Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Efektivitas serbuk jahe, aromaterapi lemon, teh daun mint terhadap emesis gravidarum trimester 1 Hasanah Pratiwi Harahap; Yuka Oktafirnanda; Saskiyanto Manggabarani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.228 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i2.91

Abstract

Latar belakang: Perubahan fisiologis dalam kehamilan salah satunya adalah emesis gravidarum. Emesis gravidarum terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida dengan kasus yang  di Indonesia terdapat 50-90 %. Tujuan Penelitian: mengetahui efektivitas serbuk jahe, aromaterapi lemon, teh daun mint terhadap emesis gravidarum trimester I. Metode: Rancangan penelitian pre eksperimental design dengan desain pretest-posttest control group design. Populasinya ibu hamil yang beralamat di LK. IV dan V Kelurahan Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan sebanyak 40 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur emesis gravidarum adalah Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE)-24. Data dianalisis dengan uji analysis of varians. Hasil: rata-rata pengurangan emesis gravidarum sebesar 11,40 dan standar deviasi 10,448 dengan intervensi serbuk jahe. Intervensi lemon sebesar 11,20 dan standar deviasi 5,554. Intervensi daun mint terjadi pengurangan emesis gravidarum rata-rata 10,90 dengan standar deviasi 4,606 dan kelompok kontrol sebesar 20,90 dengan standar deviasi 11,269. Hasil uji statistik dengan one way ANOVA diperoleh nilai p 0,031 0,05 yang menunjukkan ada pengaruh pemberian intervensi serbuk kering jahe, lemon, dan daun mint terhadap pengurangan emesis gravidarum. Simpulan: Terdapat pengaruh efektivitas pemberian serbuk kering jahe, aromaterapi lemon dan teh daun mint terhadap emesis gravidarum trimester I.
Perbandingan waktu tidur dan frekuensi menyusu pada bayi usia 3-12 bulan yang mendapatkan pijat bayi Winda Agustina; Hasanah Pratiwi Harahap
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.824 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.140

Abstract

Latar belakang: Pijat bayi memiliki banyak manfaat, bukan hanya membuat bayi tidur lebih nyenyak tetapi dapat juga meningkatkan produksi ASI dimana dengan meningkatnya produksi ASI, nutrisi dan proses menyusu juga berlangsung lebih baik daripada bayi yang tidak mendapatkan pijat bayi. Tujuan Penelitian: mengetahui perbandingan waktu tidur dan frekuensi menyusu pada bayi usia 3-12 bulan yang endapatkan pijat bayi. Metode: Rancangan penelitian pre eksperimental design dengan desain pretest-posttest design. Populasinya ibu yang memiliki bayi 3-12 bulan di Desa Afdeling III Bukit Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur  sebanyak 15 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total population. Instrumen yang digunakan untuk mengukur waktu tidur dan frekueni menyusu menggunakan lembar checklist. Data dianalisis dengan uji dependent sample t-test. Hasil: nilai rata-rata untuk X1 (Waktu Tidur Sebelum Pijat Bayi) = 10.53 jam (11 jam) dan untuk X2 (Waktu Tidur Sesudah Pijat Bayi) = 12.07 jam (12 jam), serta varian untuk S21 = 0,274 dan varian untuk S22 = 0,316, serta nilai rata-rata untuk X1 (Frekuensi Menyusu Sebelum Pijat Bayi) = 8.13 kali/hari (8 kali/hari) dan untuk X2 (Frekuensi Menyusu Sesudah Pijat Bayi) = 9.40 kali/hari (9 kali/hari), serta varian untuk S21 = 0,413 dan varian untuk S22 = 0,335. Simpulan: Ada perbedaan waktu tidur sebelum dan sesudah pijat bayi dan ada perbedaan frekuensi menyusu sebelum dan sesudah pijat bayi
Giving Green Bean Juice Drink to Increase Breast Milk Production hasanah Pratiwi Harahap; Novy Ramini Harahap; Risfa Safrida. R
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 5 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v5i2.1663

