Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dan Simulasi Hasil Perancangan Jaringan Ftth Untuk Layanan Triple Play Di Apartemen Ciumbuleit Dengan Menggunakan Teknologi Gpon Harry Rachmatsyah; Rendy Munadi; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen Ciumbuleit yang terletak di Kota Bandung merupakan Apartemen yang cukup mewah dan sudah dilengkapi dengan teknologi tinggi seperti layanan triple play yang dimiliki oleh jaringan Fiber To The Home (FTTH). Namun, belum ada analisa khusus terhadap jaringan FTTH yang telah dibangun pada apartemen. Untuk itu, penulis ingin membantu dalam menganalisis jaringan link optik tersebut agar pihak apartemen bisa memasarkan sesuai standar yang telah ditentukan. Pada tugas akhir ini akan menganalisa kinerja jaringan FTTH STO Hegarmanah ke Apartemen Ciumbuleit berdasarkan beberapa parameter yaitu Link Power Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (SNR), Bit Error Rate (BER) dan Quality of Service (QoS) serta menganalisa secara langsung masalah yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil uji link yang dilakukan, terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi FTTH ini telah layak dan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan parameter uji yang digunakan yaitu Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, dan BER. Dari hasil pengujian kualitas layanan berdasarkan parameter QoS untuk layanan triple play yang diimplementasikan pada Apartemen Ciumbuleuit bahwa dengan bandwidth yang telah diberikan untuk tiap layanan tersebut masih memenuhi standar ketentuan ITU-T dan memberikan hasil kualitas layanan dengan kategori nilai 1 hingga 5 didapat yaitu 4 atau termasuk dalam kategori baik. Dengan 1010 pelanggan yang akan menempati dengan jumlah 34 core serat optic yang diimplementasi maka tiap pelanggan dapat meningkatkan total layanan mereka hingga 77 Mbps. Kata kunci: Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER, QoS.
Analisis Karakteristik Ring Resonator Tunggal Yang Diintegrasikan Dengan Erbium Doped Fiber (edf) Untuk Diaplikasikan Sebagai Filter Optik Anissa Okta Adi Perwita; Akhmad Hambali; Sasono Rahardjo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu komponen penting yang digunakan dalam dunia transmisi data adalah filter. Selama ini filter optik yang digunakan seperti Fiber Bragg-Grating dan Mach-Zender memiliki beberapa kekurangan yaitu membutuhkan facets dan gratings, passband yang sempit, karakteristik cut-off yang tidak fleksibel, daya yang sampai di penerima sangat kecil, dan fabrikasi yang mahal dan rumit. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan menggunakan Ring Resonator. Ring Resonator tidak membutuhkan facets dan gratings.Ring Resonator juga memiliki passband yang lebih lebar dan karakteristik cut-off yang bisa disesuaikan. Selain itu, implementasi berbagai macam model yang berkembang saat ini sudah menunjukkan kemajuan-kemajuan dalam performansi resonator, seperti meningkatnya daya transmisi, dan mengecilnya linewidth. Penambahan Erbium Doped Fiber (EDF) dalam Ring Resonator bisa meningkatkan gain dalam filter yang telah berkurang diakibatkan dengan adanya bending dan scattering losses pada ring resonator. Pada jurnal ini diteliti kinerja single Ring Resonator dua kopler yang diintegrasikan dengan Erbium Doped Fiber (EDF) terutama dalam konfigurasi Drop Port Double Beam Configuraion (DDBC). Parameter-parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja filter adalah Free Spectral Ratio (FSR), Full Width at Half Maximum (FWHM) dan Finesse. Kata kunci : ring resonator, EDF, FSR, FWHM, finesse
