Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Combining Prenatal Yoga and Self-Hypnosis as Effective Intervention to Reduce Blood Pressure of Pre-Eclampsia Pregnant Women Siti Anisak; Deasy Irawati; Sri Wayanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i2.ART.p150-160

Abstract

Pre-eclampsia (PE) is a significant cause of maternal and fetal morbidity and mortality. PE requires intervention to prevent it from developing into severe pre-eclampsia or eclampsia. One of the non-pharmacological therapies for PE that has not been widely used is prenatal yoga and self-hypnosis. This research aimed to determine the effect of combining prenatal yoga and self-hypnosis on decreasing blood pressure in pregnant women with PE. The method was quasi-experimental, with a pretest-posttest and a control group design. The population was all pregnant women with PE in 5 health centers in Bangkalan district from May to August 2024. The sampling technique used simple random sampling with the Federer formula, with a total sample of 32 people, 16 in each group. The research instruments used calibrated digital tension meters and SOPs for prenatal yoga and self-hypnosis. The results of the Wilcoxon analysis test showed that prenatal yoga and self-hypnosis effectively reduced blood pressure in pregnant women with pre-eclampsia with a p-value of 0.000 (p <0.05). Yoga and self-hypnosis are effective in lowering blood pressure by increasing the physical, mental, and spiritual strength of the mother in dealing with pregnancy with PE.
Case Report pada Primi Tua Sekunder Trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis Alya Wida Sabrina; Deasy Irawati; Rodiyatun; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2469

Abstract

Primi tua sekunder dengan jarak kehamilan ≥10 tahun merupakan kehamilan risiko tinggi karena penurunan elastisitas organ reproduksi yang menyerupai kehamilan pertama kembali. Kondisi ini dapat diperberat oleh Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) ≤23,5 cm. Di Jawa Timur, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 19,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu hamil primi tua sekunder trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis, Bangkalan, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode single case report pada Ny. S G2P1A0 usia kehamilan 23–24 minggu dengan LiLA 22 cm dan jarak kehamilan 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui tiga kali kunjungan pada Juni 2026. Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis KEK dan kehamilan risiko tinggi (skor KSPR 6). Intervensi meliputi pemberian PMT lokal, edukasi gizi tinggi energi dan protein, aktivitas fisik ringan, konsumsi tablet Fe dan kalsium, serta ANC teratur. Pada kunjungan kedua ibu mengalami batuk akibat paparan asap rokok yang ditatalaksana melalui edukasi etika batuk, modifikasi penyajian PMT, dan anjuran lingkungan bebas asap rokok. Evaluasi kunjungan ketiga menunjukkan batuk berkurang, berat badan meningkat dari 41 kg menjadi 43 kg, IMT meningkat menjadi 19,8 kg/m², TFU sesuai usia kehamilan, tekanan darah 106/78 mmHg, kadar Hb 11,4 g/dL, serta albumin dan reduksi urin negatif. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dan kolaboratif melalui PMT lokal serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) efektif memperbaiki status gizi ibu, mengatasi keluhan penyerta, dan mencegah komplikasi pada kehamilan primi tua sekunder.
Case Report pada Primigravida Trimester III dengan KEK di PMB “M” Jaddih Risma Ayu Wulandari; Anis Nur Laili; Sri Wayanti; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2474

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 16,9%. Di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 prevalensinya sebesar 9,2%, sedangkan di Kabupaten Bangkalan sebesar 3,25%. KEK meningkatkan risiko anemia, persalinan prematur, perdarahan, bayi berat lahir rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan janin, hingga mortalitas perinatal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada primigravida trimester III dengan KEK di PMB "M" Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Penelitian menggunakan desain case report dengan subjek tunggal seorang primigravida trimester III yang mengalami KEK. Asuhan diberikan secara komprehensif menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang menggunakan media Isi Piringku, pemberian PMT lokal, anjuran konsumsi tablet Fe, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta latihan knee chest. Hasil menunjukkan berat badan ibu meningkat dari 48,50 kg menjadi 49,25 kg dan kadar hemoglobin meningkat dari 10,1 g/dL menjadi 12,6 g/dL sehingga anemia ringan berhasil diatasi. Namun, status KEK masih menetap dengan LiLA 21 cm dan posisi janin berubah dari presentasi bokong menjadi letak oblik yang masih merupakan presentasi abnormal. Asuhan kebidanan memberikan dampak positif terhadap perbaikan status kesehatan ibu, namun pemantauan antenatal dan intervensi lanjutan tetap diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.
CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG Aisyah Aisyah; Esyuananik; Siti Anisak; Suryaningsih
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7898

