Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Konseling Pasien Hipertensi Terhadap Perilaku Kepatuhan Berobat Nur Sefa Arief Hermawan; Ditha Zakaria; Mareza Yolanda Umar; Riskawati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.757 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4230

Abstract

ABSTRAK Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Di Indonesia hipertensi telah mencapai lebih dari 2 juta kasus per tahun. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini penyakit hipertensi sudah menjadi salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya karena telah menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kepatuhan masyarakat dalam hal ini pasien hipertensi sangat dibutuhkan karena bias mengurangi risiko komplikasi yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas konseling pasien hipertensi terhadap perilaku kepatuhan berobat sebelum dan sesudah diberikan konseling. Desain penelitian ini menggunakan Pre - Eksperimental dengan rancangan pre test – post test one group design. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang berjumlah 430 orang, sedangkan sampel penelitian adalah 54 orang dengan menggunakan metode purposive sampling dan harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk terpilih menjadi sampel. Analisis skor pre test dan post test serta paired t test digunakan dalam penelitian ini. Setelah diberi perlakuan konseling menunjukkan bahwa dari 54 responden diperoleh nilai rata-rata pre-test adalah sebesar 5,04 dan nilai post-test sebesar 7,02 (ada perbedaan 1,981). Adapun uji t diperoleh nilai p value sebesar 0,00 atau <0,05 yang berarti terdapat perbedaan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sebelum dan sesudah konseling yang berarti konseling efektif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konseling berperan dalam perubahan perilaku kepatuhan berobat pasien hipertensi di Puskesmas Fajar Bulan tahun 2018. Kata kunci : Konseling, Kepatuhan Pengobatan, Hipertensi
EDUKASI ANAK-ANAK DAN PENGELOLA PANTI TENTANG PENTINGNYA MAKAN BUAH DAN SAYUR DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Nur Sefa Arief Hermawan; Nova Mega Rukmana; Lisa Yunita; Indah Kusmiantini; Saipul; Latifah; Suriawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya manfaat buah-buahan dan sayuran segar sebagai sumber vitamin dan mineral telah banyak diketahui masyarakat. Kandungan gizi yang cukup menonjol pada buah-buahan dan sayuran adalah vitamin dan mineral. Untuk vitamin, buah-buahan dan sayuran terutama mengandung banyak vitamin C dan A, di samping vitamin lainnya. Meskipun buah-buahan dan sayuran bukan merupakan sumber mineral utama, beberapa jenis buah dan sayur ada yang mengandung zat besi, kalium, fosfor dan lain-lain. Namun akhir-akhir ini karena adanya perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi melalui aplikasi pesan antar makanan secara tidak langsung menyebabkan berkurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan di masyarakat kita utamanya perkotaan dan keadaan tersebut juga diikuti dengan pergeseran pola penyakit menular menjadi penyakit tidak menular atau degeneratif termasuk didalamnya masalah gizi (Surahman, 2004) Masalah gizi dapat terjadi pada hampir seluruh kelompok usia termasuk didalamnya anak-anak usia prasekolah dan usia sekolah. Selain itu adanya penyakit anemia gizi besi, kekurangan iodium dan kekurangan vitamin A dan C juga disebabkan oleh kurangnya asupan konsumsi vitamin dan mineral dalam makanannya. Atas dasar itulah Penyuluh dan team anggota bermaksud mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya buah dan sayur bagi anak-anak di Panti Asuhan Kemala Puji Bandar Lampung agar pihak pengelola Panti dapat memiliki upaya dan mendorong anak-anak Panti agar mau mengkonsumsi buah dan sayuran secara teratur setelah mengetahui manfaat buah dan sayur tersebut. Kegiatan edukasi penyuluhan kesehatan ini menggunakan pres test dan post test mengenai pengetahuan anak-anak dan pengelola Panti Asuhan mengenai pentingnya buah dan sayuran. Agar penyuluhan menarik kami memberikan hadiah door proze bagi peserta yang dapat nilai tertinggi dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan penyuluh Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pentingnya makan buah dan sayur pada anak-anak dan pengelola Panti Asuhan Kemala Puji Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini diharapkan pengelola Panti sebagai pihak yang menyediakan makanan sehari-hari bagi anak-anak Panti dapat lebih memiliki motivasi dan pengetahuan yang baik dalam memenuhi kecukupan konsumsi buah dan sayur yang selama ini masih belum optimal diberikan.
