Diny Dinarti
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti, Kampus IPB, Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Induksi Tetraploid Tunas Pucuk Jeruk Siam Simadu (Citrus nobilis Lour) Menggunakan Kolkisin secara In Vitro Yulianti, Fitri; Purwito, Agus; Husni, Ali; Dinarti, Diny
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.427 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i1.9593

Abstract

Seedless fruit is one of the criteria (necessary) to improve the quality of Simadu tangerine. The most effective method to obtain seedless triploid cultivars is hybridisation between tetraploid and diploid parents. Simadu tangerine is a diploid plant. Tetraploid Simadu tangerine can be obtained with doubling chromosome using colchicines.The aim of this research was to obtain tetraploid Simadu tangerine shoot which would serve as parent to produced seedless Simadu tangerine. Shoot-tips of Simadu tangerine without leaves were treated with colchicines at four different concentrations (0, 0.1, 0.2, and 0.3%) for 3 hours. The results showed that the high concentration of 0.3% reduced survival rate. The colchicine treatments reduced growth of shoot-tip of Simadu Tangerine.The leaves of colchicines treated shoots were thicker than control. Leaves from control (0% colchicine) and 0.1% colchicine treated shoots had 8.67 and 18.25 chloroplast per pair of guard cells. Compared to those of control, leaves with 0.1% colchicine had lower stomatal density, and larger stomatal size. It appeared that 0.1% colchicine treatment resulted in tetraploid Simadu Tangerine Shoot.Keywords:chloroplasts, doubling chromosomes, stomatal size, stomatal density
Ketahanan Beberapa Klon Kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap Asam Fusarat dan Penyakit Busuk Kering Umbi Sari, Dewi Citra; Dinarti, Diny; Suwarno, Willy Bayuardi; Purwito, dan Agus
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.676 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i2.13488

Abstract

ABSTRACTFusaric acid produced by Fusarium spp. played a major role in potato dry rot development. Using fusaric acid as a selection agent may be useful to identify resistant clones. The aim of this experiment was to evaluate the morphological responses of 10 potato clones (Granola, Atlantic, Cipanas, DTO 28, DTO 33, Russet Burbank, IPB 1, CIP 801040, CIP 801045, dan CIP 801050) and their resistance level to fusaric acid and Fusarium solani. The research was conducted in Plant Breeding Laboratory and Tissue Culture Laboratory 3, Departement of Agronomy and Horticulture from April 2014-February 2015. The in vitro experiment was arranged in a randomized block design with 4 fusaric acid concentrations and 4 replications, while the F. solani infection experiment was arranged in a completely randomized design with 5 replications. The result showed that fusaric acid inhibits growth, reduce microtubers production, and caused planlets death. Correlation analysis between in vitro resistance to fusaric acid and F. solani infection on tuber showed positive and notable result. Accordingly, fusaric acid can be used to identify any clones resistant to F. solani.Keywords: Fusarium solani, phytotoxin, selection
Perbanyakan Pepaya (Carica papaya L.) ‘Sukma’ In Vitro dari Eksplan Tunas Pucuk sebagai Respon terhadap BA dan NAA Wardani, Fitri Fatma; Efendi, Darda; Dinarti, Diny; Witono, dan Joko Ridho
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.306 KB) | DOI: 10.24831/jai.v47i2.25115

Abstract

Papaya is one of tropical fruits native to Southern Mexico and which have been cultivated in Indonesia for a longtime. Papaya is usually propagated by seeds. Therefore, the offsprings are not true-to-type. This study was conducted todevelop a protocol of in vitro propagation of papaya ‘Sukma’ from shoot tips of in vitro germinated seeds as explants. Seedswere extracted from fruit that physiologically ripe and it germinated on MS basal medium. The experiment was set up in arandomized block design with culturing day as blocks (four blocks) and various concentrations of BA (0.0, 0.5, 1.0, 1.5, and2.0 mg L-1) in MS medium enriched with NAA 0.5 mg L-1 as treatment. Shoot tips in the MS medium without plant growthregulator as control so there was six treatments and 24 observation units. Each observation units contained five culturevessels and each culture vessels contained four explants. The results showed that the highest number of shoots, number ofleaves, number of nodes, and percentage of explant forming callus were obtained by BA 1.0-1.5, 1.0-2.0, 0.5-2.0, and 1.0-1.5 mg L-1, respectively. The highest percentage of explant forming roots were obtained in medium without BA. Analysis ofregression showed that the optimum concentration to get the highest number of shoots and leaves were BA 1.31 and 1.35 mgL-1, while explants will be rooted in medium without BA. Thus, in vitro propagation for papaya ‘Sukma’ should be conductedin two steps, i.e. for shooting and rooting growth.
Sterilisasi dan Pertumbuhan In Vitro Tunas Aksilar Pepaya Kultivar Callina dan Caliso Efendi, Darda; Dinarti, Diny; Fajri, Rahmi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.698 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.33914