Abstract

Abstrak Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis, hormonal, dan biomekanik selama kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kenyamanan ibu. Laporan kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil multigravida trimester III. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan SOAP pada Ny. P G2P0A1 usia kehamilan trimester III dengan keluhan nyeri punggung di TPMB Resky Arosbaya. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik dan obstetri, pengukuran intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), serta dokumentasi. Asuhan diberikan melalui tiga kali kunjungan dengan penerapan massage effleurage, kompres hangat, edukasi body mechanics, edukasi nutrisi, serta pemantauan kondisi ibu dan janin. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari VAS 6 pada kunjungan pertama menjadi VAS 2 pada kunjungan ketiga. Ibu juga mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Penerapan massage effleurage, kompres hangat, dan edukasi body mechanics efektif membantu mengurangi nyeri punggung dan meningkatkan kenyamanan ibu selama kehamilan.   Kata kunci : nyeri punggung; multigravida; trimester III; massage effleurage; kompres hangat; body mechanics.
CASE REPORT PADA PRIMIMUDA TRIMESTER II DENGAN KEHAMILAN RESIKO TINGGIDI TPMB “H” AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN Dike Febri Ristianti; Deasy Irawati; Anis Nurlaili; Siti Anisak
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.12401

Abstract

Pregnancy at the age of ≤16 years is considered a high-risk pregnancy because the reproductive organs and psychological condition of the mother have not yet developed optimally. This condition increases the risk of various complications, one of which is anemia during pregnancy. Anemia can cause health problems for both the mother and fetus if not properly managed. Methods: This study used a single case report design. The subject was Mrs. I, a 15-year-old primigravida (G1P0A0) with a high-risk pregnancy due to maternal age ≤16 years and moderate anemia. The study employed a midwifery management approach consisting of subjective and objective data assessment, data analysis, and implementation of midwifery care. The care was provided from April to June 2026 through three home visits. At the first visit, Mrs. I was diagnosed with G1P0A0 at 26–27 weeks of gestation. Based on the Poedji Rochjati Pregnancy Risk Score (KSPR), she obtained a score of 6, indicating a high-risk pregnancy. Laboratory examination at the second visit showed a hemoglobin level of 7.8 g/dL, indicating moderate anemia. The midwifery care provided included education regarding high-risk pregnancy and anemia, balanced nutrition counseling, recommendations to take iron (Fe) tablets twice daily with proper administration, health education regarding danger signs during pregnancy, monitoring of treatment adherence, and referral planning to a hospital for further management. Throughout the care process, the mother was cooperative, understood all the education provided, and was willing to follow the recommendations of the healthcare provider. This case study demonstrates that the midwifery care provided was appropriate to the needs of a pregnant woman aged ≤16 years with moderate anemia. Early detection, health education, adequate nutritional intake, adherence to iron tablet consumption, regular antenatal monitoring, and appropriate referral are important efforts to prevent complications and improve maternal and fetal health.
Studi Kasus primigravida trimester II dengan anemia di puskesmas tongguh kabupaten bangkalan : Case study of second trimester primigravida with anemia at Tongkuh Community Health Center, Bangkalan Regency tasya frescilia syafitri wahid; suryaningsih; siti anisak
Fetus : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/fejom.v6i1.30

