Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO Azizah, arika; Rahman, Handono Fatkhur; Sholehah, Baitus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44487

Abstract

Salah satu jenis penyakit paling umun namun, sering kali teraibaikan yakni Pediculosis capitis, penyebab adanya penyakit ini adalah parasit pediculus humanus var capitis. Kondisi lingkungan, perilaku dan karakteristik individu itu sendiri menyebabkan kondisi tersebut menular. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pediculosis capitis di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Metode Penelitian korelasional dengan desain cross sectional digunakan pada penelitian ini. Sampel sejumlah 354 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, data di analisis menggunakan uji chi square test dan uji regresi logistik (backward LR). Hasil membuktikan bahwa usia (p value=0,020, OR=0,491), ukuran rambut (p value=0,019, OR=1,763), personal hygiene (p value=0,002, OR=1,999), kepadatan hunian (p value=0,012, OR=0,359), tingkat pengetahuan (p value=0,009, OR=2,145) termasuk ke dalam faktor berpengaruh dengan kejadian pediculosis capitis, sedangkan tipe rambut (p value=0,391, OR=1,246) tidak termasuk dalam faktor yang berpengaruh dengan kejadian pediculosis capitis. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, personal hygiene merupakan faktor yang paling dominan penyebab terjadinya pediculosis capitis hasil dari uji regresi logistik. Diharapkan  bagi pihak pondok pesantren melakukan skrining secara berkala kepada santri lama maupun baru untuk melakukan pencegahan dan pengobatan.
The Effectiveness of Warm Water Soak Therapy on Feet and Classical Music Therapy on Blood Pressure of Hypertensive Clients at Puskesmas Ijen Bondowoso Rahman, Handono Fatkhur; Bahri, Saipul; Siswanto, Heri
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 2 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i2.159

Abstract

Hypertension is one of the diseases that attack on the cardiovascular system. Management to overcome hypertension can use pharmacological therapy and nonpharmacological therapy. Non-pharmacological therapies for hypertension include soaking warm water on the feet and classical music therapy. This study aims to determine the effectiveness of warm water soak therapy in the feet and classical music therapy on hypertension client blood pressure. The research design used in this research is using Pre Post experimental design. Sampling techniques use simple ramdom sampling. The number of respondents in this study were 20 respondents for warm water bath therapy and 20 respondents for classical music therapy. The results of this study indicate that in systolic blood pressure there is a difference in the effectiveness of warm water soak therapy in the feet and classical music therapy with p value (0.036) <α (0.05) while diastole blood pressure does not differ in the effectiveness of warm water soak therapy in foot and classical music therapy with p-value diastole (0.108)> α (0.05). Based on the mean value, it is known that warm water soak therapy on the foot has a mean systole value (150 mmhg) and mean diastole value (89.67 mmhg), while the mean value of sistole in classical music therapy (154.5 mmhg) and the mean diastole value of classical music therapy ( 92 mmhg) so that from the mean results the soak therapy in warm water on the feet is more effective in reducing blood pressure.
EFEKTIVITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS WONOSARI BONDOWOSO Komariyah, Siti; Rahman, Handono Fatkhur; Tauriana, S.
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 16 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v16i1.2560

Abstract

Background: Hypertension is an important health problem to pay attention to in society, because hypertension rarely causes symptoms and can kill silently. Individuals are said to be hypertensive if their systolic blood pressure is 140 mmHg or more and diastolic blood pressure is 90 mmHg or more. The number of hypertension sufferers continues to increase every year, an estimated 1.5 billion people suffer from hypertension in 2025 and an estimated 9.4 million deaths each year due to hypertension and its complications. Objective: To determine the effectiveness of progressive muscle relaxation and deep breathing relaxation on blood pressure in hypertensive clients at the Wonosari Bondowoso Community Health Center. Method: This research uses a quasi-experiment, the design used is a quasi-experimental pretest and posttest with a two group control design. Results: The results of the Wilcoxon systolic and diastolic statistical test showed that the p value was 0.000. Conclusion: There is an influence of progressive muscle relaxation and deep breathing relaxation on blood pressure in hypertensive clients. In the results of this study, there was no significant effect between progressive muscle relaxation and deep breathing relaxation
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Santri dalam Pencegahan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Al Mawardi Desa Pasanggar Kabupaten Pamekasan Rohman, Abd .; Rahman, Handono Fatkhur; Junnatul, Maulidiyah Azizah Junnatul
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v4i2.6652

