerminkan proses penyesuaian psikologis mahasiswa terhadap tekanan akademik daripada menunjukkan memburuknya kondisi psikologis. Hasil penelitian memberikan landasan konseptual sekaligus praktis bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling dalam memperkuat kemampuan coping mahasiswa secara lebih adaptif.
Pengaruh Konseling Kelompok Cognitive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMK YWKA Palembang: Penelitian Yayu Arini; Endang Surtiyoni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.423

Abstract

Motivasi belajar siswa merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran, namun pada kenyataannya masih terdapat siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMK YWKA Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen berupa One Group Pre-test Post-test Design. Sampel penelitian berjumlah 9 siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah dan sedang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy teknik Restrukturisasi efektif dalam meningkatkan Motivasi Belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai Z sebesar -2,670 dan nilai signifikansi (Asymp. Sig 2-tailed) sebesar 0,008. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan perlakuan berupa layanan konseling kelompok dengan pendekatan cognitive behavior therapy. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa layanan Konseling kelompok cognitive behavior therapy efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMK YWKA Palembang.
Hubungan Keseimbangan Kehidupan Kerja dengan Stres Akademik Mahasiswa Pekerja di Universitas PGRI Palembang Dera Puspita Sari; Nurlela Nurlela; Endang Surtiyoni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.446

Abstract

This study aims to determine the relationship between work-life balance and academic stress among working students at Universitas PGRI Palembang. Students who take on dual roles as both learners and workers often face various demands that can affect their work-life balance and trigger academic stress. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The research population consisted of all 87 students from the Faculty of Engineering at Universitas PGRI Palembang, class of 2023, with a sample of 25 working students selected through purposive sampling. Data were collected using a closed-ended questionnaire with a Likert scale and analyzed using the Product Moment correlation technique. The results show that there is a [negative/positive] and significant relationship between work-life balance and academic stress among working students. This is evidenced by a correlation coefficient of [insert r-value, e.g., -0.654] with a significance value of [insert p-value, e.g., 0.000], which is less than 0.05. These findings indicate that the higher the level of work-life balance maintained by working students, the lower their level of academic stress. Conversely, lower levels of work-life balance are associated with higher levels of academic stress. The results of this study are expected to serve as a valuable reference for students, the university, and future researchers in efforts to understand and manage academic stress among working students.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK GROUP EXERCISE UNTUK MENGEMBANGKAN SELF EFFICACY SISWA DI SMP PGRI 1 PALEMBANG Meilda Sholehatun Islamiah; Syska Purnama Sari; Endang Surtiyoni
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9, No 1 Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i1.28115

Abstract

Self efficacy is a self-belief in one's ability to achieve expected goals. Low self-efficacy in students has an impact on student achievement and their inner abilities. The study aims to determine the effect of group guidance with group exercise techniques in developing students' self-efficacy. Group exercise techniques in group guidance which include writing, drawing, and pasting photos as a medium of self-expression are chosen so that students practice self-skills in a supportive group situation. The purposeful sampling technique was used to select 6 students, with 2 students having high self-efficacy, 2 students having moderate self-efficacy, and 2 students having low self-efficacy .This research uses a pre-experimental method with The One Group Pretest Posttest design. Data were collected through a self-efficacy questionnaire developed based on Bandura's theory with aspects of magnitude, generality, and strength. The intervention was carried out for 3 meetings. The results showed a significant increase in self-efficacy scores after receiving group guidance with group exercise techniques with an average pretest score of 126 and an increase in posttest 170 so that the percentage increased to 35% from before and after treatment. The results of the Wilcoxon test show that there is a significant effect with an asymptotic significance value of 0.027 greater than the 0.05 limit, which indicates Ha is accepted and Ho is rejected. This indicates that the group exercise technique applied is effective in developing the self-efficacy of junior high school students.