Abstract

Breast milk supply can be improved one way to consume mung beans extract that contained protein, iron and vitamin B1. The stuay aimed to determine the effectiveness of provision mung beans to increase breast milk supply in Hj. Ainal Clinic Pidie District. The stuay was quasy experiment with one group pretest-posttest. The population was 22 post-partum mothers in Hj. Ainal mardhiah Clinic. The sample were 11 respondents. Data analysis used T-test and then presented in a tabulation of the frequency distribution. The stuay was quasy experiment with one group pretest-posttest. The population was 22 post-partum mothers in Hj. Ainal mardhiah Clinic. The sample were 11 respondents. Data analysis used T-test and then presented in a tabulation of the frequency distribution. The conclusion in this study is that there is an increase in breast milk production from the baby indicator with a sig value of 0.004 and an increase in breast milk products from the mother indicator with a sig value of 0.003. It is hoped that through research on giving green bean juice to postpartum mothers at the Hj clinic. Ainal Mardiah Aceh Garot can add insight and knowledge for postpartum mothers about the effectiveness of giving green bean juice to breast milk production.
Cinnamon Decoction for Healing Perineal Lacerations in Postpartum Mothers hasanah Pratiwi Harahap; Winda Agustina; Syahroni Damanik
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 6 No 1 (2023): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v6i1.2126

Abstract

Perineal laceration is one of the obstetrical complications that occurs during labour. As many as 2.7 million people in 2016 were found by mothers giving birth with perineal lacerations and it is estimated that by 2050 this will increase to 6.3 million. This study aims to determine the effectiveness of a decoction of cinnamon and binahong leaf tea in healing perineal lacerations in postpartum women at the Sunartik clinic. The research design used the pre-experimental design method with the pretest-posttest design. The population in this study were all spontaneous postpartum mothers who gave birth and experienced first and second degree perineal lacerations at the Pratama Sunartik Clinic, Sei Mencirim Village, as many as 15 people using purposive sampling techniques. Assessment of healing of perineal lacerations used the REEDA scale which was measured in 2 stages, namely the pretest was carried out before the intervention, and the posttest was carried out once a day after the last intervention was carried out or on the 8th day. The data analysis used was paired sample t test with a significance level of 95% (0.05). The results of the study obtained a sig value of 0.000 with a mean of 3.800 and CI (2.408-5.192). In conclusion, there is an effectiveness of cinnamon decoction which is shown in healing perineal lacerations. It is hoped that health workers, especially in primary facilities and clinics, will help and provide health education for postpartum women in an effort to heal perineal lacerations by empowering natural products.
Edukasi Tentang Pemanfaatan Kayu Manis dalam Perawatan Luka Perenium pada Ibu Hamil Trimester III di Posyandu Kenanga Hasanah Pratiwi Harahap; Dewi Sartika; Syahroni Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i1.5665

Abstract

Komplikasi obstetrik yang umumnya terjadi saat persalinan yaitu laserasi perenium. Pada tahun 2017 ditemukan bahwa dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapat jahitan perineum, 28% karena episiotomi dan 29% karena robekan spontan. Komplikasi yang terjadi dari laserasi perineum adalah penyembuhan luka yang terlambat bahkan terjadi infeksi sehingga dapat menimbulkan kesakitan dan rasa takut untuk bergerak, berdampak banyak permasalahan diantaranya sub involusi uterus, pengeluaran lochea yang tidak lancar dan perdarahan pasca partum yang merupakan penyebab pertama kematian ibu di Indonesia. Penanganan non farmakologi sebagai alternatif untuk membunuh bakteri pada luka perineum menggunakan kayu manis. Kayu manis memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid, tanin dan alkaloida yang memiliki sifat aktivitas antibakteri. Hasil wawancara pada 15 ibu hamil yang pernah mengalami luka perenium dan semuanya mengatakan hanya mengandalkan obat seperti asam mefenamat, antibiotik dan konseling pola makan dari petugas kesehatan sebagai penyembuh luka pereniumnya, serta belum ada yang pernah mencoba menggunakan rebusan kayu manis bahkan tidak mengetahui bahwasanya kayu manis juga bisa digunakan sebagai obat penyembuh luka perenium. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi pada ibu hamil trimester III dalam memanfaatkan rebusan kayu manis sebagai penyembuh luka perenium di Posyandu Kenanga Desa Air Joman Baru. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan kesehatan, memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pemanfaatan kayu manis dalam perawatan luka perenium yang mungkin saja akan dialami saat persalinan nati.
Perbandingan waktu tidur dan frekuensi menyusu pada bayi usia 3-12 bulan yang mendapatkan pijat bayi Agustina, Winda; Harahap, Hasanah Pratiwi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.140

