Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Media Booklet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Puskesmas Pupuan I Tabanan Utari, Ni Nyoman Ayu Trisya; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22016

Abstract

ABSTRACT The increasing incidence of children with developmental delays can be related to various factors, one being the insufficient awareness of parents regarding child development, which reduces their ability to give appropriate stimulation and identify delays in growth and development. Implementing booklet media for health education on child development is an effective method to improve the understanding and attitudes of women regarding this issue. To determine the effect of the implementation of booklet media on mothers' knowledge and attitudes about the development of toddlers aged 3-5 years at public health center Pupuan I. This study employed a pre-experimental design featuring a one-group pretest-posttest approach. There were 170 mothers who had toddlers aged 3-5 years at the public health center Pupuan recruited as a sample of the study. The data were analyzed using the Wilcoxon test.The findings showed that the average of the pretest was 64.50 (moderate knowledge), which increased to 76.88 (good knowledge). The average attitude of the pretest was 65.94 (negative attitude), which increased to 73.66, an increase of 7.72 points (positive attitude). There was a difference in the knowledge and attitude of mothers before and after being given a booklet media intervention with a p-value of 0.00 (0.05). In the attitude variable, the obtained p-value was 0.00 (0.05). There is an effect of booklet media on the knowledge and attitude of mothers about the development of toddlers aged 3-5 years at public health center Pupuan I. Keywords: Toddlers aged 3-5, Booklet, Knowledge, Development, Attitude.  ABSTRAK Tingginya kasus anak yang mengalami keterlambatan perkembangan disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya pengetahuan orang tua yang kurang tentang tumbuh kembang anak. Sehingga, kurang memberikan stimulasi dan mendeteksi adanya keterlambatan tumbuh kembang. Pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang anak dengan media booklet menjadi solusi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun di Puskesmas Pupuan I. Jenis penelitian ini pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 170 ibu yang memiliki balita berusia 3-5 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan I. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Rata-rata pada saat pretest sebesar 64,50 (pengetahuan cukup) meningkat menjadi 76,88 (pengetahuan baik). rata rata sikap pada saat pretest sebesar 65,94 (sikap negatif) meningkat menjadi 73,66 peningkatan sebesar 7,72 poin (sikap positif). Terdapat perbedaan bahwa pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi media booklet dengan p-value 0,00 (0,05). Pada variabel sikap diperoleh p-value 0.00 (0,05). Terdapat pengaruh dari media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun di Puskesmas Pupuan I. Kata Kunci: Balita, Booklet, Pengetahuan, Perkembangan, Sikap.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Terhadap Pemanfaatan Buku Kia di RSUD S.K.Lerik Kota Kupang Therik, Jeane Herlophina; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22007

