Claim Missing Document
Check
Articles

EXPLORING CONVERSATIONAL STRUCTURES AND PREFERENCE ORGANIZATION IN GITA WIRJAWAN’S YOUTUBE INTERVIEWS: A PRAGMATIC STUDY Saragih, Syavina Angelica; Saragi, Christina Natalina; Silitonga, Harpen H.P
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1428

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memilih beberapa episode, mentranskripsikan percakapan, serta menganalisis data menggunakan kerangka pragmatik Yule dan pendekatan analisis percakapan. Analisis ini berfokus pada identifikasi jeda pendek dan panjang, jenis tumpang tindih (overlap), umpan balik verbal dan nonverbal, serta respons yang disukai dan tidak disukai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeda pendek sering digunakan untuk mengatur pikiran dan menjaga alur percakapan, dengan frekuensi sebanyak 44 kali, sedangkan jeda panjang dapat menandakan keraguan atau refleksi yang lebih mendalam, dengan frekuensi 26 kali. Tumpang tindih umumnya berfungsi sebagai indikator keterlibatan, antusiasme, atau upaya mengambil giliran berbicara, meskipun terkadang dapat menyebabkan interupsi, dengan frekuensi 54 kali. Umpan balik, baik secara verbal (misalnya “ya,” “benar”) yang terjadi sebanyak 26 kali maupun nonverbal (seperti anggukan kepala dan ekspresi wajah) yang terjadi sebanyak 10 kali, berperan penting dalam mendukung pembicara dan menjaga interaksi. Selain itu, preferensi dalam percakapan menunjukkan bahwa respons yang disukai umumnya diwujudkan melalui persetujuan, dukungan, dan keselarasan, sedangkan respons yang tidak disukai sering melibatkan penundaan, mitigasi, atau strategi tidak langsung. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi dan preferensi percakapan secara signifikan membentuk kualitas interaksi pada kanal YouTube Gita Wirjawan, serta berkontribusi terhadap kelancaran, keterlibatan, dan kedalaman diskusi.
PRAGMATIC PERSPECTIVES ON COOPERATIVE PRINCIPLE VIOLATIONS IN THE YOUTUBE PODCAST “PENDIDIKAN KITA BERORIENTASI PADA KEMUNAFIKAN” Panjaitan, Geby; Saragi, Christina Natalina; Lestari, Febrika Dwi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelanggaran prinsip kerja sama (Cooperative Principle) dalam podcast YouTube berjudul “Pendidikan Kita Berorientasi pada Kemunafikan” dengan menyoroti bagaimana penggunaan bahasa mencerminkan maksud tersirat penutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena kebahasaan secara sistematis, faktual, dan akurat. Data penelitian diperoleh dari transkrip percakapan yang berdurasi 1 jam 4 menit 42 detik, yang kemudian dianalisis berdasarkan teori maksim dalam pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis pelanggaran maksim, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, yang masing-masing muncul dengan frekuensi yang berbeda. Pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada maksim kuantitas dengan jumlah 45 data, diikuti oleh maksim kualitas sebanyak 32 data, maksim relevansi sebanyak 10 data, dan maksim cara sebanyak 8 data. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut meliputi pengalihan perhatian dalam percakapan, penyampaian informasi yang diragukan kebenarannya, ketidakmampuan penutur dalam memberikan respons secara langsung dan tepat, serta kecenderungan menyampaikan pesan secara tidak langsung atau implisit. Lebih lanjut, pelanggaran maksim yang ditemukan dalam penelitian ini tidak hanya mencerminkan adanya potensi kegagalan dalam komunikasi, tetapi juga menunjukkan fungsi strategis dalam ranah pragmatik, seperti sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial, satire, serta bentuk evaluasi kritis terhadap kondisi dan sistem pendidikan di Indonesia secara lebih halus namun bermakna.
Co-Authors Adi Suarman Situmorang, Adi Suarman Andreas Hutasuhut Apriani Silviani Sitinjak Aritonang, Carmenita Br Karosekali, Stephani Caludia Carolina Pakpahan Carolina Pakpahan Dewi Paulina Silalahi Dewi Paulina Silalahi Diana Sihombing Elza Lisnora Saragih Ema Ulina Br Ginting Febrika Dwi Lestari Febrina S.L. Lumbantobing Fenty Debora Napitupulu Fernando Saragih Hagai Depsin Sembiring Hasani, Elsya Elita Merlyn Herman Hutahaean, Ceacilia Rebecca Isyana Valentina Lubisa Kammer Tuahman Sipayung Krisna Wati Mayang Lastri Wahyuni Manurung Lastri Wahyuni Manurung Lestari Kasih Grasella Nahampun Lestari Kasih Grasella Nahampun Lidia Erika Situmorang Listra Manurung Lolly Biopanni Simanjuntak Maděra, Martin Maresa Manullang Marry Happy Haloho Matondang, Sony Brando Martua Monika Pardede Nababan, Sonya Indah Nanda Saputra Narambean Simanjuntak Nazara, Indah Trisdayanti Nelly Simanjuntak Nenni Triana Sinaga Nenni Triana Sinaga Nurainun Hasibuan Nurhayati Sitorus Octavianna, Yessy Pakpahan, Carolina Pangaribuan, Marnala Panjaitan, Geby pratama, Indra Mulia Purba, Adiman Juahta Purba, Sadrak Abed Nego Purba, Shyntia Lora Jesica Renita Br Saragih Romauli Siahaan Romsina Siregar Rupa Shema Sagala, Rumondang Oktaviona Sahlan Tampubolon Saragih, Syavina Angelica Selasi Sirait Serepina Lubis Sidabutar, Usman Sihite, Agustina silitonga, harpen Silitonga, Harpen H.P Simarmata, Rina Octavia Simbolon, Desi.A.R Sinaga, Askima Rohmauli Sinaga, Nenni Triana Sinanjuntak, Nelly Siregar, Reni Sitinjak, Apriani Silviani Sitinjak, Lasmaida Situmorang, Joel Dani Sonya Indah Nababan Sugita Sonya Simanjuntak Trisnawaty Hutahaean Usman Sidabutar Usman Sidabutar Usman Sidabutar Winda Josefina Simamora Yessy Octavianna