Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Drama Berbasis GAHAR di Perguruan Tinggi Karim, Ahmad Abdul; Saryono, Djoko; Karkono, Karkono; Rofiuddin, Ah.; Widyartono, Didin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.4136

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan rancangan strategi GAHAR dalam pembelajaran drama di perguruan tinggi. Strategi GAHAR dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang sistematis, kolaboratif, dan kreatif sehingga mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam memahami, menginterpretasi, dan menampilkan drama. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dengan mengintegrasikan teori pembelajaran kreatif, seni pertunjukan, dan teknologi. Fokus utama penelitian ini menggambarkan langkah-langkah implementasi strategi GAHAR, mulai dari perencanaan, pembagian tugas, latihan, evaluasi, hingga pementasan. Hasil penelitian menunjukkan strategi GAHAR mampu menciptakan pengalaman belajar yang holistik dengan melibatkan berbagai dimensi keterampilan, seperti penguasaan bahasa tubuh, ekspresi emosi, pengelolaan dialog, dan penguatan kerja sama tim. Selain itu, penggunaan teknologi Virtual Reality (VR), pada tahap latihan dan pementasan memberikan pengalaman imersif yang mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, strategi ini relevan dengan kebutuhan era digital, sekaligus mengatasi tantangan dalam pembelajaran seni di perguruan tinggi.
Myth of Masculinity in Novels Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas by Eka Kurniawan Afifah Fitri Wahyuningtyas; Karkono
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v14i3.33949

Abstract

This research aims to investigate the myth of masculinity in novels such as Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, and its influence on the characters' personalities, as well as the implications of the characters' personalities formed by the myth of masculinity on the conflict in the novel. This research employs a qualitative approach, utilizing a literature study and document study method. This study employs Roland Barthes' theory of semiotics to analyze myths in novels, John Beynon's theory of masculinity to categorize the myth of masculinity in novels, and Sigmund Freud's theory of personality structure to examine the impact of the myth of masculinity on the character's personality. Furthermore, conflict theory in literary works is used to analyze the implications of the myth of masculinity on conflict in novels. The results of the study reveal that the novel encompasses six aspects of masculinity that influence the id, ego, and superego. Such personality structures trigger internal and external conflicts. Based on the analysis results, it is concluded that Uttas untangles the myth of masculinity in the novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar, examining its psychological, social, and political aspects. This novel also addresses the issue of toxic masculinity, a topic that deserves attention and action in society. Such complexity is evident in the novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. It is a work that can serve as inspiration and a means of human reflection on community issues that have been considered ordinary and commonplace, prompting a re-examination of their relevance to the current situation. 
The commodification of polygamy through the ecranization of the novel Air Mata Tuhan into the film Air Mata Surga Karkono, Karkono
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 50, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explored the commodification of polygamy in the Air Mata Surga (AMS) movie, adapted from the Air Mata Tuhan novel. The movie was selected for a number of reasons. Firstly, it is an effective transformation medium to reach people with distinctive back­grounds, including their age, social status, domicile, education, culture, language, and even religion. Secondly, polygamy is considered sacred as it is correlated with religion. However, in the industrial sector, polygamy becomes a profane commodity once it is taken as a theme in a movie. Therefore, this study investigated the commodification types of polygamy in the AMS movie and society’s reception of those commodification. The researcher used the obser­vation technique on material objects in a novel and film and also created a questionnaire using Google Form. The research participants came from Malang, Surakarta, and Jakarta, Indo­nesia. The results show that the commodification observed in the AMS movies consists of both content and audience commodification. Meanwhile, polygamy was used by the pro­duction house as a means to gain revenue and to transform ideology, both in the novel and in the movie. The findings also suggest that 78 percent of participants mentioned that their viewpoint toward polygamy shifted after watching the movie.
Komersialisasi Motif Tekstil Kontemporer Berbasis Budaya Populer dan Prinsip Localism untuk Menjadikan Warisan Lokal sebagai Tren Global Karkono, Karkono; Sudarmanto, Joni Agung; Febrianti, Yusnita; Karim, Ahmad Abdul; Putra, Natanael Ricky
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.38187

