Claim Missing Document
Check
Articles

Prototipe Aplikasi Monitoring Jalur Kereta Api Berbasis Website Faris Bayu Azanto; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api adalah salah satu model transportasi massal yang menjadi alternatif bagi masyarakat. Namun tingkat kecelakaan pada moda transportasi ini yang diakibatkan oleh kerusakan jalur masih menjadi faktor utama. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu aplikasi Monitoring System yang akan mempermudah para operator kereta api untuk memantau jalur kereta api. Pada Tugas Akhir ini, dibuat suatu prototype aplikasi monitoring berbasis website untuk memantau keadaan jalur kereta api menggunakan kabel fiber optik sebagai sensor. Pada prinsipnya aplikasi ini menggunakan FO to Ethernet Media Converter untuk mengubah kabel fiber optik menjadi kabel data ethernet. dengan menambahkan IP device dan melakukan ping ke device ini maka server dapat mendeteksi keadaan jalur kereta api jika terjadi ganggunan, dengan cara mengukur replay data hasil aktifitas ping di cmd. aplikasi website akan menampilkan hasil dari aktifitas ping dengan menggunakan bahasa pemograman phyton, PHP, javascript, MySQL untuk database dan aplikasi ini memiliki beberapa fitur. Berdasarkan hasil pengujian pada Tugas Akhir ini, didapatkan delay 0,10085/ms pada saat kondisi jalur dalam keadaan normal dan 30,000934/ms pada saat kondisi jalur dalam keadaan bending. Yang artinya kualitas traffic data bagus berdasarkan standar ITU-T. Kata kunci – Fiber Optik, Sensor, Kereta Api, Fiber to Ethernet Media Converter , Website.
Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Curb (fttc) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-capable Passive Optical Networks (xgpon) Studi Kasus Sto Cempaka Putih Dengan Ducting Bersama Dimas Hendratno; Akhmad Hambali; Musarah Wim
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tug as akhir ini, peneliti merancang jaringan Fiber To The Curb (FTTC) menggunakan teknologi 10 Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) dari STO Cempaka putih ke 7 MSAN yang akan dirancang dan mensimulasikannya menggunakan perangkat lunak dengan membuat jalur awal lalu penentuan perangkat, spesifikasi, tata letak dan volume yang digunakan. Kemudian untuk kelayakan sistem di analisa menggunakan parameter link power budget, sedangkan untuk performansi sistem di analisa dengan parameter BER (Bit Error Rate) dan akan dibandingkan dengan hasil percancangan apakah sistem yang telah dirancang layak atau tidak. Bandwidth yang digunakan dalam perancangan ini yaitu 10 Gbps untuk downstream dan 2.5 Gbps untuk upstream. serta akan dianalisis penggunaan ducting bersama sesuai dengan estetika dan keindahan tempat. Perbedaan Tugas Akhir ini dengan Tugas akhir yang sebelumnya adalah dengan menggunakan ducting dan juga dengan menggunakan teknologi 10 Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON). Berdasarkan perhitungan kelayakan sistem untuk link power budget didapatkan nilai redaman terbesar untuk downstream bernilai 9,56 dB dengan nilai Prx sebesar -12,56 dBm. Sedangkan untuk upstream nilai redaman terbesar bernilai 10,2591 dB dengan nilai Prx sebesar -15,9591 dBm. Hasil perhitungan yang didapatkan masih berada di atas standar yang ditentukan oleh ITU-T dan PT. Telkom, yaitu sebesar -28 dBm. Sedangkan perhitungan kelayakan sistem untuk rise time budget, jenis pengkodean NRZ dan RZ dapat digunakan dalam perancangan ini. Pengkodean NRZ memiliki batas 70% dari kecepatan data yaitu 70 ps untuk downstream dan 35 ps untuk upstream. Pengkodean RZ memiliki batas 35% dari kecepatan data yaitu 280 ps untuk downstream dan 140 ps untuk upstream. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai tsystem sebesar 50 ps untuk upstream dan 49 ps downstream. Nilai tsystem downstream hanya memenuhi rise time budget NRZ, sedangkan nilai tsystem Upstream memenuhi rise time budget NRZ dan RZ. Berdasarkan hasil simulasi perancangan jaringan pada perangkat lunak Opti System dengan melihat nilai BER, kualitas transmisi perancangan ini baik. Nilai BER yang didapatkan pada simulasi adalah sebesar 3,729 x 10-99 untuk downstream dan mendekati nol (0) untuk upstream. Nilai ideal untuk bit error rate pada transmisi serat optik adalah 10-9. Kata Kunci : FTTC, MSAN, LinkPower Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate,XGPON
