Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Aktivitas Antivirus Fraksi Air dan Fraksi Eter Ekstrak Etanol Daun Ki Tolod (Laurentia longiflora (L.) Peterm) Terhadap Virus Newcastle Disease dan Profil Kromatografi Lapis Tipisnya Rizki Kurniagusti Pertiwi; Diniatik Diniatik; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3869.385 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antivirus fraksi air dan fraksi eter ekstrak etanol daun Ki tolod (Laurentia longiflora (L.) Peterm) terhadap virus Newcastle Disease dan profil kromatografi lapis tipisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi fraksi air dan fraksi eter dari ekstrak daun Ki tolod sebagai antivirus, mengetahui profil kromatografi lapis tipis dan mengetahui golongan senyawa yang terkandung di dalamnya.Metode untuk mengetahui aktivitas antivirus fraksi air dan fraksi eter dari ekstrak daun Ki tolod menggunakan uji hemaglutinasi. Penelitian ini menggunakan fraksi air dan fraksi eter ekstrak etanol daun ki tolod dan telur ayam berembrio dengan umur 9-12, dengan variasi konsentrasi sebesar 150 µg/ml, 100 µg/ml, 50 µg/ml. Data yang diamati adalah persentase penghambatan pertumbuhan virus. Data tersebut dianalisis secara statistik dengan ANAVA dua arah dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil analisis golongan senyawa menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT).Hasil uji aktivitas antivirus terhadap virus Newcastle Disease pada fraksi air konsentrasin dosis 150 µg/ml, 100 µg/ml, 50 µg/ml menunjukan daya hambat rata-rata tiap konsentrasi yaitu 91,66 %, 89,58 %, 79,17 %. Pada fraksi eter konsentrasi dosis 150 µg/ml, 100 µg/ml, 50 µg/ml menunjukan daya hambat rata-rata tiap konsentrasi yaitu 98,69 %, 95,83 %, 66,67 %. Pada kontrol positif osetalmivir menunjukan daya hambat rata-rata sebesar 94,79%. Hasil pengujian kromatografi lapis tipis menunjukan bahwa fraksi air ekstrak daun ki tolod mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin dan alkaloid, fraksi eter ekstrak daun ki tolod mengandung golongan senyawa flavonoid dan alkaloid.
EFEK IMUNOSTIMULATOR EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus L Merr) TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG Tresna Asih Santoso; Diniatik Diniatik; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.786

Abstract

ABSTRAK Phyllantus niruri (L) yang merupakan famili dari Euphorbiaceae diketahui memiliki efek imunostimulator. Tanaman katuk dan meniran merupakan anggota famili Euphorbiaceae, sehingga dimungkinkan memiliki kandungan senyawa yang hampir mirip. Daun katuk mengandung senyawa flavonoid yang dimungkinkan memiliki efek imunostimulator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) memiliki efek imunostimulator terhadap aktivitas makrofag. Metode yang digunakan adalah metode fagositosis makrofag. Penelitian ini menggunakan mencit jantan galur swiss umur 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 g dibagi menjadi 6 kelompok dan diberi ekstrak etanol daun katuk dengan dosis 35 mg/kg BB, dosis 70 mg/kg BB, 140 mg/kg BB, levamisol 2,5 mg/kg BB, stimuno 9,1 mg/kg BB dan kontrol negatif Na CMC 1% selama 7 hari. Pada hari ke-8 diinfeksi secara intraperitoneal dengan bakteri Staphylococus aureus 105. Analisis dilakukan menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Dari 100 sel makrofag yang memfagosit latex pada dosis 35 mg/kg BB rata-rata adalah 37,00, dosis 70 mg/kgBB rata-rata adalah 44,00, dosis 140 mg/kg BB rata-rata 49,67, stimuno 9,1 mg/kg BB rata-rata 57,67, dan levamisol 2,5 mg/kg BB rata-rata 62,00. Pada 100 sel jumlah latex yang difagosit makrofag pada dosis 35 mg/kg BB rata-rata adalah 73,00, dosis 70 mg/kg BB rata-rata 78,00, dosis 140 mg/kg BB rata-rata 84,33, stimuno 9,1 mg/kg BB rata-rata (91,67), dan levamisol 2,5 mg/kg BB rata-rata 93,00. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun katuk dosis 140 mg/kg BB memiliki efek imunostimulator. Kata kunci: ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr), fagositosis, makrofag, imunostimulator. ABSTRACT Phyllantus niruri (L) of Euphorbiaceae has stimulator effect. Katuk and meniran plants are the family of Euphorbiaceae so that it is possible to contain similiar coumpound. Katuk leaf contain flavonoid compound it is likely to have imunostimulator. The study was to determine if the ethanol extract of katuk leaf (Sauropus androgynus (L) Merr) has the imunostimulator towards macrophage activites. This is an experimental research used 2-3 month male mice of swiss type with 20-30 g. They were diveded into six groups and given ethanol extract of katuk leaf with certain dosages 35 mg/kg BB, 70 mg/kg BB, 140 mg/kg BB, levamisol 2.5 mg/kg BB, stimuno 9.1 mg/kg BB and negative control of Na CMC 1% in seven days. On the 8th day, they were infected intraperitoneally by giving 105 Staphylococus aureus bacteria. From 100 cel macrophage cell which latex was phagocytosis on dosage 35 mg/kg BB (37.00), dosage 70 mg/kg BB (44.00), dosage 140 mg/kg BB (49.67), stimuno 9.1 mg/kg BB (57.67), levamisol 2.5 mg/kg BB ( 62.00). The result from 100 cell of latex which was phagocyt dosage 35 mg/kg BB (73.00), dosage 70 mg/kg BB (78.00), 140 mg/kg BB (84.33) levamisol 2.5 mg/kg BB (93.00), stimuno 9.1 mg/kg BB (91.67). The result showed that on dosage 140 mg/kg BB have imunostimulator effect. Key words: ethanolic extract of leaf (Sauropus androgynus (L) Merr), phagocytosis macrophage, imunostimulator cream.
PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN UJI AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.) TERHADAP VIRUS Avian influenza Feni Nurul Hidayanti; Diniatik Diniatik; Ika Yuni Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.570

Abstract

ABSTRAK Virus merupakan parasit berukuran mikroskopik, menginfeksi sel organisme biologis, dan hanya dapat bereproduksi dalam material hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antivirus dari ekstrak etanol daun tapak liman (Elephantopus scaber L.) terhadap Virus Avian influenza beserta profil kromatografi lapis tipisnya. Ektrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96 %. Uji aktifitas antivirus ekstrak etanol daun tapak liman (Elephantopus scaber L.) menggunakan uji hemaglutinasi, uji hemaglutinasi dilakukan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun tapak liman (Elephantopus scaber L.) terhadap virus Avian influenza. Penelitian ini dianalisis dengan Uji T dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis golongan senyawa ekstrak etanol daun tapak liman menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil uji aktifitas antivirus terhadap virus Avian influenza pada konsentrasi dosis 100µg/mL, 10µg/mL, 1µg/mL menunjukkan daya hambat rata-rata tiap konsentrasi, pada konsentrasi 100µg/ml adalah 96,737%, pada konsentrasi 10µg/ml adalah -700%, dan pada konsentrasi 1µg/ml adalah -775%. Hasil pengujian kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak liman (Elephantophus scaber L) mengandung golongan senyawa flavonoid, seskuiterpen lakton dan steroid. Kata kunci : antivirus, ekstrak etanol, tapak liman, Avian Influenza, lapis tipis. ABSTRACT Virus is the microscopic of measured parasite, to infection the organism cell, and only reproducing in material life. The purpose of this research is to know is there antiviral activity or not from the ethanol extract of tapak liman leaves (Elephantopus scaber L.) to Avian Influenza virus including thin layer chromatography profile. The extract was made by maceration method with using ethanol of 96%. Test antiviral activity of ethanol extract tapak liman leaves (Elephantopus scaber L.) using hemaglutinasi test, the test is `performed to determine hemaglutinasi inhibit the ethanol extract of tapak liman leaves (Elephantopus scaber L.) against Avian influenza virus. This research was analyze with the T test with 95% confidence level. The results of group analyse the ethanol extract of tapak liman leaves (Elephantopus scaber L.) compounds tapak liman using thin layer chromatography (KLT). Antiviral activity of test results against Avian influenza virus at the dose concentration of 100μg/ml, 10μg/ml, 1μg/ml shows the average drag each concentration, the concentration of 100μg/ml is 96,737%%, the concentration of 10μg/ml is -700%, and the concentration of 1μg/ml is -775%. The results of thin layer chromatography test (KLT) showed that the ethanol extract of tapak liman leaves (Elephantopus scaber L.) contains a group of flavonoids compound, seskuiterpen lactone and steroid. Keyword: antiviral, ethanol extract, tapak liman, Avian Influenza, thin layer
EFEK SEDASI DARI VARIASI DOSIS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) PADA MENCIT Inna Marfu’ah; Sudarso Sudarso; Diniatik Diniatik
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.793