Perancangan Jaringan Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi Coarse Wavelength Division Multiplexing (cwdm)untuk Perumahan Pesona Ciwastra Village Bandung Fajri Tanjung; Akhmad Hambali; R. Bambang Cahyo Widodo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan kapasitas dan bandwidth yang semakin tinggi pada jaringan akses PT Telkom dapat kita temui di daerah perkotaan atau metropolitan. CWDM merupakan teknologi yang dapat menjadi solusi akan kebutuhan tersebut. Teknologi CWDM sesuai untuk wilayah metro (<80km) karena biaya yang lebih rendah untuk meningkatkan kapasitas hingga 18 saluran[1]. Perancangan jaringan FTTH dengan teknologi CWDM ini dilakukan dengan membuat jalur awal lalu penentuan perangkat, spesifikasi, tata letak dan volume yang digunakan serta mensimulasikannya dengan perangkat lunak. Kemudian untuk kelayakan sistem di analisa menggunakan parameter link power budget dan rise time budget, sedangkan untuk performansi sistem di analisa dengan parameter SNR (Sinyal to Noise Ratio) dan BER (Bit Error Rate) serta, analisa perbandingan dan optimalisasi teknologi CWDM terhadap teknologi existing. Hasil analisa perhitungan dengan jarak terjauh dan redaman panjang gelombang per kilometer terbesar didapatkan hasil perhitungan link power budget dengan Prx sebesar -27.0456 dBm untuk downstream dan Prx sebesar -27.7615 dBm untuk upstream. Sedangkan hasil analisa simulasi didapatkan nilai Prx sebesar -24.475 dBm untuk downstream dan -25.297 dBm untuk upstream. Hasil power link budget masih berada diatas level sensitivity penerima yaitu -28 dBm. Hasil perhitungan Rise Time Budget untuk pada jaringan optik terjauh menghasilkan total waktu maksimum sebesar 0.1815 ns untuk downstream dan 0.1852 ns untuk upstream, waktu tersebut masih berada dibawah nilai waktu pengkodean NRZ sebesar 0.28 ns. Hasil perhitungan performansi jaringan diperoleh nilai SNR terkecil sebesar 27.033 dB dan BER terbesar senilai 1.36 x 10-29 untuk downstream serta SNR terkecil sebesar 28.6518 dB dan BER terbesar senilai 1.52 x 10-42 untuk upstream. Sistem perancangan memiliki performansi yang sangat baik karena SNR masih diatas standar yang dimiliki PT. Telkom yaitu 21.5 dB, serta BER yang lebih kecil dari 10-9. Kata Kunci : FTTH, CWDM, Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER
Analisis Perbandingan Kinerja Teknologi Gigabit Passive Optical Network (gpon) Dan Gigabit Ethernet Passive Optical Network (gepon) Turbo Mode Pada Jaringan Passive Optical Network (pon) Ridwan Pratama; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigabit Passive Optical Network (GPON) dan Gigabit Ehternet Passive Optical Network (GEPON) merupakan teknologi dalam PON yang yang dianggap mampu untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan kecepatan yang tinggi. Kedua teknologi tersebut terus bersaing dan terus dilakukan pengembangan. Turbo GEPON merupakan salah satu hasil pengembangan teknologi GEPON yang diperkenalkan oleh perusahaan Teknovus yang kemudian diakui sisi oleh Broadcomm. Turbo GEPON dianggap mampu bersaing dengan GPON karena memiliki parameter yang hampir sama seperti GPON, seperti splitting ratio¸ upstream dan downstream bandwidth, dan upstream dan downstream wavelength. Pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian mengenai perbandingan kinerja antara teknologi GPON dan Turbo GEPON dengan parameter uji power link budget, rise time budget, signal to noise ratio (SNR), dan bit error rate (BER). Penelitian dilakukan dengan melakukan simulasi terhadap kedua teknologi tersebut melalui hitungan matematis ataupun software simulasi. simulasi dilakukan dengan menggunakan parameter jarak maksimum link jaringan akses PON sepanjang 20 km dan splitting ratio maksimum pada tiap teknologinya yaitu 1:64 dengan menggunakan