Analisis Performansi Hybrid Optical Amplifier Pada Sistem Long Haul Ultra-dense Wavelength Division Multiplexing Pugar Athma Praja; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguat hybrid merupakan sebuah teknologi yang menjanjikan dan memberikan performansi yang lebih baik karena dapat menangani jaringan dengan beban yang besar. Penguat hybrid digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan gain bandwidth dari sistem berbasis WDM. Meningkatkan Gain-Bandwidth penguat optik adalah cara yang paling efektif untuk pemanfaatan optimal bandwidth serat secara efisien dalam peningkatan jumlah saluran berbasis WDM. Optimasi penguat hybrid (Raman-EDFA) membuat spektrum gain berada disekitar intensitas penguatan yang sama dengan menurunkan tingkat kerataan gain dari 4,3 dB ke 0,01 dB dengan rata-rata gain sekitar 25,7 dB yang memiliki rentang bandwidth 75 nm sepanjang band gelombang 1530-1605 nm. Dari hasil simulasi uji performansi penguat hybrid (Raman-EDFA) pada sistem long haul U-DWDM dengan panjang link sejauh 205 km didapatkan Q Factor yang beragam yaitu pada kanal ke-1 (7,97197), 20 (7,24377), 40 (6,68281), 60 (7,01838), 80 (6,4435), 100 (6,58715) dan Q Factor terendah pada kanal ke-80 (6,4435). Nilai tersebut mengindikasikan bahwa sistem long haul U-DWDM dengan konfigurasi penguat hybrid (Raman-EDFA) yang disusun secara seri (cascade) dengan spesifikasi yang tertera pada penelitian ini hanya efektif pada jarak maksimal 205 km.
Perancangan Dan Analisis Purwarupa Untuk Sistem Pemantauan Fiber Optik Dengan Power Meter Optik Berbasis Esp8266 Aulia Nugraha; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini Optical Power Meter (OPM) banyak digunakan dalam sistem komunikasi serat optik. OPM adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur nilai daya dari suatu sinyal optik yang ditransmisikan. Umumnya OPM digunakan untuk mengetahui kualitas dari sebuah jaringan sistem komunikasi serat optik yang telah dibangun. Oleh karena itu OPM dapat digolongkan sebagai alat yang penting dalam sistem komunikasi serat optik. Namun, OPM memiliki beberapa kelemahan. Selain termasuk kedalam alat yang mahal, OPM juga tidak dapat menampilkan hasil pengukuran pada platform/perangkat lain. Dari kelemahan tersebut maka dikembangkan suatu alat yang lebih efisien, lebih terjangkau dan dapat dibuat sendiri, serta memiliki kemampuan sistem monitoring terhadap hasil pengukuran sinyal optik yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan Internet of Things (IoT). Sistem pengukuran OPM memanfaatkan modul Small Form-Factor Pluggable (SFP) yang diintegrasikan dengan nodeMCU ESP8266. Setelah dilakukan implementasi dan analisis didapatkan kesimpulan akurasi sensor photodetector dengan nilai 99%, dengan sistem bekerja pada kondisi LOS mencapai 120m dan kondisi NLOS mencapai 40m. Aplikasi dan pengujian ini dilakukan dengan QoS pada level 0 mendapatkan delay rata-rata dari broker menuju subscriber sebesar 17ms dan throughput sebessar 63Bytes/s. Selain itu broker masih bekerja dengan baik setelah menjalani pengujian ketahanan selama 30 hari. Kata Kunci : OPM, Monitoring, SFP, nodeMCU ESP8266, MQTT. Abstract At present Optical Power Meter (OPM) is widely used in fiber optic communication system. OPM is a device to measure the power value of a transmitted optical signal. Generally OPM is used to determine the quality of a network of fiber optic communication systems that have been built. Therefore, OPM can be classified as an important tool in fiber optic communication system. However, OPM has several weaknesses. In addition to being an expensive tools, OPM also can’t display the measurement results on other platforms/devices. From these weaknesses, developed a more efficient, more affordable and self-made tool, and has the ability to