Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Merengkuh Cinta Merajut Asa Karya Arif YS Serta Pemanfaatnya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA Iim Munayah; Tika Santika; Sahlan Mujtaba
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, dan nilai pendidikan karakter dalam novel Merengkuh Cita Merajut Asa Karya Arif YS. Hasil akhir dari penelitian ini adalah bahan ajar cetak berupa hand out. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Data penelitian ini berupa teks beserta kutipan yang berkaitan dengan unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa novel Merengkuh Cita Merajut Asa Karya Arif YS terdapat unsur intrinsik yang meliputi: tema, novel ini bertemakan kegigihan seorang wanita desa yang berjuang demi pendidikan dan cita-citanya; alur dalam novel ini adalah alur mundur/ flash back dengan tahapan alur meliputi tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, tahap penyelesaian; tokoh utama adalah Lela,sedangkan tokoh tambahan adalah Ayah, Ibu, Pak Kardi dan Bu kardi, Gus Mu’iz dan istri, Muflihah, Bu Rodhiyah, Kang Rahmat, dan Bu Narti; Latar tempat yang digunakan adalah desa Polbayem, Lasem, Tuban, desa Pabean. Latar waktu yang digunakan adalah tahun 1994 sampai tahun 2013. Latar sosial dalam novel meliputi aspek ekonomi; sudut pandang yang digunakan adalah persona pertama “aku tokoh utama”. Narator adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah “aku” tokoh yang berkisah; bahasa, selain menggunakan bahasa Indonesia pengarang juga menggunakan diksi khas daerah masyarakat Jawa; amanat yang disampaikan dalam novel bersifat tersurat dan tersirat. Pengarang berusaha menyampaikan pesan semangat dan berusaha dalam mewujudkan cita-cita kepada pembaca. Nilai pendidikan karakter dalam novel Merngkuh Cita Merajut Asa karya Arif YS, yaitu (a) nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan; (b) nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri; (c) nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama; (d) nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan; (e) nilai kebangsaan.
Nilai Moral dalam Novel Rumah di Atas Ombak Karya Arini Hidajati dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar di SMA Iis Cahyanti; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, aspek sosiologi, jenis dan wujud nilai moral, dan mengimplementasikan hasil analisis nilai moral dalam novel Rumah di Atas Ombak karya Arini Hidajati sebagai bahan ajar di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif yang dipilih adalah studi dokumentasi atau teks. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Tema dalam novel Rumah di Atas Ombak karya Arini Hidajati yang penulis teliti terdiri dari dua, yaitu tema mayor dan tema minor. Tema mayornya adalah perjuangan dan tema minornya adalah percintaan dan ketuhanan. Alurnya adalah alur campuran. Tokohnya terdiri dari tokoh utama dan tokoh tambahan serta tokoh protagonis dan antagonis. Latarnya terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial budaya. Sudut pandangnya terdiri dari sudut pandang campuran yaitu antara persona pertama dan persona ketiga. Gaya bahasanya menggunakan bahasa yang sederhana dan biasa dipakai sehari-hari, terbukti dari pilihan diksi yang di pakai. Amanatnya disampaikan secara tersirat. Moral yang ditemukan, antara lain: (1) hubungan manusia dengan Tuhan; (2) hubungan manusia dengan diri sendiri; dan (3) hubungan manusia dengan sesama.
Pendidikan Karakter Dalam Novel Kami Yang Tersesat Pada Seribu Pulau Karya Andaru Intan Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di Tingkat SMA Sopiah Sopiah; Sahlan Mujtaba; Dian Hartati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11458

Abstract

Karakter merupakan budi pekerti yang dimiliki manusia. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh individu, keluarga, sekolah, dan pemerintah. Selain memberi pengetahuan pada peserta didik adanya pendidikan turut membentuk karakter. Pendidikan karakter yang digunakan dalam penelitian berdasarkan komponen kebaikan Thomas Lickona. Pemberian pendidikan karakter dapat melalui karya sastra salah satunya novel. Novel merupakan sebuah karya imajinatif yang menggambarkan permasalahan kehidupan dan ceritanya kompleks. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan pendidikan karakter dalam novel Kami yang Tersesat pada Seribu Pulau dan menambah variasi bahan ajar untuk materi teks novel. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengandung tiga komponen kebaikan Thomas Lickona di antaranya, pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action). Kemudian hasil analisis akan direlevansikan sebagai bahan ajar sastra berupa handout. Handout merupakan bahan ajar berupa rangkuman materi dari berbagai sumber lainnya. Penddikan karakter sangat penting agar dapat menjadi manusia yang berakhlak. Salah satu cara pemberian karakter dapat melalui novel karena di dalam ceritanya mengandung pesan-pesan atau amanat seperti pendidikan karakter.
Ketidakadilan Gender dalam Kumpulan Naskah Drama Anak Bulan Kuning Karya Anom Ranuara Achmad Khoiruddin; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2147