Abstract

AbstrakIntroduction: Scabies is a significant world health problem in school or boarding children caused by Sarcotes scabiei, with dangerous systemic complications and an increased risk of death due to low priority for treatment and management. Health education with the right audio-visual method can increase one's knowledge and attitude towards a disease. Health education using the audio-visual method at Al Mawardi Islamic Boarding School aims to increase students' knowledge about scabies so that it can influence students' attitudes to adopt a healthy lifestyle so as to be able to prevent scabies.Method: The research design used a Quasi Experimental Design with a Pretest-Posttest Control Group approach and the sample was taken using a total sampling technique. This data analysis uses the Wilcoxon test and the Mann Withney test. Results: The results of the Wilcoxon test on students' knowledge showed a difference in P-value. In the experimental group, the results were P=0.000<a=0.05, while in the control group, the results were P=0.429>a=0.05. The results of the Wilcoxon test on students' attitudes in the experimental group the results were P=0.000, <a=0.05, while in the control group the results were P=0.613,>a=0.05. Conclusion: There was an influence on the knowledge and attitudes of students in preventing scabies in the experimental group. Whereas in the control group there were no significant changes before and after being given the pretest and posttest.Keywords: Health education, Knowledge and attitude, Scabies
Pengaruh Perilaku Perawat terhadap Kepuasan Klien di Paviliun Maskin Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Rahman, Handono Fatkhur; Fauzi, Ahmad Kholid; Nurjannah, Tutik; Jannah, Raudatul; Jannah, Miftahul; Mardiana, Winda; Munawaroh, Uud Hulsiyatul
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 2, No 3 (2021): Pengembangan Teknologi dan Kesehatan di Lembaga Keagamaan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.068 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v2i3.3079

Abstract

Perilaku peduli adalah sikap, rasa peduli, menghargai orang lain. ditingkatkanmutu asuhan keperawatan didukung oleh berkembangnya teori-teori keperawatan, salah satunya adalahteori menurut Jean Watson Caring Behavior, sehingga klien puas denganpelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Pengaruh PerilakuCaring Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Klien Dalam Asuhan Keperawatan di Ruang Paviliun Maskin RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasionaldengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada dipaviliun Maskin jumlah responden dan 17 pasien yang dirawat di paviliunLounge Maskin sejumlah 33 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam sampel penelitian inijumlah perawat menggunakan teknik “Total sampling” dan sampel pasien menggunakan“pengambilan sampel secara purposive”. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniPenelitian ini berupa kuesioner tingkat kepuasan responden terhadap observasi pasien dan perawatlembar untuk responden. Setelah data terkumpul meliputi pengumpulan data coding, editing dantabulasi, kemudian data dianalisis secara manual dan menggunakan uji statistik komputerWilxocon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat di ruangan paviliun melamar miskinperilaku peduli perilaku sebanyak 12 responden (70,6%), sebagian besar pasien dirawat dipaviliun miskin menyatakan sangat memuaskan sebanyak 27 responden (81,8%). BerdasarkanStatistik Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 dengan tingkat signifikansidari 0,05. Dengan demikian, nilai p lebih kecil dari (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 adalahditerima yang artinya ada Pengaruh Perilaku Caring terhadap Tingkat Kepuasan KlienPerawat Dalam Asuhan Keperawatan Di Ruang Paviliun Maskin RS Waluyo Jati KraksaanProbolinggo. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku caring perawat berpengaruh terhadaptingkat kepuasan klien dalam pelayanan asuhan keperawatan. Dengan menerapkan perilaku caring perawatdiharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada klien, sehingga klien merasa aman, nyaman danklien merasa puas dengan pelayanan kesehatan.
Penerapan Teknik Relaksasi Hand Massage Terhadap Intensitas Penurunan Tingkat Nyeri pada Tn.K Pasien “Gagal Ginjal Akut” di Ruang Rawat Inap Mawar Pink Nuri Lailatul Maulidia; Handono Fatkhur Rahman; Ahmad Kholid Fauzi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.83