kombinasi splitter 1:4 dan 1:16. Hasil dari pengujian parameter uji antara teknologi GPON dan Turbo GEPON menunjukkan nilai power link budget sebesar -21.7 dBm untuk upstream dan downstream, rise time budget sebesar 0.23685 ns untuk GPON dan 0.26401 ns untuk Turbo GEPON, nilai SNR pada GPON dan Turbo GEPON sebesar 22.60021 dB untuk downstream dan 24.50568 dB untuk upstream, dan nilai BER untuk GPON dan Turbo GEPON sebesar � . ��𝟒�� × ��−�� untuk downstream dan � . ����� × ��−�� untuk upstream. Perbandingan hasil pengujian parameter antara teknologi GPON dan Turbo GEPON menunjukkan bahwa GPON lebih unggul. Hal ini dibuktikan dengan lebih kecilnya nilai rise time budget pada GPON dibandingkan dengan Turbo GEPON yaitu sebesar 0.23685 ns pada GPON dan 0.26401 ns pada Turbo GEPON. Kata kunci : PON, GPON, GEPON, Turbo GEPON
Perancangan Dan Analisis Kombinasi Fiber To The Home (ftth) Dengan Wi-fi Public Di Perumahan Pesona Ciganitri Johanes Nicolas Panjaitan; Akhmad Hambali; Ageak Raporte Bermano
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memfokuskan untuk penentuan kelayakan dan performansi sistem perancangan FTTH, dalam penelitian ini dilakukan perhitungan terhadap parameter-parameter kelayakan dan performansi yang ingin diimplementasikan pada perumahan Pesona Ciganitri. Parameter-parameter tersebut adalah Link Power Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem dan BER untuk perfmormance sistem yang disimulasikan pada OptySystem Dari perhitungan secara manual link power budget , total redaman yang dihasilkan untuk downstream sebesar 23,80195 dB dan untuk upstream sebesar 8,69495 dB. Berdasarkan nilai total redaman didapatkan nilai daya terima sebesar -20,802 dBm untuk downstream dan -5,6949 dBm untuk upstream yang diatas nilai sensitifitas minimum daya pada penerima yang ditentukan PT.Telkom yaitu -23 dBm. Sedangkan untuk nilai Rise Time Budget yang didapatkan bernilai baik karena tsystem bernilai 0,25 ns untuk downstream dan 0,25 ns untuk upstream yang lebih kecil dari batasan waktu untuk setiap pengkodean. Untuk parameter performansi sistem yaitu BER yang dihasilkan dari simulasi OptiSystem, didapatkan nilai BER downstream sebesar 2,6294x10-35  dan untuk upstream sebesar 0. Sehingga dapat disimpulkan kedua nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER yang ditentukan untuk optik yaitu 10-9.    Kata Kunci:FTTH, Link Power Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate (BER), Opti System
Perbandingan Performansi Antara Photodetector Pin Dan Apd Pada Sistem Jaringan Twdm-pon Maulana Pragnya Ghita; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut The Full Service Access Netwrok (FSAN), Time and Wavelength Division Multiplexing(TWDM) dipilih sebagai solusi menuju teknologi Next Generation Passive Optical Network (NG-PON). Pada penelitian ini dilakukan simulasi serta analisis perbandingan performansi antara penggunaan photodetector PIN dan APD pada receiver jaringan TWDM-PON menggunakan software simulator optik. Pembahasan akan mengulas kelayakan jenis photodetector pada konfigurasi sistem TWDM-PON. Pengukuran terhadap kelayakan jaringan TWDM-PON dilakukan dengan merubah parameter panjang link yaitu 40, 50, dan 60 km serta jumlah user yaitu 128, 256, dan 512 ONU. Analisis didekati dengan perhitungan Q Factor dan BER. Hasil simulasi dan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa photodetector PIN dan APD menghasilkan performansi yang baik pada jaringan, 128, 256, dan 512 user. Jaringan 128, 256 dan 512 user memilki performansi yang baik dengan maksimum Q Factor berturut-turut sebesar 34.805, 28.948, 29.885 dan minimum BER berturut-turut sebesar 8.49E-266, 1.23E-184, dan 41E-196.
