Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pendekatan Saintifik Berbasis Assesment Portofolio Terhadap Hasil Belajar Keterampilan IPS Dengan Kovariabel Iklim Sekolah Siswa Kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan ., Kadek Sri Ariyanti; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik berbasis assesment portofolio dengan kovariabel iklim sekolah pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 256 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan jumlah sampel dari populasi ini adalah 62 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik berbasis assesment portofolio dengan kovaribel iklim sekolah. Berdasarkan hasil analisis kovarian didapat Fhitung = 34,799 dan Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan db 1: 59 = 4,02. Nilai Fhitung > Ftabel = 34,799 > 4,02 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendekatakan saintifik berbasis assesment portofolio terhadap hasil belajar keterampilan IPS dengan kovariabel iklim sekolah siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan. Kata Kunci : Pendekatan saintifik, assessment porofolio, hasil belajar keterampilan IPS, iklim sekolah The aim of this study is to determine whether there is a significant difference in social learning outcomes between students who follow scientific approach and students who follow scientific approach based on the portfolio assessment with the co-variable of schools’ climate of the fourth grade students of SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan. This study is a quasi-experimental research with non equivalent control group design. The population on this study is all of the fourth grade students in elementary school, which is located in Gugus I Ngurah Rai – Denpasar Selatan in academic year 2014/2015. The amounts are 256 students. Samples are taken by random sampling technique; in addition, the amounts of sample on this population are 62 students. The result of study showed that is a significant difference in social learning outcomes between students who followed scientific approach and students who followed scientific approach based on the portfolio assessment with the co-variable of schools’ climate. Based on the result of covariant analysis, it is found that Fcount = 34,799 and Ftable in 5% significance level with db 1:59 = 4,02. Fcount > Ftable = 34,799 > 4,02 so that Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the result, it could conclude that there was the influence of scientific approach based on the portfolio assessment to the learning outcomes of social skill with the co-variable of schools’ climate of the fourth grade students of SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan. keyword : Scientific approach, portfolio assessment, learning outcome
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan Tahun 2020 Sariyani, Made Dewi; Ariyanti, Kadek Sri; Winangsih, Rini; Pemayun, Cokorda Istri Mita
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.707 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.754

Abstract

Reproductive health is a problem that needs special attention, especially among adolescents. Every teenager should have excellent reproductive health, so that they can produce a healthy and quality generation. Adolescence is a period of rapid development in the journey of human life. Adolescent problems can occur in connection with different needs and self-actualization of the environment in which they live. In order to foster healthy adolescent living behavior, it is necessary to care in the form of services and provision of information as well as mutual understanding of the importance of adolescent reproductive health. In the Covid-19 Pandemic situation, education is carried out online. Increasing adolescent knowledge about reproductive health. The knowledge of adolescents increases to form healthy adolescents who are responsible for their reproductive health independently. Conducting pre and post tests to determine changes in adolescent knowledge after education. The educational participants were 205 high school students in Tabanan Regency. The percentage of adolescents who knew about reproductive health before education was 91% and after education was 98%. There is a change in the percentage of adolescent knowledge before and after being given education. Educational methods are effective in increasing adolescent knowledge about reproductive health. It is necessary to increase adolescent reproductive health education activities to form adolescents who are disciplined and responsible for their reproductive health independently.ABSTRAKKesehatan reproduksi merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus terutama di kalangan remaja. Setiap remaja hendaknya memiliki kesehatan reproduksi yang prima, sehingga dapat menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas. Masa remaja merupakan masa terjadinya perkembangan pesat dalam perjalanan hidup manusia. Problematika remaja dapat terjadi sehubungan dengan perbedaan kebutuhan dan aktualisasi diri terhadap lingkungan tempat hidupnya. Dalam rangka menumbuhkembangkan perilaku hidup sehat remaja, maka perlu kepedulian dalam bentuk pelayanan dan penyediaan informasi serta kesepahaman bersama akan pentingnya kesehatan reproduksi remaja. Dalam situasi Pandemi Covid-19, maka edukasi dilakukan secara daring. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan remaja meningkat untuk membentuk remaja yang sehat dan bertanggungjawab atas kesehatan reproduksinya secara mandiri. Melakukan pre dan post test guna mengetahui perubahan pengetahuan remaja setelah dilakukan edukasi. Peserta edukasi adalah remaja siswa SMA di Kabupaten Tabanan yang berjumlah 205 orang. Persentase remaja yang tahu tentang kesehatan reproduksi sebelum dilakukan edukasi sebesar 91% dan setelah edukasi sebesar 98%. Terdapat perubahan persentase pengetahuan remaja sebelum dan setelah diberikan edukasi. Metode edukasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Perlu ditingkatkan kegiatan-kegiatan edukasi kesehatan reproduksi remaja untuk membentuk remaja yang disiplin dan bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksinya secara mandiri.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Utami, Lakitha Ning; Santi Ady, Ni Kadek Pebriana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.289 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1127