Abstract

Gangguan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) dapat diartikan sebagai penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia dan/atau penurunan sampai tidak ada sama sekali produksi urin. Oleh karena itu gagal ginjal akut menyebabkan nyeri pada pinggang karena adanya gangguan pada fungsi organ ginjalnya. Tujuan untuk mengetahui gambaran penerapan teknik relaksasi Hand Massage terhadap intensitas penurunan tingkat nyeri pada Tn. K pasien gagal ginjal akut di Ruang Rawat Inap Mawar Pink. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian penerapan teknik hand massage. Penerapan teknik hand massage dilakukan selama 3 hari dengan durasi 15 menit. Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan teknik hand massage selama 3 kali pertemuan, indicator kriteria hasil tercapai sepenuhnya penurunan tingkat nyeri, mengeluh kesakitan dan gangguan pola tidur. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan bahwa penerapan hand massage mengenai intensitas tingkat nyeri untuk penurunan intensitas tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik hand massage yaitu adanya perubahan terhadap intensitas tingakat nyeri, mengeluh kesakitan menurun dan pola tidur meningkat.
Penerapan Rendam Air Hangat Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Asam Urat (Gout Arthritis) pada Ny. S di Wisma Seruni Dinia Silvi; Handono Fatkhur Rahman; Ahmad Kholid Fauzi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.85

Abstract

Nyeri merupakan respons kompleks tubuh terhadap rangsangan yang merugikan atau berpotensi merugikan. Hal ini mekanisme perlindungan alami yang membantu tubuh untuk menghindari atau merespons cedera. Nyeri bisa menjadi tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang salah di dalam tubuh atau sebagai hasil dari cedera atau penyakit. Nyeri bisa disebabkan dari berbagai faktor salah satunya penyakit asam urat. Nyeri akibat asam urat terkait dengan kondisi medis yang disebut sebagai gout, atau gout arthritis. Gout terjadi ketika terlalu banyak asam urat terakumulasi dalam tubuh, biasanya dalam bentuk kristal, dan menumpuk di persendian atau jaringan sekitarnya. Kristal asam urat ini dapat menyebabkan peradangan yang menyakitkan. Tujuan: Melaksanakan Penerapan Rendam Air Hangat Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Asam Urat (Gout Arthritis) Pada Lansia Di Wisma Seruni. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode eksperimen, wawancara, dan pemeriksaan fisik. Pengambilan kasus asuhan keperawatan pada Ny, S terhadap penurunan nyeri dan asam urat (Gout Arthritis) dengan penerapan tehnik rendam air hangat jahe merah. Hasil: Gambaran kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi teknik rendam air hangat jahe merah progresif asam urat (gout arthritis) pada klien menurun serta membuat klien nyaman dan tenang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan klien dengan asam urat (gout arthritis) penulis mengangkat diagnosa keperawtan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis ditandai dengan asam urat yang tinggi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Sikap dan Tindakan pada Santri Penderita ISPA di Pondok Pesantren Nurul Jadid Rike Nur Safitri; Handono Fatkhur Rahman; Maulidiyah Junnatul Azizah Heru
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.102

Abstract

Penyakit ISPA bisa menjadi sangat berbahaya. Jika tidak segera ditangani, ISPA akan menyebar melalui sistem pernafasan. Umumnya pasien yang menderita penyakit ini mengalaminya masalah pernapasan saat tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. ISPA adalah penyakit ringan menular dan dapat berakibat fatal pada kondisi yang paling akut. ISPA menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus ditangani dan mendapatkan pengobatan dan menjadi penyakit umum di masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan menggunakan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Pada Santri Penderita ISPA Di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunkan uji wilxocon dan mann whitneyy dengan instumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil uji wilxocon di dapatkan bahwa nilai P sebesar .000 maka dISPA itu P < 0,05 maka H1 diterima dengan artian terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan media audio visual. terdapat 2 kelompok dengan jumlah perkelompok terdapat 48 santri. adapun hasil yang di dapatkan dISPA segi tingkat pengetahuan dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 47 santri (97,9%), kategori pengetahuan kurang sebanyak 1 santri (2,1%). Sedangkan dISPA segi tingkat sikap dengan kategori sangat tidak setuju 2 santri (4,2%) tidak setuju 4 (8,3%) setuju 42 (8,75%). Sedangkan dISPA segi tingkat tindakan dengan kategori sangat tidak setuju 2 santri (4,3%), tidak setuju 2 santri (4,3%), setuju 40 (83,3%), sangat setuju 4 (8,3%). Kesimpulan: Santri dengan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan yang tinggi tentang penyakit ISPA akan selalu menjaga kebersihan di pondok pesantren nurul jadid.
Pengalaman Disfungsi Seksual pada Klien Pria dengan Ulkus Diabetikum Haifah Maulida; Handono Fatkhur Rahman; Setyo Adi Nugroho; Sri Astutik Andayani; Abdul Hamid Wahid
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.974 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.187