Analisis Pengujian Implementasi Perangkat Fiber To The Home (Ftth) Dengan Optisystem Pada Link Sto Ahmad Yani Ke Apartemen Gateway Aghnia Sabika; Akhmad Hambali; Andy Oceanto
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan triple play yang ditawarkan oleh jaringan Fiber To The Home (FTTH) sangat membantu penjualan dari pihak apartemen karena pembeli ingin tinggal di tempat nyaman dan juga sudah dilengkapi teknologi tinggi. Analisis jaringan FTTH sangat diperlukan sebelum jaringan tersebut dijual ke pengguna untuk melihat apakah jaringan yang telah diimplementasikan sudah layak digunakan atau tidak. Apartemen Gateway merupakan apartemen yang terletak di Kota Bandung dan sudah terimplementasi oleh jaringan FTTH. Sentral yang digunakan adalah STO Ahmad Yani. Pemilik apartemen ingin segera memasarkan apartemen terseut kepada pembeli. Tetapi, belum ada analisa khusus terhadap jaringan yang telah dibangun pada apartemen. Untuk itu, penulis ingin membantu dalam menganalisis jaringan link optik tersebut agar pihak apartemen bisa memasarkan sesuai standar yang telah ditentukan. Analisis yang akan dilakukan pada tugas akhir ini adalah nilai Link Power Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (S/N), BER (Bit Error Rate) dan Power Penalty. Analisis yang dilakukan adalah dengan cara studi literlatur terleih dahulu selanjutnya dilakukan pengumpulan data pada kondisi lapangan yang sesungguhnya. Keluaran yang didapatkan yaitu terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi FTTH ini telah layak dengan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan nilai BER yaitu sebesar 1,04003 × 10−17 bernilai 31,06226 𝑑𝐵 dan,PLink owerPoPewernaBlties udgetbe brn eilai rnilai1,278 –23,3134 𝑑�. Tug𝑑�as, Ria sk e Time hir iniBj uugdga etdibh erarna ilai pka0n ,0090195 setelah ��, SNR penelitian dapat memberi rekomendasi untuk peningkatan kualitas jaringan pada link optik STO Ahmad Yani ke Apartemen Gateway. Kata kunci : Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER, Power Penalty
Analisis Efek Nonlinier Di Jaringan Cwdm Pada Sistem Komunikasi Serat Optik Paundra Aldila; Akhmad Hambali; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan serat optik yang sekarang sedang berkembang dengan pesat tentunya memiliki masalahnya tersendiri. Didalam jaringan optik dikenal banyak multiplexer, salah satunya adalah Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM). Di Indonesia sendiri CWDM rencananya akan digunakan pada jaringan di daerah perkotaan karena CWDM memiliki bandwidth yang lebar namun memiliki jarak tempuh yang dekat. CWDM juga digunakan karena biaya pengoperasiannya relatif lebih murah dibandingkan teknik multiplexer yang lain. Didalam jaringan serat optik terdapat efek nonlinier yang akan mempengaruhi keadaan jaringan itu sendiri. Efek nonlinier sendiri terdiri dari beberapa macam, seperti SPM, XPM dan FWM. Pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui efek dari non-liner terhadap jaringan CWDM. Panjang gelombang yang digunakan yaitu S-band, C-band dan L-band yang berkisar dari 1460 nm hingga 1625 nm dengan spasi panjang gelombang adalah 20 nm. Pada saat terjadi pelemahan sinyal pada kilometer tertentu, sistem jaringan optik pada pengujian akan ditambahkan EDFA sebagai penguat. Hasil dari penelitian ini adalah efek nonlinier yang dibandingkan pada jaringan CWDM dengan jaringan CWDM yang tidak terdapat efek nonlinier hasilnya beragam. CWDM tanpa nonlinier hasilnya lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan efek nonlinier. Besar nilai perbandingan yang didapat adalah 0.685% untuk tanpa EDFA dan 0.36% untuk menggunakan EDFA. Kata Kunci : CWDM, Efek Nonlinier, Optisystem
Analisis Efek Non Linieritas Fiber Pada Link Sistem Komunikasi Serat Optik Ajeng Rahmaningtyas Firnadya; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Salah satu teknologi yang berkembang sangat pesat adalah teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknologi terdahulu. Namun, dibalik kelebihanya DWDM memiliki salah satu kekurangan yaitu efek non linieritas Four Wave Mixing (FWM). Pada penelitian ini, dibuat pemodelan sistem link DWDM pada software OptiSystem untuk mengetahui pengaruh FWM tersebut. Terdapat 3 skenario dalam pemodelannya. Skenario pertama, variabel yang diubah adalah bitrate link dan jarak link. Pada skenario kedua, variabel yang diubah adalah spasi kanal. Dan pada skenario ketiga, variabel yang diubah adalah daya transmitter. Hasil simulasi yang telah dilakukan yaitu bahwa efek FWM sangat mempengeruhi performansi link DWDM karena hasil Q - Factor dari semua simulasi tidak lebih dari 6. Pada simulasi 10 Gbps, performansi terbaik memiliki Q - Factor sebesar 5.3466725, dan performansi terburuk memiliki Q - Factor sebesar 1.61111125, namun bisa diperbaiki sehingga Q - Factor meningkat menjadi 2.50623. Pada simulasi 40 Gbps, performansi terbaik memiliki Q - Factor sebesar 2.96011, dan performansi terburuk memiliki Q - Factor sebesar 1.8404325, namun bisa diperbaiki sehingga Q - Factor meningkat menjadi 3.748735. Pada simulasi 100 Gbps, performansi terbaik memiliki Q - Factor sebesar 2.9551125, dan performansi terburuk memiliki Q - Factor sebesar 2.196375, namun bisa diperbaiki sehingga Q - Factor meningkat menjadi 2.7596375. Kata kunci : Dense Wavelength Division Multiplexing, Four Wave Mixing, Q - Factor. Abstract
Analisis Karakteristik Ring Resonator Tunggal Dengan Menggunakan Pmf (polarization Maintaining Fiber) Untuk Diaplikasikan Sebagai Filter Optik Yennisa Yesiana; Akhmad Hambali; Sasono Rahardjo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan yang muncul dalam penggunaan ring resonator adalah jenis kabel serat optik yang digunakan dan polarisasi yang apabila penggunaannya tidak tepat dapat menurunkan kualitas filter single ring resonator. Solusi yang ditawarkan pada tugas akhir ini adalah dengan menggunakan jenis kabel serat optik Polarization Maintaining Fiber (PMF). PMF adalah salah satu jenis kabel serat optik yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan polarisasi cahaya. Pada tugas akhir ini akan diteliti karakteristik ring resonator dengan menggunakan PMF sebagai ring waveguide dengan menggunakan teori moda terkopel dan metoda transfer matriks. Analisa dilakukan dengan menggunakan dua masukan, dua keluaran, satu ring, dan dua kopler pada konfigurasi single ring resonator. Parameter yang akan ditinjau adalah perubahan panjang gelombang (Ȝ), panjang keliling ring (L), dan koefisien kopler (ț) dengan memperhatikan parameter PMF yaitu indeks bias (n), konstanta propagasi (β) dan rugi-rugi (α). Simulasi dan analisa dilakukan pada software Matlab R2010b. Kata kunci : single ring resonator, PMF (Polarization Maintaining Fiber), filter optik
Co-Authors Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Prasetya, Rizky Aris Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky, Muhammad Arief Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal