Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Performansi Penguat Optik Hybrid Menggunakan Tiga Pompa Pada Penguat Raman Wahyu Nur Annisa; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari sumber informasi ke penerima informasi melalui suatu media. Media yang digunakan saat ini untuk transmisi jarak jauh terbuat dari bahan kaca atau disebut serat optik. Selama proses perambatan di sepanjang serat optik, cahaya akan mengalami pelemahan dan pelebaran sinyal. Hal ini disebabkan karena ketidakmurnian bahan serat yang menyerap dan menyebarkan cahaya, sehingga daya yang diterima akan berkurang. Untuk mengatasi pelemahan dan pelebaran sinyal, dapat digunakan penguat optik tanpa konversi dari bentuk elektrik menjadi sinyal optik. Salah satu penguat optik tanpa konversi adalah penguat Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dengan Raman Optical Amplifier (ROA). Sebuah sistem analisis penguat optik dengan menggunakan tiga pompa pada penguat raman telah berhasil dirancang dengan jumlah kanal 8 buah, spasi kanal 0.2 nm, dan jarak transmisi 50 km sistem DWDM dengan penguat hybrid EDFA-Raman menghasilkan performansi yang baik dengan menggunakan bitrate 2.5 Gbps menghasilkan BER 1,45E-121, gain penguat 20 dB dan noise figure 2 dB menghasilkan BER 2,90E-15, power input 10 mW menghasilkan BER sebesar 3,16E-15. Kata kunci : DWDM, EDFA, ROA, BER
Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home Menggunakan Teknologi Giga Bit Passive Optical Network Di Batalyon Kavalery 9 / Cobra Juwita Sekar Harum; Hafidudin Hafidudin; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir membahas mengenai perancangan jaringan akses Fiber To the Home (FTTH) dengan menggunakan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Perancangan jaringan FTTH dipilih lokasi yaitu di Batalyon Kavaleri 9/ Cobra. Dalam perancangan ini digunakan dua skenario perancangan yaitu skenario 1 dan skenario 2, lalu dipilih hasil perancangan terbaik. Sebelum dilakukan peranc angan akan dilakukan peramalan demand untuk lima tahun mendatang sehingga akan didapatkan kapasitas bandwidth. Setelah perancangan selesai, dilakukan perhitungan terhadap parameter-parameter kelayakan dan performansi sistem perancangan ini. Parameter-parameter tersebut adalah Link Power Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem. Nilai parameter tersebut dihitung secara manual. Hasil dari tugas akhir ini adalah kapasitas bandwidth yang akan disediakan yaitu 531,0539 Mbps. Dari hasil perhitungan power link budget downlink untuk skenario 1 yaitu 20,8415dB dengan nilai PRX sebesar -21,8415 dBm dan untuk uplink nilai redaman terbesar bernilai 21,164375 dB dengan nilai PRX sebesar -22, 164375 dBm. Sedangkan untuk perancangan skenario 2 didapatkan nilai link power budget downlink bernilai 19,7924144 dB dengan nilai PRX sebesar -20,7924144 dBm dan untuk uplink nilai redaman terbesar bernilai 19,890518 dB dengan nilai PRX sebesar -20,890518 dBm. Dari hasil kedua perhitungan tersebut masih berada di atas standar yang ditentukan oleh ITU-T dan PT. Telkom, yaitu sebesar -28 dBm. Untuk rise time budget pada skenario 1 untuk Pengkodean NRZ dari kecepatan data yaitu 0,2814 ns untuk downlink dan 0,5627 ns untuk uplink didapatkan tsystem 0,2509 ns . Sedangkan pada skenario 2 didapatkan nilai tsystem sebesar 0,4821 ns. Sehingga perhitungan kelayakan sistem untuk rise time budget arah downlink dan uplink pada dua skenario perancangan tersebut masih memenuhi rise time budget dengan pengkodean NRZ. Kata kunci : FTTH, GPON, Power Link Budget, Rise Time Budget, Batalyon Kavalery 9 / Cobra
