Claim Missing Document
Check
Articles

Intensitas Pelaksanaan Program PIK-R Dan Perilaku Kesehatan Reproduksi Siswa Di SMA Kabupaten Tabanan Bali Tahun 2017 Kadek Sri Ariyanti; Made Dewi Sariyani
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.23

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Masa remaja merupakan periode kritis. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, sehingga sangat rentan terhadap perilaku berisiko. Perilaku berisiko tersebut antara lain penggunaan narkoba dan alkohol, serta hubungan seks pranikah. Proporsi penyalahgunaan narkoba dengan tingkat pendidikan SMA sangat tinggi, yaitu 64% pada tahun 2015. Persentase seks pranikah pada remaja cukup tinggi, yaitu 4,5% pada laki-laki usia 15-19 tahun dan 14,6% pada usia 20-24 tahun. Sedangkan pada remaja perempuan usia 15-19 tahun sekitar 0,7% dan 1,8% pada usia 20-24 tahun. Pemerintah Kabupaten Tabanan Provinsi Bali melaksanakan program kesehatan reproduksi (PIK-R) sejak tahun 2010, namun belum pernah dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran intensitas pelaksanaan Program PIK-R dan perilaku kesehatan reproduksi siswa di SMA Kabupaten Tabanan. Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada 150 siswa dari tiga SMA Negeri di Kabupaten Tabanan yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PIK-R dan siswa dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Intensitas pelaksanaan program PIK-R yang diukur meliputi kegiatan wajib dan tidak wajib. Siswa dikatakan memiliki intensitas yang cukup apabila pernah melakukan kegiatan wajib minimal 1 kali. Perilaku siswa diukur dengan kuesioner. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Intensitas pelaksanaan Program PIK-R pada siswa SMA di Kabupaten Tabanan sebagian besar dalam kategori kurang (86,00%). Kegiatan wajib yang paling jarang diikuti adalah penyuluhan ke luar sekolah (80,67%). Sedangkan kegiatan tidak wajib yang paling jarang diikuti adalah jambore PIK-R (86,00%). Perilaku kesehatan reproduksi siswa sebagian besar positif (78%). Simpulan: Intensitas pelaksanaan Program PIK-R pada siswa SMA di Kabupaten Tabanan masih kurang baik, sedangkan perilaku siswa sebagian besar positif.
Kecakapan Hidup Terkait Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA di Kabupaten Tabanan Kadek Sri Ariyanti; RINI WINANGSIH; DEWA AYU ARI KUSUMAYUNI
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 2 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i2.54

Abstract

Background: The adolescence period is a critical period in which physical, psychological and intellectual growth is very rapid, so it is prone to fall into risky behavior. Risk behaviors of adolescents in Indonesia include drug and alcohol use, as well as premarital sex, which can increase the number of cases of HIV/AIDS infection. To respond to adolescent reproductive health problems, the government has launched the PIK-R Program. The goal is to provide reproductive health information and counseling services, maturation of marital age, life skills, gender and advocacy skills and IEC. Life skills education for adolescents is very important to support the development of individuals to become responsible adults. To live an orderly life, individuals need the skills people need to do things regularly. Method: This study used a cross sectional design. Respondents in this study were 150 students who participated in the PIK-R Program which came from three high schools in Tabanan Regency. Samples were taken by purposive sampling. Data collection is done by survey using a questionnaire. Results: The study showed that Life Skills related to reproductive health in high school students who participated in the PIK-R Program were mostly in the good category, which was 116 people (77.33%). The PIK-R program has a positive impact on adolescent life skills related to reproductive health
Proses Terbentuknya Dukungan Keluarga kepada Remaja Penyalahguna Narkoba yang sedang direhabilitasi di RSJ Bangli Made Dewi Sariyani; Kadek Sri Ariyanti
JURNAL MEDIKA USADA Vol 3 No 1 (2020): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v3i1.58