Abstract

Pepaya tipe sedang dan kecil sudah digemari di Indonesia sejak satu dekade lalu. Sebagian besar tanaman pepaya yang diperbanyak dari biji menghasilkan profit yang rendah karena heterogenitas dan variasi genetik yang diakibatkan oleh penyerbukan silang, sehingga diperlukan kegiatan secara kultur in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Bogor, dari November 2018 hingga Januari 2020. Eksplan merupakan tunas aksilar pepaya kultivar Callina dan Caliso umur 2 minggu. Penelitian dirancang secara faktorial dalam lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini dibagi menjadi dua percobaan: a) Percobaan pertama bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode sterilisasi dengan faktor sumber eksplan (rumah kaca dan lapangan) dan metode sterilisasi (M1, M2, M3, dan M4), dan b) Percobaan kedua bertujuan untuk optimalisasi konsentrasi BAP dan GA3 pada pertumbuhan tunas dengan konsentrasi BAP 0.0, 0.5, 1.0, 1.5, dan 2.0 mg L-1, dan konsentrasi GA3 0.0, 0.3, dan 0.4 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan dari rumah kaca pada sterilisasi metode M4 menghasilkan tingkat kontaminasi terendah yaitu 19.9% untuk Caliso dan 29.9% untuk Callina. Media terbaik untuk menghasilkan tinggi tunas optimum adalah BAP 0.5 mg L-1 dan GA3 0.3 mg L-1 untuk Caliso dan BAP 0.5 mg L-1 dan GA3 0.4 mg L-1 untuk Callina dengan tinggi rata-rata 1.6 dan 1.8 cm, sehingga tunas dapat dipindahkan ke tahap pengakaran. Kata kunci: Asam giberelat, Benzyl amino purine, Carica papaya, kontaminasi, sterilisasi
Evaluasi Metabolomik Mutan Putatif Bawang Putih (MV3) Hasil Iradiasi Gamma LD50 Syarifah Iis Aisyah; Winarni, Utin; Diny Dinarti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.72 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.38086

Abstract

Peningkatan keragaman genetik bawang putih dapat melalui pemuliaan mutasi buatan menggunakan sinar gamma. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis iradiasi gamma pada LD50 terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan senyawa metabolit generasi MV3 tiga genotipe bawang putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2020 di Kebun Percobaan Pasir Sarongge IPB. Percobaan terdiri atas enam populasi mutan bawang putih tanpa ulangan, yaitu Ciwidey 0 Gy , Ciwidey 6 Gy, Tawangmangu Baru 0 Gy, Tawangmangu Baru 8 Gy, Lumbu Kuning 0 Gy, Lumbu Kuning 10 Gy. Setiap populasi memiliki jumlah individu yang berbeda tergantung ketersediaan bahan tanam dari generasi sebelumnya. Total 364 tanaman yang diuji tersebut diamati pertumbuhan dan produksi tanaman. Hasil penelitian paparan dosis LD50 pada semua genotipe bawang putih menurunkan diameter umbi, jumlah siung dibandingkan kontrol. Senyawa baru yang terdeteksi pada CW 6 Gy yaitu 2-Hexanol; 2-Hexanol, 3,4-dimethyl-; Cyclopentene, 1,2,3,3,4-pentamethyl-; Trisulfide, methyl 2-propenyl. Senyawa baru yang terdeteksi pada LK 10 Gy yaitu Butyl isobutyl phthalate; 2-Pentanol, 2-methyl-; Ether, 2-chloro-1-methylethyl isopropyl; Hentriacontane; Isoamyl lactate. Senyawa baru yang terdeteksi pada TMB 8 Gy yaitu; Cyclopentene, 1,2,3,3,4-pentamethyl-; Decane; 3-Vinyl-1,2-dithiacyclohex-4-ene; Diallyl disulphide. Kata kunci: allicin, antimikroba, GC-MS, metabolomik, mutan
Pengelolaan Pemupukan di Perkebunan Pisang Cavendish Klon DM2 Lampung Timur, Lampung Anwar, Syaiful; Dinarti, Diny; Purwito, Agus
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48440