Perancangan Dan Analisis Pengiriman Data Digital Pada Vlc Dengan Interferensi Cahaya Marcellus Haninditya; Akhmad Hambali; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi komunikasi dengan menggunakan cahaya tampak sebagai media pengirimannya. Cahaya merupakan salah satu hal yang esensial pada jaman sekarang, dalam suatu pepatah berkata bahwa dimana ada cahaya di situ ada kehidupan. Teknologi ini datang karena ada suatu kebutuhan akan rentang frekuensi radio yang belum terpakai, mengingat alokasi frekuensi sekarang yang semakin sedikit. Komunikasi cahaya tampak yang akan dilakukan adalah pengiriman data digital berupa gambar dan teks. Pertama-tama data akan dikirimkan melalui transmitter dengan LED 10 watt, yang kemudian akan diterima di sisi penerima dengan phototransistor. Dari sini kemudian akan diletakkan 1 LED lagi di dekat transmitter dengan variabel jarak dari 1-25 cm. Dari teori dasar bahwa gelombang radio dengan frekuensi yang sama akan saling berinterferensi maka dari sini akan diamati apakah terjadi interferensi atau tidak dengan analisa berdasarkan Character Error Rate (CER) dan Bit Error Rate (BER). Hasil dalam pengujian bahwa cahaya memang saling berintererensi baik itu ada atau tidak berisi informasi. Saat peginterferensi tidak berisi informasi jarak minimal 20cm sedangkan ketika berisi yaitu 18cm. Ketika syarat-syarat ini terpenuhi maka informasi dapat terkirim dengan baik.
Analisis Perbandingan Pulsa Gaussian Dengan Pulsa Secant-hiperbolik Pada Transmisi Soliton Mohamad Fadhian; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi berbasis cahaya belakangan ini telah menjadi perkembangan yang semakin dibutuhkan, salah satunya adalah soliton. Soliton merupakan sebuah pulsa yang dapat mempertahankan bentuk pulsanya akibat saling menghilangkannya efek GVD dan SPM pada medium serat optik. Pulsa soliton sendiri dapat dibangkitkan oleh dua pembangkit yaitu Gaussian Pulse Generator (GPG) dan Sech Pulse Generator (SPG). Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan antara kedua pembangkit tersebut dengan merubah parameter jarak dan bit rate untuk single link. Jarak dilakukan pengubahan dari 180 – 1800 km sedangkan bit rate 10 – 40 Gbps. Setelah itu dilakukan analisis pada DWDM dengan bit rate 10 Gbps, menggunakan 0.4 nm spasi kanal dan mengubah jumlah kanal dari 4, 8, 16, 32 panjang gelombang. Hasil simulasi menunjukkan pulsa soliton dengan GPG memiliki Q factor yang lebih tinggi pada bit rate 10 Gbps. Sedangkan bit rate diatasnya, SPG memiliki nilai Q factor yang lebih tinggi. Pada transmisi DWDM dengan parameter yang sama, pulsa soliton dengan SPG memiliki Q factor yang lebih tinggi (11.968) daripada GPG (10.709). Pada jaringan DWDM, muncul efek nonlinier lain yaitu Four Wave Mixing (FWM). Untuk 32 panjang gelombang muncul 1636 panjang gelombang baru yang tidak diinginkan. Kata kunci: Soliton, Pulsa Gaussian, Pulsa Sech, FWM, Q factor.