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Menurut UNODC (The United Nations Office on Drugs and Crime) dalam World Drug Report tahun 2015, estimasi pengguna narkoba pada tahun 2013 yaitu 246 juta orang, dimana jumlah kasus narkoba terbanyak terjadi pada penduduk berusia 15-64 tahun. Faktor terbesar yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengguna narkoba untuk meninggalkan narkoba selamanya yaitu dengan niat yang kuat dari dalam diri dan dukungan keluarga yang positif. Tujuan: mengetahui secara mendalam Proses Terbentuknya Dukungan Keluarga kepada Remaja Penyalahguna Narkoba yang sedang direhabilitasi di RSJ Bangli. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui teknik in-depth interview 12 informan, dimana terdiri dari 6 informan yaitu orang tua remaja penyalahguna narkoba yang sedang direhabilitasi, 3 orang perawat di Ruang Rehabilitasi, 3 orang remaja yang sedang direhabilitasi di RSJ Bangli. Hasil: Pada penelitian ini, keluarga memiliki faktor internal dan eksternal serta hambatan dalam membentuk dan memberi dukungan kepada residen. Simpulan: Dalam membentuk dukungan, keluarga memiliki faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya, selain itu keluarga juga memiliki faktor penghambat seperti rasa jenuh dan jarak rumah.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Di Desa Lebih Kabupaten Gianyar Tahun 2020 Kadek Sri Ariyanti; Ni Made Indra Peratiwi
JURNAL MEDIKA USADA Vol 4 No 1 (2021): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v4i1.90

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem experienced by the State of Indonesia that must be addressed. Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition so that the child is too short for his age. The importance of conducting research on stunting in order to assist the government in carrying out work programs to reduce the incidence of stunting. The purpose of this study is to describe the knowledge of mothers about stunting in the village of Lebih, Gianyar Regency in 2020. The method of implementing this research is descriptive with a cross-sectional design. The sample in this study were 78 mothers of infants and were taken systematically. This research was conducted in Desa Lebih, Gianyar Regency in August 2020. Data processing used univariate analysis. The results showed that most respondents had good knowledge about stunting, as many as 65 people (83.3%). So the conclusion in this study is that the description of maternal knowledge about stunting in the village of Lebih, Gianyar Regency, is mostly in the good category. It can be investigated the factors that influence the occurrence of stunting.
Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Program GenRe Di SMP Negeri 2 Penebel Kadek Sri Ariyanti; Ni Made Indra Peratiwi
JURNAL MEDIKA USADA Vol 4 No 1 (2021): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v4i1.91

Abstract

Latar Belakang : Program GenRe adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya tegar remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari risiko Triad KRR, menunda usia pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Pentingnya dilakukan penelitian tentang program GenRe agar dapat membantu pemerintah dalam menjalankan program kerja untuk menurunkan angka kejadian pernikahan dini, narkoba dan sek bebas. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang program GenRe di SMP Negeri 2 Penebel. Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Penebel, pada bulan agustus 2020 dengan Jumlah sample sebanyak 75 siswa yang di ambil secara random. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan secara online dengan item pertanyaan 15 soal dan analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil dan simpulan : gambaran pengetahuan remaja tentang program GenRe di SMP Negeri 2 Penebel sebagian besar dalam katagori baik yaitu 62 responden sebanyak (82,7%). Kesimpulan : Gambaran pengetahuan remaja tentang program GenRe sebagian besar dalam kategori baik.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas Pada Masa Pademi COVID-19 di SMP Negeri 4 Pupuan Kadek Sri Ariyanti
JURNAL MEDIKA USADA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v4i2.102

Abstract

Latar belakang: Seks bebas bebas merupakan salah satu permasalahan remaja yang harus mendapat perhatian yang khusus. Tingginya angka seks bebas pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan yang kurang terkait seks bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMP Negeri 4 Pupuan. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 299 orang siswa, sampel dalam penelitian ini berjumlah 171 orang, pengambilan sampel dengan cara random sampling , uji statistik menggunakan SPSS. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui google form. Analisa data dengan cara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekuensi variabel. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas dalam kategori cukup baik yaitu sebanyak 75%. Rekomendasi: Sekolah diharapkan untuk meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler yang terkait dengan kesehatan reproduksi remaja untuk meningkatkan pengetahuan siswa. Kata kunci: Pengetahuan, Remaja, Seks Bebas.
Gambaran Peran Kader Kesehatan dalam Menyukseskan Program KB Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Marga I Kadek Sri Ariyanti
JURNAL MEDIKA USADA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v4i2.107

