Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Studi Kasus: Permasalahan Limbah di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Amessangeng, Kota Sengkang Besse Mahbuba We Tenri Gading; Adib Norma Respati; Edi Suryanto
JURNAL TRITON Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v12i1.164

Abstract

Tempat Pemotongan Hewan yang memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Untuk menyediakan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) harus memenuhi persyaratan teknis yang meliputi fisik (bangunan dan peralatan), sumber daya manusia, dan prosedur teknis pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Amessangeng yang berlokasi di Kota Sengkang yaitu di Kelurahan Lamaddukelleng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi penanganan limbah di TPH Amessangeng, terkait langkah penanganan limbah yang telah dilaksanakan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. TPH Amessangeng telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pemotongan hewan, namun berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi pengolahan limbah belum tersedia. Limbah TPH Amessangeng langsung mengalir ke lahan yang berujung di sungai, belum dilakukan penyaringan telebih dahulu. Jika terjadi terus menerus dan dalam jumlah yang banyak maka dapat berdampak terhadap masyarakat sekitar yang meliputi polusi bau atau pencemaran udara, pencemaran air dan berdampak pada kesehatan. Pembuatan kolam penampungan limbah harus dilakukan dan dilanjutkan dengan pengolahan limbah menggunakan Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) sebelum limbah dibuang ke sungai sekitar TPH. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran udara, air, tanah dan gangguan kesehatan.
Kualitas Nutrien Pellet Kombinasi Limbah Ikan dan Daun Kelor sebagai Supplemen Pakan Protein Tinggi Besse Mahbuba We Tenri Gading; Agustina Agustina
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1276

Abstract

Protein adalah salah satu nutrien yang dibutuhkan oleh ternak ruminansia yang sangat penting terutama untuk pertumbuhan ternak muda. Limbah ikan dan daun kelor memiliki kandungan protein yang tinggi dan berpotensi dijadikan sebagai pakan sumber protein tinggi dan tidak bersaing dengan manusia. Pembuatan pellet diharapkan dapat meningkatkan proteksi protein dalam rumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien pellet suplemen pakan protein tinggi yang berbahan dasar limbah ikan dan daun kelor yang akan diberikan ke ternak ruminansia. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu persiapan, pencampuran dan pencetakan pellet. Materi yang digunakan adalah limbah ikan, daun kelor, dedak, mineral mix, molases dan tepung tapioka, kemudian dilakukan analisis kandungan nutrien. Formulasi pellet terdiri dari FA: limbah ikan 60%, daun kelor 20%. FB: limbah ikan 50%, daun kelor 30%. FC: limbah ikan 40%, daun kelor 40%, FD: limbah ikan 30%, daun kelor 50%. serta masing-masing formulasi memiliki kandungan dedak 10%, mineral mix 2%, molases 3%. Analisis data menggunakan analisis statistik secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kadar air FA, FB dan FC memenuhi standar mutu pellet, sedangkan FD melebihi standar. Kadar protein keempat formulasi berada diatas 20%. Lemak kasar tidak lebih dari 7%. Kandungan serat kasar formulasi FA, FB, FC dan FD memenuhi standar namun memiliki kadar abu yang sangat tinggi. Simpulan dari hasil penelitian adalah formulasi terbaik dari supplemen pakan protein tinggi adalah pada formulasi FC yaitu kandungan limbah ikan dan daun kelor yang seimbang. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pemberian pellet pakan kombinasi limbah ikan dan daun kelor secara langsung ke ternak ruminansia, untuk melihat pengaruh pada performa yang dihasilkan.