Abstract

Intisari Salah satu penggunaan obat tradisional adalah dalam mengatasi gangguan tidur, tumbuhan yang sering digunakan secara empiris oleh masyarakat dan berkhasiat sebagai penenang adalah kangkung (Ipomoea aquatic Forsk) Tanaman dengan marga Ipomoea mengandung suatu senyawa turunan Lisergic acid yang diketahui berkhasiat sebagai halusinergik. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan tumbuhan yang satu marga dengan kangkung, sehingga pada penelitian ini diuji efek sedasi dari daun ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek sedasi ekstrak etanol daun ubi jalar pada mencit jantan galur DDY. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu jenis eksperimental dengan rancangan penelitian posttest only control group design dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Pada penelitian ini dibuat 6 perlakuan yaitu kontrol positif fenobarbital 54,6 mg/KgBB, kontrol negatif Na CMC 1%, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun ubi jalar dosis 95,5 mg/KgBB; 191 mg/KgB; mg/gBB; 382 mg/KgBB dan 573 mg/KgBB dengan menggunakan metode rotarod serta mengamati daya cengkeram, perubahan diameter pupil mata dan reflek balik badan. Hasil uji efek sedasi diketahui bahwa efek sedasi terbesar didapatkan pada dosis ekstrak 573 mg/KgBB. Hasil uji efek sedasi dianalisis dengan anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji-t dengan menggunakan uji Tukey HSD. Hasil uji anava menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perlakuan masing-masing dosis dengan kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgBB. Hasil uji anava satu arah diketahui bahwa efek sedasi ekstrak etanol daun ubi jalar pada dosis 382 mg/KgBB dan dosis 573 mg/KgBB tidak mempunyai perbedaan yang nyata dengan kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgBB, sementara pada dosis ekstrak etanol daun ubi jalar 95,5 mg/KgBB dan 191 mg/KgBB menunjukkan perbedaan yang bermakna tehadap kontrol positif. Hal ini menunjukan bahwa potensi ekstrak etanol daun ubi jalar pada dosis 382 mg/KgBB dan dosis 573 mg/KgBB setara dengan kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgB. Ekstrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas L) dapat memberikan efek sedasi pada mencit pada dosis 382 mg/KgBB dan 573 mg/KgBB seperti pada kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgBB Kata kunci: efek sedasi, fenobarbital, ekstrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas L) Abstrak One is the use of traditional medicine in treating sleep, plants are often used empirically by the public and efficacious as a sedative is spinach (Ipomoea aquatic Forsk) the genus Ipomoea containing an derivative compounds Lisergic acid known efficacious as halusinergik. Sweet potato (Ipomoea batatas L) is a genus of plants with kale, so this study examined the effects of sedation of sweet potato leaves. This study had aims to prove the sedation effect of ethanol extract of leaves of sweet potato in DDY. Type of research method was experimental study with posttest only control group design and data analysis,the methode used is the one way ANOVA. In this study made 6 positive controls phenobarbital treatment are 54.6 mg/kgBW, negative control 1% Na CMC, the treatment of ethanol extract of sweet potato leaves 95.5 mg/kgBW: 191 mg/kgBW; 382 mg/kgBW and 573 mg/kgBW rotarod method and observing traction changes in pupil diameter and reflexes behind the body. From the test results sedation are known that the largest sedation effect is obtained at a dose of 573 mg/kgBW. The test results are analyzed with ANOVA sedation in one direction with a 95% confidence level and followed by BNT using Tukey HSD test. The test results show ANOVA there are significant differences between treatment of each dosage with a positive control. Smallest Real Differences test results are known that sedative effects of ethanol extract of sweet potato leaves at dosage of 382 mg/kgBW and the dose of 573 mg/kgBW have no significant difference with the positive control, while the dose of ethanol extract of sweet potato leaves 95.5 mg/kgBW and 191 mg/kgBW show a significant difference with positive control. It is shown that the potential of ethanol extract of sweet potato leaves at dosage of 382 mg/kgBW and the dosage of 573 mg/kgBW is equivalent to a positive control. Ethanol extract of leaves of sweet potato (Ipomoea batatas L) gives sedation effect in mice at doses of 382 mg/kgBW and 573 mg/kgBW as the positive control phenobarbital dose of dose 54.6 mg/kgBB. Key words: the effects of sedation, phenobarbital, ethanol extract of leaves of sweet potato (Ipomoea batatas L)
STUDI ETNOFARMAKOLOGI OBAT TRADISIONAL SEBAGAI ANTI DIARE DI KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS Diah Permatasari; Diniatik Diniatik; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.595