Analisis Simulasi Performansi Modulasi Direct Dan Eksternal Pada Jaringan Ftth Dengan Gigabit Passive Optical Network (Gpon) Ridhwan Gandaatmaja; Akhmad Hambali; Andi Oceanto
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, jaringan FTTH menjadi suatu jaringan komunikasi yang lebih andal untuk digunakan masyarakatsaat ini, dimana masyarakatsaat ini membutuhkan pengiriman data yang lebih cepat dan bandwidth yang lebih lebar untuk akses komunikasi. Pada teknologinya, Gigabit Passive Optical Network (GPON) merupakan teknologi yang sangat andal dikarenakan mampu mencapai bitrate tinggi hingga 2.5 Gbps untuk downstream dan 1.25 Gbps untuk upstream. GPON bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi performa jaringan FTTH. Faktor lain yang mempengaruhinya adalah letak pemodulasian pada sisi transmitter jaringan. Modulasi merupakan proses pengubahan sinyal menjadi bentuk tertentu agar bisa ditransmisikan sampai dengan tujuan. Berdasarkan letak pemodulasianya, cahaya pada serat optik dapat dimodulasi secara direct dan secara eksternal. Pada modulasi direct cahaya akan dimodulasikan di dalam perangkat sumber cahayanya, sedangkan pada modulasi eksternal cahaya akan dimodulasi diluar perangkat sumber cahayanya. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan parameter kelayakan jaringan seperti power link budget, rise time budget. Serta Signal to Noise Ratio (SNR), Bit Error Rate (BER), dan eye diagram yang didapatkan dari hasil simulasi dengan software Optisystem. Pada penelitian digunakan skema jaringan yang didapatkan dari yaitu pada daerah perumahan Batununggal yang dianalisis pada ODC FBG dan distribusi FBG 43 – FBG 54. Dimana pada jaringan ini menggunakan transmitter yang menggunakan modulasi direct dan eksternal sesuai spesifikasi dari datasheet. Pada akhir penelitian didapatkan daya keluaran transmitter pada modulasi direct sebesar 2,388 dBm yang lebih besar dibandingkan dengan modulasi eksternal yaitu 0,934 dBm. Analisis power link budget untuk kedua modulasi pada jarak terdekat dan terjauh didapatkan hasil yang memenuhi kelayakan karena didapatkan hasil daya terima yang lebih besar dari sensitivitas detektor yaitu -28 dBm. Untuk analisis rise time budget pada kedua modulasi juga memenuhi kelayakan karena berada ttotal dibawah batas maksimum penggunaan NRZ yaitu 0,28 ns. SNR yang didapatkan pada kedua modulasi juga berada diatas batas SNR yang ditetapkan yaitu 21,5 dBm. Dan BER yang didapatkan pada modulasi eksternal jauh lebih baik dibandingkan modulasi direct namun pada kedua modulasi masih layak karena berada dibawah batas maksimum yaitu 10 -9 . Kata kunci : GPON, FTTH, modulasi direct, modulasi eksternal
Perencanaan Penggunaan Perangkat Pembagi Untuk Komunikasi Kabel Laut Di Jalur Indonesia Global Gateway (igg) Muhammad Rayhan Hasibuan; Akhmad Hambali; Mochammad Hasan Jauhari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi bawah laut (SKKL) merupakan salah satu sistem komunikasi yang digunakan untuk menghubungkan jaringan telekomunikasi antar negara dan pulau. Mengetahui banyaknya pulau yang harus terhubung jaringan telekomunikasi, maka diperlukan perangkat penunjang seperti Branching Unit (BU) agar dapat memenuhi kebutuhan kapasitas pelanggan di setiap landing point.Penelitian ini akan menganalisa konfigurasi perencanaan pada SKKL yang terdapat di Indonesia Global Gateway (IGG) yang memiliki jumlah panjang gelombang sebanyak 80 wavelength. Skema pembagian jaringan kabel laut pada penelitian ini menggunakan 2 konfigurasi, yaitu konfigurasi branching dengan OADM BU, booster, in-line amplifier, dan per-amplifier, serta konfigurasi festoon tanpa menggunakan BU dan hanya menggunakan booster dan pre-amplifier. Dari hasil simulasi akan dilakukan análisis terhadap power receive, bit error rate (BER), dan Q-Factor.Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan hasil dari konfigurasi branching memiliki performansi yang lebih baik dibanding konfigurasi festoon. Hal tersebut berdasarkan hasil BER terendah pada konfigurasi branching dan nilai Q-Factor tertinggi.. Selain itu jika dilihat dari power receive, konfigurasi branching juga memiliki nilai yang tertinggi.