Adaptasi Kebiasaan Baru Disekolah Tentang Covid-19 Nur Sefa Arief Hermawan; Nana Novariana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universsitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, aktivitas belajar mengajar di sebagian kecil sekolah maupun tempat kursus mulai diaktif kembali. Namun, ada beberapa hal yang perlu disiapkan  siswa dan sekolah untuk menghindari penularan virus Corona. Setelah para siswa menjalani aktivitas belajar di rumah selama 1 tahun, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk membuka kembali sekolah dengan metode tatap muka, terutama bagi sekolah yang berada di zona hijau/bebas dari kasus Covid 19. Namun, hal tersebut tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan selama masa adaptasi kebiasaan baru.. Pemahaman akan adaptasi kebiasaan baru bagi pelajar harus dapat mereka resapi dan terapkan ketika mereka di sekolah. Masker bukan lagi tentang protocol kesehatan tapi sudah menjadi bagian dari gaya pakaian yang wajib dikenakan. Kesadaran bahwa menjaga kesehatan diri sendiri dengan menerapkan protocol kesehatan 5M adalah cara paling ampuh untuk menjaga kesehatan. Jagalah dirimu agar bias menjaga orang-orang tersayang, karena bagaimanapun para pelajar inilah yang nantinya akan hidup lebih lama berdampingan dengan Covid 19. Metode pengabmas menggunakan pendekatan pendampingan dan sosialisasi dengan cara ceramah, tanya jawab, diskusi yang diikuti 30 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu para siswa lebih meningkat pengetahuannya mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal). Hal ini dapat dilihat dari banyaknya respon para siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.. Setelah edukasi adalah kegiatan serupa seharusnya dilaksanakan secara kontinyu agar para siswa lebih disiplin dalam menerapkan PHBS di sekolah terutama karena sekarang masih dalam kondisi pandemic covid-19 dan sudah dalam masa adaptasi kebiasaan baru. 
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN TIMBULNYA KARIES GIGI PADA SISWA PA Kodrat Pramudho; Nur Sefa Arief Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.2393

Abstract

ABSTRAKMasalah terbesar yang dihadapi saat ini di bidang kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi disamping penyakit gusi. Penyakit karies pada anak sering terjadi dan kurang mendapat perhatian dari orang tua. Tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam memberikan makanan jajanan kariogenik dengan timbulnya karies gigi pada siswa SDN 5 Sungai Langka Gedong Tataan Pesawaran tahun 2018. Peneliti menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan jumlah populasi 120 responden dan sampel 92 ibu. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji analisis Chi-Square.Hasil uji statistik didapatkan hubungan perilaku ibu dalam memberikan makanan jajanan kariogenik dengan timbulnya karies gigi pada siswa SDN 5 Sungai Langka Gedong Tataan Pesawaran tahun 2018 (p Value = 0,000). Diharapkan bagi pihak sekolah untuk melakukan kerjasama lintas sektor dengan Puskesmas Sungai Langka dalam upaya meningkatkan kesehatan anak didik khususnya kesehatan gigi dan mulut dan untuk orang tua agar mengubah pola konsumsi makanan dengan mengurangi atau membatasi anak makan makanan kariogenik.Kata Kunci : Perilaku, Ibu, Karies Gigi
Analisis Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Talitha Ika Ramadhona; Endang Budiati; Nursefa Arief Hermawan
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1665

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit merupakan upaya rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, klien dan kelompok masyarakat sehingga pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan pemulihannya. Dampak yang dapat terjadi apabila PKRS tidak dilaksanakan antara lain dapat menyebabkan meningkatnya jumlah pasien dengan perilaku yang tidak sehat yang mengarah pada tingginya angka kejadian penyakit. Pentingnya promosi kesehatan di rumah sakit karena efektivitas suatu pengobatan, selain dipengaruhi oleh pola pelayanan kesehatan yang ada, unit tim PKRS, juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sikap, pola hidup pasien dan keluarga pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terhadap implementasi promosi Kesehatan di Rumah Sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif bertujuan untuk meneliti faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PKRS dengan jenis penelitian metode teori dasar untuk menguatkan dasar teori yang sudah ada. Pengambilan data dilakukan dengan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen pendukung. Analisis data menggunakan konsep triangulasi sumber, metode, dan teori. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yang terdiri dari pihak manajemen rumah sakit, pasien dan keluarga pasien. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKRS masih belum optimal dalam pelaksanaanya meskipun telah adanya komunikasi yang baik namun masih ada unsur lain yang belum sesuai pada konsep ini antara lain komitmen yang masih kurang, belum lengkapnya sumberdaya yang dimiliki, dan belum tersusunnya birokrasi yang sesuai.
hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pencegahan karies gigi pada anak Maria Lusi; Nursefa Arief Hermawan
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  prevalence  of dental caries in children aged 5-9 years in Indonesia in 2018 is 92.6%. The proportional of dental  and  oral problems in children aged  5-9 years in  Lampung Province is 67.0%. In  Bandar Lampung city the most common amounting to 82%. UKS Data at Way Kandis Public Health Center in 2018, at SD Negeri 3 Way Kandis there were 90% of students with cases of dental caries and rarely brushed their teeth. objective was to know correlation between knowledge and attitudes with mother's behavior  in preventing dental caries in children  at SDN 3 Way Kandis Bandar Lampung city in 2020. This  was  an analytic  research  with cross  sectional  approach. Samples were all mothers who had school-age children with good dental health and studied. at SDN 3 Way Kandis Bandar Lampung cityi in June 2020 with a total sampling techniquequse of 38 people.The  research  result   a significant between knowledge with Dental Caries Prevention Behavior (p-value = 0.011, OR = 7.792)., There was  a significant correlation between attitude with dental caries, prevention  behavior at SDN 3 Way Kandis Bandar Lampung 2020 (p-value = 0.004, OR  =  10.400).  It is  necessary to  add information   about  the benefits  of preventing   dental  caries in  school-age , children in mothers with school-age children who are at SDN 3 Way Kandis Bandar Lampung by  distributing  leaflets  on how to prevent dental  caries in school-age , children and practice how to brush  teeth properly and true in school so that mothers get the latest information that can change the attitudes of mothers about dental caries prevention behavior, in the end it will reduce the incidence of dental caries in school-age children at SDN 3 Way Kandis Bandar Lampung City.
Analisi Implementasi Contractor Safety Management System (CSMS) Pada Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Kapal Tanker Di PT. Daya Radar Utama Unit Lampung Tahun 2019 ratna muliawati; Nur Sefa Arief Hermawan
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe contractor plays an important role in supporting the operations of a company. However, contractors are more prone to work accidents because they directly carry out work activities. Contractor Safety Management System (CSMS) is a management system for managing contractors who work within the PT. Pertamina. The purpose of this study was to analyze the implementation of a Contractor Safety Management System (CSMS) at the stage of implementing the Tanker project at PT. Main Radar Power Unit of Lampung in 2019. This study uses a qualitative approach by triangulation to understand a phenomenon of CSMS implementation. The informants of this study consisted of 1 person from HSE PT. Pertamina and each 1 General Manager of Production, 1 person HSE Coordinator, 1 person Project Manager, 2 Workers PT Lampung Unit DRU. The results showed that the implementation of CSMS in the Pre-Work Phase which was divided into 6, namely PreJob Meeting, HSE Plan and HSE Induction. Then the Ongoing Work phase which is divided into 5 activities, namely Daily Inspection, HSE Management Visit, Audit, Safety Meeting Contractor and Tool Box Meeting have not been carried out maximally by PT. Lampung Unit DRU. It is recommended to PT. Daya Radar Utama to support both financially, human resources and communication in the HSE field for the implementation of CSMS at the work implementation stage so that PT DRU Unit Lampung is able to realize all HSE programs properly.Keywords : Contractor Safety Management System (CSMS), Contractor.
Upaya Pengendalian Hipertensi Melalui Pendidikan Dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Masyarakat Metro Utara Kota Metro William Arisandi; Nur Sefa Arief Hermawan; Tubagus Erwin Nurdiansyah; Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, jantung dan stroke. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian premature di dunia. Menurut WHO (2019), dari total penduduk dunia, prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dan kurang dari seperlima penderita melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang dimiliki. Di Indonesia, hipertensi terus seiring menurunnya angka keberhasilan pengobatan dan pengetahuan yang kurang baik pada masyarakat.Puskesmas Purwosari, peningkatan kasus dan penurunan keberhasilan pengobatan penderita hipertensi disebabkan oleh kepatuhan, pengetahuan dan perilaku hidup penderita dan masyarakat yang kurang baik.Kegiatan pendidikan dan pelayanan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mewujudkan kemandirian masyarakat untuk mampu mengawasi kondisi kesehatanny, dengan mengenal berbagai gejala terkait hipertensi dan melatih masyarakat untuk langsung berkonsultasi dan mengunjungi puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat tindakan. Kegiatan pendidikan melalui metode ceramah dengan menampilkan materi melalui persentase pada sasaran kegiatan.Hasil kegiatan ditemui adanya perubahan pengetahuan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan dan pemberian konsultasi pada pelayanan kesehatan tentang bagaimana secara mandiiri masyarakat mengenal dan mengendalikan penyakit hipertensi.Kata Kunci : Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan
Adaptasi Kebiasaan Baru Disekolah Tentang Covid-19 Nur Sefa Arief Hermawan; Nana Novariana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, aktivitas belajar mengajar di sebagian kecil sekolah maupun tempat kursus mulai diaktif kembali. Namun, ada beberapa hal yang perlu disiapkan  siswa dan sekolah untuk menghindari penularan virus Corona. Setelah para siswa menjalani aktivitas belajar di rumah selama 1 tahun, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk membuka kembali sekolah dengan metode tatap muka, terutama bagi sekolah yang berada di zona hijau/bebas dari kasus Covid 19. Namun, hal tersebut tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan selama masa adaptasi kebiasaan baru.. Pemahaman akan adaptasi kebiasaan baru bagi pelajar harus dapat mereka resapi dan terapkan ketika mereka di sekolah. Masker bukan lagi tentang protocol kesehatan tapi sudah menjadi bagian dari gaya pakaian yang wajib dikenakan. Kesadaran bahwa menjaga kesehatan diri sendiri dengan menerapkan protocol kesehatan 5M adalah cara paling ampuh untuk menjaga kesehatan. Jagalah dirimu agar bias menjaga orang-orang tersayang, karena bagaimanapun para pelajar inilah yang nantinya akan hidup lebih lama berdampingan dengan Covid 19. Metode pengabmas menggunakan pendekatan pendampingan dan sosialisasi dengan cara ceramah, tanya jawab, diskusi yang diikuti 30 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu para siswa lebih meningkat pengetahuannya mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal). Hal ini dapat dilihat dari banyaknya respon para siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.. Setelah edukasi adalah kegiatan serupa seharusnya dilaksanakan secara kontinyu agar para siswa lebih disiplin dalam menerapkan PHBS di sekolah terutama karena sekarang masih dalam kondisi pandemic covid-19 dan sudah dalam masa adaptasi kebiasaan baru. 
Faktor Risiko Kejadian Infeksi Virus Hepatitis B pada Ibu Hamil Sukmawati Sukmawati; Endang Budiati; Nur Sefa Arief Hermawan; Aila Karyus; Kodrat Pramudho
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.357 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan pengidap hepatitis B nomor 2. Sekitar 23 juta penduduk Indonesia telah terinfeksi hepatitis B dan 2 juta orang terinfeksi hepatitis C. Pada populasi tersebut, penyebaran utama melalui jalur penurunan dari ibu ke anak, dan infeksi biasanya berkembang pada saat bayi lahir atau balita (Alamudi dkk, 2017). Tujuan penelitian ini adalah untuk Faktor Resiko Kejadian Infeksi Virus Hepatitis B Pada Ibu Hamil Di Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control , sampel penelitian 64 responden, teknik pengambilan sampel random sampling. Metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner Hasil penelitian menggunakan uji chi-square didapat P-value 0,001 < 0,005 maka dapat dikatakan ada hubungan signifikan antara Riwayat Transfusi dengan Hepatitis B. didapat P-value 0,000 < 0,005 maka dapat dikatakan ada hubungan signifikan antara Riwayat Keluarga dengan Hepatitis B. P-value 0,000 < 0,005 maka dapat dikatakan ada hubungan signifikan antara penggunaan sikat gigi dengan Hepatitis B. P-value 0,000 < 0,005 maka dapat dikatakan ada hubungan signifikan antara ANC dengan Hepatitis B. P-value 0,000 < 0,005 maka dapat dikatakan ada hubungan signifikan antara alat cukur dengan Hepatitis B. variabel yang paling dominan dan paling tinggi pada variabel penggunaan sikat gigi secara bersamaan dengan OR 33.272 sedangkan variabel terendah yaitu kunjungan ANC dengan nilai OR  16.021. Pentingnya melakukan upaya pengendalian angka kejadian hepatitis B pada ibu hamil melalui skrining secara menyeluruh dan vaksinasi HBV secara rutin bagi ibu hamil.