Abstract

ABSTRACT Complications during pregnancy can be prevented by recognizing danger signs. One way to recognize danger signs is by using the KIA (Child Health and Child Health) book. Poor knowledge of danger signs among pregnant women can lead to increased maternal mortality rates. To determine the correlation between knowledge and attitude of pregnant women about pregnancy danger signs towards the use of Maternal and Child Health (KIA) book in the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at S.K.Lerik General Hospital, Kupang City. The study employed analytical correlative design with cross-sectional approach. The population of the study was all pregnant women from the 1stto 3rd trimester who visited the Obstetrics and Gyneclogy Polyclinic at S.K.Lerik General Hospital, Kupang City. There were106 respondents recruited as the sample through purposive sampling technique. The data were collected using questionnaire and analysed by using Spearman Rho test analysis. The findings showed that there was significant correlation between knowledge and attitudes which obtained ρ value 0.015, with correlation coefficient of 0.236. This meant that there was weak and positive correlation between the variables. The analysis between knowledge and utilization of KIA book obtained ρ value 0.593, it was insignificant because  0.05. Furthermore, there was significant correlation between attitudes and utilization of KIA book which obtained ρ value 0.000 with a correlation coefficient of 0.494. This meant that there were moderate positive correlation between the variables. The higher the knowledge of pregnant women, the better the attitude of pregnant women towards the utilization of KIA book, and the higher the attitude of pregnant women, the better they are in utilizing KIA book. Meanwhile, knowledge does not affect pregnant women in utilizing KIA books. Keywords: Knowledge, Attitude, Utilization of KIA Books. ABSTRAK Penyulit atau komplikasi yang terjadi pada masa kehamilan dapat dicegah dengan mengetahui tanda bahaya selama kehamilan. Salah satu cara mengetahui tanda bahaya kehamilan yaitu dengan memanfaatkan buku KIA. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dapat menyebabkan meningkatnya Angka Kematian Ibu. Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Terhadap Pemanfaatan buku KIA di Poli Kandungan RSUD.S.K.Lerik Kota Kupang. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua ibu hamil dari trimester 1-3 yang datang berkunjung di Poli Kadungan RSUD S.K.Lerik Kota Kupang dengan jumlah sampel 106 responden. Teknik sampling berupa non probability sampling menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan analisis uji Spearman rho. Analisis hubungan pengetahuan dan sikap didapat 0.015, karena   0.05, maka disebut signifikan, dengan koefisien korelasi 0.236. Artinya, tingkat kekuatan hubungannya lemah dengan arah hubungan kedua variabel tersebut searah. Analisis hubungan antar pengetahuan dan pemanfaatan buku KIA didapat  sebesar 0.593, karena   0.05, maka disebut tidak signifikan. Analisis hubungan sikap dan pemanfaatan buku KIA didapat  sebesar 0.000, karena   0.05, maka disebut signifikan, dengan koefisien korelasi 0.494. Artinya, tingkat kekuatan hubungannya sedang dengan arah hubungan kedua variabel tersebut searah. Semakin tinggi pengetahuan ibu hamil maka semakin baik sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA, dan semakin tinggi sikap ibu hamil maka semakin baik dalam memanfaatkan buku KIA, sedangkan pengetahuan tidak mempengaruhi ibu hamil dalam pemanfaatan buku KIA. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pemanfaatan Buku KIA
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemenuhan Nutrisi dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (Kek) di Desa Ubung Kaja Denpasar Bali Yuliastri, Putu; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22013

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency is a condition in which adolescent girls or women experience long-term or chronic malnutrition. Adolescents are a priority target for nutrition education because adolescence is the transition period from childhood to adulthood. This study aimed to determine the relationship between adolescent girls' knowledge of nutritional needs and the incidence of chronic energy deficiency in Ubung Kaja Village. This research was a correlative analytical study with a cross-sectional approach. The sampling technique used simple random sampling that met the inclusion and exclusion criteria. A sample of 104 respondents was selected. The data collection tool was a questionnaire. The validity test used face validity. The chi-square statistical test was used to analyze the data. The results showed that the majority of respondents (63 respondents) did not experience CED, while the majority (43 respondents) had good knowledge (41.3%). The chi-square test showed a relationship between adolescent girls' knowledge of nutritional needs and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) in Ubung Kaja Village (p 0.001). Adolescent girls' knowledge of nutritional needs is associated with the incidence of Chronic Energy Deficiency. Village governments and health workers are expected to routinely promote good nutrition to prevent chronic energy deficiency syndrome (CED) in adolescent girls. Keywords: Chronic Energy Deficiency, Nutritional, Knowledge, Adolescents.  ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis adalah keadaan dimana remaja putri atau wanita mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama atau menahun. Remaja menjadi prioritas sasaran edukasi gizi karena masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang pemenuhan nutrisi dengan kejadian kekurangan energi kronis di Desa Ubung Kaja. Jenis penelitian ini merupakan analitis korelatif dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel sebanyak 104 responden. Alat pengumpulan berupa kuesioner. Uji validitas yang digunakan adalah face validity. Teknik analisa data menggunakan uji statistik chi-square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami KEK sebanyak 63 orang (60,6%), sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 43 orang (41,3%). Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang pemenuhan nutrisi terhadap kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Desa Ubung Kaja (p : 0,001). Pengetahuan remaja putri tentang pemenuhan nutrisi berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis. Diharapkan pemerintah desa dan petugas kesehatan untuk rutin mempromosikan terkait pemenuhan nutrisi yang baik untuk mencegah KEK pada remaja putri. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis, Nutrisi, Pengetahuan, Remaja.
Prediksi Stunting Berbasis Machine Learning melalui CERDIS: Cepat Resposif Deteksi Dini Stunting Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Dewi, Ida Ayu Utari; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v7i1.6486

Abstract

Stunting is a condition with long-term impacts on cognitive function and productivity, thus requiring accurate early detection to support effective interventions. This study aims to develop a machine learning–based stunting prediction application using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, integrated into mobile and web-based systems. The development method follows the CRISP-DM framework to ensure a structured data mining process and incorporates the Behaviour Change Wheel (BCW) to encourage positive user behaviour change. A dataset of approximately 121,000 records obtained from Kaggle was used for model training. Evaluation using black-box testing demonstrated that the application achieved excellent system, information, and service quality, with a benefit score of 98%. The application was shown to improve diagnostic efficiency, enhance the accuracy of stunting risk identification, and support the acceleration of early intervention efforts in primary healthcare centres (Puskesmas). Its implementation is expected to contribute to reducing stunting prevalence and advancing the digital transformation of primary healthcare services. It is recommended that future development focus on optimising healthcare worker training, improving the user interface, and expanding system integration and service coverage to maximise application effectiveness.
Sinergi Komunitas Tani dan Kader Posyandu melalui Karangasem Gemilang: Gerakan Milenial Lawan Anemia dan Gizi Buruk Berbasis Pangan Fungsional Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Antari, Ni Wayan Sukma; Widnyani, Ida Ayu Putu Ary
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24410

Abstract

ABSTRAK Desa Tianyar di Kabupaten Karangasem memiliki potensi mangga dan jambu mete yang belum diolah optimal serta menghadapi masalah anemia dan gizi buruk tinggi. Melalui program PM-BEM 2025, sinergi Kelompok Tani Taman Sari dan kader posyandu dilakukan untuk mengolah potensi lokal menjadi pangan fungsional Kukis Mangga Mete dan Granola Mangga Mete guna meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat, mewujudkan Karangasem GEMILANG yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memberdayakan masyarakat Desa Tianyar melalui sinergi Kelompok Tani Taman Sari dan kader posyandu dalam mengolah potensi lokal mangga dan mete menjadi produk pangan fungsional Kukis Mangga Mete dan Granola Mangga Mete guna meningkatkan nilai ekonomi hasil tani serta mendukung pencegahan anemia dan gizi buruk di Kabupaten Karangasem. Program dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi awal dan FGD, edukasi gizi dan pangan fungsional, pelatihan produksi olahan mangga–mete, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre–post test dan observasi praktik. Program Karangasem GEMILANG meningkatkan pengetahuan peserta tentang pangan fungsional dari 6,5% menjadi 85,2%, serta keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk MangMete Cookies dan MangMete Bar mencapai lebih dari 80%. Sinergi kelompok tani dan kader posyandu efektif memberdayakan masyarakat dalam pengolahan pangan lokal berbasis mangga dan mete, meningkatkan ekonomi desa, serta mendukung pencegahan anemia dan gizi buruk di Kabupaten Karangasem. Kata Kunci: Anemia, Gizi Buruk, Pangan Fungsional, Mangga, Mete.  ABSTRACT Tianyar Village in Karangasem Regency has great potential in mango and cashew cultivation; however, these local resources have not been optimally processed, while the community faces high rates of anemia and malnutrition. Through the PM-BEM 2025 program, a synergy between the Taman Sari Farmers Group and Posyandu health cadres is established to transform local agricultural products into functional foods Mango Cashew Cookies (MangMete Cookies) and Mango Cashew Granola Bars (MangMete Bars) aimed at improving both the community’s economy and health, realizing Karangasem GEMILANG as a healthy, productive, and competitive region. To empower the community of Tianyar Village through collaboration between the Taman Sari Farmers Group and Posyandu cadres in processing local mango and cashew resources into functional food products that enhance agricultural economic value and support anemia and malnutrition prevention in Karangasem Regency. The program was carried out using an educative–participatory approach through initial observation and FGD, nutrition and functional food education, training on mango–cashew product processing, group discussions, and evaluation through pre–post tests and practice observations. The Karangasem GEMILANG program increased participants’ knowledge of functional foods from 6.5% to 85.2%, while skills in production, packaging, and marketing of MangMete Cookies and MangMete Bars improved to over 80%. The synergy between farmer groups and posyandu cadres effectively empowered the community in processing local mango and cashew-based functional foods, improving the village economy and supporting anemia and malnutrition prevention in Karangasem Regency. Keywords: Anemia, Malnutrition, Functional Food, Mango, Cashew.