Analisa Kinerja Sistem Komunikasi Optik Jarak Jauh Dengan Teknologi Dwdm Dan Penguat (edfa) Winda Friandawa; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi optik jarak jauh menyebabkan berkurangnya daya yang diterima pada sisi penerima, hal ini disebabkan oleh adanya dispersi dan redaman lainnya. Oleh karena itu, untuk mengoptimalisasi daya yang diterima pada sisi penerima digunakan sebuah penguat agar pada sisi penerima sinyal yang dikirimkan dapat diterima dengan baik. Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan pemodelan dan simulasi link DWDM menggunakan software Optisystem 7.0, kemudian akan dilakukan tiga skema yang ada pada erbium doped fiber amplifier (EDFA) tanpa menggunakan Dispersion Compensation Fiber. Tiga skema EDFA yaitu, booster amplifier, In-line amplifier, dan pre amplifier. EDFA dipilih pada Tugas Akhir ini karena EDFA dapat menguatkan sinyal optic tanpa mengubahnya menjadi sinyal elektrik terlebih dahulu. Pada Tugas Akhir ini, serat optik akan diatur panjangnya setiap 2 Km. Panjang link yang digunakan yaitu 72 Km, 142 Km dan 396 Km, bitrate yang digunakan yaitu 10 Gbps dan 40 Gbps, format modulasi yang digunakan yaitu NRZ dan RZ. Selanjutnya, hasil dari simulasi akan dilihat nilai dari Q faktor dan BER masing-masing skema EDFA, sehingga didapatkan nilai yang terbaik dari ketiga skema EDFA yang digunakan . Dari hasil analisa yang dilakukan, penguat (EDFA) memiliki korelasi terhadap kinerja sistem DWDM ini, dimana didapatkan skema booster amplifier yang terbaik diantara ketiga skema EDFA yang ada karena pada skema booster amplifier Q faktor bernilai paling maksimal yaitu sebesar 7.70079 dan BER yang bernilai paling optimal yaitu sebesar 5.58823×10-15 yang terjadi pada saat kondisi panjang link 72 Km, bitrate 10 Gbps dan line coding RZ. Kata Kunci: DWDM, EDFA, Q Faktor, BER.
Analisis Performansi Migrasi Jaringan Dslam Cascade Ke Jaringan Gpon Untuk Mendukung Layanan Triple Play Bernadetta Sekar Pratiwi; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan internet mengakibatkan penyedia layanan internet dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan akan internet dengan kecepatan yang tinggi. Saat ini PT. Telkom sebagai salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi telah menyediakan layanan internet, yaitu Speedy. Speedy adalah layanan akses internet broadband dengan kecepatan tinggi yang menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line). Dengan layanan ini, jaringan akses telepon pelanggan ditingkatkan kemampuannya menjadi jaringan digital berkecepatan tinggi, yang memungkinkan pelanggan untuk dapat menggunakan fasilitas telepon sekaligus dapat melakukan akses internet dengan kecepatan tinggi. Dengan menggunakan Speedy, pelanggan dapat menggunakan fasilitas USeeTV yaitu layanan IPTV. Akan tetapi, performansi Speedy sebagai layanan broadband saat ini dirasa masih kurang dan seringkali terjadi gangguan. Selain itu masih banyak pengguna Speedy yang tidak dapat berlangganan UseeTV karena jaringan yang tidak support. Untuk meningkatkan performansi layanan Speedy, meminimalisasi terjadinya gangguan, dan mensupport layanan IPTV, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan optimalisasi pada jaringan DSLAM cascade. Optimalisasi dilakukan.dengan menggunakan teknologi GPON, yang sudah mendukung layanan Triple Play, dan menggunakan Splitter 1:2 di tiap DSLAM agar tidak menyebabkan terjadinya gangguan beruntun. Dalam tugas akhir ini dihasilkan jaringan cascade DSLAM yang sudah menggunakan GPON agar dapat meningkatkan performansi dan mendukung layanan Triple Play. Pada pengukuran dan pengujian di lapangan didapatkan hasil Prx = -17.8578 dB untuk jarak maksimum dan rise time budget 0.229 ns. Hasil pengukuran di lapangan memenuhi syarat kelayakan suatu jaringan dimana Prx ≥ -25 dB dan rise time budget ≤ 0.28 ns. Kata kunci : DSLAM, GPON, Cascading, Triple Play.
Analisis Panjang Gelombang Downstream Dan Upstream Pada Sistem Jaringan Ng-pon 2 Dengan Menggunakan Teknologi Twdm Rasyid Vikri Prisdiansyah; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era digital ini, perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia sangat berkembang pesat, terutama pada sistem transmisi. Salah satu sistem jaringan serat optik yang saat ini ada adalah Next-Generation Passive Optical Network 2 (NG-PON 2). Untuk mendukung Sistem jaringan NG-PON 2 dapat menggunakan teknologi Time and Wavelength Division Multiplexed (TWDM). TWDM merupakan penggabungan teknologi TDM dan WDM. Pada tugas akhir ini menganalisis pengaruh panjang gelombang downstream dan juga upstream pada sistem jaringan NG-PON 2 dengan menggunakan teknologi TWDM. Panjang gelombang TWDM dibandingkan dengan panjang gelombang yang lain, yaitu yang digunakan pada sistem G-PON dan XG-PON. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah selain panjang gelombang TWDM dapat digunakan pada sistem ini. Selisih panjang gelombang antar kanal / channel spacing juga dianalisis. Selisih panjang gelombang antar kanal yang digunakan adalah 50 GHz, 100 GHz, 150 GHz, dan 200. GHz. Analisis dilakukan dengan cara melihat pengaruh panjang gelombang dan channel spacing pada sistem jaringan NG-PON 2. Parameter performansi yang digunakan adalah SNR, Q-Factor, dan BER. Hasil dari analisis melalui perhitungan manual maupun menggunakan simulasi didapatkan bahwa panjang gelombang XG-PON dan GPON layak untuk sistem jaringan NG-PON 2 dengan teknologi TWDM walaupun nilai parameter performansinya masih dibawah nilai TWDM. Rentang panjang gelombang atau channel spacing tidak mempengaruhi nilai parameter performansi secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai dari semua parameter performansi yang tidak memiliki perbedaan yang signifikan maupun berubah beraturan. Kata kunci: Panjang gelombang, NG-PON 2, TWDM.
Pengaruh Noise Penguat Edfa Pada Performansi Sinyal Downstream Twdm Ng-pon2 Nabilla Aprilia; Akhmad Hambali; M.Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan standar yang sudah ditetapkan oleh ITU-T G.989.1-G.989.3 generasi terbaru dari PON yaitu NG-PON2. Teknologi NG-PON2 juga memiliki bandwidth yang lebih besar dan skalabilitas dengan menggunakan kombinasi Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM). EDFA (Erbium Doped Amplifier) merupakan salah satu penguat optik yang dapat memberikan penguatan langsung pada sinyal optik, tetapi dengan tambahan noise. Noise yang dikuatkan oleh penguat EDFA pada sistem TWDM downstream dapat mengakibatkan performansi sinyal yang buruk karena noise dapat terjadi dalam penguat EDFA. Penelitian ini dilakukan dengan perencanaan dan simulasi dengan menggunakan jaringan NG-PON2 dengan Teknik TWDM yang memiliki total bitrate 80 Gbps pada link downstream. Sistem yang dibuat menggunakan delapan kanal TWDM dengan masing-masing kanal memiliki bitrate 5 Gbps. Kemudian, perencanaan sistem ini akan dilakukan dengan menggunakan 2 skenario dengan jarak transmisi terpendek 20 km dan jarak transmisi terjauh 40 km dengan tiga titik pembagi daya dengan total split ratio 1:128. Selain itu, sistem ini juga menggunakan EDFA sebagai booster amplifier yang memiliki panjang 1 sampai dengan 5 meter dengan Pump Laser Power sebesar 10 mW hingga 100 Mw. Setelah itu, dilakukanlah analisis terhadap sistem berdasarkan parameter pengukuran SNR,Q-Factor dan BER. Selanjutnya, dilakukan analisis Gain terhadap perubahan panjang EDFA dan daya pompa serta analisis Gain system dimana hasil dari parameter tersebut akan mempengaruhi nilai dari Noise Figure. Berdasarkan hasil dari simulasi, didapatkan pada pengunaan kabel EDFA 1 meter mempunyai karakteristik Gain dan Noise Figure yang relatif naik ketika Power Pump 10-50 mW. Kemudian hasil dari Simulasi performansi pada jarak link 20 km didapatkan nilai Link Power Budget sebesar -6.06 dBm nilai Q-factor 81,37, nilai SNR 44.23 dB dan nilai BER sebesar 0. Sedangkan, hasil dari Simulasi performansi pada jarak link 40 km didapatkan nilai Q-factor 51.04, nilai SNR 40.18 dB dan nilai BER sebesar 0. Kata kunci : Downstream, TWDM, NG-PON2, Noise Figure, Gain, Bit Error Rate, Q-factor,SNR, Link Power Budget, Rise Time Budget. ABSTRACT Based on standards he has set by itu-t g.989.1-g.989.3 the new generation of a pound namely NGPON2. Technology of NG-PON2 also has the bandwidth greater and scalability using a combination Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) .EDFA ( Erbium Doped Amplifiers ) is one of amplifier optical that can give strengthening directly on a signal optical , but in addition to noise .Noise supported by amplifier edfa on a system twdm downstream can result in performansi signals bad because noise could also occur in amplifier EDFA. Research was conducted with the planning and simulations with use the network NG-PON2 TWDM technique that has a total of bitrate 80 gbps on link downstream .A system made using eight twdm canal with each canal having bitrate 5 gbps .Then , this system will be planning is performed by the use 2 scenario at a distance of 20 km away from the shortest transmission and the distance the transmission of farthest 40 km and ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5219 2 three points a divider of power by the total split ratio 1: 128 .In addition , the system also use the edfa as booster an amplifier having long 1 through 5 meters with pump a laser power amounting to 10 mw up to 100 mw .After that , dilakukanlah system based on the analysis of the measurement of snr parameter , q-factor and rice w .Next , the Gain on changes in an analysis is long and the EDFA Pump and analysis system where the Gain is the result of the parameter will affect the value of noise figure . Based on the results of simulation , on use or on cable edfa 1 meter have characteristic of the gain and noise figure that is relatively up when the power pump 10-50 mw .The results of from simulation performansi at a distance link 20 km away from the link power or the value of a budget of -6.06 dbm 81,37 q-factor value , the value of snr 44.23 db and value of different shapes and name as much as 0 .While , the result of the simulation performansi at a distance link or the value of q-factor 51.04 40 km , the value of snr 40.18 db and value of different shapes and name as much as 0 . Keywords: Downstream, TWDM, NG-PON2, Noise Figure, Gain, Bit Error Rate, Q-factor, SNR, Link Power Budget, Rise Time Budget.
Co-Authors A. Kiflan Jiyaad Mafazi Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andhika Arya Manggala Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herdiawan, Muhamad Arjuna Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Liestyowati Liestyowati Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Rizki Akbar Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Andika Maulana Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosalya, Eka Tiara Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Saputra, Putri Pramudita Dzikra Afifa Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Aninditha Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yus Natali Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal