Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Energi Elektrik

Analis Pengaruh Pembebanan Terhadap Masa Pakai Transformator di PT.PJB UBJ O&M PLTMG Arun Mukhlis Abdul Muthalib; Adi Syahputra Ritonga; Raihan Putri; Habib Muharry Yusdartono
Jurnal Energi Elektrik Vol 10, No 1 (2021): JEE Edisi April 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v10i1.4887

Abstract

Abstrak— Kebutuhan listrik di Aceh terutama di daerah Lhokseumawe berpengaruh terhadap salah satu peralatan yang membantu penyaluran energy listrik dari pembangkit ke konsumen. Salah satu peralatan pembantu penyaliran listrik ke konsumen adalah transformator atau yang biasa disingkat dengan trafo. Menurut publikasi IEC 60076-7 ditetapkan bahwa trafo memiliki umur selama 20,55 tahun atau 180000 jam. Namun, kenyataannya umur trafo dapat menjadi lebih pendek karena pengaruh faktor pembebanan dan suhu dari trafo. Penelitian ini membahas tentang pengaruh pembebanan dan temperatur lingkungan terhadap susut umur transformator daya 36/ 60 MVA pada blok 3 dan blok 4 yang dilakukan di PT. PJB UBJ O&M PLTMG Arun Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam. Dari hasil perhitungan setelah 4 tahun trafo beroperasi, apabila trafo diberikan beban 100% maka trafo akan mengalami penyusutan umur sebesar 2,52 p.u/ hari sehingga memiliki sisa umur (untuk melakukan operasi) selama 10 tahun. Sedangkan untuk trafo yang diberikan beban 90% maka trafo akan mengalami penyusutan umur sebesar 1,44 p.u/ hari sehingga memiliki sisa umur ( untuk melakukan operasi) selama 18 tahun lagi. Dan untuk trafo yang diberikan beban 80% maka trafo tersebut akan mengalami penyusutan umur sebesar 0,67 p.u/ hari sehingga akan memiliki sisa umur (untuk melakukan operasi kembali) selama 38 tahun lagi. Dari perhitungan di atas diperoleh susut umur diakibatkan oleh suhu lingkungan diperoleh untuk jenis pendingin ONAN pada blok 3 sebesar 0,71 p.u/ hari dan pada blok 4 sebesar 0,70 p.u/ hari. Sedangkan pada jenis pendingin ONAF pada blok 3 sebesar 0,004 p.u/ hari dan pada blok 4 sebesar 0,005 p.u/ hari. Hal ini sesuai dengan peraturan SPLN50/ 1982 mengenai susut umur transformator.Kata Kunci : Pembebanan, Susut Umur, Transformator 
ANALISIS PENGGUNAAN RELE DIFERENSIAL SEBAGAI PROTEKSI TRANSFORMATOR 66 MVA DI PLTMG SUMBAGUT 2 PEAKER POWER PLANT 250 MW Deuria Keumala; Andik Bintoro; Salahuddin Salahuddin; Habib Muharry Yusdartono
Jurnal Energi Elektrik Vol 10, No 1 (2021): JEE Edisi April 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v10i1.4221

Abstract

Salah satu proteksi pada transformator daya adalah relay diferensial, relay diferensial adalah relay yang mampu bekerja tanpa adanya koodinasi dari relay lainnya. Sehingga cara waktu kerja relay diferensial bisa dibuat secepat mungkin dari relay lainnya. Sistem proteksi yang didukung oleh setting yang bagus pada relay diferensial untuk menghindari kegagalan proteksi dan meningkatkan operasional sistem transmisi. Metode penelitian ini menggunakan data yang didapat dari PLTMG SUMBAGUT 2 PEAKER POWER PLANT 250 MW yang kemudian dilakukan perhitungan secara matematis untuk menentukan rasio current transformator , error mismatch,  arus sekunder CT, arus diferensial, arus restrain,  percent slope, dan arus setting. Ketika terjadi arus setting 0,147 ampere relay diferensial akan merespon sehingga akan membuka CB dengan besar arus yang terjadi pada saat tergangguan adalah 50.000 ampere. Ketika terjadinya masukan 66 MVA dengan arus 50.000 ampere dan tegangan 7.000 volt sehingga akan direspon oleh relay diferensial untuk mengamankan transformator. Ketika transformator dihubungkan kembali namun tidak mengalami permasalahan serius karena tegangan kecil dan durasi gangguannya juga kecil sehingga masih aman untuk transformator.
Perbaikan Nilai Susut Teknis Jaringan Tegangan Menengah Pada Feeder K.H. 05 (Case Study PLN ULP Kruenggukuh) Siregar, Aria Maigawa; Badriana, Badriana; Yusdartono, Habib Muharry; Hasibuan, Arnawan
Jurnal Energi Elektrik Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Energi Elektrik 2023
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v12i1.11708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan melakukan perbaikan terhadap susut teknis tegangan menengah pada feeder K.H 05 di PLN ULP Kruenggukuh. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan, pengumpulan data tegangan dan arus, serta analisis data menggunakan software ETAP 16.00 dan MATLAB. Hasil penelitian menunjukan bah  wa terdapat susut teknis yang signifikan pada feeeder K.H 05 yang dapat menyebabkan penurunan tegangan yang tidak diinginkan. Susut teknis yang terjadi pada jaringan tegangan menengah di K.H 05 PLN ULP Kruenggukuh senilai 31,6kW disimulasi MATLAB dan 41,8 kW disimulasi ETAP. Perbaikan yang dilakukan pada jaringan tegangan menengah di K.H 05 PLN ULP Kruenggukuh ialah dengan menambah kapasitas transformator distribusi yang sesuai dengan dayanya. Susut yang terjadi pada jaringan tegangan menengah di K.H. 05 ULP Kreung Geukeuh masih sesuai dengan standar SPLN N0.72 tahun 1987 dimana susut teknis yang terjadi masih berada dibawah 10%.
Studi Drop Tegangan pada Jaringan Distribusi 20 Kv Antara Gardu Induk Sigli dengan Gardu Hubung Express Trienggadeng Menggunakan Software Etap Dewi, Nurhaliza; Salahuddin, Salahuddin; Yusdartono, Habib Muharry
Jurnal Energi Elektrik Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Energi Elektrik 2023
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v12i1.11587

Abstract

Listrik merupakan energi yang dialirkan dalam bentuk kebel. Listrik memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Dengan bertambahnya usia yang semakin berkembang pesat kebutuhan dan tuntutan manusia akan energi listrik otomatis juga semakin meningkat, karena tanpa adanya sumber listrik, seseorang sulit untuk melakukan atau menjalankan aktivitas apapun secara normal. Sistem Distribusi adalah bagian dari sistem kelistrikan. Tugas sistem distribusi adalah menyalurkan energi listrik dari sumber daya ke pelanggan konsumen pelayanan listrik, dan hal ini selalu mengakibatkan jatuh tegangan. Pada tugas akhir ini penulis membandingkan penurunan tegangan pada jaringan distribusi 20 kV antara Gardu Induk Sigli dengan Gardu Hubung Express Trienggadeng, membuat perhitungan manual dengan rumus dan perhitungan dengan simulasi menggunakan software ETAP 19.0.1. Sebelum melakukan analisis, penulis mengambil dan mengecek data di PT. PLN (Persero) UP3 Sigli ULP Meureudu. Panjang kabel antara GI Sigli dengan GH Express Trienggadeng adalah 240 mm2 dengan konduktor tipe A3C-S dengan reaktansi 0,2824 Ω, 34,5 kms. Hasil analisis perhitungan dengan rumus didapatkan persentase rugi gangguan tegangan sebesar 2,66% sedangkan persentase yang dihitung dengan simulasi software ETAP 19.0.1 sebesar 2,93%. Penurunan tegangan dalam keadaan demikian tidak memenuhi standar PLN 1:1978 yaitu minimal +5% dan maksimal -10% dari tegangan nominal.
RANCANG BANGUN SISTEM PERINGATAN GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR ADXL 345 BERBASIS LORA DENGAN ESP 32 Siregar, Alwy Basyrah; Ezwarsyah, Ezwarsyah; Yusdartono, Habib Muharry; Nasution, Fakhruddin Ahmad
Jurnal Energi Elektrik Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Energi Elektrik 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v11i2.10066

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa dengan macam-macam gempa seperti gempa tektonik maupun gempa vulkanik. Indonesia merupakan daerah pertemuan antara 3 lempeng yaitu Eurasia, Hindia-Australia, dan pasifik. Pertemuan tiga lempeng ini dikenal dengan subduksi, dimana proses pergerakan dan tumbukan dari tiga lempeng ini menyebabkan terbentuknya palung dan merupakan distribusi paling besar dari adanya gempa bumi. Indonesia termasuk dalam lingkungan cincin api (ring of fire) yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi karena berada diantara wilayah lintasan dua jalur pegunungan, yaitu pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Hal tersebut menyebabkan gempa dapat terjadi secara tiba-tiba pada daerah yang terkena dari dampak getaran gempa yang dirasakan. Banyak korban jiwa yang tidak dapat menyelamatkan diri karena terjebak disuatu tempat atau minimnya pemberitahuan akan informasi gempa yang terjadi pada lokasi tersebut. Dengan kondisi ini penulis tertarik untuk membuat sebuah prototype untuk menanggulangi masalah tersebut, dengan cara membuat sistem peringatan gempa menggunakan sensor accelerometer ADXL 345. Parameter pengujian alat ini berupa ketukan dalam jarak yang sama tetapi menggunakan beban yang berbeda-beda untuk rekayasa gempa. Secara garis besar alat ini bekerja mulai dari sensor accelerometer ADXL 345 yang mendeteksi adanya getaran kemudian di olah ke dalam besaran Skala Richter oleh ESP 32. Selanjutnya digunakan LoRa sx1278 sebagai media komunikasi lalu ditampilkan dalam bentuk grafik menggunakan Ubidots untuk monitoring. Berdasarkan hasil analisa dan pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini, dapat diketahui bahwa sistem pendeteksi gempa bumi dan peringatangempa bumi berjalan sesuai dengan perancangan sistem dan dapat memberikan peringatan ketika terjadi gempa bumi. Hasil pembacaan sistem tersebut dapat mendeteksi sebuah getaran, semakin jauh letak tumbukan maka akan mempengaruhi grafik besaran dari kekuatan getaran tersebut.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI MOTOR (OVER CURRENT RELAY MENGGUNAKAN EASERGY P3U30) PADA ROTARY DRYER (VSD) 81-MM-362-A DI PT PIM LHOKSEUMAWE Apriyulida, Fitria; Yusdartono, Habib Muharry; Habibi Daulay, Muhammad Sukri; Kartini, Sri -
Jurnal Energi Elektrik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Energi Elektrik 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v13i1.18174

Abstract

Motor listrik  dapat didefenisikan sebagai sebuah instrument yang memanfaatkan listrik sebagai energi utamanya kemudian energi tersebut diubah menjadi energi mekanik. Motor ini juga dimanfaatkan diberbagai industry yang salah satunya pemanfaatnya dapat dilihat pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) khususnya pada Unit Urea 2. Penggunaan rele diharapkan untuk membantu motor listrik dalam proteksi arus lebih. Walaupun rele sangat penting dalam proteksi, umumnya rele tidak pernah mendapat perhatian terutama saat pemeliharaannya. Analisis dibutuhkan untuk menjadi Solusi agar rele tidak cepat mengalami kerusakan. Tujuan penelitian ini ialah menganalisa Daya Semu (S), waktu yang dibutuhkan rele untuk memproteksi saat arus lebih terjadi (T), Arus Semu (I), dan Arus berlebih yang diatur pada OCR ( ).  Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa rele wajib mendapatkan perawatan karena Arus OCR mengalami peningkatan 4,5% dari arus OCR yang dapat diproteksi.
Rancang Bangun Manipulator Lengan Robot 4 Derajat Kebebasan Untuk Mengangkat Telur Ayam Broiler Menggunakan Algoritma Levenberg-Marquardt Aman, Khairul; -, asran; Fariadi, Dedi; Muthalib, Muchlis abdul; yusdartono, Habib Muharry
Jurnal Energi Elektrik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Energi Elektrik 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v13i2.18409

Abstract

Lengan robot dapat membantu pengguna dalam mengambil objek dengan tingkat presisi yang tinggi, terutama dalam kondisi di mana kontak langsung dengan objek yang tidak diinginkan atau tidak memungkinkan. Pengguna dapat mengendalikan lengan robot ini secara nirkabel menggunakan Bluetooth (BT) dan perangkat Android, sehingga tidak perlu menyentuh objek secara langsung. Sebagai pengganti fungsi indera peraba manusia, digunakan sensor FSR (Force Sensitive Resistor) yang berfungsi untuk mengukur kekuatan genggaman gripper saat mengambil objek. Untuk mengontrol gerakan lengan robot dan memastikan operasi yang presisi dan halus, digunakan algoritma Levenberg-Marquardt. Algoritma ini memungkinkan penyesuaian yang lebih tepat pada parameter kontrol, meningkatkan kinerja dan stabilitas lengan robot saat menangani objek rapuh, seperti telur ayam broiler. Robot gripper dirancang untuk berhenti otomatis ketika mencapai nilai ambang batas tertentu guna mencegah kerusakan objek. Nilai ambang batas sebesar 552 ditetapkan berdasarkan rata-rata dari 11 kali pengambilan data sensor FSR melalui percobaan manual. Saat sensor mendeteksi nilai yang melebihi ambang batas tersebut, algoritma Levenberg-Marquardt akan menghentikan gripper secara otomatis, mencegah kerusakan pada telur ayam. Dari 10 kali pengujian, sistem menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, dengan gripper yang selalu berhenti tanpa merusak telur ayam. Hasil pengujian juga menunjukkan adanya variasi tekanan pada setiap objek, yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan pada lapisan cangkang telur ayam atau perubahan nilai sensor secara terus-menerus. 
PROTOTIPE ALAT PEMBERI PAKAN IKAN DAN MONITORING SUHU SERTA pH AIR PADA KOLAM IKAN LELE DUMBO (Clarias Gariepinus) BERBASIS INTERNET OF THINGS Supiatama, M. Yoga; Yusdartono, Habib Muharry; Ikhwanus, Muhammad
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i1.13527

Abstract

Penelitian ini dibuat suatu alat yang dapat memberikan pakan secara otomatis dan dapat memonitoring suhu serta pH untuk budidaya ikan. Pada penelitian ini dibuat 2 kolam ikan agar menjadi pembanding perkembangan ikan antara kolam dengan menggunakan alat dan kolam dengan tidak menggunakan alat. Dalam metode pengambilan data perkembangan berat ikan, penulis melakukan penimbangan 1 ekor ikan pada setiap minggu dengan mengambil masing- masing 5 sampel pada kedua kolam. Sehingga hasil yang di dapatkan dari pengamatan adalah perkembangan ikan pada kolam dengan menggunakan alat dengan tidak menggunakan alat sama-sama terjadi perkembangan sebanyak 1 gram pada setiap minggunya. Hanya saja pada kolam ikan dengan menggunakan alat perkembangan ikannya lebih berat rata- rata 1 gram dibandingkan dengan kolam yang tidak menggunakan alat. Sedangkan untuk kedua sensor suhu dan sensor Ph, penulis melakukan pengambilan data sebanyak 4 kali dalam satu hari yaitu pagi, siang, sore dan malam hari. Sehingga hasil yang didapatkan adalah pada kedua suhu yaitu sensor suhu satu dan sensor suhu dua yang di letakkan pada sudut kanan dan sudut kiri kolam tidak memiliki selisih yang begitu signifikan dan suhu yang terdeteksi pada air kolam masih terbilang normal yaitu 26˚C - 30˚C. Pada sensor pH hasil yang di dapatkan juga tidak memiliki perubahan-perubahan yang tidak normal. Sehingga perubahan suhu dan pH yang normal ini tidak cepat membuat kualitas air memburuk. Jumlah Penggunaan daya pada alat ini yaitu sebesar 1.339243056 W atau 0.001339243056 KW dalam 1 bulan.