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu penyebab organis utama gangguan fungsi seksual pria yang berefek pada kompleksitas gangguan seksual. Tujuan: mengetahui secara mendalam tentang disfungsi seksual pada klien pria dengan ulkus diabetikum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 7 partisipan yang dipilih dengan purposive sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah klien pria ulkus diabetik, usia 30-60 tahun, dan bersedia menjadi partisipan. Analisis data menggunakan pendekatan analisis selektif dan focusing (the selective or highlighting approach). Hasil: enam tema teridentifikasi dalam penelitian ini diantaranya pandangan tentang seksual pada kehidupan pria, perubahan seksual yang dialami, dampak perubahan seksual, perilaku mengatasi masalah akibat perubahan seksual, harapan terhadap kondisi perubahan seksual, dan respons support system. Kesimpulan: Klien pria dengan ulkus diabetikum mengalami disfungsi seksual yang berdampak pada diri dan pasangan. Klien berupaya mencari cara penyelesaian sesuai persepsinya dan mengharapkan dukungan keluarga untuk memperbaiki fungsi seksual mereka. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk perawat sebagai dasar penentuan tindakan preventif yang sesuai agar tidak terjadi komplikasi yang lebih cepat yang akan menimbulkan gangguan/disfungsi seksual. Selain itu dapat juga digunakan untuk penyusunan program pelayanan kesehatan seksual, dengan menyediakan ruang khusus untuk konsultasi seksual, layanan konsultasi paripurna, hotline service, dan home based care untuk menfasilitasi minimnya fasilitas pelayanan seksual.Kata kunci: Diabetes Melitus, ulkus diabetikum, disfungsi seksualThe Experience of Sexual Dysfunction in Male Clients with Diabetes Ulcers ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus (DM) is one of the main organic causes of male sexual dysfunction. Objective: This research is to find out about sexual dysfunction in male clients with diabetes ulcers. Methods: This study used a qualitative method using phenomenology and interviews as data collection techniques. There were 7 participants selected with using purposive sampling. The inclusion criteria in this study were male clients with diabetes ulcers, aged between 30-60 years, and agree to participate. Data analysis using selective or focused (the selective or highlighting approach). Results: Six themes identified in this study include sexual perspective in men’s life, experienced sexual changes, effect of the sexual changes, behaviors to overcome the effect of sexual changes, expectation related to the condition of sexual changes, and support system response. Conclusion: male clients with diabetic ulcers experience sexual dysfunction that affects themselves and their partners. Clients try to find solutions to their perceptions and expect family support to improve their sexual function. The results of this study could be used for nurses as a basis for determining appropriate precautions to prevent faster complications that will cause sexual disorders/dysfunction. In addition, it could also be used for the preparation of sexual health service programs, by providing special space for sexual consultation, plenary consultation services, hotline services, and home-based care to facilitate the lack of sexual service facilities.Keywords: Diabetes mellitus, diabetic ulcer, sexual dysfunction
Effect of Diabetic Foot Exercise on Foot Sensitivity and Blood Glucose Levels among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Quasi-Experimental Study in Primary Health Care Vidia Khoirun Nisak; Handono Fatkhur Rahman; S. Tauriana
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i1.14496