Abstract

Latar belakang: Pijat bayi memiliki banyak manfaat, bukan hanya membuat bayi tidur lebih nyenyak tetapi dapat juga meningkatkan produksi ASI dimana dengan meningkatnya produksi ASI, nutrisi dan proses menyusu juga berlangsung lebih baik daripada bayi yang tidak mendapatkan pijat bayi. Tujuan Penelitian: mengetahui perbandingan waktu tidur dan frekuensi menyusu pada bayi usia 3-12 bulan yang endapatkan pijat bayi. Metode: Rancangan penelitian pre eksperimental design dengan desain pretest-posttest design. Populasinya ibu yang memiliki bayi 3-12 bulan di Desa Afdeling III Bukit Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur  sebanyak 15 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total population. Instrumen yang digunakan untuk mengukur waktu tidur dan frekueni menyusu menggunakan lembar checklist. Data dianalisis dengan uji dependent sample t-test. Hasil: nilai rata-rata untuk X1 (Waktu Tidur Sebelum Pijat Bayi) = 10.53 jam (11 jam) dan untuk X2 (Waktu Tidur Sesudah Pijat Bayi) = 12.07 jam (12 jam), serta varian untuk S21 = 0,274 dan varian untuk S22 = 0,316, serta nilai rata-rata untuk X1 (Frekuensi Menyusu Sebelum Pijat Bayi) = 8.13 kali/hari (8 kali/hari) dan untuk X2 (Frekuensi Menyusu Sesudah Pijat Bayi) = 9.40 kali/hari (9 kali/hari), serta varian untuk S21 = 0,413 dan varian untuk S22 = 0,335. Simpulan: Ada perbedaan waktu tidur sebelum dan sesudah pijat bayi dan ada perbedaan frekuensi menyusu sebelum dan sesudah pijat bayi
Aroma terapi bunga lavender (Lavandulaangustifolia) menurunkan nyeri haid pada remaja putri Sikumbang, Sri Rintani; Aisyah, Siti; Harahap, Hasanah Pratiwi; Salsabila, Sofia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.264

Abstract

Latar belakang: Salah satu gangguan yang paling sering terjadi saat menstruasi adalah nyeri haid atau dismenore. Dismenore dapat terjadi menjelang haid bahkan selama haid dan sesudah haid. Hal ini akan memengaruhi kesehatan reproduksi wanita dalam waktu jangka panjang. Faktanya masih banyak remaja yang kurang memahami tentang pentingnya mengenal organ reproduksi dan mengatasi nyeri haid yang dialami baik secara farmakologi maupun nonfarmakologis. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender terhadap nyeri haid di SMU Negeri I Dolok Masihul tahun 2022. Metode Penelitian: Pre-Eksperimen (One Group Pre-Post test design). Populasi penelitian yaitu remaja putri SMU Negeri I Dolok Masihul sebanyak 125 orang remaja putri.  Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampling 30 orang. Analisis data menggunakan Saphiro Wilk, kemudian menggunakan uji  Paired T-Test. Hasil: Rata-rata tingkat nyeri haid remaja putri sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah (5.71) dan rata rata tingkat nyeri haid sesudah diberikan aromaterapi lavender adalah (2.43), jadi selisih tingkat nyeri (3.28). Hasil uji Paired T-Test menunjukkan bahwa hasil penelitian responden menggunakan aromaterapi lavender didapatkan nilai Sig. (2.tailed) = 0.000 (0.05) artinya ada perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intevensi aromaterapi lavender di SMU Negeri I Dolok Masihul. Simpulan: Bahwa ada perubahan intensitas nyeri yang dialami oleh remaja putri yang diberi perlakuan aromaterapi  bunga lavender terhadap remaja putri di SMU Negeri I Dolok Masihul. Disarankan kepada remaja putri untuk menggunakan metode aromatherapi ini ketika mengalami haid, sebagai terapi nonfarmakologi dan meminimalkan penggunaan obat-obatan.
The effect of red guava juice provision on hemoglobin levels in anemic pregnant women Kusuma Wardani, Fina; Harahap, Hasanah Pratiwi; Nasution, Yulida Effendi
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v6i2.5256