monitor the results of optical signal measurements then transmitted through the network of Internet of Things (IoT). The OPM measurement system utilizes the Small-form Factor Pluggable (SFP) module that is integrated with the ESP8266 nodeMCU. After the implementation and analysis, got the conclusion of photodetector sensor accuracy with 99% value, with system working on condition of LOS reach 120m and NLOS condition reach 40m. Application and testing is done with QoS at level 0 getting average delay from broker to subscriber of 17ms and throughput sebessar 63Bytes/s. In addition brokers still work after endurance testing for 30 days. Keyword : OPM, Monitoring, SFP, nodeMCU ESP8266, MQTT
Analisis Performansi Jaringan Akses Fiber To The Home (ftth) Link Sto Gegerkalong Ke Perumahan Cipaku Indah Oq Vinesto Riyadi; Sugito Sugito; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pertengahan 2014 PT Telkom dan PT INTI bekerjasama dalam pelaksanaan proyek TITO, yaitu proyek implementasi FTTH ke perumahan perumahan yang ada di bandung salah satunya di perumahan sekitar jalan cipaku indah. Jaringan FTTH di jalan cipaku indah termasuk masih baru karena sebelumnya masih menggunakan jaringan tembaga, namun belum ada analiasa khusus terkait performansi jaringan FTTH yang telah terimplementasi di perumahan tersebut. Untuk itu penulis ingin membantu menganalisa performansi jaringan link optik yang masih baru tersebut. Pada tugas akhir ini dianalisa kinerja jaringan FTTH STO Gegerkalong ke perumahan Cipaku Indah berdasarkan beberapa parameter yaitu Link Power Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (SNR), Bit Error Rate (BER) dan menganalisa secara langsung masalah yang terjadi di lapangan. Pada jaringan FTTH di perumahan Cipaku Indah telah terpasang perangkat GPON yaitu 1 ODC, 54 ODP dan 227ONT dengan total pelanggan sebanyak 227 user. Hasil uji link yaitu terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi FTTH ini telah layak dengan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan nilai BER yaitu sebesar 5,09424 x 10- 300Link Power Budget bernilai – , Rise Time Budget bernilai , SNR bernilai . Dalam hasil pengukuran link cipaku indah terdapat 10 ONT yang mengalami gangguan loss. Berdasarkan survey ke user terdapat redaman sebesar 3 sampai 4 dB yang terjadi akibat adanya separasi sebesar 0,3 mm diantara dua jenis konektor yang berbeda yaitu PC dan APC di antara drop kabel indoor dengan kotak rosette. Kata kunci: Performansi, Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER.
Analisis Perubahan Kerataan Gain Pada Raman Optical Amplifier (roa) Yang Di Cascade Untuk Sistem Komunikasi Optik Jarak Jauh Uw-wdm M. LUTHFI M. LUTHFI; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Raman Optical Amplifier (ROA) adalah penguat optik yang memanfaatkan interaksi kenonlinieran antara sinyal dan laser yang dipompakan kedalam serat yang menyebabkan terjadinya penguatan pada sinyal informasi. Analisis penguatan sinyal optik dengan menggunakan sebuah ROA telah dila kukan, namun ada satu metode penggunaan cascade ROA yang berguna dalam pengembangan teknologi WDM (Wavelength Division Multiplexing). Metode cascade ROA yang dimaksud adalah pengunaan sejumlah ROA sekaligus pada satu serat optik dengan tujuan untuk mendapatkan penguatan yang rata dan meningkatkan bandwidth penguatan sinyal optik. Pada tugas akhir ini, peneliti menganalisis skema pompa pada penguatan Raman pada berbagai kasus, baik pada satu pompa maupun dengan cascade ROA. Tujuannya untuk mendapatkan hasil optimal, serta melihat pengaruh yang disebabkan oleh parameter-parameter yang ada terhadap perubahan spektrum penguat Raman. Pada penelitian ini didapatkan hasil simulasi saat 11 buah pompa diberikan kedalam serat, dihasilkan penguatan sebesar 12.08 dB dengan ripple sebesar 0.56 dB serta lebar bandwidth sebesar 83 nm. Saat 12 buah pompa diberikan kedalam serat, penguatan yang dihasilkan sebesar 10.94 dB dengan ripple sebesar 0.43 dB serta lebar bandwidth sebesar 78 nm. Kata kunci: Bandwidth, Cascade, Raman Optical Amplifier, ripple, WDM.
Analisis Simulasi Sistem Ng-pon2 Dengan Konsep Olt Tx Dan Rx Menggunakan Semiconductor Optical Amplifier (soa) Najib Asqolani Akbar; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan bandwidth merupakan salah satu permasalahan pada teknologi GPON. Pengembangan teknologi ini terus dilakukan hingga ditemukannya teknologi NG-PON2. NG-PON2 merupakan teknologi yang menggunakan Time and Wavelength Division Multiplexing (TWDM) sebagai solusi utamanya karena mampu meningkatkan bandwidth hingga 40 Gbps. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan dan simulasi jaringan bidirectional menggunakan penguat SOA. Digunakannya empat stacking Optical Line Termination (OLT). Bitrate yang digunakan adalah 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream. Jenis penempatan penguat SOA adalah booster amplifier pada arah downstream dan pre-amplifier pada arah upstream.Berdasarkan dari hasil simulasi, didapatkan bahwa semua nilai parameter performansi berada pada standarnya masing-masing setelah digunakan penguat SOA yaitu pada -28 dBm sampai dengan -7 dBm. Pengaruh pada Power Received adalah meningkakan nilai Power Received yang tanpa menggunakan penguat pada tiap panjang link yang digunakan. Sedangkan pengaruh pada OSNR adalah adanya ketidaklinieran penguatan daya sinyal dan daya noise pada arah downstream yang membuat menurunnya nilai OSNR setelah digunakannya penguat, walaupun masih berada diatas standar OSNR yaitu minimal 30 dBm. Sedangkan pengaruh pada nilai Q-Factor meningkatkan Q-Factor secara efektif yaitu di atas nilai 6 yang membuat nilai Q-Factor dari tiap kanal dinyatakan ideal untuk dijadikan link komunikasi. Sedangkan pengaruh pada nilai BER adalah sama seperti Q -Factor, yang membuat peningkatan dan mengangkat nilainya menjadi di atas standar untuk NG-PON2 yaitu 10-9 karena nilai BER mengikuti nilai Q-Factor-nya. Jarak terjauh yang dapat digunakan setelah menggunakan penguatSOA adalah 65 km.
Perancangan Jaringan Backhaul 4g/lte Menggunakan Serat Optik Di Kecamatan Loksado, Kandangan, Dan Kalumpang Valendira Putri; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerataan pembangunan jaringan 4G/LTE pada Tugas Akhir ini dilakukan di Kecamatan Loksado, Kandangan, dan Kalumpang Kalimantan Selatan. Perancangan jaringan eNodeB dilakukan dengan memperhitungkan trafik user yang diperlukan berdasarkan capacity planning untuk mengetahui jumlah eNodeB yang akan diterapkan ke sistem sebagai backhaul. Sistem menggunakan teknologi GPON pada link akses dan STM-16 pada link backhaul didapatkan nilai parameter sesuai standart pada sistem. Dengan nilai Q-factor terburuk pada sisi upstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 17,0924, 15,6667, 17,357, dan pada sisi downstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 22,7433, 21,0777, 23,0496. Dengan nilai BER terburuk pada sisi upstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 7,33x10-66, 1,12x10-55, 7,57x10-68, dan pada sisi downstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 0, 5,77x10-99, 6,6x10-118. Dengan nilai Power Received terburuk pada sisi upstream untuk masing-masing kecamatan yaitu -19,022 dBm, -19,757 dBm, -18,882 dBm, dan pada sisi downstream untuk masing-masing kecamatan yaitu - 13,022 dBm, -13,756 dBm, -12,881 dBm. Pada sistem STM-16 didapatkan nilai terburuk untuk Q-factor = 62,4385, BER = 0 dan Power Received = -15,641 dBm.