Abstract

Latar belakang: Kondisi pandemi menimbulkan kekhawatiran adanya lonjakan kelahiran bayi atau baby boom pasca pandemi Covid-19. Peran kader kesehatan dalam menyukseskan program KB dalam situasi ini sangat diperlukan, mengingat kecemasan masyarakat untuk datang ke tempat layanan kesehatan cukup tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran kader kesehatan dalam menyukseskan program KB pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Marga I. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Marga I dengan jumlah 125 orang. Sampel berjumlah 124 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui google form. Analisa data dengan cara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekwensi variabel. Hasil dan Kesimpulan: Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kader kesehatan yang memberikan informasi tentang KB sebanyak 67%. Informasi yang diberikan sebagian besar melalui whatsapp yaitu sebesar 63%. Sebagian kecil kader memberikan informasi melalui leaflet/brosur (43%) dan melakukan kunjungan rumah (40%). Rekomendasi: Kader lebih gencar memberikan informasi tentang KB pada masa pandemi Covid-19 sebagai upaya untuk menyukseskan program KB di Indonesia.
Gambaran Pengetahuan Tentang Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Buahan Kaja Gianyar Kadek Sri Ariyanti
JURNAL MEDIKA USADA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v4i2.110

Abstract

Pengertian : Stunting merupakan salah satu permasalahan balita yang harus mendapat perhatian khusus. Tingginya angka kejadian stunting pada balita dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah pengetahuan yang kurang tentang stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang stunting pada ibu yang memiliki balita usia 2-5 tahun di Desa Buahan Kaja Gianyar. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan tentang stunting pada ibu yang memiliki balita usia 2-5 tahun di Desa Buahan Kaja Gianyar. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Buahan Kaja Gianyar, pada Bulan Juli 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 23 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan secara online. Analisis data menggunakan analisa univariat yang menghasilkan distribusi frekwensi variabel. Hasil dan simpulan : Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting, yaitu sebesar 80%. Rekomendasi: Tenaga kesehatan lebih meningkatkan praktik pencegahan stunting pada ibu sejak dalam masa kehamilan sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting di Indonesia.
Description of Blood Tablets Tablets Consumption of Girl Teenager in Tabanan Cokorda Istri Mita Pemayun; Rini Winangsih; Kadek Sri Ariyanti
JURNAL MEDIKA USADA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v6i1.164

Abstract

Girl teenager are very susceptible to anemia because they lose a lot of iron during menstruation. The prevalence of anemia in young women is 32%. As an effort to prevent anemia, the government has implemented a program to provide Blood Supplementary Tablets (TTD) to young women aged 12-18 years through schools. The purpose of this study was to determine the knowledge of young women about iron tablets, explore experiences and factors that influence adolescent adherence in consuming iron tablets. The research design used is qualitative. The research was conducted in December 2022 at SMA Tabanan Regency. Data collection was carried out by interviewing through FGD. Informants in this study were 10 high school students in Tabanan Regency aged 12-18 years. For data validation, researchers used key informants, namely 5 parents of students, 1 teacher and 1 health worker. Data processing is done by means of triangulation. Results: Adolescent girls stated that they had taken iron tablets, but not regularly according to the government's recommended dose. Factors that cause adolescent non-adherence in consuming iron tablets are perception, parental support, teacher and school support, peer support and support from health workers. Continuous information is needed, including parents. There needs to be a media reminder so that young women regularly take iron tablets in accordance with the dose recommended by the government.
Perilaku Peangambilan Keputusan tentang Kesehatan Ibu dan Anak dalam Tradisi Perkawinan Nyentana: Studi Kasus di Desa Gadungan Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Dewi, Triyana Puspa; Indraswari, Ni Luh Astri; Herliawati, Putu Arik; Sariyani, Made Dewi
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1427

Abstract

The nyentana marriage tradition has implications for various aspects of family life, including decision-making regarding family health. Traditional customs and norms can influence how individuals make decisions related to health. This study aims to explore the factors that influence decision-making behavior regarding maternal and child health within the nyentana marriage tradition in Gadungan Village, Tabanan, Bali. This study uses a qualitative design with a case study approach. The participants in this study are families who have been practicing the Nyentana marriage tradition for at least one year, totaling 10 individuals, selected through purposive sampling. Data collection was conducted through interviews using a semi-structured guide, spanning a duration of one month. Data analysis was conducted thematically, with data validation through triangulation and member checking. Key informants in this study were village midwives and community leaders. The factors influencing decision-making regarding maternal and child health within the nyentana marriage tradition in Gadungan Village, Tabanan, Bali, are: 1) Cultural norms and traditions; 2) Knowledge and access to health information; 3) Family economy; Family support; and 5) Environment Decision-making regarding maternal and child health in the nyentana marriage tradition is greatly influenced by the active role of women. Factors related to decision-making regarding maternal and child health include cultural norms and traditions, knowledge and access to health information, family economy, family support, and social environment. The results of this study are expected to contribute to the development of maternal and child health programs that are responsive to local traditions and cultures. Keywords: Decision-making; health; Nyentana tradition