Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini pada Suku Dayak Dusun Laek Desa Bengkilu Handoko, Wahyuda Dwi; Fauziah, Pujiyanti; Dimyati, Dimyati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1021

Abstract

Terbatasnya penelitian tentang pengasuhan anak usia dini pada berbagai macam suku yang ada di Indonesia membuat peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tentang bagaimana pengasuhan anak usia dini  pada suku Dayak yang ada di Dusun Laek Desa Bengkilu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini Pada Suku Dayak Bakati Desa Bengkilu Yang Tinggal di Dusun Laek. Dalam  penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari ketua adat, purun (orang yang membantu dalam persalinan suku dayak) dan orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang  digunakan adalah model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menggabungkan antara gaya pengasuhan  authoritative (otoritatif) dan authoritarian yang diterapkan oleh para orang tua dalam mengasuh anak-anak mereka, sedangkan dalam sikap pengasuhan yang dilakukan orang tua dengan cara menanamkan nilai-nilai kesabaran, kejujuran, patuh, tegas, dan bebas serta menjunjung tinggi hukum adat dalam berperilaku
Analisis Kegiatan Mendongeng dalam Meningkatkan Perkembangan Nilai Moral Anak Usia Dini Gusmayanti, Elsy; Dimyati, Dimyati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan mendongeng dalam meningkatkan perkembangan nilai moral anak usia dini. Diketahui bahwa daya imajinasi anak sedang berkembang, dan daya imajinasi inilah yang dimanfaatkan oleh pendidik maupun peneliti dalam meningkatkan nilai moral anak. Metode dalam penelitian ini pun menggunakan kajian literatur dengan menelaah 25 jurnal terkait kegiatan mendongeng dan peningkatan kemampuan moral anak usia dini. Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah peneliti kaji, peneliti menemukan konsep dongeng yang sesuai seperti memiliki pesan dengan sifat cerita yang menyenangkan dan menghibur; mengandung nilai moral yang secara tidak langsung mampu mendidik anak; membuat anak fokus dan terlibat aktif; cerita harus memiliki sesuatu yang menarik rasa penasaran anak; bersifat santai; mengembangkan moral dan karakter anak; sesuai dengan umur dan perkembangan anak, dan memiliki literature yang kaya. Tidak monoton tentang satu tema saja. Adapun indikator yang menjadi tolak ukur dalam dongeng yang peneliti temukan anatara lain sabar, santun, jujur, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, peduli, dan sabar
Smart Sukuk Berbasis Blockchain Tinjauan Maqasid Syariah Al-Najjar Dimyati, Dimyati; Rosyadi, Moh. Imron; Fageh, Achmad
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 3 (2023): JIEI : Vol.9, No.3, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i3.10409