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya isu ketimpangan gender yang terjadi di masyarakat. Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender yang terkandung dalam buku kumpulan naskah drama anak Bulan Kuning karya Anom Ranuara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik membaca, mencatat, dan studi pustaka terhadap kutipan dialog, monolog, hingga narasi yang menggambarkan ketidakadilan gender. Data penelitian dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis ditemukan empat bentuk ketidakadilan gender, meliputi marginalisasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja. Perilaku ketidakadilan gender dilakukan oleh tokoh perempuan terhadap tokoh perempuan, tokoh ibu terhadap tokoh anak, dan tokoh Kijang terhadap tokoh perempuan. Lekatnya isu ketidakadilan gender dalam tiga naskah memperlihatkan pengarang mengkonstruksi ulang ketimpangan yang seringkali terjadi di masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman pembaca terkait fenomena yang terjadi di masyarakat serta menjadi upaya penyadaran peran gender pada peserta didik.
Etika Lingkungan dalam Novel Tentang Kita Karya Wiwik Waluyo dan Relevansinya sebagai Materi Ajar Sastra di SMA Yurika Sephiani; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14470

Abstract

Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan eksploitasi alam yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan etika terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik dan prinsip etika lingkungan dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo dan relevansinya sebagai materi ajar sastra di SMA. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, pendekatan ekokritik sastra dan teori etika lingkungan A. Sonny Keraf. Data penelitian berupa teks sastra dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo yang mengandung prinsip etika lingkungan. Hasil penelitian etika lingkungan dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo ditemukan 9 prinsip dengan total 20 data. Rincian data yang diperoleh meliputi 2 prinsip menghargai alam, 2 prinsip tanggung jawab, 2 prinsip kesetiakawanan kosmik, 4 prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, 2 prinsip tidak merugikan, 2 prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam , 2 prinsip keadilan, 2 prinsip demokrasi dan 2 prinsip integritas moral. Hasil penelitian ini relevan dengan bahan ajar sastra di SMA
TRANSFORMASI CERITA RAKYAT JAMARUN KE PERTUNJUKAN CAHAYA MEMINTAS MALAM/THE LIGHT WITHIN A NIGHT” Sahlan Mujtaba
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.347 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v1i1.1144

Abstract

ABSTRAKCerita rakyat Jamarun merupakan folklor lisan yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Di tengah keberadaannya yang mulai terlupakan dalam ingatan masyarakat, cerita rakyat Jamarun diolah menjadi pertunjukan oleh tiga kelompok teater dari dua negara (Indonesia dan Australia): Mainteater Bandung, Teater Lakon, dan La Trobe University Student Theatre and Film. Cerita rakyat Jamarun dan pertunjukan Cahaya Memintas Malam/The Light Within A Night menjadi data dalam penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian, yaitu teori tentang transformasi yang dikemukakan oleh Riffaterre. Berdasarkan hasil pembahasan ditemukan adanya konversi dan ekspansi. Konversi tidak terjadi dalam tataran alur dan tokoh di pertunjukan CMM. Alur dan tokoh yang terdapat dalam CMM justru lebih kompleks daripada yang terdapat dalam cerita rakyat Jamarun. Cerita rakyat Jamarun menyandarkan pada penceritaan naratif, sedangkan pertunjukan CMM menggunakan rentetan dialog sebagai penyampai cerita. Cara ungkap naratif memungkinkan cerita tersampaikan lebih singkat, sedangkan cerita yang menyandarkan pada dialog membutuhkan uraian lebih luas. Ekspansi cerita rakyat Jamarun ke pertunjukan CMM tampak melalui pengembangan alur, tokoh, latar, dan wacana. Pengembangan tersebut ditandai dengan munculnya adegan-adegan baru yang terkait dengan wacana yang terkandung dalam cerita rakyat Jamarun dan yang berhubungan dengan dua budaya, Indonesia dan Australia. Selain itu, didapatkan pengetahuan bahwa perbedaan latar belakang budaya tidak dapat membatasi kerja kreatif. Perbedaan budaya justru mampu memotivasi untuk menemukan perspektif dan gaya ungkap yang tidak terduga. Pemilihan cerita rakyat sebagai poros utama cerita, mampu mengenal lebih jauh cara berpikir masyarakatnya. Kata kunci: cerita rakyat jamarun, folklor, pertunjukan cahaya memintas malam, transformasi.
The Nilai Sosial Dalam Novel Balada Sepasang Kekasih Gila Karya Han Gagas dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Di SMA Alip Sujana; Sahlan Mujtaba; Dian Hartati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tindakan dan perbuatan baik ditengah perlakuan pengucilan atau memandang seseorang oleh masyarakat seperti dalam novel Balada Sepasang Kekasih Gila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan nilai sosial yang terkandung dalam novel Balada Sepasang Kekasih Gila karya Han Gagas. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini novel Balada Sepasang Kekasih Gila. Data penelitian berupa nilai sosial meliputi kasih sayang(nilai pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, dan kepedulian), tanggung jawab (Nilai rasa memiliki, kewajiban, disiplin, dan empati), dan keserasian hidup (nilai keadilan dan toleransi). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai sosial yang terkandung dalam novel Balada Sepasang Kekasih Gila. Adapun teknik pengumpulan data meliputi menentukan sumber data, menyimak dengan seksama, dan mencatat kembali poin penting. Sedangkan teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Hasil analisis kemudian diolah dan disusun menjadi Lembar Kerja Siswa direlevansikan sebagai bahan ajar bagi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII di SMA yang dimuat pada materi novel pada KD 3.9.
Kajian Psikologi Tokoh Janu Dalam Novel Manusia Dan Badainya Karya Syahid Muhammad Nuria Bening Pangestu; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2939