Simulasi Dan Analisis Distorsi Sinyal Sistem Ganda Lte-Wcdma Melalui Link Serat Optik Aldrin Fakhri Azhari; Akhmad Hambali; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sistem RoF sebagai pendistribusi sinyal sistem ganda LTE-WCDMA dipercaya memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem distribusi biasa menggunakan kabel tembaga. Akan tetapi, ketidaklinearan perangkat-perangkat pada sistem RoF membuat kualitas transmisi menurun. Penelitian mengenai pengaruh ketidaklinearan sistem RoF terhadap sinyal sistem ganda LTE-WCDMA perlu dilakukan agar dapat dirancang sistem yang optimal. Penelitian ini berfokus pada pengaruh frequency chirping laser, dispersi dan FWM pada serat terhadap sinyal sistem ganda LTE-WCDMA. Penelitian dilakukan dengan membuat simulasi sistem RoF untuk sistem ganda LTE-WCDMA pada software Optisystem 13. Pengujian sistem dilakukan dengan cara mentransmisikan sinyal sistem ganda LTE-WCDMA pada sistem RoF dengan penyebab ketidaklinearan sistem yang berbeda-beda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa distorsi sinyal terbesar diakibatkan oleh frequency chirping pada laser. Selain itu hasil pengujian menunjukkan bahwa laser dominan adiabatic chirp mempunyai kualitas lebih baik dibandingkan laser dominan transient chirp. Kemudian dari hasil pengujian ini juga diketahui bahwa penggunaan CWDM menghasilkan nilai SNR yang lebih baik daripada DWDM. Analisis peluang bit error (Pe) menunjukkan semua sistem RoF dengan dengan rancangan seperti proses pengujian layak digunakan karena nilai Pe dibawah 10-10. Akan tetapi, untuk meningkatkan kualitas sinyal disarankan menggunaan laser dominan transient chirp dan CWDM dalam perancangan sistem. Kata kunci : Ketidaklinearan RoF, LTE, WCDMA, frequency chirping, dispersi, FWM
Perancangan Desain Fiber To The Tower (fttt) Untuk Komunikasi Broadcast Sebagai Backhaul Jaringan Pariz Van Java Tv Bandung Nurrochman Prabowo; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri penyiaran di Indonesia telah berkembang dengan pesat yang diiringi oleh perkembangan sistem transmisi yang semakin handal. Sistem transmisi yang digunakan oleh Pariz Van Java TV (PJTV) adalah dengan menggunakan gelombang microwave point-to-point dari stasiun ke menara pemancar yang kemudian didistribusikan ke tv di rumah-rumah. Dengan jarak yang jauh, serta topologi daerah yang memiliki kontur yang tidak rata atau berbukit-bukit dan curah hujan tinggi bukan tidak mungkin sinyal microwave akan mengalami gangguan selama transmisi. Pada tugas akhir ini dirancang desain Fiber To The Tower (FTTT) yang digunakan untuk menghubungkan stasiun dengan tower pemancar yang ada di Komplek Stasiun Relay Panyandaan, Kab. Bandung Barat yang berjarak ±17 km dengan menggunakan jaringan Metronet dari PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+). Perancangan jaringan FTTT digunakan untuk menggantikan sistem transmisi microwave point-to-point dari stasiun ke menara pemancar dengan media trasmisi fiber optic. Pada perancangan FTTT ini Studio PJTV dibuhungkan ke Presence Of Point (POP) Cigereleng GI yang bejarak 8.64 km dan menara pemancar PJTV dihubungkan ke POP Cimahi Kota APJ yang berjarak 7.35km. Dari hasil pengukuran didapatkan hasil pada link studio PJTV ke POP Cigereleng GI yaitu Power Link Budget sebesar -8.6 dBm, Rise Time Budget sebesar 0.2567 ns ns, Signal to Noise Ratio sebesar 30.9 dB, serta Bit Error Rate sebesar 9.89 x 10-68. Sedangkan pada link POP Cimahi Kota APJ ke menara pemancar memiliki keluaran Power Link Budget sebesar -11.506 dBm, Rise Time Budget sebesar 0.2567 ns, Signal to Noise Ratio sebesar 27.98 dB, dan Bit Error Rate sebesar 1.76 x 10-36. Dari data keluaran yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa link jaringan yang dirancang sudah memenuhi syarat kelayakan jaringan fiber optic. Kata Kunci: FTTT, Studio TV, Menara Pemancar
Co-Authors Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Prasetya, Rizky Aris Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky, Muhammad Arief Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal