Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Nurman Hidaya; Fitriya Handayani; Maria Imaculata Ose; Ahmat Pujianto; Donny Tri Wahyudi
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3370

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dijumpai adalah karies gigi, dan kejadian ini paling banyak dialami anak-anak. Hal ini disebabkan oleh tingginya konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi anak yang kurang baik, upaya pencegahan perlu dilakukan agar terhindar dari karies gigi. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi melalui pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p value= 0,000), ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi (p value = 0,000). Simpulan : Diharapkan untuk anak sekolah dasar mengurangi konsumsi makanan kariogenik dan lebih memperhatikan lagi tentang kebersihan gigi dan mulut. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Response time Tenaga Kesehatan di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Wahyu Surani; Ahmat Pujianto
PENA NURSING Vol 1, No 02 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v1i02.2949

Abstract

The emergency room (IGD) is the main entrance for patients with emergency conditions. One indicator of the success of medical management of emergency patients is the speed of providing adequate help or response time. Fast response time will be achieved with support from factors, both internal factors (training, years of service, education) and external factors (availability of tools and medicines, and workload). This study aims to identify factors related to the response time of health workers in the Emergency Room of RSU Kota Tarakan. This study design was cross- sectional with a total sample of 38 health workers who served in the Emergency Room of RSU Tarakan. Data analysis used Kendall Tau analysis. The results of this study showed that there was a relationship between internal factors (training and length of service), external factors (availability of equipment and medicines) and the response time of health workers at Tarakan City Public Hospital (p-value <0.05). This research is expected to be a reference for the hospital to continue to involve officers in various training activities that can support the development of officer competence, and can ensure the availability of equipment and medicines that may be often needed by officers.Keywords:Emergency room, external and internal factor, response time
Personal Hygiene dan Kesehatan Anak-Anak Nelayan Wilayah Pesisir: Sebuah Pendekatan Komunitas Alpiani, Citra Alpiani; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Handayani, Fitriya; Wahyudi, Donny Tri
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.5064

Abstract

Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, permasalahan, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim di daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal higiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal higieneanak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal.Dalam penelitian responden akan menggunakan lembar observasi status personal hygiene yang sampelnya akan ditentukan berdasarkan kriteria inklusi yaitu anak-anak nelayan usia 6-12 tahun dan menyatakan bersedia untuk menjadi responden penelitian dan berdasarkan kriteria eksklusi yaitu bukan anak dari keluarga nelayan, bukan anak nelayan berusia dibawah 6 tahun dan anak nelayan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal higiene pada anak-anak nelayan adalah personal higiene tidak memenuhi syarat. Hal ini terlihat pada persentase tertinggi (56,4%) dari total responden/pihak anak nelayan.
Resiliensi Pasien Pre Operasi Katarak di Instalasi Bedah Sentral Marta, Ayu Putu; Tukan, Ramdya Akbar; Wijayanti, Dewi; Lesmana, Hendy; Pujianto, Ahmat; Iskandar, Ayuk Cucuk
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14740

Abstract

ABSTRACT The resilience of patients undergoing cataract surgery will have an impact on the patient’s ability to recover and heal after facing surgery. A Patient facing surgery that will be undergone requires high endurance, strong confidence to recover and remain productive after undergoing surgery. This study aimed to describe the resilience of pre-surgery cataract patients at the Central Surgical Installation of dr. H. Jusuf SK Hospital North Kalimantan Provincial Government. This design of research is descriptive. This study used purposive sampling techniques with a total of 81 respondents. The data collection method used a resilience questionnaire. Data analysis techniques used univariate analysis, namely frequency test. The result of this study showed that the resilience of pre surgery cataract patients has a minimum – maximum value of 30-40 which mean the patient’s resilience value was high. The results showed that the patient felt ready and comfortable while undergoing cataract surgery. Patients showed a high value resilience by not feeling depredded before undergoing cataract surgery and they can adapt to the changes that will occur after cataract surgery. Optimizing the role of nurses ang providing support to patient is one of efforts to maintain the nurse motivation in improving the quality of patient life. Keywords: Cataract, Preoperative, Resilience  ABSTRAK Ketahanan pasien yang menjalani operasi katarak akan berdampak pada kemampuan pasien untuk pulih dan sembuh setelah menghadapi operasi. Seresponden pasien menghadapi operasi yang akan dijalani membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi, kepercayaan diri yang kuat untuk pulih, dan tetap produktif setelah menjalani operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling  dengan jumlah responden 81 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat yaitu uji frekuensi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pasien pra operasi katarak memiliki nilai minimal -maksimum 30-40 yang berarti nilai resiliensi pasien tinggi. Hasil menunjukkan bahwa pasien merasa siap dan nyaman saat menjalani operasi katarak. Pasien menunjukkan nilai resiliensi yang tinggi dengan tidak merasa tertekan sebelum menjalani operasi katarak dan dapat beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi setelah operasi katarak. Mengoptimalkan peran perawat dan memberikan dukungan kepada pasien merupakan salah satu upaya untuk menjaga motivasi perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Katarak, Pre Operasi, Resiliensi
Nurses experience in emergency management in coastal area of Tarakan, North Borneo Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Lesmana, Hendy; Losong, Aprilisya Nensyiawati
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.867

