Claim Missing Document
Check
Articles

SEX EDUCATION FOR KIDS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN POSTER DI SD NEGERI 3 SERANGAN Ariyanti, Kadek Sri; Batiari, Ni Made Padma; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Kencana, Ni Luh Putu Putri; Kurnianingsih, I Desak Ketut Dewi Satiawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2845

Abstract

Introduction: Delivering sexual health information to children needs to be packaged in an interesting and easy-to-understand way. Visual media, such as videos and posters, have the advantage of conveying information in an interesting and interactive way. Objective: to provide accurate and comprehensive knowledge about sexual health to children. Method: The activity was carried out on Thursday, January 23, 2025, at Serangan 3 Public Elementary School. The target of the activity was 40 students in grades IV, V, and VI. The method of implementing the activity was qualitative by providing a pre-test through interviews, then providing interventions through educational videos and posters about sexual health in children with a duration of approximately 10 minutes. Evaluation was carried out by providing a post-test through interviews. The indicator of the success of the activity was that students managed to answer more than 50% of the questions given correctly. Results: Interviews in the pre-test showed that students managed to answer an average of 1-2 of the 6 questions given correctly. There was an increase in interview results during the post-test, where on average students managed to answer 4-5 of the 6 questions given correctly. Conclusion: The use of videos and posters in sex education for children can improve children's understanding of sexuality. Educators and parents need to work together to design sex education materials that are appropriate to the age and needs of children.
Terapi Non Farmakologis untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja di Tabanan Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Winangsih, Rini
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 3 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v3i2.612

Abstract

Numerous physical and psychological changes occur during adolescence. Adolescent girls' bodies undergo physiological changes as their reproductive systems grow and menstruation begins. Women who have menstruation may experience worry because it frequently results in discomfort. Menstrual discomfort could be reduced by non-pharmacological therapy, according to some experts. Approximately 96% of teenagers in Tabanan who participated in a study of various youths revealed that they had had dysmenorrhea or menstrual pain. The study attempts to characterize the non-pharmacological therapy utilized by teenagers in Bali's Tabanan Regency to lessen menstrual pain. Using random sampling, we acquired a sample of 121 young women in Tabanan Regency, aged 11 to 21. The findings revealed that using eucalyptus oil and drinking herbal teas are the most popular non-pharmacological treatments used by teenagers to lessen period pain for about 55% and 42%. Heated ginger (22%), sour turmeric (42%), and coconut water (14%) are herbal beverages that are said to have pain-relieving properties. There is a need to strengthen adolescent females' understanding of menstrual discomfort, anticipation, and management.
Peran Pendukung Sebaya dalam Pengobatan Antiretroviral bagi ODHA Lost to Follow Up di Kota Denpasar: Sebuah Studi Kualitatif Oktavianti, Ni Kadek Rika; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Ariyanti, Kadek Sri; Batiari, Ni Made Padma; Kurnianingsih, I Desak Ketut Dewi Satiawati
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.243

Abstract

Data Provinsi Bali mencatat jumlah ODHA yang Lost to Follow Up (LTFU) tinggi, dimana hampir mayoritas kasus berada di Kota Denpasar. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa Kota Denpasar adalah episentrum permasalahan LTFU di Bali, dengan konsekuensi serius terhadap keberlanjutan pengobatan antiretroviral (ARV). Salah satu program Yayasan Spirit Paramacitta yang bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan pengobatan ARV adalah pendampingan melalui Pendukung Sebaya. Tujuan penelitian mengeksplorasi peran pendukung sebaya dalam pengobatan ARV bagi ODHA yang LTFU, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan pendampingan. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dengan melibatkan 6 (enam) informan dari pendukung sebaya dan direktur Yayasan Spirit Paramacitta, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendukung sebaya berperan dalam memberikan dukungan psikososial berupa dukungan emosional, instrumental, informatif dan penghargaan. Faktor yang memengaruhi keberhasilan pendampingan meliputi 1) faktor predisposisi: pendidikan dan pengalaman; 2) faktor pendukung: akses layanan, biaya dan logistik, 3) faktor pendorong: pelatihan dan kerja sama dengan layanan kesehatan. Faktor penghambat bagi ODHA untuk kembali mengakses layanan pengobatan ARV adalah stigma sosial, rasa malu dan ketakutan akan diskriminasi. Kesimpulan pendukung sebaya memiliki peran strategis dalam mengurangi angka LTFU melalui pendekatan persuasif, empatik dan berbasis pengalaman. Diperlukan pelatihan berkelanjutan dan dukungan sistem kesehatan untuk mengoptimalkan peran ini. Pemahaman masyarakat terkait dengan HIV/AIDS perlu ditingkatkan untuk mengurangi stigma sosial dan diskriminasi terhadap ODHA.
Analisis Kebutuhan Media Promosi Kesehatan Reproduksi Anak Usia Dini di Posyandu: Studi pada Kader dan Ibu Balita di Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Batiari, Ni Made Padma
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i2.289

Abstract

Kesehatan reproduksi anak usia dini merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pos PelayananTerpadu (Posyandu) berperan sebagai salah satu sarana utama dalam memberikan informasi dan pelayanan kesehatankepada ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media promosi kesehatan reproduksi anakusia dini di Posyandu, serta memahami perspektif kader dan ibu balita terkait media promosi kesehatan yang efektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD).Informan terdiri dari 10 orang kader posyandu dan 20 orang ibu balita di Desa Gadungan Tabanan Bali. Analisa datamenggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang tua balita menyatakan belum pernahmendapatkan edukasi kesehatan reproduksi untuk anak di Posyandu; media edukasi yang diharapkan orang tua antara lain:lebih variatif, menggunakan animasi yang menarik dan interaktif, serta integrasi budaya lokal (penggunaan bahasa daerahdan permainan tradisional); media edukasi yang menarik dan interaktif menurut orang tua dan kader: permainan dan videoedukasi; kendala dalam edukasi kesehatan reproduksi: pembahasan kesehatan reproduksi dianggap tabu, anak merasamalu dan canggung, kurangnya pemahaman terhadap istilah ilmiah dan materi reproduksi; dan perlu melibatkan ayah danpengasuh dalam pendidikan reproduksi untuk anak. Terdapat kebutuhan untuk pengembangan media promosi kesehatanreproduksi yang lebih variatif dan menarik, serta lebih mudah dipahami oleh ibu dan balita. Penguatan media promosikesehatan reproduksi anak usia dini di Posyandu sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaranmasyarakat tentang kesehatan reproduksi sejak dini.