Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM PEMBENTUKAN SIKAP KEMANDIRIAN SISWA KELAS V SDN SINDANGSARI III Riyo Gilang Ardhiansyah; Aam Amaliyah; Ahmad Amarullah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.33173

Abstract

This study examines two variables: tutoring and the development of students' independent learning attitudes. The population of this study was all fifth-grade students at SDN Sindangsari III, Pasarkemis District, Tangerang Regency. Because the population was less than 100, this study selected 59 fifth-grade students from SDN Sindangsari III, Pasarkemis District, Tangerang Regency. A total of 10 students were sampled. The method used was descriptive qualitative research. This study used questionnaires and interviews. The results showed that the questionnaires distributed to fifth-grade students showed a score of 0.9351 out of 59 students, while the teacher interviews showed a score of 3.160. This means that the instrument for student independence and tutoring is significant.  
Hubungan Antara Gaya Mengajar Guru Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Di SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang Khansa 'Alimah Humairo; Aam Amaliyah; Najib Hasan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya mengajar guru dengan hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang dengan mengambil sampel sebanyak 30 siswa kelas V yang diambil dari satu kelas. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes berupa soal pilihan ganda dan instrumen non tes berupa angket. Berdasarkan kriteria dari tabel korelasi yang menunjukkan nilai pearson correlation 0,526 ˃ rtabel 0,3610 dan hasil penelitian pengujian hipotesis uji-t diperoleh thitung = 3,270 ˃ ttabel = 2,048, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya penelitian ini telah berhasil menguji kebenaran hipotesis bahwa gaya mengajar guru (X) memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa (Y). Selanjutnya dapat dilihat dari hasil koefisien determinasi, bahwa besarnya hubungan variabel X dengan variabel Y sebesar 0,276 bermakna bahwa gaya mengajar guru memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa sebesar 27,6%, sedangkan sisanya 72,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Jenis gaya mengajar guru yang paling tinggi hubungannya dengan siswa kelas V di SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang adalah gaya mengajar personalisasi yang dilihat dari tingginya persetujuan siswa terhadap pemberian motivasi, perhatian terhadap siswa, dan dukungan guru dalam pembelajaran pada hasil pernyataan angket gaya mengajar guru.
Hubungan Antara Gaya Mengajar Guru Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Di SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang Khansa 'Alimah Humairo; Aam Amaliyah; Najib Hasan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya mengajar guru dengan hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang dengan mengambil sampel sebanyak 30 siswa kelas V yang diambil dari satu kelas. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes berupa soal pilihan ganda dan instrumen non tes berupa angket. Berdasarkan kriteria dari tabel korelasi yang menunjukkan nilai pearson correlation 0,526 ˃ rtabel 0,3610 dan hasil penelitian pengujian hipotesis uji-t diperoleh thitung = 3,270 ˃ ttabel = 2,048, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya penelitian ini telah berhasil menguji kebenaran hipotesis bahwa gaya mengajar guru (X) memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa (Y). Selanjutnya dapat dilihat dari hasil koefisien determinasi, bahwa besarnya hubungan variabel X dengan variabel Y sebesar 0,276 bermakna bahwa gaya mengajar guru memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa sebesar 27,6%, sedangkan sisanya 72,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Jenis gaya mengajar guru yang paling tinggi hubungannya dengan siswa kelas V di SDN Pasarkemis III Kabupaten Tangerang adalah gaya mengajar personalisasi yang dilihat dari tingginya persetujuan siswa terhadap pemberian motivasi, perhatian terhadap siswa, dan dukungan guru dalam pembelajaran pada hasil pernyataan angket gaya mengajar guru.
NILAI PANCASILA DALAM GAYA BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN KEDAUNG BARAT I KABUPATEN TANGERANG Saktian Dwi Hartantri; Candra Puspitarini; Aam Amaliyah
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal Of Elementary Education (IJOEE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijoee.v7i1.14565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai – nilai pancasila dalam gaya belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV di SDN Kedaung Barat I Kabupaten Tangerang. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 9 siswa perwakilan dari setiap kelompok belajar. Data penelitian didapatkan dari hasil lembar wawancara siswa, observasi kelas dan dokumentasi.teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi kelas, dan dokumentasi. Analisis data mengunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap siswa-siswi pasti memiliki bermacam-macam gaya belajar yang mereka sukai di antaranya, gaya belajar visual adalah tipe belajar siswa yang suka belajar dengan cara berfikir melihat, mengamati, seperti siswa lebih suka melihat sesuatu berupa foto, diagram, gambar. contohnya guru akan memperlihatkan sebuah gambar yang ada pada buku pembelajaran pendidikan pancasila. Gaya belajar Auditorial adalah tipe belajar siswa yang suka belajar dengan cara mendengarkan ceramah guru, serta diskusi dengan teman sekelas dalam pembelajaran pendidikan pancasila. Gaya belajar kinestentik adalah tipe belajar siswa yang suka belajar dengan cara melakukan sesuatu yang menurut mereka senang, seperti siswa suka mengerakan anggota tubuh mereka ketika sedang berbicara. 
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI SUKATANI VI KABUPATEN TANGERANG Nabilah Aulia; Aam Amaliyah; Septy Nurfadhillah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil data di SD Negeri Sukatani VI Kabupaten Tangerang dengan subjek penelitian guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dikumpulkan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyaringan data  dan menarik Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika yaitu dilihat dari pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika secara keseluruhan sudah cukup baik, namun alangkah baiknya guru memberikan motivasi sebelum pembelajaran dimulai. Karena memberikan motivasi kepada siswa sebelum pembelajaran dimulai. Dapat membangkitkan semangat belajar siswa, dalam kegiatan pembelajaran.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DALAM PENYELESAIAN SOAL CERITA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SDN PONDOK BAHAR 6 KOTA TANGERANG Putri Yeni; Aam Amaliyah; Ina Magdalena
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN Pondok Bahar 6 Kota Tangerang. Literasi matematika dipahami sebagai kemampuan merumuskan, menerapkan, serta menafsirkan konsep dan prosedur matematika dalam berbagai situasi, khususnya dalam soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan tes diagnostik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memenuhi indikator literasi matematika. Tercatat 18 siswa belum mampu merumuskan masalah ke dalam model matematika, 18 siswa belum menggunakan konsep, fakta, dan prosedur dengan tepat, serta 20 siswa belum mampu menginterpretasikan dan merefleksikan hasil jawaban. Temuan ini mengindikasikan rendahnya kemampuan literasi matematika siswa, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis literasi untuk meningkatkan keterampilan pemahaman soal cerita.