Abstract

Baby massage is a touch therapy that can help optimize baby's growth and development. Baby massage should be done by the mother or the closest person, because the touch given by the mother during the massage will be responded to by the baby as a form of protection, affection, attention and a sincere expression of love. Toddler posyandu cadres are extensions of health workers to provide education and skills about infant massage to mothers of toddlers. This activity was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of Posyandu cadres for toddlers to perform baby massage. the pre-test post-test used in this activity to determine the increase in knowledge of posyandu cadres before and after being given education and training about baby massage. Participants in this activity were cadres of the Posyandu for toddlers in Dajan Peken Tabanan Village, totaling 41 people. The activity was carried out for two days, considering the health protocols during the Covid-19 pandemic, so that the room was used only at 50% of capacity. there was an increase in knowledge and skills of posyandu cadres before and after baby massage training with an average pre-test score of 4,66 and post-test of 5,22. Posyandu cadres to train mothers of toddlers to do baby massage independently to optimize the growth and development of toddlers.ABSTRAKPijat bayi merupakan terapi sentuhan yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh ibu atau orang terdekat, karena sentuhan yang diberikan oleh ibu selama pemijatan akan direspon oleh bayi sebagai bentuk perlindungan, kasih sayang, perhatian dan ungkapan cinta yang tulus. Kader posyandu balita adalah perpanjangan tangan nakes untuk memberikan pendidikan dan keterampilan tentang pijat bayi kepada ibu balita. kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu balita untuk melakukan pijat bayi. yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pre-test post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kader posyandu sebelum dan setelah diberikan pendidikan dan pelatihan tentang pijat bayi. Peserta dalam kegiatan ini yaitu kader posyandu balita di Desa Dajan Peken Tabanan yang berjumlah 41 orang. Kegiatan dilakukan selama dua hari, mengingat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, sehingga ruangan digunakan hanaya 50% dari kapasitas. terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pijat bayi dengan rata-rata skor pre test sebesar 4,66 dan post test sebesar 5,22. kader posyandu agar melatih ibu balita melakukan pijat bayi secara mandiri untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita.
Pendampingan Remaja Menggunakan Gawai Oleh Ibu di Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabanan Sariyani, Made Dewi; Ariyanti, Kadek Sri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.216 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1549

Abstract

Each family member has a role and function of each. During the period of adolescent development, parents who are in the closest environment, play an important role in providing supervision and management of free time. 50% of adolescents experience behavioral problems as a result of a lack of communication with parents. Lack of communication between parents and adolescents is one of the main factors causing adolescents to seek replacement attention and information through online devices. This activity aims to increase the role of parents, especially mothers, in assisting teenagers using devices at home. The method of implementing the activity is by means of talk shows (counseling) for women who are members of the Association of Women's Organizations (GOW) of Tabanan Regency. The hope is that they can convey the information received in this talkshow to mothers in their organizations and disseminate information to all mothers who have teenage children. The output of this activity is to establish good communication between mothers and adolescents, thereby reducing deviations in the use of gadgets by adolescents. Mothers who are members of the Tabanan Regency GOW have good self-efficacy to assist teenagers in using gadgets. The hope is that the participants in this activity can convey the information obtained to other mothers who have teenage children, so that we are all able to reduce the incidence of irregularities due to the use of gadgets by teenagers.ABSTRAK Setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsi masing-masing. Selama periode masa perkembangan remaja, orangtua yang berada pada lingkungan terdekat, memegang peranan penting dalam memberikan pengawasan dan pengelolaan waktu luang. 50% remaja mengalami permasalahan perilaku akibat dari kurangnya berkomunikasi dengan orangtua. Kurangnya komunikasi antara orangtua dan remaja menjadi salah satu faktor penyebab utama remaja mencari perhatian dan informasi pengganti melalui gawai secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua terutama ibu dalam mendampingi remaja menggunakan gawai dirumah. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara talkshow (penyuluhan) pada ibu-ibu yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabanan. Tujuan dari kegiatan ini adalah bertukar pengalaman dan memberikan pemahaman kepada ibu remaja dalam pendampingan menggunakan gawai. Harapannya adalah mereka dapat menyampaikan informasi yang diterima dalam talkshow ini kepada ibu-ibu di organisasnya serta menyebarluaskan informasi kepada seluruh ibu yang memiliki anak remaja. Luaran dari kegiatan ini adalah membentuk komunikasi yang baik antara ibu dengan remaja, sehingga mengurangi penyimpangan dalam penggunaan gawai oleh remaja. Ibu-ibu yang tergabung dalam GOW Kabupaten Tabanan, memiliki efikasi diri yang baik untuk mendampingi remaja dalam menggunakan gawai. Harapannya bahwa peserta dalam kegiatan ini dapat menyampaikan informasi yang diperoleh kepada ibu-ibu lain yang memiliki anak remaja, sehingga kita semua mampu untuk menekan kejadian penyimpangan akibat penggunaan gawai oleh remaja. 
Manfaat Meditasi dan Kids Yoga untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Saat Diberikan Imunisasi di SD Negeri 1 Kukuh Kerambitan Ariyanti, Kadek Sri; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Batiari, Ni Made Padma; Herliawati, Putu Arik; Bainuan, Lina Darmayanti
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v7i1.3147

