Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Antropologis atas Makna Tradisi Ritual 14 Mulud di Kampung Adat Dukuh, Cikelet, Garut Awis Resita; Bambang Qomaruzzaman
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24275

Abstract

Kampung Adat Dukuh merupakan satu-satunya situs adat yang berada di wilayah Garut Selatan. Seperti kampung adat lainnya Dukuh juga mempunyai situs yang dikeramatkan yaitu makam Syekh Abdul Jalil yang merupakan pendiri sekaligus tokoh penyebar agama Islam di kampung Dukuh. Ritual atas pendiri di Kampung Dukuh adalah tradisi ritual 14 mulud. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menuangkan fenomena kebudayaan yang didapat dalam bentuk narasi. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan dilengkapi teknik pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menemukan makna dari tradisi ritual 14 mulud yaitu bentuk penghargaan terhadap roh para leluhur dan sebagai penyucian diri sekaligus hari lahir Kampung Adat Dukuh. Peneliti menemukan tiga kelompok yang memiliki makna yang berbeda dalam memaknai 14 Mulud, yakni: pertama, kelompok mistik. Kelompok mistik memakna 14 Mulud sebagai sebuah ritual yang memang membawa keberkahan mistis pada masyarakat yang mengikutinya, terkhusus bagi orang yang menggunakan air berkat tersebut. kedua, kelompok masyarakat luar. Masyrakat luar memaknai 14 Mulud tidak sebagai keberkatan mistik, akan tetapi sebagai ajang untuk memperoleh keuntungan material. Ketiga, kelompok Islam puritan. Merupakan kelompok yang menganggap 14 Mulud bukan sebagai pendatang keberkahan, karena jika dimaknai demikian akan bisa mendatangkan kemusyrikan.
Takhrij and Syarah Hadith about Chemistry: Content of Miswak for Dental Health Muhamad Rizki Muttaqin; Weni Luthfiani Fauziah; Citra Fitriani K; Dadang Darmawan; Bambang Qomaruzzaman
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.662 KB)

Abstract

The purpose of this research is to discuss the hadith of the Prophet SAW. about the content of miswak for dental health. This research method is qualitative through the takhrij and sharah hadith approaches with chemical analysis. The results and discussion of this research is that siwak has many ingredients that are good for dental health. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith of the Prophet SAW. about the content of miswak which is good for dental health that has been recommended by the Prophet SAW.
Inovasi Pembelajaran Media Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pada Mata Pelajaran PAI Adi Rosadi; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6222

Abstract

Penerapan media video edukasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital saat ini memiliki dampak yang signifikan pada efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Inovasi Pembelajaran Dengan Bantuan Media Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pada Mata Pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang penggunaan media video edukasi dan efikasi diri siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi dari proses pembelajaran dengan media video. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas dan keakuratan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan media video edukasi melibatkan persiapan yang matang, pemilihan video yang sesuai, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan peningkatan minat dan efikasi diri siswa dalam menghadapi materi PAI. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan pentingnya kerjasama antar guru dalam penggunaan media video edukasi. Efek positif juga ditemukan melalui peningkatan efikasi diri siswa dalam mengatasi tugas-tugas pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa media video edukasi memiliki magnitude sebesar 80%, strength sebesar 78%, dan generality sebesar 85%, menunjukkan pengaruh signifikan dan generalitas efikasi diri siswa. Penerapan media video edukasi bukan hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, tetapi juga membangun keyakinan dan efikasi diri siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran.
Inovasi Pembelajaran Dengan Media Berbasis Prezi Untuk Meningkatkan Minat Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Adah Aliyah; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6223

Abstract

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, terutama dalam mata pelajaran Studi Kebudayaan Islam (SKI). Artikel ini membahas inovasi pembelajaran menggunakan media berbasis Prezi di MA Al Mustofawiyah Karangtengah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan inovasi tersebut. Melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI berhasil meningkatkan minat siswa. Langkah-langkah pelaksanaan melibatkan identifikasi kebutuhan dan tujuan pembelajaran, perencanaan presentasi Prezi, dan pengenalan media Prezi kepada siswa. Guru dan kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan konektivitas internet. Namun, penggunaan Prezi memungkinkan partisipasi siswa yang aktif, meningkatkan fokus, dan pemahaman mereka terhadap materi SKI. Hasil observasi menunjukkan bahwa Prezi menciptakan pembelajaran yang menarik, dinamis, dan interaktif. Siswa merasa lebih tertarik dan antusias dalam pembelajaran SKI, terutama dengan penggunaan elemen multimedia seperti gambar, video, dan audio. Dukungan penuh dari kepala sekolah menjadi kunci keberhasilan inovasi ini. Meskipun terdapat kendala teknis, implementasi yang berkelanjutan dan pelatihan terus-menerus bagi guru diperlukan untuk memaksimalkan potensi Prezi dalam pembelajaran SKI. Kesimpulannya, penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI efektif meningkatkan minat siswa, memperkuat partisipasi, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Implementasi Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences di Sekolah Menengah Kejuruan Ani Ramayanti; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6234

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peranan strategis dalam membentuk karakter siswa. Namun, pendekatan pembelajaran yang konvensional seringkali tidak cukup menarik bagi siswa, terutama di SMK Ksatria Nusantara Pangandaran. Penelitian ini memperkenalkan dan menggali inovasi pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences (MI) sebagai solusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini, guru-guru melakukan analisis mendalam mengenai kebutuhan dan potensi kecerdasan siswa, menciptakan rencana pembelajaran yang inklusif dan bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi pembelajaran PAI berbasis MI di SMK Ksatria Nusantara Pangandaran memberikan dampak positif. Siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran, memperlihatkan peningkatan pemahaman agama dan minat belajar yang tinggi. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi kecerdasannya melalui kegiatan kelompok, proyek kolaboratif, dan penggunaan media visual. Hasil observasi menunjukkan bahwa inovasi ini telah menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, memotivasi siswa untuk belajar, dan meningkatkan penghayatan terhadap ajaran agama Islam. Penelitian ini tidak hanya menciptakan solusi konkret bagi SMK Ksatria Nusantara Pangandaran, tetapi juga memberikan kontribusi teoritis dengan mengembangkan paradigma pembelajaran PAI. Dengan memahami dan mengaplikasikan kecerdasan majemuk, pendidikan agama Islam di SMK dapat menjadi lebih inklusif dan relevan, menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tuntutan zaman.
Fasilitas Belajar, Teknologi Pendidikan, dan Penerapannya dalam Pembelajaran PAI: Menuju Pendidikan 4 Muhammad Syauqi Mubarok; Nia Kurniasih; Bambang Qomaruzzaman
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.3165

Abstract

Artikel ini membahas peran fasilitas belajar, teknologi pendidikan, dan penerapannya dalam konteks Pembelajaran Agama Islam (PAI) sebagai langkah menuju Pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 adalah konsep pendidikan yang mengintegrasikan teknologi digital dalam proses belajar-mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan relevansi pendidikan. Kami menyoroti manfaat penggunaan fasilitas belajar dan teknologi pendidikan dalam pembelajaran PAI, termasuk penggunaan platform pembelajaran online, multimedia interaktif, aplikasi mobile, dan sumber daya digital lainnya yang relevan. Penggunaan fasilitas belajar dan teknologi pendidikan ini dapat meningkatkan interaksi, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI. Namun, artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dalam menerapkan fasilitas belajar dan teknologi pendidikan dalam pembelajaran PAI, seperti keterbatasan akses, keamanan data, dan tantangan dalam melibatkan guru dan siswa dalam proses pengajaran yang menggunakan teknologi. Penting bagi pendidik untuk memahami tantangan ini dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi mereka. Melalui pemahaman yang mendalam tentang fasilitas belajar, teknologi pendidikan, dan penerapannya dalam pembelajaran PAI, artikel ini berkontribusi pada pengembangan Pendidikan 4.0 yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Artikel ini memberikan wawasan yang berharga bagi pendidik, peneliti, dan praktisi PAI yang tertarik untuk memanfaatkan potensi fasilitas belajar dan teknologi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Diharapkan artikel ini dapat menjadi sumber inspirasi dan panduan praktis dalam merancang pengalaman pembelajaran PAI yang lebih baik di era Pendidikan 4.0.
Implementation of Creating Technology in 21st Century Learning in Ibtidaiyah Madrasah Padalarang Yayan Supian; Bambang Qomaruzzaman Anees; Qiqi Yuliati Zaqiah; Muhamad Taufik
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.3178

Abstract

The purpose of this research is to analyze the creation of technology by teachers in learning, the technology models used in learning, and to analyze the obstacles in creating learning technology. The research findings obtained through interviews indicate that educators in the Padalarang district have a view that technology in 21st century learning is inevitable and cannot be rejected. However, the creation of technology in 21st century learning is not yet optimal, as the facilities and infrastructure in each madrasah are not adequate, meaning they are not evenly distributed, especially in private madrasahs located in remote areas. Regarding the applications used by madrasah teachers in the Padalarang district, they include internet media, YouTube, Canva application, Kinemaster, AI, PowerPoint, social media platforms (TikTok, Facebook, Instagram), video, Powtoon, Murotal, CapCut, Google Forms, Slidego, Google Forms, Examora, Zoom meetings, and WhatsApp Groups. The obstacles faced by madrasah teachers in the Padalarang district in using technology in learning include network signal/Internet quota, reluctance to learn, resistance to change, monotonous teaching methods, difficulty in finding interesting content, incomplete mastery of technology, and not all areas have good network signals whereas technology requires a place with signal. The methodology used in this research is a qualitative approach, and the data collection technique involved conducting interviews with madrasah teachers in the Padalarang district.
Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Inovasi Pembelajaran Fiqih Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Bayu Bambang Nur Fauzi; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6249