Abstract

Merosotnya eksistensi warisan budaya lokal akibat dominasi budaya populer global menyebabkan hilangnya identitas budaya dan pengetahuan tradisional. Tujuan penelitian mengembangkan strategi komersialisasi motif tekstil kontemporer berbasis budaya populer dengan prinsip localism untuk menjadikan warisan lokal sebagai tren global. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall (1983). Subjek penelitian melibatkan desainer, pengrajin lokal, dan konsumen. Hasil penelitian ini adalah pengembangan brand fesyen bernama kioskita.namanya. Brand ini menjadi representasi konkret dari strategi komersialisasi yang efektif. Melalui serangkaian tahapan R&D, mulai dari analisis kebutuhan hingga uji keefektifan, ditemukan bahwa komersialisasi yang berlandaskan prinsip localism tidak mengikis esensi budaya, melainkan berfungsi sebagai jembatan untuk merevitalisasi warisan lokal di tengah arus globalisasi. Prototipe produk yang dihasilkan, berupa koleksi busana dan aksesori, berhasil memadukan motif tradisional dengan elemen budaya populer, menciptakan desain yang relevan, estetis, dan memiliki narasi budaya yang kuat. Uji keefektifan menunjukkan bahwa produk tersebut secara signifikan meningkatkan persepsi konsumen terhadap keunikan motif dan daya tarik budaya, membuktikan bahwa warisan lokal dapat diwujudkan sebagai tren global melalui pendekatan desain kreatif dan strategi pemasaran digital yang tepat.
SMART REPAIR TRACKER: EDUKIT LEARNING ANALYTICS UNTUK PENGUATAN 6C'S MAHASISWA KEJURUAN DI ERA CYBER Putra, Andika Bagus Nur Rahma; Ulfatin, Nurul; Karkono, Karkono; Subandi, Mahfudi Sahly; Mawangi, Puteri Ardista Nursisda; Foong, Lee Ming; Ratnawati, Dianna
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.8841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Smart Repair Tracker, sebuah edukit berbasis Learning Analytics yang dirancang untuk mendukung pembelajaran mata kuliah Peralatan Otomotif di Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif. Aplikasi ini fokus pada penguatan kompetensi 6C’s (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Citizenship, Character) mahasiswa dalam pembelajaran otomotif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan prototipe, uji validasi, dan uji kelayakan. Hasil uji menunjukkan bahwa 80% mahasiswa merasa aplikasi ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran, terutama dalam simulasi berbasis Virtual Reality (VR), yang mendapatkan skor 4,9/5 dalam hal ketertarikan dan efektivitas. Selain itu, 75% mahasiswa melaporkan bahwa fitur Learning Analytics yang memberikan umpan balik langsung sangat membantu mereka untuk memahami kemajuan dan kelemahan mereka. Berdasarkan hasil uji kelayakan yang melibatkan 5 ahli, aplikasi ini memperoleh skor 4,7/5, yang menandakan bahwa aplikasi ini sangat layak digunakan dalam konteks pendidikan otomotif. Kesimpulannya, Smart Repair Tracker terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguasaan keterampilan teknis serta sosial mahasiswa di bidang otomotif.
Konstruksi Identitas Kuliner Jawa Timur dalam Kumpulan Cerpen Festival Sastra Kota Malang 2024 Karim, Ahmad Abdul; Saryono, Djoko; Karkono, Karkono; Vidyanita, Nissa; Potabuga, Tia Istiana
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi identitas kuliner Jawa Timur dalam Kumpulan Cerpen Festival Sastra Kota Malang 2024. Kajian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penelitian yang secara spesifik menempatkan kuliner sebagai konstruksi identitas regional dalam teks sastra kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan gastrokritik yang memandang makanan sebagai simbol kultural. Sumber data berupa empat cerpen terpilih dalam antologi Jelajah Cita Rasa. Teknik analisis data melalui pembacaan kritis-hermeneutik dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan nasi gegog, nasi golong, rajamangsa atau petis, rujak cingur, dan jamu tradisional dikonstruksi bukan sekadar sebagai elemen latar, melainkan sebagai perangkat naratif yang membentuk karakter, menggerakkan konflik, dan merepresentasikan nilai ketahanan, spiritualitas, solidaritas komunal, serta transformasi sosial masyarakat Jawa Timur. Kuliner dalam empat cerpen Jelajah Cita Rasa berfungsi sebagai arena negosiasi identitas regional yang dinamis, tempat memori historis, relasi kuasa, dan praktik budaya direpresentasikan serta direinterpretasikan dalam konteks kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai medium produksi dan reproduksi identitas kultural melalui representasi kuliner lokal.