Abstract

During pregnancy, women must maintain nutritional intake to avoid anemia. Anemia occurs due to lack of iron, folic acid, and vitamin B12. To increase hemoglobin levels in the body, non-pharmacological therapy can be done by consuming red guava juice. This study aimed to determine the difference in hemoglobin levels before and after giving red guava to pregnant women with anemia. This study uses a pre-experimental method with a one group pretest posttest design. The population in this study was all pregnant women in second trimester with the incidence of anemia at Dina Maternity Home Medan. The sample in this study was 10 pregnant women with mild anemia taken by purposive sampling technique. Analysis of univariate and bivariate data was done by using paired sample T-test. The results showed that the hemoglobin level before administration of red guava juice had a mean value of 10.01 g/dl, while the hemoglobin level after administration of red guava juice had a mean value of 11.68 g/dl, with a mean difference of -1.670 and p-value 0.000. The conclusion of this study showed that there was a difference in the effect of giving red guava juice on hemoglobin levels in anemic pregnant women.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Nasution, Ramadhani Syafitri; Harahap, Hasanah Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 10 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v10i01.427

Abstract

Kelas ibu hamil salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan perubahan perilaku positif sehingga ibu diharapkan memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apa-apa saja faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di Desa Pasar Batahan Tahun 2018 sebanyak 31 orang dengan teknik total populasi, dengan data primer dan data sekunder dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian 31 responden (100%), Pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (38,7%), Umur yang beresiko sebanyak 18 responden (58,1%), yang bekerja sebanyak 20 responden (64,5%), dengan paritas multigravida sebanyak 17 responden 54,8%), diperoleh ada hubungan pengetahuan dan umur, dan tidak ada hubungan pekerjaan dan paritas dengan keikutsertaan kelas ibu hamil.Kesimpulan dari penelitian ini faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan pelaksanaan kelas ibu hamil adalah pengetahuan dan umur. Diharapkan bagi ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil secara rutin agar dapat mengenali secara dini bahaya pada masa kehamilan sehingga apabila ada sesuatu yang menjadi keluhan agar dapat segera diatasi atau dikonsultasikan dengan petugas kesehatan sehingga ibu terhindar dari hal-hal yang membahayakan kesehatan ibu dan bayi.
PENGARUH KONSUMSI PUDING KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA Rauda, Rauda; Nurrahmaton, Nurrahmaton; Harahap, Hasanah Pratiwi; Sukma, Natasya Elvira
Bahasa Indonesia Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v12i2.549

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah sel darah merah berada di bawah nilai normal. Anemia yang terjadi pada masa kehamilan berhubungan dengan tingginya angka kematian ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsumsi puding kacang hijau (Vigna radiata) berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Klinik Lomauri Medan tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one-group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini terdiri dari 25 ibu hamil trimester II yang menderita anemia ringan di Klinik Romauri Medan pada tahun 2022, dan jumlah sampel adalah 13 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik target sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan kriteria. Analisis data menggunakan data univariat dan bivariat dengan uji T sampel berpasangan. Hasil: Penelitian menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebelum tes adalah (10,12 g/dL) dan hasil pasca tes (11,16 g/dL), dengan selisih sebesar (-1,04 g/dl). Berdasarkan uji berpasangan sampel t-test diperoleh nilai Sig < 0,000. 0,05. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan puding kacang hijau berdampak terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Klinik Romauri Medan Tahun 2022. Lembaga penelitian khususnya tenaga kesehatan didorong untuk mendorong ibu hamil mengonsumsi puding kacang hijau sebagai alternatif pengobatan anemia nonfarmakologis.