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan obat tradisional sebagai antidiare di Kecamatan Baturaden.Metode yang digunakan metode kualitaif, dan pemilihan responden dilakukan purposive sampling. Dari hasil penelitian ditemukan 10 tanaman untuk pengobatan diare jambu biji, kara, ketumbel, kunyit, lengkuas, manggis, nangka, pala, patikan kebo, pepaya. Simplisia yang digunakan adalah daun, umbi, kulit buah, buah, biji, cara penggunaan diremas-remas, ditumbuk, diseduh. Kata kunci : obat tradisional, diare, baturaden ABSTRACT A research has been conducted to know the usage of traditional antidhiarea in Baturaden Sub distric. This research uses qualitative metodhe and the responden was chosen by purposive sampling method. The research result shows that 10 plants, mangosteen, jackfruit, nutmeg, patikan kebo, and papaya. The simplisia or raw material used were leaf, root, fruir, and seed. Those plant are prepared as traditional medicine by squeezing, pounding, or pouring with hot water. Key words: traditional, antidiarhea, Baturaden.
UJI AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruitz & Pav) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE (ND) DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA Diniatik Diniatik; Anjar Mahardian Kusuma; Okti Purwaningrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i1.691

Abstract

ABSTRAK Virus merupakan parasit berukuran mikroskopik, menginfeksi sel organisme biologis, dan hanya dapat bereproduksi dalam material hidup.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas anti virus dari ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatumRuitz & Pav) Terhadap Virus Newcatle Disease dan Profil Kromatografi Lapis Tipis. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi mengunakan etanol 96%. Penelitian ini dilakukan secara in ovo yaitu dengan menggunakan telur ayam berembrio umur 9 – 10 hari.Pengamatan penghambatan virus digunakan uji hemaglutinasi (HA).Penelitian ini dilakukan dengan uji anava. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah mampu mengambat pertumbuhan virus Newcastle Disease konsentrasi yang digunakan adalah 1, 10, 100 µg/ml. Dari ketiga konsentrasi tersebut menunjukan bahwa makin tinggi konsentrasi makin besar pula hambatan terhadap pertumbuhan virus dengan hambatan tertinggi 94,79% dan terendah 50%. Untuk mengetahui mana yang poten antara ketiga konsentrasi terhadap virus Newcastle Disease digunakan uji BNT, hasilnya menunjukan perbedaan bermakna secara statistik (0,05) berarti aktivitas antivirus ekstrak etanol daun sirih merah terhadap virus Newcastle Disease mempunyai perbedaan yang bermakna antara konsentrasi 1 µg/ml dengan 10 µg/ml dan 1 µg/ml dengan 100 µg/ml. Aktivitas antivirus ekstrak etanol daun sirih merah mulai 10 µg/ml yang secara statistik tidak berbeda bermakna dengan konsentrasi 100 µg/ml. Ekstrak etanol daun sirih merah memiliki kandungan senyawa kimia yaitu Flavonoid, Saponin, Tanin, Minyak Atsiri. Kata Kunci : antivirus, ekstrak etanol, daun sirih merah, virus new castle disease, kromatografi lapis tipis. ABSTRACT Virus it the microscopic of measured parasite, to infection the organism cell, and only reproducing in know that there is antiviral activity from the ethanol extract of Sirih Merah leaf (Piper crocatum Ruitz & Pav) into Newcastle Disease virus with thin layer chromatography profile. The extract made by the maceration method with using the ethanol 96%. This research did conducting in ovo, there is chicken’s egg embryo with the age 9 – 10 days. The inspection of hindrance virus is used for hemaglutination test (HA test). This research analyze with the anava test. The resulting of research indicates that the ethanol extract of Sirih Merah leaf can delay the growth Newcastle Disease virus. The concentration third of this show that more increase of concentration, the higgest 94,79% of purpose to 50%. For knowing which one of more potent between concentration of third to Newcastle Disease virus with used BNT test, those result to show the different of meaning manner statistic (P < 0,05), it means of that the activity of antiviral ethanol extract Sirih merah leaf to Newcastle Disease virus has the different meaning between 1 µg/ml with 10 µg/ml and 1 µg/ml with 100 µg/ml concentration. Activity of antiviral ethanol extract sirih merah leaf is 10 µg/ml manner statisticEthanol extract Sirih Merah leaf have content of chemical compound like flavonoid, saponin, tannin. Keyword : antiviral, ethanol extract, sirih merah leaf, Newcastle Disease, thin layer chromatography.
Perbandingan Kadar Flavonoid Total dan Tanin Total pada Teh Hijau dan Teh Hitam Camellia siniensis (L.) O.K Diniatik Diniatik; Eddy Soemardi; Khanina Indri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3169.194 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar flavonoid total dan tanin total pada teh hijau dan teh hitam Camellia sinensis (L.) O.K. Kadar flafonoid dalam daun teh ditetapkan dengan spektrofotometri ultraviolet-visibel, sedangkan kadar tanin ditetapkan dengan menggunakan metode permanganometri. Kadar flavonoid daun teh hijau (0,0555 mg%) lebih besar dibandingkan kadar flavonoid teh hitam (0,0485 mg%),sedangkan kadar tanin pada teh hijau (1,440 %)lebih besar dibandingkan dengan teh hitam (0,99 %).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK PERASAN DAUN MANGGIS (Garcinia mangostana L.) BERDASARKAN METODE DPPH (2,2 Diphenyl-1-phycryl hydrazil) Nervita Noor Izzati; Diniatik Diniatik; Wiranti Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.762