Abstract

Background: Diabetic neuropathy and poor glycemic control remain major complications among patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM), contributing to decreased foot sensitivity and increased risk of diabetic foot ulcers. Non-pharmacological interventions, such as diabetic foot exercises, are considered effective strategies to improve peripheral circulation and glycemic control. However, evidence regarding their effectiveness in primary health care settings remains limited. Objective: This study aimed to analyze the effect of diabetic foot exercise on foot sensitivity and blood glucose levels among patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: A quantitative quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted at Wangkal Community Health Center. The population consisted of 54 patients with T2DM, and 29 respondents were selected using total sampling based on inclusion criteria. Data on foot sensitivity were measured using a monofilament test, while blood glucose levels were assessed using a glucometer. Respondents participated in a structured diabetic foot exercise program for three consecutive days. Data were analyzed using the Paired t-test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed a significant improvement in foot sensitivity after the intervention, with the mean score increasing from 10.52 to 14.72. In addition, the average blood glucose level decreased from 233.38 mg/dL to 195.03 mg/dL after the intervention. Statistical analysis indicated that diabetic foot exercise had a significant effect on improving foot sensitivity and reducing blood glucose levels (p = 0.000). Conclusion: Diabetic foot exercise is an effective non-pharmacological intervention to improve foot sensitivity and reduce blood glucose levels among patients with type 2 diabetes mellitus. The implementation of regular diabetic foot exercise is recommended as part of nursing interventions and community-based diabetes management in primary health care settings
Co-Authors Abdul Hamid Wahid Abdul Rasid Abdullah Abdullah Achmad Junaidi Gunawan Aditya Wahyu Santoso Agung Apriliyanto Agung Riyadi Ahmad Kholid Fauzi Ahmad Kholid Fauzi Ahmad Labib Umam Musthofa Alfani, Erriena Maulidia Anando Setyo Adiwirawan Anando Setyo Adiwirawan Andayani, Sri Astutik Angga Kurniawan Marta Putra Anggraini, Dewi Sri Anis Rosatil Jannah Atika Jatimi Azizah, Arika Badrul Nurul Hisyam Biantoro Biantoro Dewi Sri Anggraini Dinia Silvi Dwiki Qutsi Ali Multazam Dwiki Qutsi Ali Multazam Edtik Novita Eka Lestari Elvin Nur Avian, Moch. Fadli Hidayat, M. Noer Fatmawati Fatmawati Fauzan Abdul Latif Fauzan Abdul Latif Fauzi, Ahmad Kholid Fitri, Melinia Akhirul Hafifah, Vivin Nur Haifah Maulida Haifah Maulida Handini Indah Rahmawati Helatul Mardiah Heni Pujiastuti Herawati Herawati Heri Siswanto Heri Siswanto Heri Siswanto Heri Siswanto Heri Siswanto Heri Siswanto Heri Siswanto Heri Siswanto Herni Siptiyawati Heru, Maulidiyah Junnatul Azizah Husnul Khotimah HUSNUL KHOTIMAH Ika Permata Indah Illis Mahbubah Inez Wulansari Jamaludin . Junnatul, Maulidiyah Azizah Junnatul Kholisotin, Kholisotin Kusnanto Kusnanto Lestari Sukmarini Mardiana, Winda Maulidiyah Junnatul Azizah Maulidyah Jannatul Azizah Heru Miftahul Jannah Mohammad Alfian Faisol Mustaqim Mohammad Kholil Arifin Mohammad Risky Baisoeni Munawaroh, Uud Hulsiyatul Nadiatus Sholihah Nian Afrian Nuari Nian Afrian Nuari, Nian Afrian Nimah, Lailatun Novela Eka Candra Dewi Nur Qomariah Nuri Lailatul Maulidia Nurjannah, Tutik Nurul Hasanah Panji Anom tri Prasetyo Permatasari, Lutfia Rahmanda, Mutiara Eka Ratnasari Susylowati raudatul jannah Rauf Fansuri Rike Nur Safitri Ringga Aditya Dewi Ririn Handayani Rizky Hafifatul Umam Rohman, Abd . Saipul Bahri Salva Dwi Kosayriyah Salva Dwi Kosayriyah Septi nur Badriah Setiyo Adi Nugroho Setyo Adi Nugroho Sholehah Baitus Sholehah, Baitus Silvia Nuruddani Siti Komariyah Slamet Widoyo Sri Astutik Sutriyani Sutriyani Tauriana Tauriana, S. Totok Hariyadi Untun Irfandi Vidia Khoirun Nisak Vivi Aisyah Vivin Nur Hafifah Wahid, Abdul Hamid Widad, Sofil Wilia Wahyuni Wiwin Warliah Yayuk Puji Rahayu Yudho Tri Handoko Yudho Tri Handoko Yulia Yulia Zainal Munir