Abstract

Permasalahan kesehatan mental masih sering di anggap sebelah mata oleh masyarakat luas, dengan selalu diasumsikan “kurang bersyukur”, bahkan tidak masuk sebagai kategori penyakit serius. Dikutip dari Kompas.com “Generasi tua terkesan abai perihal kesehatan mental dengan selalu mengatakan kurang bersyukur”. Oleh karena itu peneliti berusaha meneliti bahwa kesehatan mental merupakan sebuah penyakit yang harus ditangani dengan cepat dan tepat oleh ahlinya. Melalui Buku Novel Manusia dan Badainya Karya Syahid Muhammad, peneliti berusaha membedah kasus kesehatan mental tokoh Janu dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra milik Sigmund Freud. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini menghasilkan tiga unsur psikologi sastra, yang terdiri dari id, ego, dan superego.
Lokalitas Minangkabau pada Novel Segala Yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Novel Di SMK Nurwinda Rahmawati; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 19 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8413647

Abstract

This research is motivated by the rise of foreign cultures that enter Indonesia, giving rise to fading people's love for local culture. The purpose of this study is to describe the locality of Minangkabau in the novel Everything That Heaven Swallows by Pinto Anugrah and utilizing the results of his research into learning literature in the form of handout teaching materials. The research subject is the novel Everything That Heaven Swallows by Pinto Anugrah. While the object of this research is a study of Minangkabau locality contained in the novel. Data collection techniques apply reading techniques, note-taking techniques, and literature study techniques. Furthermore, the collected data was analyzed through three activities, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the analysis of Minangkabau locality elements in the novel Everything That Heaven Swallows Pinto Anugrah's work found that in the novel stored local knowledge, local culture, local skills, local resources, and local social processes. Furthermore, the results of the research were used for learning novels at SMK in the form of teaching materials in the form of handouts adapted to the Basic Competency of even semester class XII novel text material.
Nilai Sosial dalam Kumpulan Cerpen Potret Keluarga Karya Reda Gaudiamo dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Teks Cerpen Kelas IX Silvi Athala Naziha; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyimpangan etika yang terjadi pada interaksi sosial dalam lingkungan bermasyarakat maupun secara digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat pada kumpulan cerpen Potret Keluarga karya Reda Gaudiamo. Peneliti memilih jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan kutipan-kutipan yang digunakan dalam identifikasi nilai sosial pada teks cerpen. Nilai sosial yang dikaji meliputi (1) kasih sayang: pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, dan kepedulian; (2) tanggung jawab: disiplin dan empati; (3) keserasian hidup: keadilan dan toleransi. Tahapan-tahapan penelitian dilakukan tahap persiapan (memilih karya dan menentukan kompetensi dasar), pelaksanaan (identifikasi karya sastra), dan akhir (menarik simpulan). Sumber data penelitian ialah kumpulan cerpen Potret Keluarga karya Reda Gaudiamo. Cerpen dipilih berdasarkan dominan keberadaan nilai sosial, diantaranya cerpen berjudul: “Potret Keluarga”, “Mungkin Bib Benar”, “Anak Ibu”, “Pada Suatu Pagi”, dan “Menantu”. Hasil penelitian kemudian direlevansikan sebagai bahan ajar teks cerpen pada sekolah menengah pertama (SMP) kelas IX dalam bentuk handout.