Abstract

Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam mata pelajaran fiqih, memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang hukum-hukum Islam. Namun, pendekatan konvensional seringkali tidak mencukupi untuk membangkitkan minat siswa dan meningkatkan pemahaman mendalam mereka. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Cianjur, tantangan dalam pembelajaran fiqih mencakup hasil belajar siswa yang rendah dan kurangnya kemampuan berpikir kritis. Dalam menghadapi tantangan ini, pendekatan Problem-Based Learning (PBL) diadopsi sebagai solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali respons siswa terhadap PBL dan sejauh mana metode ini meningkatkan pemahaman mereka tentang agama Islam. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL mendalamkan pemahaman siswa tentang fiqih dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi siswa terhadap pendekatan mandiri, bimbingan dan dukungan terbukti membantu mereka mengatasi hambatan tersebut. Penerapan PBL di MAN 3 Cianjur tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang hukum-hukum Islam, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk masa depan. Integrasi PBL ke dalam kurikulum fiqih, didukung oleh modul-modul terstruktur, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan inspiratif. Kesimpulannya, PBL merupakan inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang fiqih dan membawa dampak positif pada pengembangan keterampilan berpikir kritis mereka, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan inspiratif.
Inovasi Dalam Bidang Kurikulum: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan Penerapannya Hasan Marwiji; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6283

Abstract

Tuntutan perubahan sosial dan budaya serta kebutuhan dunia kerja termasuk dunia industri dengan pesatnya perkembangan teknologi di era industri 4.0, memaksa perguruan tinggi harus berupaya keras agar lulusannya siap menghadapi kondisi tersebut. MBKM terlahir untuk menjawab masalah tersebut di perguruan tinggi agar mempersiapkan para lulusannya untuk dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut. penelitian ini betujuan untuk menjelaskan penerapan MBKM pada perguruan tinggi dalam menjawab tantangan peradaban manusia yang berubah. Adapun metode penelitian menggunakan kualitatif dengan menerapkan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa program BMKM diantaranya adalah mahasiswa diwajibkan belajar maksimal 40 SKS untuk belajar di luar kampus, di tambah 20 SKS di luar prodi yang telah diatur dalam panduan kurikulum MBKM. Bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan di dalam Prodi dan di luar Prodi meliputi: Pertukaran Pelajar, Magang/Praktek Kerja, Asistensi mengajar di satuan pendidikan, Penelitian/riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen, dan Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. Adapun kelebihan dari MBKM adalah menjadikan dunia perkuliahan lebih fleksibel, Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendalami studi yang diambil, memberikan hadiah kepada mahasiswa untuk terjun ke masyarakat, dapat mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja. Kemudian beberapa kekurangan apabila dari MBKM adalah dinilai belum begitu matang dalam persiapan, pendidikan dan pengajaran yang belum terencana dengan baik, persiapan SDM yang belum terstruktur. Beberapa langkah umum dalam implementasi MBKM pada perguruan tinggi yaitu: penyusunan kebijakan dan rencana strategis, penyusunan kurikulum MBKM, pengembangan kemitraan, pengembangan dosen dan tenaga pengajar, sistem monitoring dan evaluasi, pengembangan infrastruktur dan fasilitas, promosi dan sosialisasi, serta penerapan prinsip merdeka belajar
Comparative Study of Al-Ghazali and Ibn Arabi's Theodicy Thoughts About Divine Love Syah, Yoshy Hendra Hardiyan; Kuswana, Dadang; Qomaruzzaman, Bambang
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 3 : Al Qalam (Mei 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i3.3350

Abstract

This research discusses the Covid-19 virus as an example of a case of suffering from the problematics of Theodicy, because Covid-19 has claimed lives, suffered economically, socially and academically, so that it appears that God is not all-just, not all-loving and not all-merciful. This research is qualitative research using descriptive analysis methods and comparative methods. This type of research is a literature review (Library Research) which uses a philosophical approach, and uses theodicy theory in the Covid-19 case. Primary data sources in this research include the works of Ibn Arabi, namely "al-Futuhat al-Makkiyah". Meanwhile, in Al-Ghazali's work, namely "Ihya Ulumuddin" part "Al-Mahabbah wa asy-Syauq wa al-Uns wa ar-Ridha". The results of this research are that Ibn Arabi and Al-Ghazali both answered that the Covid-19 suffering incident that was revealed by God to humans was not a form of wrath or punishment from God so that He is claimed to be God who is not Most Just, Not Most Merciful, and not all-loving, but as a manifestation of God, all-good, all-just, full of love and affection for His servants. However, the two have differences, namely in their path (the focal point of thought), Ibn Arabi's thinking which has a Sufistic pattern, namely on the basis of "Divine Love" with the focal point of adhering to the unity of existence (Wahdat al-Wujud). Meanwhile, in Al-Ghazali's thought, the style of his discussion is more Sufi in nature, namely on the basis of "Divine Love" with a focus on knowledge of God.