Abstract

Pisang merupakan buah tropis yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga dibutuhkan peningkatan produksi buah pisang yang tinggi dengan kualitas yang baik melalui manajemen pemupukan. Kegiatan penelitian bertujuan mempelajari pengelolaan pemupukan pisang Cavendish klon DM2 di Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2019. Pengamatan pengelolaan pemupukan meliputi konsep 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat) dan evaluasi produksi. Analisis data hasil penelitian menggunakan Uji t-student. Hasil pengamatan di areal dibandingkan dengan standar dari Departemen Research and Development. Pemupukan di kebun telah memenuhi kriteria tepat kerja. Ketepatan realisasi dosis pupuk Urea, Kiesrite, dan ZnSO4 telah tepat dosis, sedangkan pupuk KCl dan Petro cas kurang tepat dosis. Realisasi waktu pemupukan belum memenuhi standar kebun. Ketepatan cara pemupukan Urea, KCl, dan Petro cas telah memenuhi kriteria, namun Kiestrite dan ZnSO4 belum memenuhi standar kebun. Semua jenis pupuk belum tepat tempat saat aplikasi kecuali pupuk ZnSO4. Umur buah rata-rata yang dipanen pada sampel blok pengamatan belum maksimal dengan lebar buah yang masih di bawah standar kebun. Jumlah sisir dan hasil bobot tandan juga masih lebih rendah dibandingkan standar kebun. Kata kunci: pisang, pupuk, produksi, tandan
Pertumbuhan Tunas Temu Putih secara In Vitro pada Beberapa Komposisi Zat Pengatur Tumbuh Nazhira, Amalia; Dinarti, Diny; Sudarsono
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.56863

Abstract

Rimpang jahe putih memiliki masa dormansi selama 2-3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi zat pengatur tumbuh (ZPT) yang sesuai untuk perbanyakan tunas jahe putih secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 3 AGH pada bulan Maret hingga Agustus 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial (RAL) dengan 5 taraf komposisi ZPT pada media dasar MS, yaitu media MSo tanpa penambahan ZPT (kontrol); 3 ppm BAP + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA; 9 ppm BAP; 1.5 ppm TDZ; 3 ppm Kinetin + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap unit percobaan terdiri dari 2 botol dan setiap botol ditanam satu eksplan. Penambahan 3 ppm BAP + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA dan 3 ppm Kinetin + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA memberikan hasil multiplikasi tunas yang paling tinggi, yaitu 6,8 tunas. Penambahan ZPT pada media tidak berpengaruh nyata terhadap pemanjangan tunas, pertambahan jumlah daun, dan pembentukan akar. Perlakuan dengan penambahan 3 ppm BAP + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA; 9 ppm BAP; dan 3 ppm Kinetin + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA menghasilkan plantlet yang menunjukkan kelangsungan hidup 100% pada masa aklimatisasi dua minggu. Kata kunci: auksin, multiplikasi, planlet, sitokinin, Zingiberaceae
OPTIMASI PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT Dendrobium lasianthera MELALUI APLIKASI PACLOBUTRAZOL PADA FASE AKLIMATISASI Aline Sisi Handini; Diny Dinarti; Putri Nur Arrufitasari; Oentari Prilaningrum Sutanto; Careca Sepdihan Rahmat Hidayatullah
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2026.v10i1.285

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor: konsentrasi paclobutrazol. Lima tingkat konsentrasi paclobutrazol digunakan, yaitu 0, 5, 10, 15, dan 20 ppm, dengan lima ulangan untuk setiap perlakuan, menghasilkan 25 unit eksperimen. Setiap unit eksperimen berisi 10 planlet, dengan total tanaman 250 planlet Dendrobium lasianthera. Setiap unit eksperimen diamati pada lima planlet, sehingga total 125 planlet sebagai unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi paclobutrazol secara signifikan mengurangi lebar daun pada 6, 7, dan 8 minggu setelah perlakuan (MST). Perlakuan paclobutrazol mengurangi lebar daun, dengan lebar daun terkecil teramati pada konsentrasi 15 ppm, yaitu 0,56 cm pada 8 MST. Aplikasi paclobutrazol menunjukkan respons positif terhadap pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium lasianthera. Reaksi positif terhadap aplikasi paclobutrazol ditunjukkan oleh munculnya akar lateral dan diameter sel palisade, serta tidak adanya penghambatan pada panjang daun. Efek positif ini diyakini membuat kondisi tanaman lebih vigor, sehingga meningkatkan potensi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium lasianthera setelah aklimatisasi. Dalam pengamatan terhadap panjang daun, jumlah akar, panjang akar, diameter akar, kepadatan, dan diameter sel palisade bahwa aplikasi paclobutrazol tidak memiliki efek yang signifikan.
Pengaruh BAP dan Sukrosa terhadap Perbanyakan Jahe Empirit (Zingiber officinale Rosc var. amarun) secara In Vitro Marai Rahmawati; Sandra A. Aziz; Diny Dinarti; Dodo R. Sastra
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.905 KB) | DOI: 10.24831/jai.v32i3.1461

Abstract

The need to produce numerous and good quality plantlet in short time has been carried out with in vitro culture. The objective of this research was to study BAP and sucrose effect on the in vitro multiplication of small ginger. Research was done in Plant Tissue Culture Laboratory, Department of Agronomy. Bogor Agricultural University from November 2002 until August 2003. The treatment used BAP 0, 1, 2, 3, 4, 5 ppm and sucrose 20, 30, 40, 50 g/l. The result showed that sucrose significantly influenced shoot number in 2-5 and 8 Week After Planting (WAP) and leaf number in 2-7 WAP; root length, root number and explant fresh weight. BAP only significantly influenced leaf number in 7 WAP and root quality. With time shoot color changed from green to yellow. Higher RAP and sucrose concentration increased micro rhizome percentage. Sucrose 40 g/l or RAP 2 ppm gave numerous shoot and high explant fresh weight. Key words : Zingiber officinale Rosc var. amarun, In vitro, BAP, Sucrose
Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh BAP dan IAA terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Daun Dewa (Gynura procumbens (Back)) dalam Kultur in Vitro Ardianto Mufa'adi; Sandra Arifin Aziz; Diny Dinarti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.888 KB) | DOI: 10.24831/jai.v32i3.1462

Abstract

Gynura procumbens (Back) has been used for traditional medical treatment in Indonesia. Micropropagation. one of propagation methods, becomes an effective method in propagating the G. p.rocumbens (Back). The in vitro research using The group Randomize Block Design was conducted to study the growth and development of G. procumbens (Back) explant by applying combinations of BAP ( 0, /,2, and 3 ppm) and IAA (0, 0.5, and / ppm) in the Murashige and Skoog (MS) medium. The results showed combination of BAP 3 ppm and IAA 0.5 ppm was the optimum combination for the shoot multiplication, which produced 85.4 shoots per bottle. BAP 3 ppm combined with / ppm of lAA resulted in 100 % callussed culture with the largest diameter. Key words: Gynura u.rocumbens (Back), BAP, IAA, in Vitro
Co-Authors , Krisantini Agus Purwito Ali Husni Aline Sisi Handini Anas Dinurrohman Susila Aqlima , Aqlima, nFN Ardianto Mufa'adi Arfan Nazhri Simamora Arfan Nazhri Simamora ARSYAD, MIRZA ARSIATY ASMONO, DWI Awang Maharijaya Azzahra, Elmi Irmayanti Bambang S. Purwoko Careca Sepdihan Rahmat Hidayatullah Cartealy, Imam Civi Cartealy, Imam Civi Chitra Priatna Cucun Yuliana Debi Rani Mutiara Dendih Sukmadijaya Devit Purwoko Dodo R. Sastra Donny Hartanto Dwi Murti Puspitaningtyas, Dwi Murti Efendi, Darda Efi Toding Tondok Erviana Eka Pratiwi Fahmi Muhammad Cokrosudibyo Fathur Rahmi, Atika Fatsan, Ahmad Fitri Fatma Wardani Fitri Fatma Wardani Fitri Rachmawati Fitri Yulianti Fitro Adi Cahyo Hailu, Molla Gebreyohannes Halimah Widyaningrum Imam Civi Cartealy Ismail Maskromo Isna Tustiyani Joko Ridho Witono Khairiyah, Hayat Kusumawardani, Annisa Try Marai Rahmawati Maria Utami Dewi Wardhani, Maria Utami Dewi Megayani Sri Rahayu Meliyana Muhamad Syukur Muhammad Alif Baharudin Muhammad Reza Zakie Nazhira, Amalia Ni Made Armini Wiendi Nurul Khumaida Nurul Khumaida Oentari Prilaningrum Sutanto Prabawati Hyunita Putri Purwoko, Bambang Sapto Purwoko, Devit purwoko, devit Putri Nur Arrufitasari Rachmani, Inda Hidayati Rahmadara, Gemilang Rahmi Fajri Refa Yulianingsih Rusmiyati, Henny Ryan Budi Setiawan Sandra A. Aziz Sandra Arifin Aziz Sandra Arifin Aziz Sari Nurulita Sari, Dewi Citra Sari, Rahmah Dian Shandra Amarillis Siswahyudianto Siti Shofiya Nasution Sobir Sobir SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Wening Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono SUDARSONO, nFn Sugiyanta Suparjo Syaiful Anwar Syarifah Iis Aisyah Teuku Tajuddin Teuku Tajuddin TINCHE, nFn Urip Sayekti Wening Kusuma Wardani Widaningsih, Ida Wika Anrya Darma, Wika Anrya Willy Bayuardi Suwarno Winarni, Utin Winarso D. Widodo Witono, dan Joko Ridho Yayu Alitalia Yuliana, Cucun Yupi Isnaini Yusnita Sari, Yusnita Yusup Bahrul Ulum