Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERANAN ZAT PENGATUR TUMBUH DALAM MIKROPROPAGASI TANAMAN MELON (Cucumis melo Linn.) Diana, Sariwulan
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 1, No 1 (1993): JPMIPA: Volume 1, 1993
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v1i1.34883

Abstract

Melon (Cucumismelo Linn.) merupakan salah satu tanaman familia Cucurbitaceae yang  kemungkinan besar berasal dari Afrika dan tergolong baru beredar di Indonesia. Potongan jaringan dari hipokotil mampu diinduksi untuk membentuk tunas secara langsung pada medium padat Murashigedan Skoog, dengan penambahan zat pengatur tumbuh lndoleacetic Acid (IAA) dikombinasikan dengan berbagai konsentrasi Kinetin. Medium yang paling cocok untuk pembentukan tunas adalah medium dengan perbandingan molar Kinetin terhadap IAA 225 kali (Kinetin 5,6 X 10-5 M; IAA 2, 5 X 1 0-7 MI. Medium yang paling cocok untuk pertumbuhan tunas adalah medium dengan perbandingan molar Kinetin terhadap IAA 100 kali (Kinetin 2,5 X 10-5 M; IAA 2, 5 X 1 0-7 MI. Akar terbentuk pada medium yang mengandung zat pengatur tumbuh lndolebutyric Acid (IBA).ABSTRACTMelon is one of the members of Cucurbita ceae originated from Africa, and is still retributed in Indonesia. By adding combination of lndoleacetic Acid (IAAI with various consentration of Kinetin, to small piece of tissue taken from hypocotyle, buds was formed directly in Murashigeand Skoog solid media. The best medium for bud forming was of 225 molar of Kinetin to molar Of IAA comparison (Kinetin 5,6 X 10-5 M; IAA 2,5 X 10-7 Ml. The medium for bud growth was of 100 molarof Kinetinto molar of IAA combination (Kinetin 2,5 X 10-5 M; IAA2,5 X 10-7 Ml. Root was formed in the medium with lndolebutyric Acid (IBA).
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEER ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN MORFOLOGI TUMBUHAN Diana, Sariwulan
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 21, No 1 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 1, 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v21i1.36261

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh penerapan strategi Peer Assisted Learning (PAL) dalam perkuliahan Morfologi Tumbuhan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan quasi eksperimental jenis pretest postest control group design. Rancangan tersebut mencakup satu kelompok mahasiswa yang diberi pretes (tes yang dilakukan sebelum perlakuan PAL) yang kemudian dilanjutkan dengan mengobservasi proses perlakuan PAL dan diakhiri postes. Satu kelompok mahasiswa lainnya (kontrol) hanya diberi pretes dan diakhiri postes. Ins-trumen penelitian meliputi angket untuk menjaring tutor, seperangkat soal pretes, soal responsi, soal postes dan angket tentang respon mahasiswa terhadap program PAL yang dilakukan. Penerapan strategi PAL ber-pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi sains mahasiswa dalam perkuliahan Mor-fologi Tumbuhan (thitung dari ttabel). Peningkatan literasi sains mahasiswa pada kelas eksperimen termasuk kategori sedang (N-gain 0,4) dan rendah (N-gain 0,1) pada kelas kontrol. Semua mahasiswa merespon positif terhadap startegi PAL yang dilakukan. ABSTRACTResearch on the effect Peer Assisted Learning (PAL) strategy implementation in Plant Morphology Course, which aims to improve students’ scientific literacy has been done. This study used an experimental method, with a quasi experimental pretest posttest control group design. The draft includes a group of students given a pretest (tests performed before PAL treatment) which is then followed by observing the PAL treatment process and posttest. One other student group (control) was observe only by pretest and posttest. The research instruments include a questionnaire to solicit tutor, a set of pretest and posttest questions, tutorial, and questionnaires about student response to the PAL program. Implementation of the PAL strategy significantly effected students’ scientific literacy ability (tcalc. dari ttable). Students’ scientific literacy ability were increased with moderate category (N-gain 0.4) in the experimental class and lower category (N-gain 0.1) in the control class. All students respond positively to the PAL strategy.
Efektivitas Pemberian Pupuk Organik dan Pupuk Non Organik terhadap Pertumbuhan dan Kemunculan Gangguan Fisiologis Ipomea reptans Poir. Saffanah Nadhirah; Afifi Mutiarani; Aulia Khaerunnisa; Fatma Ainul Ilmia; Feldina Gustanti; Hildawati Febiana; Maulana Yusuf; Naufalia Zahrannanda; Regina Pacis; Sariwulan Diana; Wahyu Surakusumah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangkung darat (Ipomoea reptans. Poir) termasuk  ke dalam tanaman hortikultura yang mudah dibudidayakan. Namun, kangkung perlu diberi asupan nutrisi yang cukup dengan pupuk yang tepat untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh perbedaan asimilasi zat nitrogen pupuk organik dan pupuk non organik (ZA) erhadap pertumbuhan dan gangguan fisiologi pada tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans. Poir). Penelitian dilaksanakan di Bandung Raya selama dua pekan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pengaruh perbedaan komposisi pupuk ZA (Z0=0 gram, Z1=0,25 gram, Z2=0,5 gram, Z3=0,75 gram) dan komposisi pupuk organik (O0=0 mL, O1= 55,25 mL, O2= 110,5 mL, O3=165,75 mL) terhadap tinggi tanaman dan panjang daun dari hari pertama sampai hari ketujuh. Selain itu juga diamati kemunculan gangguan fisiologi seperti kelayuan, klorosis dan nekrosis. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Analisis data dilakukan melalui uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kangkung yang diberi pupuk non organik (ZA) mengalami rata-rata pertumbuhan lebih tinggi 5,7 cm dibandingkan yang diberi pupuk organik serta terdapat beberapa gangguan fisiologis pada tanaman kangkung yang diberi perlakuan pupuk organik berupa nekrosis dan klorosis.
Pengaruh Perendaman Air Cucian Beras Putih dan Beras Merah Terhadap Laju Imbibisi dan Perkecambahan Biji Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Aulia Khairunnisa; Azkiya Annurbaiti; Dina Nur Permatasari; Fakhran Rozali Daulay; Mauseni Wantika Dewi; Nur Ilmiah Sakinah; Nusayba Abdul Wahid; Salma Salsabila; Yunita Yunita; Sariwulan Diana; Wahyu Surakusumah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai konsumsi tinggi di Indonesia, tetapi memiliki nilai produktivitas yang rendah. Beberapa bulan lalu, disinyalir sempat terjadi kenaikan harga kedelai impor yang berdampak pada terjadinya fluktuasi harga kedelai di domestik dan hasil produk olahannya seperti tahu dan tempe. Maka, perlu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan dilakukannya percobaan yang diprediksi dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman kacang kedelai yaitu dengan pemberian tambahan nutrisi yang terdapat pada air cucian beras merah dan putih. Air cucian beras merupakan salah satu limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan seringkali dibuang tanpa dimanfaatkan kembali. Dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kedelai di Indonesia sekaligus dalam rangka memanfaatkan limbah air cucian beras, penelitian mengenai pengaruh pemberian air cucian beras terhadap laju imbibisi serta perkecambahan biji kedelai ini pun dilakukan. Penelitian dilakukan dengan membuat air cucian beras putih dan beras merah dalam konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Perendaman dan perhitungan berat biji kedelai dilakukan pada interval waktu 2, 4, 8, 16, dan 24 jam untuk menelusuri pengaruh dari air cucian beras terhadap laju imbibisi dan membandingkan antara pengaruh larutan cucian beras putih, beras merah, dan juga kontrol terhadap perkecambahan sebagai output keberhasilan imbibisi. Setelah diuji secara statistik ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan antara berbagai konsentrasi air cucian beras putih dan beras merah terhadap laju imbibisi. Adapun untuk perkecambahan, kontrol diketahui memiliki rata-rata jumlah biji yang berkecambah lebih banyak dibanding perlakuan lainnya dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol dengan perlakuan-perlakuan lainnya.
Profil Awal Kompetensi Abad Ke-21 Siswa SMA dalam Menafsirkan Data dan Bukti Secara Ilmiah pada Konten Covid-19 Dita Agustian; Devi Deratama; Ana Ratna Wulan; Sariwulan Diana
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu aspek dan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh siswa abad ke-21. Keterampilan ini menjadi salah satu komponen penilaian dalam konsep merdeka belajar yang sudah seharusnya dilatihkan dan dibiasakan kepada siswa pada abad ke-21, sehingga profil keterampilan literasi sains siswa dapat diketahui sehubungan dengan peran vital siswa dimasa mendatang dalam membangan bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil awal literasi sains siswa jenjang SMA khususnya pada keterampilan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah (KMDBI) pada konten COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian adalah 97 siswa kelas XI SMA negeri dan swasta yang memiliki kategori cukup dan kurang berdasarkan nilai rata-rata UN tahun 2018 di Kota Bandung. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes tertulis KMDBI pada konten pandemik COVID-19 tiga paralel hasil pengembangan yang dianggap valid berdasarkan hasil validasi isi dan empiris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa SMA pada keterampilan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah masih sangat rendah, hal tersebut dibuktikan dengan capaian kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal pada setiap indikatornya tidak sampai pada 43%. Selain itu, capaian kemampuan siswa yang paling tinggi terdapat pada indikator menganalisis dan menafsirkan data dan menarik kesimpulan yang sesuai (KMDBI02) dengan rata-rata 0,34 dan yang paling rendah pada indikator membedakan argumen yang didasarkan pada bukti dan teori ilmiah dengan yang didasarkan pada pertimbangan lain (KMDBI04) dengan rata-rata 0,28. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur dan gambaran kepada berbagai stakeholders dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan asesmen untuk meningkatkan keterampilan literasi sains siswa.
LITERASI TUMBUHAN LANGKA MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI SEBAGAI HASIL TUGAS MINI RISET PERKULIAHAN BIOLOGI TUMBUHAN Sariwulan Diana; Ana Ratna Wulan; Sri Anggraeni
EDUSAINS Vol 11, No 1 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.354 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i1.11660

Abstract

RARE PLANT LITERACY FOR BIOLOGICAL EDUCATION STUDENTS AS A RESULT OF THE TASK OF MINI RESEARCH AbstractIndonesia is known as one of the mega biodiversity countries, but ironically biodiversity in Indonesia has actually decreased, so that there are around 240 species of plants already included in the list of endangered plants. Therefore a movement is needed to educate the academic community, in this case Biology Education students through lecture assignments about endangered plant literacy.  Thus the problem in this study is how the literacy of endangered plants of Biology Education students as a result of mini research in plant biology lectures. This research is a descriptive research. The research instruments included a mini research assessment sheet, which included aspects of the accuracy of determining plant species which included endangered categories, descriptions of morphology, classification and benefits of these plants. Biology Education students are assigned to survey, inventory and observe endangered plants in West Java. Overall endangered plant literacy of Biology Education students is good, but the aspect that is still lacking is in determining plant species in endangered categories. One of the plants found in Sukabumi area is Cynometra cauliflora including vulnerable plants. Need to develop assignments and assessments to assess endangered plant literacy of students to be more comprehensive. AbstrakIndonesia dikenal sebagai salah satu negara mega biodiversitas tetapi ironisnya  keanekaragaman hayati di Indonesia justeru  mengalami penurunan, sehingga  ada sekitar  240 jenis tumbuhan sudah masuk dalam daftar tumbuhan langka. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu gerakan untuk mengedukasi masyarakat akademis, dalam hal ini mahasiswa Pendidikan Biologi melalui tugas perkuliahan tentang literasi tumbuhan langka.  Dengan demikian masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana literasi tumbuhan langka mahasiswa Pendidikan Biologi  sebagai hasil tugas mini riset perkuliahan biologi tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen penelitian meliputi lembar penilaian  mini riset, yang meliputi aspek ketepatan penentuan spesies tumbuhan yang termasuk kategori langka,  deskripsi morfologi, klasifikasi dan  manfaat tumbuhan tersebut. Mahasiswa  Pendidikan Biologi  ditugaskan untuk mensurvey, menginventarisasi dan mengobservasi tumbuhan langka yang berada di daerah Jawa Barat. Secara keseluruhan literasi tumbuhan langka mahasiswa Pendidikan Biologi termasuk baik, tetapi aspek yang masih kurang sekali adalah pada penentuan spesies tumbuhan dalam kategori langka. Salah satu tumbuhan yang ditemukan di daerah Sukabumi adalah  Cynometra cauliflora termasuk tumbuhan berstatus rawan. Perlu pengembangan penugasan dan asesmennya  untuk menilai literasi tumbuhan langka mahasiswa agar  lebih komprehensif. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WHOLE GROUP JIGSAW DALAM PERKULIAHAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN Sariwulan Diana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 2, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.36077

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran whole group jigsaw dalam perkuliahan Embriologi Tumbuhan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, hasil belajar dan mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap model pembelajaran tersebut. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2011 di Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Topik perkuliahannya adalah mikrosporangium Angiospermae dan Gymnospermae untuk siklus I, dan struktur serta perkembangan mikrogametofit Angiospermae dan Gymnospermae untuk siklus II. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda dan isian tentang struktur mofologi bunga sebagai pengetahuan dasar embriologi tumbuhan dan digunakan untuk menjaring skor awal, soal isian tentang mikrosporangium Angiospermae dan Gymnospermae untuk menjaring skor akhir siklus I, soal isian tentang struktur serta perkembangan mikrogametofit Angiospermae dan Gymnospermae untuk menjaring skor akhir siklus II, dan lembar observasi presentasi kelompok mahasiswa, serta kuisioner untuk mengetahui respon mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran berupa presentasi makalah yang ditugaskan sama baiknya sejak siklus I. Hasil kuis akhir rata-rata meningkat dari 40,86 pada siklus I menjadi 57,24 pada siklus II. Peningkatan skor rata-rata kelompok terjadi kenaikan dari -12 pada siklus I menjadi 4,13 pada siklus II. Akibatnya dari siklus I hanya ada satu kelompok yang menjadi tim baik dan satu tim yang termasuk sangat baik, meningkat menjadi empat kelompok menjadi tim baik dan tiga kelompok termasuk tim sangat baik pada siklus II. Umumnya mahasiswa menanggapi dengan baik model pembelajaran ini.ABSTRACTA study concerning the application of whole-group instructional model lecture jigsaw in Plant Embryology has been carried out, which aims to improve the quality of learning, learning outcomes and student responses to determine the model lesson. The research was conducted in semester one of academic year 2011 in the Department of Biology Education FPMIPA UPI Bandung in the form of action research. Lecture topic is mikrosporangium Angiospermae and gymnosperms for the first cycle, and the structure and development of mikrogametofit Angiospermae and gymnosperms for the second cycle. The research instrument in the form of multiple choice questions about the structure and contents mofologi as basic knowledge of embryology flowers and plants are used to capture the initial score, a matter of stuffing about mikrosporangium Angiospermae and gymnosperms to capture the final score of the first cycle, about the contents of the structure and development of mikrogametofit Angiospermae and gymnosperms to solicit final score of the second cycle, and the observation sheet student group presentations, as well as questionnaires to study the response of students. The data collected was analyzed using descriptive statistics. The results showed that the quality of learning in the form of presentation of papers commissioned as good since the cycle I. The results of the final quiz average increased from 40.86 to 57.24 in the first cycle to the second cycle. The increase in the average score of the group there was an increase from -12 in the first cycle to 4.13 in the second cycle. As a result of the first cycle there is only one group who is a good team and a team that included a very good, up to four group into teams and three groups included both very good teams in the second cycle. Generally, students respond well to this learning model.
Pengaruh penerapan community of inquiry menggunakan LINE terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa SMA pada materi energi terbarukan Nurlistia Chandra Kirana; Sri Anggraeni; Sariwulan Diana
Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Vol 4, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/aijbe.v4i1.34822

Abstract

Creative thinking skills are needed by someone to face the challenges in the 21st century. A learning model is needed that can facilitate students to hone their creative thinking skills. Science learning must emphasize student activities through inquiry, one of which is the Community of Inquiry (CoI) learning model. Creative thinking skills in this study consist of aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. This study aims to analyze the effect of implementing the CoI learning model using LINE on high school students' creative thinking skills in renewable energy concept. The method and design used in this study was a quasi experimental non-equivalent control group design. Participants involved in this study consisted of 61 students who were determined by purposive sampling technique with the characteristics of class X MIPA students who have an account and are accustomed to using the LINE application. CoI learning using LINE was applied to the experimental class, while the control class carried out conventional online learning. Sources of research data were obtained from creative thinking test instruments, student response questionnaires, and observation sheets of learning model implementation. The test instrument for students' creative thinking skills was given as a pre-test and post-test. The results of the pre-test data analysis showed that the students' initial creative thinking skills in the control class and the experimental class were the same and were in the low category. After the learning was carried out, the average post-test score of the experimental class was higher than the control class and there was a significant difference in the mean. The N-gain score of the experimental class was included in the moderate category, while the control class was included in the low category. So, it can be concluded that the application of CoI learning using LINE affects creative thinking skills in renewable energy concept.
Upaya Remediasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Sel dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write Naufal Ahmad Muzakki; Sariwulan Diana; Didik Priyandoko
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i1.7381

Abstract

In cell material, many concepts are abstract and can cause students to experience difficulties in understanding them. Every concept in biology learning is interconnected so that every concept that is built can influence the formation of the next concept. However, often students' initial concepts are misconceptions, namely the concepts possessed by students conflict with the concepts raised by experts. A good learning experience is needed so that students can understand the concept correctly. One learning model that provides a learning experience to discover and understand concepts is the Think Talk Write learning model. The purpose of this research is to remediate misconceptions about cell material by using the Think Talk Write learning model. This study used an experimental method with the type of pre-experimental research and one-group pretest-posttest research design. The subjects in this study were students of class XI IPA at SMA Muhammadiyah 5 Rancaekek consisting of 36 students using a purposive sampling technique. Based on the results of data processing, it was found that misconceptions in the pretest resulted in as much as 12.78% and in the posttest it decreased to 6.25%. So it can be concluded that the Think Talk Write learning model can reduce students' misconceptions about cell material.
The Assessment Profile of The Skills to Interpret Data and Evidence Scientifically in High School on The Covid-19 Virus Pandemic Content Devi Deratama*; Ana Ratna Wulan; Sariwulan Diana; Dita Agustian
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 1 (2022): JANUARY 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.353 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i1.22375

Abstract

The assessments used in learning are often not in accordance with the demands of developing students' life skills and soft skills, when in fact these skills can be the basis for students to be able to compete with the global community in the future. This research aims to analyze the assessment of the skills to interpret data and scientific evidence on the written test of virus content used in Senior High Schools (SHS). The research method is descriptive through the collection of written test questions documents. The written test questions are analyzed on the Student Worksheet, Daily Test, Mid-Semester Assessment and Final Semester Assessment. A total of six schools in the city of Bandung categorized as public and private were selected by stratified random sampling representing the quality of each school. A total of 133 virus questions from six high schools in Bandung were collected for analysis. The research instrument used a validation rubric about science epistemic skills on indicators of skills in interpreting scientific data and evidence (PISA, 2019 framework). The data were analyzed qualitatively and quantitatively with descriptive statistics. The results showed that the questions used in schools on virus content (94.75%) had not measured the skills of interpreting scientific data and evidence. These questions also do not test students’ literacy in facing a virus pandemic. Only a minor proportion of items (2.25%) were found to test data interpretation and scientific evidence skills. In general, the subject of the test in schools still focuses on memory or memorization of material, basic understanding and does not present information or data to be processed and interpreted. Most of the questions presented are only in the form of basic concepts so that it does not require students to think at high levels and reason.