Abstract

Background: The high prevalence of cardiovascular disease and lack of adequate health services can have an impact on the high number of emergencies in coastal communities. The condition of health services in coastal communities which the number of health workers, especially nurses is still limited, it becomes important to carry out research related to the experience of nurses in the treatment of emergencies in coastal areas.Objective: This study aims to identify the nurse’s experience of emergency management in coastal areas.Methods: This research was qualitative with a phenomenological design which involved eight participants of nurses who work in the primary healthcare in the coastal area. The data from the interview results was converted into audio files, and then transcribed and analyzed using content analysis manually.Results: There were three main themes of this study including emergency cases that have been handled by nurses at the coastal health center, the competence of nurses in emergencies care, the inhibiting factors of emergencies care at the coastal areas.Conclusion: Emergency management in coastal areas needs to be supported by several factors, including the fulfillment of health care facilities and the improvement of the nurse competencies
Edukasi Tentang ASI Ekslusif Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Yusnia, Yusnia; Zulfia, Rahmatuz; Alfianur, Alfianur; Sulidah, Sulidah; Handayani, Fitriya; Pujianto, Ahmat
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5057

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Salah satu penyebab stunting pada balita yaitu pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan selama 6 bulan karena ASI sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan bayi agar kebutuhan gizinya tercukupi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang ASI ekslusif terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil sebagai upaya dalam pencegahan stunting di Posyandu Sumber Kasih Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Penelitian ini berbentuk penyuluhan edukasi tentang ASI ekslusif menggunakan rancangan pra experimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebanyak 15 soal dan sikap sebanyak 5 soal. Hasil uji Wilcoxon dari 20 responden didapatkan rata-rata tingkat pengetahuan post test (2,90) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata pre test (1,30) dengan nilai p value 0,000 atau p 0,005 dan nilai rata-rata sikap post test (14,85) lebih tinggi dari nilai rata-rata pre test (8,85) dengan nilai p value 0,077 atau p 0,005. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan signifikasi p = 0.000 atau p0.005. Terdapat pengaruh mengenai edukasi ASI ekslusif terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan isi dari kuesioner penelitian dan menambah jumlah sampel yang digunakan agar lebih bervariasi, sehingga peningkatan nilai pengetahuan dan kesiapan ibu hamil mengenai ASI ekslusif dapat lebih signifikan.
Nurses experience in emergency management in coastal area of Tarakan, North Borneo Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Lesmana, Hendy; Losong, Aprilisya Nensyiawati
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.867

Abstract

Background: The high prevalence of cardiovascular disease and lack of adequate health services can have an impact on the high number of emergencies in coastal communities. The condition of health services in coastal communities which the number of health workers, especially nurses is still limited, it becomes important to carry out research related to the experience of nurses in the treatment of emergencies in coastal areas.Objective: This study aims to identify the nurse’s experience of emergency management in coastal areas.Methods: This research was qualitative with a phenomenological design which involved eight participants of nurses who work in the primary healthcare in the coastal area. The data from the interview results was converted into audio files, and then transcribed and analyzed using content analysis manually.Results: There were three main themes of this study including emergency cases that have been handled by nurses at the coastal health center, the competence of nurses in emergencies care, the inhibiting factors of emergencies care at the coastal areas.Conclusion: Emergency management in coastal areas needs to be supported by several factors, including the fulfillment of health care facilities and the improvement of the nurse competencies
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN MASYARAKAT PESISIR DALAM MELAKUKAN TINDAKAN BANTUAN HIDUP DASAR Pujianto, Ahmat
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 12 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v12i2.604

Abstract

The prevalence of heart disease in Indonesia in 2018 was reported at 1,017,290 cases. Heart disease can trigger heart attacks and even cardiac arrest. Providing basic life support (BLS) by the bystander can have an impact on the victim's outcome. BLS skills in the public tend to be low, as evidenced by less than 40% of out-of-hospital cardiac arrest victims receiving cardiopulmonary resuscitation (CPR) from the general public, and less than 12% receiving an automated external defibrillator (AED) before the arrival of the ambulance. Other studies also show that less than 1% of the public can perform BLS effectively. This study aims to identify factors that influence the readiness of coastal communities to perform BLS actions. This study is a descriptive-analytical study with a cross-sectional method involving 106 respondents. Data were analyzed using the Kendal Tau test because the data is categorical. The results of the study showed that there was a relationship between knowledge factors and the readiness of coastal communities to perform BLS actions (p = 0.009). There is a relationship between the BHD training factor and the preparedness of coastal communities to perform BHD actions (p = 0.005). There is no relationship between the BHD experience factor and the readiness of coastal communities to perform BHD actions (p = 0.376). The increasing number of emergency conditions in the community, as well as the lack of community knowledge regarding BHD, requires a BHD campaign and training in the community because most emergency conditions occur outside the hospital.
Penerapan Spirometri Insentif Pada Pasien Efusi Pleura: Studi Kasus Hamidah, Siti; Wijayanti, Dewi; Pujianto, Ahmat; Pailungan, Ferly Yacoline; Tukan, Ramdya Akbar; Lesmana, Hendy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.16776

Abstract

Penyakit efusi pleura merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor infeksi maupun faktor non infeksi yang menduduki urutan ketiga setelah kanker paru yang insidennya semakin meningkat setiap tahunnya. Pasien yang mengalami efusi pleura mengalami gejala sesak nafas, batuk, nyeri pleuritik, saturasi oksigen menurun yang diakibatkan oleh gangguan pada pengembangan paru yang berdampak pada beberapa alveoli yang mengalami kolaps, guna menghindari permasalahan pada pola nafas pasien berbagai pendekatan intervensi keperawatan di terapkan salah satunya melalui latihan nafas dalam dengan spirometri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis asuhan keperawatan klien dengan efusi pleura dengan masalah keperawatan gangguan pola nafas melalui penerapan latihan nafas dalam dengan penggunaan spirometri terhadap keberhasilan pengembangan paru. Metode penelitian merupakan studi kasus dengan jumlah partisipan dua orang dengan diagnosis efusi pleura. Penerapan latihan nafas dalam dengan spirometri dilakukan selama 5 hari, dengan frekuensi latihan 4 kali/hari untuk setiap sesi latihan 5-15 kali inspirasi dalam. Hasil karya ilmiah ini terjadi peningkatan volume inspirasi pada kedua partisipan pada awal latihan volume inspirasi dari 600 ml menjadi 1100 ml dan partisipan kedua dari 600 ml menjadi 1200 ml pada hari kelima. Saran: latihan nafas dalam dengan spirometri sebaiknya diterapkan minimal 4 kali sehari dengan 5-15 kali inspirasi untuk setiap sesi latihannya dan latihan sebaiknya dilaksanakan setiap hari guna memaksimalkan ekspansi paru.
Optimization of Basic Life Support Skills and Emergency Response to Realize Safe Tourism in the Community of the Derawan Islands Region: Optimalisasi Keterampilan Bantuan Hidup Dasar dan Penanganan Kegawatdaruratan Sebagai Upaya Mewujudkan Safe Tourism pada Masyarakat di Kawasan Kepulauan Derawan Ahmat Pujianto; Ose, Maria Imaculata; Lesmana, Hendy; Nugraha, M. Akbar; Kartanti, Natalia Ida; Baydhuri, Putri Intan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.584

Abstract

Sektor pariwisata merupakan sumber utama pendapatan, investasi, dan lapangan kerja masyarakat pesisir terutama masyarakat di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tingginya jumlah kunjungan wisatawan tersebut, juga berisiko meningkatkan kasus kegawatdaruratan diantaranya kasus tenggelam dan bahaya potensial biologi yang ditimbulkan dari hewan atau biota laut. Penundaan penanganan kasus kegawatdaruratan yang terjadi di kawasan wisata bahari berisiko menyebabkan komplikasi yang serius bahkan sampai kematian. Masyarakat di sekitar area wisata bahari perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan BHD dan pertolongan awal gawat darurat untuk mengantisipasi kondisi-kondisi kegawatan yang mungkin terjadi.  Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill sebagai bekal para kader agar siap memberikan pertolongan awal sehingga mampu mewujudkan safe tourism di kawasan wisata bahari Pulau Derawan. Kegiatan ini melibatkan 20 kader kesehatan. Pelatihan ini terdiri atas 3 sesi, yaitu penyampaian materi dan diskusi tentang konsep penanganan awal kegawatdaruratan sehari-hari di masyarakat (konsep penanganan pada korban tersedak, konsep RJP pada korban henti jantung, penanganan awal pada korban terinjak bulu babi), praktik tindakan RJP dan penanganan korban tersedak, serta evaluasi peserta. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan nilai post-test peserta dan juga hasil observasi menunjukkan peserta mampu melakukan RJP dan upaya pembebasan jalan napas pada korban tersedak pada manekin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam tindakan BHD dan penanganan awal pada korban tersedak.