Abstract

ABSTRACT Various problems often occur in second trimester pregnant women, namely anemia, anemia is a condition where the number of red blood cells or hemoglobin concentration in it is lower than normal. This case study aims to determine the signs and symptoms of anemia, risk factors for anemia, the impact of anemia and the management of anemia. The method in this case study uses a multiple case design. The subjects of this case study used two pregnant women with the same criteria, namely second trimester primigravida with anemia. The case study was conducted in Karang Duwek village, Arosbaya sub-district. Data collection methods with interviews using questionnaires and maternal and child health book documentation. Analysis in the form of descriptive data. The results of this case study that the signs and symptoms of anemia in both respondents are often experiencing easy fatigue, abnormal blood pressure and dizziness. Risk factors in second trimester primigravida, namely respondent 1, were not found risk factors, while in respondent 2, namely age. The impact on second trimester primigravida with anemia was not found in both respondents. Management in second trimester primigravida with anemia is that both respondents have been given Fe tablets, but the 2nd respondent is not regular in taking Fe tablets because she feels lazy, and has been given IEC about anemia and foods high in iron. To reduce maternal and child mortality, prevention is needed, one of which is the occurrence of pregnancy anemia. Prevention of anemia can be done by taking Fe tablets regularly and eating iron-rich foods, and conducting routine antenatal care.   Keywords:primigravida, anemia, signs and symptoms, management.
Case Report pada Primigravida Trimester III dengan Preeklamsia di PMB “I” Klampis Kabupaten Bangkalan Hendrina Prasistya Maharani; Suryaningsih Suryaningsih; Siti Anisak; Anis Nur Laili
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v4i3.6735

Abstract

Preeclampsia is a hypertensive disorder of pregnancy that requires continuous maternal and fetal surveillance. In a third-trimester primigravida, the clinical condition may coexist with anxiety related to childbirth, requiring midwifery care that addresses both clinical and psychological needs. This case report aimed to describe SOAP-based midwifery care for a third-trimester primigravida with preeclampsia at PMB “I”, Klampis, Bangkalan Regency. A descriptive single case report was conducted involving Mrs. S, 21 years old, G1P0A0. The initial assessment at 34-35 weeks of gestation showed blood pressure of 140/90 mmHg and a history of urine protein +3. Data were obtained through history taking, vital-sign and obstetric examinations, Mean Arterial Pressure (MAP) and Roll Over Test (ROT), urine protein examination, ultrasonography results, and care documentation. Follow-up was conducted during four visits on June 22, June 30, July 4, and July 6, 2026. Care included education regarding warning signs, rest and nutrition, psychological support, adherence to obstetric review and prescribed therapy, and prenatal yoga and self-hypnosis as complementary interventions. During follow-up, blood pressure ranged from 130-140/90 mmHg, MAP from 103-106 mmHg, and ROT remained 15 mmHg. Urine protein, previously +3, was recorded as negative on July 4 and July 6, 2026. Fetal heart rate remained 135-145 beats/minute with cephalic presentation, while maternal anxiety gradually decreased. SOAP-based care supported systematic longitudinal monitoring, but the observed changes cannot be attributed solely to the complementary interventions because medical follow-up, prescribed treatment, health education, and family support continued throughout the case.
Case Report Ketidakpatuhan ANC pada Multigravida Risiko Tinggi (Usia ≥35 Tahun) di TPMB Siti Amina Tanah Merah Aihan Diva Meylika Johanzah; Deasy Irawati; Anis Nur Laili; Siti Anisak
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i3.3428

Abstract

Pregnancy in women aged over 35 years is classified as a high-risk obstetric condition because of the increased likelihood of preeclampsia, gestational diabetes, preterm birth, and low birth weight. In multigravida women, irregular attendance at antenatal care services may further increase these risks. This report was prepared using a case report approach involving a multigravida woman aged >35 years whose frequency of ANC visits had not met the recommended standard at TPMB Siti Amina Tanah Merah. Case information was obtained through anamnesis, physical examination, supporting examinations including hemoglobin, KSPR, and ultrasound, as well as documentation using the SOAP format. The case involved a multigravida woman in the second trimester aged ≥35 years with a KSPR score of 6, placing her in the high-risk pregnancy category. Inadequate ANC visits and the absence of ultrasound examination were factors that aggravated the condition. The interventions provided included outreach services, guidance for early referral to a primary health center, and an approach involving the mother, husband, and family members. This case demonstrates that irregular ANC attendance among multigravida women aged >35 years may increase the potential for obstetric complications. Comprehensive midwifery care through counseling, early referral planning, and family involvement is necessary to prevent delayed management while maintaining maternal and neonatal safety.
Case Report pada Bayi Usia 0-6 Bulan dengan Konstipasi di TPMB Nanik Irawati Geger Kabupaten Bangkalan Neysa Naurah Rahmawati; Deasy Irawati; Siti Anisak; Suryaningsih Suryaningsih
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i3.3429