Abstract

Imunisasi yang diberikan kepada anak sekolah dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Ketakutan dan kecemasan anak sebelum diberikan imunisasi dapat menimbulkan reaksi - reaksi ketika pelaksanaan imunisasi, misalnya anak menangis atau menolak untuk diimunisasi. Meditasi dan kids yoga dapat dilakukan untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan anak menjelang imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat meditasi dan kids yoga untuk mengurangi kecemasan saat diberikan imunisasi. Desain kualitatif dipergunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah 10 orang siswa yang mendapatkan imunisasi serta mengikuti latihan meditasi dan kids  yoga. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan dengan triangulasi, dengan informan kunci adalah satu orang guru pembina dan satu orang tenaga kesehatan yang melakukan imunisasi. Manfaat yang diperoleh dari latihan meditasi dan kids yoga untuk mengurangi kecemasan saat diberikan imunisasi di SD Negeri 1 Kukuh Kerambitan antara lain: 1) memberikan ketenangan; 2) memberikan rasa rileks dan nyaman; 3) mengurangi rasa takut; dan 4) Mengurangi kecemasan. Latihan meditasi dan kids yoga sebaiknya diberikan secara rutin sebagai salah satu bentuk implementasi pelayanan kesehatan komplementer, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran siswa baik fisik maupun mental.
EVALUASI KUALITATIF PENGGUNAAN BOOKLET UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI IBU DALAM MENDAMPINGI REMAJA MENGGUNAKAN GAWAI DI RUMAH Dewi Sariyani, Made; Sri Ariyanti, Kadek
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 13, No 2 (2022): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v13i2.622

Abstract

Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pengobatan Komplementer Akupuntur di Praktik Perawat Mandiri Latu Usadha Abiansemal Badung: Public Trust in Acupuncture as Complementary Medication in Private Nurse Latu Usadha Clinic Abiansemal Badung Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Pemayun, Cokorda Istri Mita
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 1 (2021): Edisi Khusus Bali Medika Jurnal Vol 8 No 1 Maret 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i1.157

Abstract

Background: Complementary therapy is a form of non-conventional medication or treatment that comes from various systems, modalities and health care practices based on theory and belief. Non-conventional treatments are often successful when the conventional ones are unsuccessful and have mild side effects that can be detrimental to the patient. Acupuncture is a complementary therapy that works as an effort to optimize health services. Specifically, acupuncture is a method of treatment by inserting needles into acupuncture points of the body. In regards to planning and identifying the care needed by patients, it is necessary to study how public trust in acupuncture as complementary medication more deeply. Objective: This study examines how public trust are built in complementary acupuncture medication. Methods: This study uses qualitative methods. The instrument used is an in-depth interview. Data collection was carried out in March-May 2020. The informants in this study were 10 patients who did acupuncture therapy. Additionally, informants were selected randomly (randomization). In regards to assess the informants' experience, researchers used a Likert scale. Findings and discussion: Results and Discussion: The majority of the informants had very good experience with acupuncture treatment. Some internal factors that influence people's trust in applying complementary acupuncture medication are belief / tradition, perception and knowledge, while the external factors are economical, culture, employment, income and family support. Conclusions and Suggestions: Promotion and development of complementary health services for acupuncture can be done more effectively and innovatively. Thus, people are provided with options of the health services they prefer.
Perilaku Cuci Tangan Masyarakat Desa Adat Ditinjau Dari Tradisi Ngayah Banjar Di Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Putri Kencana, Ni Luh Putu; Batiari, Ni Made Padma; Herliawati, Putu Arik; Puspa Dewi, Triyana
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v8i1.3980