Abstract

ABSTRAK Garcinia mangostana L merupakan salah satu tanaman yang mempunyai daya antioksidan alami yang diketahui mampu menghambat radikal bebas.Penelitian ini bertujuan untuk Membuktikan kemampuan aktivitas antioksidan dari Ekstrak perasan daun manggis (Garcinia mangostana, L), perbandingan aktivitas antioksidan antara perasan daun manggis dengan kontrol positif. konsentrasi suatu zat di dalam perasan daun manggisditentukan dengan metode DPPH Menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan ekstrak perasan daun manggis menggunakan parameter Inhibition Concentration (IC50) yang dapat menyebabkan 50% DPPH kehilangan karakter radikal. Aktivitas antioksidan ekstrak perasan daun manggis memiliki IC50 sebesar 19,3708 ppm hal ini menunjukkan bahwa pada konsentrasi tersebut memiliki penghambatan 50% aktivitas radikal bebas DPPH, dan Kontrol positif vitamin E memiliki IC50 sebesar 2,146 ppm. Hasil ini menunjukkan ekstrak perasan daun manggis lebih rendah 9 kali dari daya antioksidan kontrol positif. Berdasarkan hasil Uji T menunjukkan bahwaekstrak perasan daun Manggis dan Kontrol positif berbeda.Dan kemampuan antioksidan ekstrak perasan daun manggis sangat kuat dengan nilai IC50 kurang dari 50. Kata kunci : Daun manggis, perasan, antioksidan, DPPH ABSTRACT Garcinia mangostana L is one of the main power plant that has natural antioxidants that are known to inhibit the scavenging free radicals.This study aims to Prove the ability of the antioxidant activity leaf juice extract of mangosteen leaves (Garcinia mangostana, L), the ratio of antioxidant activity between extract juice of mangosteen leaveswith positif control. Concentration of a substance in the juice extract of mangosteen leaves is determined by the DPPH method using UV-Vis spectrophotometry. It aims to determine the antioxidant activity of extract juice of mangosteen leaves using parameters Inhibition Concentration (IC50) which can cause loss of 50% DPPH as free radical. .The antioxidant activity of extract juice of mangosteen leaves has IC50 of 19.3708 ppm it shows that at these concentrations has 50% inhibition of DPPH free radical activity, and the vitamin E has a positive control ofa positivencontrol C50 2,146 ppm.These results indicate mangosteen juice extract of mangosteen leaves is lower than 9 times the antioxidant activity of a positive control. Based on the results of T test showed that extract juice of the mangosteen leaves and positive controls are different. Antioxidant activity from juice extract of mangosteen leaves is very strong with IC50 values of less than 50. Key words : Mangosteen leaves, juice ,antioxidant, DPPH
Analisis Penambatan Molekuler dan Prediksi Toksisitas dan ADME Penghambat Enzim Dipeptidil Peptidase IV dari Senyawa Aktif Momordica charantia L. sebagai Antidiabetes Katerina Zielda Deviana; Diniatik Diniatik
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.8556

Abstract

Angka kejadian penyakit diabetes melitus (DM) di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, khususnya diabetes melitus tipe II yang disebabkan oleh resistensi insulin pada sel-sel tubuh. Salah satu pengobatan diabetes tipe II yang saat ini sedang dikembangkan adalah inhibitor enzim dipeptidyl peptidase IV (DPP-IV). Banyak digunakan sebagai obat herbal, pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa yang bersifat antidiabetes, sehingga berpotensi sebagai inhibitor DPP-IV. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi penghambatan dan beberapa prinsip aktif pare terhadap aktivitas enzim DPP-IV secara in silico melalui penambatan molekuler. Data tersebut diolah dengan metode doking molekuler menggunakan program PyRx-Vina didukung dengan program PyMOL dan PLIP untuk membuat profil visual ligan-protein, ligan alami PF2 digunakan sebagai ligan pembanding dengan 18 senyawa uji. Molekul dengan hasil doking terbaik akan diprediksi toksisitasnya menggunakan program Toxtree dan absorbsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi (ADME) menggunakan program SwissADME secara online. Hasil doking menunjukkan charantin dan oleanolic acid memiliki binding affinity (ΔG) terendah yaitu -9.8 Kkal/mol dan -8.9 Kkal/mol, sedangkan ligan alami -8.7 Kkal/mol. Hasil prediksi toksisitas menunjukkan bahwa hanya ada satu senyawa yang memiliki toksisitas rendah (oleanolic acid) serta semua senyawa tidak bersifat karsinogenik. Hasil ADME menunjukkan bahwa hanya ada satu senyawa yang memenuhi aturan Lipinski (epicatechin). Hasil penambatan molekuler dengan metode PyRx-Vina menunjukkan bahwa senyawa aktif dari tanaman pare secara in silico terbukti dapat menghambat DPP-IV.
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE BESERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Egi Laila Solichati; Anjar Mahardian Kusuma; Diniatik Diniatik
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.545

Abstract

ABSTRAK Virus merupakan parasit berukuran mikroskopik, menginfeksi sel organisme biologis, dan hanya dapat bereproduksi dalam material hidup. Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.), pada umumnya digunakan untuk mengobati demam, menghilangkan pembengkakan dan sakit tenggorokan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antivirus dari ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap virus Newcastle Disease beserta profil kromatografi lapis tipisnya. Ektrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96 %. Penelitian ini dilakukan secara in Ovo yaitu dengan mengunakan telur ayam berembrio umur 9 – 11 hari. Pengamatan penghambatan virus digunakan uji hemaglutinasi (HA). Penelitian ini dianalisis dengan Uji Anava. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mampu menghambat pertumbuhan virus Newcastle Disease. Konsentrasi yang digunakan adalah 1, 10 dan 100g/ml, dengan hambatan tertinggi 99.480.23 % dan terendah 50.00±0 %. Aktivitas antivirus ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap virus Newcastle Disease mempunyai perbedaan yang bermakna antara ketiga konsentrasi (P
Co-Authors Ade Rusman Agus Siswanto Agus Siswanto Aman Suyadi Ana Hidayati Mukaromah Andriani, Ana Anjar Mahardian Kusuma Anjar Mahardian Kusuma Annisa, Rully Ardiasa Prakoso Asmiyenti D. Djalil Budiman, Arif Deby Inda Lestari Dewi ANGGRAENI Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dyah Kusumaningrum Eddy Soemardi Egi Laila Solichati Egi Laila Solichati, Egi Laila Eka Retnowati Eka Wulansari Feni Nurul Hidayanti Feni Nurul Hidayanti, Feni Nurul Fitriyani Fitriyani Githa Fungie Galistiani Halida Suryadini Hamami Alfasani Dewanto Ibnu Amar Ibnu Amar, Ibnu Ika Nurzijah Ika Yuni Astuti Ika Yuni Astuti Inna Marfu’ah, Inna Inna Marfu’ah Iryani, Yeyen Dwi Katerina Zielda Deviana KHANINA INDRI M. Yogi Riyantama Isjoni Marsha, Ardiana Mr Suparman, Mr Mr Yulianto, Mr Muhamad Rifki Muslimah Muslimah Nervita Noor Izzati Nervita Noor Izzati, Nervita Noor Nina Yuniawati Nina Yuniawati, Nina Nur Fajrina Okti Purwaningrum Okti Purwaningrum, Okti Paula Mariana Kustiawan Pri Iswati Utami Regawa Bayu Pamungkas Reny Apriani Reny Apriani, Reny Rizki Kurniagusti Pertiwi Rosiana Sofia Anggraeni Rusman, Ade Sabikis Sabikis Sabikis Sabikis, Sabikis Sudarso Sudarso Sudarso Sudarso Sundhani, Elza suparman suparman Suparman Suparman Suparman Suparman Syarifa, Hasna Maulida Teguh Pribadi Tresna Asih Santoso Tresna Asih Santoso, Tresna Asih Wiranti Sri Rahayu Wiranti Sri Rahayu Wulansari, Eka yah Kusumaningrum Yeyen Dwi Iryani Yulianto Yulianto Zaenal Arifin Misgi Candra Dasa Zainur Rahman Hakim Zulfa Ika Setyaningsih