Abstract

Constipation in infants aged 0–6 months is uncommon but can affect comfort, nutrition, and growth and development. This condition requires non-pharmacological management because the infant’s digestive system is not yet mature. A holistic approach involving abdominal massage, nutritional education, exclusive breastfeeding, and psychological support can help manage functional constipation. This case report aimed to describe the assessment, analysis, and midwifery management of a 2-month-old female infant with constipation at TPMB Nanik Irawati, Geger District, Bangkalan Regency. A qualitative descriptive case study method was used. Data were collected through maternal interviews, abdominal physical examination, prenatal and natal history, psychosocial analysis, and a 7-day stool diary, and were documented using the SOAP format. Interventions included I Love You abdominal massage for 10–15 minutes/day, maternal nutritional education, exclusive breastfeeding on demand, and psychological support. Evaluation on day 7 showed an improvement in bowel movement frequency from once every 4 days to once every 2 days, reduced abdominal distension, increased body weight from 4,700 g to 5,300 g, greater infant comfort, and improved sleep quality. The holistic approach helped manage functional constipation and can be implemented at home with the active involvement of parents and family.
CASE REPORT ASUHAN KEBIDANAN MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DI PMB SAYANG IBU KLAMPIS BANGKALAN Ardelia Zaien; Sri Wayanti; Rodiyatun; Siti Anisak
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): September: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i3.417

Abstract

Di trimester ketiga kehamilan, berbagai perubahan pada tubuh seperti pergeseran struktur tulang, mekanisme gerak, serta fluktuasi hormon kerap memicu rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu. Beberapa keluhan yang paling sering muncul antara lain sakit di area punggung bawah, frekuensi buang air kecil yang meningkat, serta sulit memejamkan mata. Ketidaknyamanan ini muncul seiring dengan membesarnya rahim, bertambahnya bobot tubuh, berubahnya titik keseimbangan, dan pengaruh hormon relaksin yang membuat beban pada ruas tulang belakang bagian bawah semakin berat. Dampaknya, rasa sakit bisa menghambat rutinitas harian, mengganggu pola istirahat, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Untuk meredakan keluhan tersebut, pendekatan non-obat dinilai lebih aman, praktis, dan mujarab. Studi kasus ini bermaksud menggambarkan secara utuh proses perawatan kebidanan yang diberikan kepada seorang ibu hamil multigravida di usia kehamilan 35 minggu, yang mengeluhkan sakit pinggang, sering kencing, dan tidur tidak nyenyak, di tempat praktik mandiri Bidan Sayang Ibu, Klampis, Bangkalan. Pendekatan yang diterapkan ialah studi kasus dengan menggunakan kerangka manajemen kebidanan, mulai dari tahap pengumpulan data, analisis, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan, hingga penilaian akhir. Data diperoleh lewat wawancara, pemeriksaan jasmani, evaluasi kehamilan, serta tes pendukung. Berdasarkan hasil pengkajian diperoleh bahwa Ny. M berusia 24 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 35 minggu, mengalami nyeri pinggang dengan intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebesar 6, disertai keluhan sering berkemih pada malam hari dan gangguan tidur. Asuhan kebidanan yang diberikan berupa kombinasi intervensi nonfarmakologis meliputi kompres hangat, massage effleurage, prenatal yoga, edukasi body mechanics, penggunaan korset lumbal (maternity support belt), pengaturan asupan cairan, posisi istirahat miring ke kiri, penerapan sleep hygiene, serta aromaterapi lavender. Evaluasi dilakukan melalui tiga kali kunjungan. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari NRS 6 pada kunjungan pertama menjadi NRS 3 pada kunjungan kedua dan NRS 2 pada kunjungan ketiga, disertai berkurangnya frekuensi berkemih pada malam hari, meningkatnya kualitas tidur, serta meningkatnya kenyamanan ibu dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hasil asuhan kebidanan menunjukkan bahwa efektif menurunkan intensitas nyeri pinggang fisiologis pada ibu hamil trimester III. Asuhan kebidanan yang diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan mampu meningkatkan kenyamanan ibu, memperbaiki kualitas tidur, serta membantu ibu beradaptasi dengan perubahan fisiologis selama kehamilan.