Abstract

Mencuci tangan pakai sabun adalah salah satu upaya pencegahan penyakit dan merupakan bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga.  Umumnya yang sering dilakukan masyarakat adalah mencuci tangan dengan air tanpa sabun. Hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan mencuci tangan dengan sabun. Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku cuci tangan ditinjau dari tradisi dan budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi, intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sedang menjalankan tradisi “ngayah banjar”  dan masyarakat yang sedang menjalankan upacara adat yang berjumlah 10 orang. Analisa data menggunakan triangulasi, dengan informan kunci adalah tokoh masyarakat. Hasil observasi menunjukkan masih terdapat masyarakat yang mencuci tangan dalam kobokan tanpa sabun pada saat melaksanakan tradisi ngayah banjar. Faktor yang berpengaruh terhadap perilaku cuci tangan ditinjau dari tradisi dan budaya “ngayah banjar” adalah 1) Tradisi / kebiasaan; 2) Ketersediaan sarana dan prasaran; dan 3) Peraturan adat / awig-awig. Masih terdapat masyarakat yang mencuci tangan dalam kobokan tanpa menggunakan sabun. Faktor yang mempengaruhi antara lain: 1) Tradisi dan kebiasaan ; 2)Ketersediaan sarana dan prasaran; dan 3) Peraturan adat / awig-awig.
PERSEPSI KEPERCAYAAN IBU POSTPARTUM TERHADAP PENGGUNAAN OBAT HERBAL TARU PRAMANA USADHA BALI (KUALITATIF STUDI) Herliawati, Putu Arik; Ariyanti, Kadek Sri; Dewianti, Ni Made; Praminingrum, I Gusti Ayu Raras; Febriyanti, Ni Made Ari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43087

Abstract

Sebagian besar ibu postpartum mengalami keluhan ketidaknyamanan dan permasalahan selama menjalani masa nifas. Ibu postpartum akan berusaha menghindari konsumsi obat obatan faramakologi selama masa menyusui agar terhindar dari dampak buruk pada bayinya. Di Tengah perkembangan teknologi kodekteran dan farmakologi modern, Sebagian Masyarakat kita justru menaruh perhatian dan harapan pada pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi dan kepercayaan para ibu postpartum terkait penggunaan obat usadha Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian pada penelitian ini ditentukan menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah Persepsi Masyarakat terhadap pengobatan herbal taru Pramana Usadha Bali ini adalah :menghindari obat farmakologi, filosofi hidup Masyarakat bali,faktor ekonomi, efektifnya tanaman herbal, konsep rwa bhineda. Hasil penelitian ini. Simpulan diharapkan dapat menjadi masukan dan landasan pikiran untuk mengembangkan terapi herbal usadha bali sebagai alternatif pemgobatan di ilmu kebidanan dan tetap holistic dengan kearifan local budaya Bali.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah di TK Tunas Mekar I Kadek Sri Ariyanti; Lakitha Ning Utami
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 1 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i1.9

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Perkembangan fisik yang dapat dilihat pada anak adalah perkembangan motorik halus yang berkesinambungan sesuai dengan usia anak dan berkaitan dengan perkembangan otak anak. Oleh karena itu pendidikan seorang ibu sangat berperan penting dalam mengasuh anak terutama dalam tahap perkembangan anaknya. Pengetahuan ibu yang baik akan menghasilkan anak yang sehat dan perkembangannya sesuai dengan umurnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah dan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu serta tingkat pengetahuan ibu. Metode: Penelitian ini adalah metode penelitian korelatif dengan pendekatan subjek cross sectional yang dilaksanakan di TK Tunas Mekar 1 Desa Tegaljadi Marga Tabanan. Populasi penelitian ini adalah semua anak prasekolah di TK tersebut yang jumlahnya 60 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa korelasi bivariate (Chi Square). Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai Chi kuadrat (²) hitung sebesar 36,923. Hal ini berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan ibu terhadap variabel perkembangan motorik halus anak prasekolah. Selanjutnya nilai koefisien kontingensi (C) adalah sebesar 0,617 yang termasuk dalam kategori hubungan yang kuat. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan ibu terhadap variabel perkembangan motorik halus anak prasekolah di TK Tunas Mekar 1 Desa Tegaljadi, Marga, Tabanan.