Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

BEBERAPA SIFAT DASAR DAN KEGUNAAN TIGA JENIS KAYU KURANG DIKENAL ASAL HUTAN ALAM SULAWESI Mody Lempang; Muhammad Asdar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 30 No. 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2012.30.1.27-39

Abstract

This research was carried out to cocamine hatic wood properties (anatomical structure, physical and mechanical properties and machining aspect of three lesser-known species from natural forest in Sulawesi ie. sama-sama (Ponteria firma Bachni), palade (Aglaia sp.) and kumsa batu (Manilkaru merrilliana H.J.L.). Appropirate pood utulization war determined by considering their basic properties and uses which the locally community bave currently end Results revealed that sama-sama beartwood is dark brown to black with irregular black lines bandi; rather fine texture and glasry surface; rather beary; moderate in dimenzional shrinkage; strenght class IV-III; good grade for machinery, fiber grade is good for pulp/paper manufacture; probable utilization are for light construction material in bouse building and certain ship omponents, peeling venter, glulam, pallet, pulp and paper. Palado beartwood is light brown to grayish brown colour, straight grain; rather fine tecture; rather beavy; moderate in dimensional shrinkage; strenght class III; good grade in machinery, fiber grade is good for pulp/paper manufacture; probable utilization are for light construction material in hours building and certain ship components, cheap furniture, moulding, glaulam, peeling veneer, bandicraft, pulp and paper. Kumna batu beartwood is reddish brown colour, greath rings diffuse and sometimes appeared clear with figures of decurative surface as parallel lines on radial section; grain straight; toctare fine and glosty zarface; remarkably beary, high in dimensional shrinkage; strenght class 11; very good grade in machinery: fiber grade is poor for palp/paper manafactureprobable utilization are for beary construction material in bowse and ship building, vehicular(track bodypower line poles, furniture, moulding, slicing veneer, tool bandies, handicraft and charcoal.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 2 SIBULUE KABUPATEN BONE: penelitian sekolah Fatmawati; Muhammad Asdar; Idris
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35060

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Sibulue Kabupaten Bone. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap penerapan kurikulum baru yang tekanan pembelajarannya terfokus pada siswa. Kurikulum Merdeka bertujuan menciptakan pelajar Pancasila yang mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia, namun tantangan seperti kesiapan guru dan pemanfaatan teknologi masih menjadi tantangan. Penelitian ini penting untuk menganalisis bagaimana kurikulum ini diterapkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang berperan penting dalam pengembangan kompetensi komunikasi siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, termasuk tahapan-tahapan yang dilakukan oleh guru di sekolah tersebut. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 2 Sibulue Kabupaten Bone. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap guru Bahasa Indonesia kelas VII dan VIII. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah diterapkan dengan baik melalui tiga tahapan utama: asesmen diagnostik, perencanaan, dan pelaksanaan pembelajaran. Guru menggunakan modul terbuka sebagai acuan utama, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran berpusat pada siswa, dengan guru sebagai fasilitator, mendorong keterlibatan aktif siswa melalui diskusi, proyek, dan presentasi. Namun tantangan yang muncul dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran dan kesalahpahaman siswa terhadap konsep “merdeka”, yang menyebabkan perilaku siswa kurang teratur. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka, sebagai referensi bagi pendidik dan institusi pendidikan.
IMPLEMENTASI MEDIA APLIKASI PIXELLAB DALAM PEMBUATAN PAMFLET PADA HIMPUNAN MAHASISWA BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BONE Herisman; Andi Srimularahmah; Muhammad Asdar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35834

Abstract

Abstrak This study discusses the implementation of the Pixellab application in creating pamphlets for the Indonesian Language Student Association (HIMABINA) at Muhammadiyah University of Bone. The background of this research arises from the organization’s need for a practical and accessible publication medium capable of producing attractive and informative pamphlet designs. The purpose of this study is to analyze the use of Pixellab in pamphlet creation and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research applies a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, documentation, and questionnaires. The respondents consist of ten active HIMABINA members who are directly involved in designing organizational pamphlets. The data were analyzed using a thematic approach to identify patterns and meanings from respondents’ experiences. The results show that the implementation of Pixellab goes through four stages: downloading, introduction and socialization, independent exploration, and practical application in pamphlet creation. The application is considered helpful because of its simple interface, Android-based system, and flexibility. Frequently used features include text editing, layers, shapes, 3D text, and background removal. Most respondents expressed satisfaction since the app enhances creativity and basic graphic design skills. However, some challenges include limited features for complex designs, small phone screens, and paid premium features. In conclusion, Pixellab is effective as a design medium for student organization pamphlets and is recommended for continued use with basic design training support.