Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Teknik Food Fotografi dalam Meningkatkan Branding pada UMKM Prima Global Mart Bekasi Devy Putri Kussanti; Fifit Fitriansyah; Parlin Harbet; Jaka Atmaja
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i4.665

Abstract

Era new normal membuka kesempatan baru bagi UMKM, terutama industri makanan, untuk meningkatkan penjualan mereka melalui branding produk dengan cara fotografi food. Foto atau gambar dalam dunia visual marketing memiliki kekuatan untuk menarik pembeli. Sebagian besar pebisnis produk makanan dan minuman menggunakan jasa fotografer profesional dalam menghasilkan foto yang menarik. Namun, tidak semua pebisnis memiliki modal untuk menyewa jasa profesional tersebut, terutama pebisnis yang baru saja merintis usaha mereka. Food Photography dipilih sebagai salah satu metode untuk meningkatkan branding, hal ini karena; skill fotografi makanan dapat menghasilkan gambar–gambar makanan yang menarik bagi pelanggan., food photography dapat memperkuat brand bisnis kuliner, food photography dapat mempermudah dan mempercepat promosi bisnis kuliner, terutama bagi pebisnis muda dan rumahan. Kegiatan PM diadakan secara offline atau tatap muka pada hari libur agar tidak mengganggu waktu bekerja para UMKM Prima Global Mart Bekasi, sedangkan luaran dari kegiatan PM berupa press release di media cetak online dan juga jurnal Abdimas.
Fenomena Normalisasi Konten Mengemis Gift pada Live TikTok dalam Perspektif Cyber Ethics di Kalangan Remaja Kussanti, Devy Putri; Armelsa, Dhefine
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11717

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena konten mengemis gift dalam siaran langsung aplikasi TikTok yang semakin marak dan mengalami normalisasi di kalangan pengguna, khususnya remaja. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola interaksi dan nilai etika dalam ruang digital, di mana praktik mengemis gift semakin dianggap wajar dan menjadi bagian dari budaya live streaming. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas sosial sebagai hasil konstruksi makna melalui interaksi simbolik antara kreator dan audiens. Data dikumpulkan melalui observasi konten siaran langsung TikTok, dokumentasi, serta analisis bentuk komunikasi dan respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi konten mengemis gift di kalangan remaja terbentuk melalui tiga pola utama. Pertama, pola mengemis gift melalui bercandaan atau tantangan, di mana permintaan gift dikemas secara humoris sehingga tidak dianggap sebagai tindakan mengemis. Kedua, pola mengemis gift melalui penghargaan atau pengakuan, seperti pemberian pujian, penyebutan nama, atau status simbolik kepada penonton yang mengirimkan gift. Ketiga, pola mengemis gift melalui tindakan bersyarat, yaitu kreator menjanjikan atau melakukan tindakan tertentu apabila target gift terpenuhi. Ketiga pola tersebut berperan dalam membangun persepsi kolektif bahwa praktik mengemis gift merupakan hal yang normal dan dapat diterima. Dalam perspektif cyber ethics, fenomena ini berpotensi mengaburkan nilai-nilai etika digital, seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran akan batas etis dalam interaksi daring. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi digital serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika siber di kalangan remaja.
Media Sosial Instagram Sebagai Pembentukan Self image Pada Remaja Vina Elfariani; Devy Putri Kussanti; Dhefine Armelsa; Jaka Atmaja; Faqihar Risyan
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.12049

Abstract

Penggunaan Instagram telah menjadi perhatian utama dalam masyarakat saat ini, khususnya remaja yang berada pada tingkat mahasiswa. Dimana mahasiswa memiliki akses luas dan terbuka dalam penggunaan media sosial. Pada umumnya penggunaan media sosial bagi remaja hanya sebatas terkait hiburan dan mencari relasi/memperluas jaringan komunikasi. Namun kini penggunaan media sosial khususnya Instagram ada kaitannya dengan citra diri remaja. Keterkaitan media sosial Instagram dengan citra diri remaja meningkat dengan adanya kemajuan media sosial yang memungkinkan interaksi antarindividu serta pemantauan aktivitas publik. Dalam konteks ini, Instagram dapat dianggap sebagai platform yang memainkan peran penting dalam membentuk citra diri remaja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai media sosial Instagram yang digunakan oleh mahasiswa sebagai pemberntukan self image di Tingkat remaja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah fenomenologi dengan analisa data deskriptif kualitatif. Sehingga didapatkan Penggunaan media sosial Instagram sebagai alat komunikasi dan ekspresi bagi generasi muda sangat terkait dengan gambar-gambar yang diposting oleh pemilik akun dan pengguna aktifnya. Bagaimana citra diri tercermin dalam penampilan bisa memiliki dampak positif atau negatif
Dampak Pelatihan Public Speaking terhadap Efektivitas Pelayanan Publik Aparatur Kecamatan Bekasi Utara: Evaluasi Pra dan Pasca Pelatihan Devy Putri Kussanti; Fitriansyah, Fifit; Harbet, Parlin; Atmaja, Jaka
Journal of Entrepreneurship and Community Innovations Vol 4 No 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jeci.v4i2.439

Abstract

This community service activity aims to improve the effectiveness of public services provided by the staff of Bekasi Utara Subdistrict through public speaking training. This initiative is motivated by the fact that the public speaking and public service communication skills of some staff members have not yet been fully optimized, which affects the effectiveness of information delivery, the quality of interactions with the community, and the handling of public complaints. The staff still face challenges in delivering messages clearly, systematically, and persuasively, thereby increasing the potential for miscommunication in the service process. In addition, the level of self-confidence among staff members in communicating in public settings has not been fully developed, which influences their professionalism and the quality of services provided. The method is a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the staff of Bekasi Utara Subdistrict not only appreciated the public speaking training but also strongly supported the continuation of similar community service activities in the future. This training was found to have a positive impact on enhancing self-confidence, clarity of message delivery, and the overall communication skills of staff members in carrying out their public service duties.
The Dynamics of Fan Communication on a K-Drama Menfess Twitter Account: A Netnographic Study of Virtual Communities Devy Putri Kussanti; Nur Iman El Hidayah; Dhefine Armelsa; Qonita Salsabilla
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Spektrum Komunikasi : March 2026 [On Progress]
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v14i1.1185

Abstract

This study uses netnography to trace the activities of the K-Drama Menfess Twitter account as a means of communication and virtual discussion for Korean drama fans. This approach helps researchers understand the dynamics of social life in cyberspace through observation of online activities that occur naturally on the platform. The research focuses on analyzing the interactions, activities, and content or menfess posted by the account's followers, which reflect the forms of communication, expression, and engagement within the K-Drama fan community. The research method used in this study is a qualitative or naturalistic method that produces descriptive data in the form of written or spoken behavior and words from the subjects. Research data was collected through participatory observation and content analysis of tweets published by the K-Drama Menfess account during a certain period of time. The results of the study show that this account plays an important role in building a solid and interactive virtual community. The account not only serves as a space for sharing information and opinions about K-Drama, but also strengthens the sense of togetherness among community members. These findings emphasize the importance of social media as a dynamic virtual communication space that contributes to enriching the experiences and knowledge of its users.