Abstract

The concept of Blockchain-based Smart Sukuk involves the use of Blockchain technology and smart contracts in the issuance and execution of Sukuk. Smart Sukuk and Blockchain: One of the innovations of Blockchain systems is smart sukuk. Effective issuance of smart sukuk allows small and medium enterprises (MSMEs) to take advantage of it. Because it increases transparency and eliminates the possibility of fraud or speculation in sukuk transactions, Blockchain is a technology that builds trust between issuers and investors. Smart Contracts: Smart contracts run on the Ethereum Blockchain and allow smart sukuk to be automated and executed digitally. Smart contracts eliminate some of the components and parties involved in conventional sukuk, such as trustees, registrars, payment agents, calculation agents, arrangers, listing agents, transfer agents, and security depository. MSME Financing Potential: Blockchain-based Smart Sukuk has the potential to support the development of MSMEs and the deepening of the Islamic financial sector. Efficiency and Transparency: The use of Blockchain technology in Smart Sukuk can increase efficiency, transparency, and cost, allowing companies to utilize sukuk structures more efficiently
Karakteristik psikologis atlet Sea Games Indonesia ditinjau dari jenis cabang olahraga dan jenis kelamin Nopiyanto, Yahya Eko; Dimyati, Dimyati
Jurnal Keolahragaan Vol. 6 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.136 KB) | DOI: 10.21831/jk.v6i1.15010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) karakteristik psikologis atlet SEA Games Indonesia ditinjau dari cabang olahraga individu, (2) ditinjau dari cabang olahraga tim, (3) perbedaan karakteristik psikologis atlet SEA Games Indonesia ditinjau dari cabang olahraga individu berdasarkan jenis kelamin, dan (4) olahraga tim berdasarkan jenis kelamin. Pendekatan penelitian ini adalah ex-post facto. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Semua subjek dalam populasi diikutsertakan dalam penelitian dengan jumlah 273 atlet. Pengumpulan data menggunakan kuesioner The Psychological Skills Inventory for Sports. Teknik analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) karakteristik psikologis atlet SEA Games Indonesia ditinjau dari cabang olahraga individu dalam kategori tinggi (2) ditinjau dari cabang olahraga tim dalam kategori tinggi (3) tidak ada perbedaan yang signifikan karakteristik psikologis atlet SEA Games Indonesia ditinjau dari cabang olahraga individu berdasarkan jenis kelamin dengan nilai sig. = 0,092  > 0,05; dan (4) ada perbedaan yang signifikan karakteristik psikologis atlet SEA Games Indonesia ditinjau dari cabang olahraga tim berdasarkan jenis kelamin dengan nilai nilai sig. = 0,000 < 0,05. The psychological characteristics of Indonesian Sea Games athletes in terms of sports and sex AbstractThis research was aimed to investigate : (1) the psychological characteristics of  Indonesian SEA Games athletes in terms of individual sports, (2) in terms of team sports, (3) the psychological characteristic differences of Indonesian SEA Games athletes in terms of individual sports based on sex, and (4) the psychological characteristic differences of  Indonesian SEA Games athletes in terms of team sports based on sex. This research employed the quantitative approach using the survey method with a restrospective causal-comparative design. This research was population research. All subjects in the population were included in this research with a total of 273 athletes. The data were collected using the Psychological Skills Inventory for Sports questionnaire and analyzed using the independent sample t test at. The research findings revealed that: (1) the psychological characteristics of  Indonesian SEA Games athletes in terms of individual sports were in a high category, (2) the psychological characteristics of  Indonesian SEA Games athletes in terms of team sports are in high category, (3) there were no significant differences in the psychological characteristics of  Indonesian SEA Games athletes in terms of individual sports based on sex sig. values = 0.092  > 0.05, and (4) there were significant differences in the psychological characteristics of Indonesian SEA Games athletes in terms of team sports based on sex with sig. values = 0.000 < 0.05.
Development of multiple intelligence ability tests of basketball in high schools Huda, Nurul; Sukarmin, Yustinus; Dimyati, Dimyati; Setiawan, Risky
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 3: August 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i3.21201

Abstract

The study's objectives are to i) develop a test kit to determine the ability of multiple intelligences (MI) to play basketball in high school and ii) measure a student's MI test ability in playing basketball. The method used is the development of instruments with analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE). The study subjects comprised five schools in five districts in Yogyakarta, Indonesia. With a total sample of 1029 students. The results showed i) that test kits developed to assess students' MI abilities meet valid and reliable requirements. It can be seen from the validity of the contents of V-Aiken (0.96) and the validity of the construct, namely the loading factor 0.3. With the analysis of the item classically, it detects that the level of difficulty and differentiability of the problem is good and according to the criteria; ii) the results of MI capability measurements show 55% of capabilities with the "high" category, 35% with the "medium" category, and 10% with the "low" category.
Restrukturisasi Syariah: Upaya Penyelesaian Cidera Janji (Wanprestasi) Investasi Syariah Budi Santoso, M. Syafi’i; Nur Husen, Muhammad; Ilma Ahmad, Zakiyyah; Dimyati, Dimyati
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 15 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v15i2.2925

Abstract

Default in this sharia investment practice is when the issuer is unable to pay the obligations that should be paid to the securities holders (investors) according to the agreed terms when the maturity date has arrived. This study will examine in depth related to the efforts to settle defaults (default) on Sharia Investments with Sharia Restructuring. The method used in this research is to use a qualitative approach that is library research using books or journals. recognized restructuring in accordance with the basic principles of sharia: First, the restructuring of sukuk is carried out by creating the same economic results as conventional bonds by maintaining sharia principles so that all sukuk transactions must be halal. Second, the form of avoiding restructuring requires the prohibition of usury (paying or taking interest), gharar (unclear, fraud, ambiguity) and maysir (embedding games). Sukuk certificate holders can only receive benefits from asset performance and are prohibited from making payments under any circumstances in a sukuk restructuring. Third, the prohibition of investments that are not based on sharia principles. Keywords: Default, Sharia Investment, Restructuring
Law Enforcement Problems in Prosecuting Crime in the Capital Market Qolbi, Muhammad Ainun; Dimyati, Dimyati
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 14 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2024.14.2.165-191

Abstract

Abstract: This study focuses on the evolution and challenges of law enforcement within Indonesia's capital market. The capital market plays a pivotal role in the nation's economic development and financial services. The establishment of the Financial Services Authority (OJK) aims to ensure orderly, transparent, and fair financial activities, striving for stability and protecting the interests of consumers. However, despite the market's modernization, the capital market faces growing challenges related to criminal activities. These challenges stem from outdated laws, inadequate law enforcement, and the dynamic nature of market crimes. Such offenses include fraud, market manipulation, insider trading, and unregulated activities like short selling. The paper addresses the need to identify and address the escalating violations and crimes within the capital market, emphasizing the complexities of providing evidence for these modern, technology-driven transactions. Ultimately, the effectiveness of sanctions relies on robust law enforcement to maintain a secure and trustworthy capital market. This analysis discusses the unique characteristics of criminal activities within the capital market, focusing on information as the primary object of these offenses. Perpetrators rely on their market insights rather than physical actions, making detection and proof challenging. Crimes in the capital market entail administrative, criminal, and civil penalties, primarily centered on fraud, market manipulation, and insider trading. The legal framework in Law No. 8 of 1995 on Capital Markets outlines these offenses and their corresponding penalties. Law enforcement mechanisms transition from administrative to civil and finally to criminal sanctions. Ensuring ethical standards within the business realm is crucial, requiring codified regulations to maintain market integrity and protect investors. Keywords: Law Enforcement; Capital Market Crime; Financial Services Authority. Abstrak: Penelitian ini berfokus pada evolusi dan tantangan penegakan hukum di dalam pasar modal Indonesia. Pasar modal memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi dan layanan keuangan nasional. Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertujuan untuk memastikan kegiatan keuangan yang tertib, transparan, dan adil, dengan berupaya menjaga stabilitas serta melindungi kepentingan konsumen. Namun, meskipun pasar telah mengalami modernisasi, pasar modal menghadapi tantangan yang semakin besar terkait aktivitas kriminal. Tantangan ini berasal dari undang-undang yang sudah usang, penegakan hukum yang kurang memadai, serta sifat dinamis dari kejahatan pasar. Pelanggaran tersebut meliputi penipuan, manipulasi pasar, perdagangan orang dalam, dan aktivitas yang tidak diatur seperti penjualan kosong (short selling). Makalah ini membahas perlunya mengidentifikasi dan mengatasi peningkatan pelanggaran serta kejahatan di dalam pasar modal, dengan menekankan kompleksitas pembuktian dalam transaksi modern yang didorong oleh teknologi. Pada akhirnya, efektivitas sanksi bergantung pada penegakan hukum yang kuat untuk menjaga pasar modal yang aman dan terpercaya. Analisis ini membahas karakteristik unik dari aktivitas kriminal dalam pasar modal, dengan fokus pada informasi sebagai objek utama dari kejahatan tersebut. Pelaku mengandalkan wawasan mereka terhadap pasar daripada tindakan fisik, sehingga deteksi dan pembuktian menjadi sulit. Kejahatan di pasar modal mencakup sanksi administratif, pidana, dan perdata, yang terutama berfokus pada penipuan, manipulasi pasar, dan perdagangan orang dalam. Kerangka hukum dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mengatur pelanggaran-pelanggaran ini beserta sanksinya. Mekanisme penegakan hukum bertransisi dari sanksi administratif ke perdata dan akhirnya ke pidana. Menjaga standar etika dalam dunia bisnis sangat penting, yang membutuhkan regulasi yang dikodifikasi untuk menjaga integritas pasar dan melindungi investor. Kata Kunci: Penegakan Hukum; Tindak Pidana Pasar Modal; Otoritas Jasa Keuangan.