Claim Missing Document
Check
Articles

Kolaborasi Bersama Menuju Pendidikan Berkualitas: Pengalaman Penerapan Service Learning di Sekolah Menengah Atas Randitha Missouri; Zumhur Alamin; Sutriawan Sutriawan; Nurfidianty Annafi; Lukman Lukman
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i1.969

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil dari implementasi Service Learning di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Kota Bima dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Metode pengabdian ini melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMA dalam memperkuat pembelajaran melalui pelayanan masyarakat. Data kuantitatif yang terkumpul menunjukkan dampak positif yang signifikan dari program ini. Terjadi peningkatan yang signifikan dalam tingkat kehadiran siswa, dengan peningkatan sebesar 15% setelah implementasi program. Selain itu, survei kepuasan siswa dan guru menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap program Service Learning, dengan 95% siswa dan 90% guru merasa puas. Hasil akademis siswa juga meningkat, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata sebesar 10 poin. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa Service Learning merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kualitas pendidikan di SMA, dengan memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa, guru, dan komunitas sekolah secara keseluruhan. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui Service Learning menjadi salah satu strategi yang potensial dalam meningkatkan pendidikan yang berkualitas.
PENGUATAN DAYA SAING UMKM MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN TEKNOLOGI DI ERA SOCIETY 5.0 Zumhur Alamin; Lukman Lukman; Randitha Missouri; Nurfidianty Annafi; Sutriawan Sutriawan; Khairunnas Khairunnas
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i2.1235

Abstract

Artikel ini menggambarkan dampak positif dari program pelatihan keterampilan teknologi terhadap UMKM, fokus utama dalam menghadapi transformasi digital. Melalui survei yang melibatkan berbagai sektor UMKM, hasil menunjukkan peningkatan efisiensi operasional sebesar 85%, terutama dalam manajemen inventaris dan operasional. Ekspansi akses pasar melalui platform digital mencapai 70%, menandakan keberhasilan UMKM dalam mencapai pelanggan lebih luas melalui toko online dan e-commerce. Adaptasi strategi bisnis menuju layanan daring, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 60%, menjadi merespons perubahan perilaku konsumen yang memilih kenyamanan dalam layanan pesan antar dan pemesanan online. Integrasi sistem pembayaran digital, mencapai persentase positif sebesar 75%, membuktikan bahwa UMKM yang memfasilitasi pembayaran digital dapat meningkatkan efisiensi dan kepercayaan pelanggan. Dampak positif pada brand dan reputasi, mencapai 90%, menandakan bahwa aktivitas di media sosial memberikan kontribusi dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Ulasan positif dan keterlibatan di media sosial meningkatkan citra brand UMKM secara signifikan. Hasil ini mencerminkan bahwa literasi teknologi menjadi kunci sukses UMKM dalam menghadapi dinamika bisnis di era Society 5.0.
PELATIHAN GURU PAUD DALAM PENGGUNAAN APLIKASI EDUKASI INTERAKTIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Zumhur Alamin; Lukman Lukman; Randitha Missouri; Nurfidianty Annafi; Siti Mutmainah; Khairunnas Khairunnas; Fathir Fathir
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v2i1.2616

Abstract

Program pelatihan untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam penggunaan aplikasi edukasi interaktif telah menunjukkan dampak positif yang signifikan pada kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di tingkat PAUD. Melalui metode pelatihan yang interaktif dan praktis, guru-guru PAUD memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan aplikasi seperti Bandicam dan Canva untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan relevan bagi siswa-siswi mereka. Evaluasi terhadap umpan balik peserta pelatihan mengungkapkan kepuasan yang tinggi dan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan teknologi guru-guru PAUD. Meskipun beberapa tantangan dihadapi selama pelaksanaan pelatihan, seperti batasan waktu dan tingkat keterampilan teknologi yang bervariasi di antara peserta, upaya mitigasi berhasil mengatasi kendala tersebut. Implikasi dari program pelatihan ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat PAUD melalui integrasi teknologi pendidikan interaktif. Program ini memiliki potensi untuk memberikan manfaat jangka panjang dalam meningkatkan pendidikan anak usia dini.
PENINGKATAN KESADARAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH Randitha Missouri; Nurfidianty Annafi; Lukman Lukman; Khairunnas Khairunnas; Siti Mutmainah; Fathir Fathir; Zumhur Alamin
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v2i2.2617

Abstract

Krisis pengelolaan sampah global membutuhkan solusi berkelanjutan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini mengevaluasi dampak positif metode pelatihan berbasis masyarakat terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Survei awal menunjukkan pemahaman dan partisipasi yang rendah, dengan hanya 40% responden memiliki pemahaman memadai. Setelah pelatihan, pemahaman meningkat signifikan menjadi 85%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Meskipun partisipasi di tingkat rumah tangga menunjukkan penurunan yang tidak signifikan, perubahan positif dalam praktik pengelolaan sampah dapat diukur dari hasil survei. Analisis kualitatif menyoroti perubahan sikap mendalam pada masyarakat, yang merespons pelatihan dengan menerapkan konsep-konsep pengelolaan sampah secara aktif. Evaluasi juga menegaskan pelatihan berhasil menciptakan keterlibatan masyarakat yang lebih luas di tingkat komunitas. Hasil survei menunjukkan peningkatan pesat dalam pemahaman dampak lingkungan pengelolaan sampah berkelanjutan (90%). Partisipasi dalam kegiatan komunitas terkait sampah melonjak dari 30% menjadi 80%, menunjukkan dampak pelatihan dalam merangsang keterlibatan masyarakat.
AKTUALISASI MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN OUTBOUND DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM PELANGI ANAK NEGERI YOGYAKARTA Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.277

Abstract

This research is titled the actualization of multiple intelligences in children aged 5-6 years through outbound games in the Rainbow Islamic Kindergarten of Yogyakarta State Children. With the aim of analyzing and knowing the results of developing the multiple intelligences approach. This research is expected to contribute positively to the development of Early Childhood learning, especially in multiple intelligences learning in outbound games for Early Childhood, as well as reference material for Rainbow IslamicKindergarten, Yogyakarta Children and the wider community. This type of research is research (field research), namely researchers conduct direct research on the object under study and data collection found in the field. This research includes the type of qualitative research, namely research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by the subject of research such as behavior, perceptions, motivations, actions, and others. Data collection techniques were carried out by observing passive participation, through observation, interviews and documentation, and triangulation. After the data is obtained, it checks the validity of the data, analyzes the data with steps of data reduction, data presentation, conclusions, and verification of data. Development of outbound learning is designed sothat children do not feel bored receiving learning in the classroom. The results of the research findings are: first, children can explore and express multiple intelligence in each playing activity using four types of steps,namely; (a) at the time of environmental arrangement, (b) on the footing before playing (circle time1), (c) during playing activities, (d) when stepping after playing (circle time 2 / recalling). Every outbound game always provides communication, counting, gesture, social, cooperation, naturalist, and moral values for children’s development. Second, supporting factors in the actualization of multiple intelligences in Early Childhood Through Outbound Games include; a conducive Taman Kanak environment, creative teachers, game tools that are already available, then supplemented with adequate facilities and infrastructure. While the inhibiting factors in the actualization of multiple intelligences in Early Childhood throughoutbound games include; the absence of good cooperation between teachers and parents of students, community environment, family environment, the presence of social media, and technological sophistication, so that children are very difficult to monitor.
ANALISIS KEMAMPUAN DESAIN PEMBELAJARAN GURU NON-LINIER DI PAUD/TK SE-KOTA BIMA Lukman Lukman; Muslim Muslim
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.344

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Analisis kemampuan desain pembelajaran guru non- linier di PUAD/TK Se-Kota Bima”. Tujuan adalah untuk mengalisis dan melihat bagaimana kemampuan guru non-linier dalam mendesain pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, terutama di PAUD/TK yang ada di kota Bima. Metode penelitian yakni kualitatif dengan Jenis penelitian field research, yaitu peneliti mengadakan penelitian langsung terhadap objek yang diteliti dan dilakukan pengumpulan data yang ditemukan di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan partisipasi pasif, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta triangulasi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI TAMAN KANAKKANAK NEGERI 08 PENATOI KOTA BIMA Run Alfisal Run Alfisah; Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i1.575

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; 1) untuk menjelaskan implementasi manajemen kelas dalam kegiatan belajar mengajar di Taman KanakKanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima, 2) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasi manajemen kelas dalam kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian berangkat dari sebuah teori menuju data dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan, dan data yang di hasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penati Kota Bima Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima dilakukan dengan tahap awal yaitu perencanaan program yang terdiri dari PROTA, PROSEM, RPPM, RPPH yang berisikan Tema dan Sub Tema, Kompetensi Dasar (KD), Materi, dan rencana kegiatan yang didalam terdapat kegiatan Pembuka, Inti, dan Penutup, dan terakhir melakukan evaluasi terkait kegiatan yang dilakukan. Dalam hal ini terdapat juga kendala yang di alami guru dalam implementasi manajemen kelas dalam kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima ialah Faktor Guru, Faktor peserta didik, dan kurangnya media ajar atau Alat Peraga Edukatif (APE).
UPAYA GURU DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI SIKAP MAJA LABO DAHU PADA ANAK KELAS B TK NEGERI PEMBINA 03 RASANA’E BARAT KOTA BIMA Afriani Muhlisa Afriani Muhlisa; Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i2.580

Abstract

Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini yaitu guru/tenaga pendidik dan anak di kelas B1 di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina 03 Rasana’e Barat Kota Bima. Terkait dengan tekhnik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai sikap Maja labo dahu yaitu dengan memberikan pembiasaan-pembiasaan serta dengan mengarahkan anak sekaligus memberi contoh yang baik bagi anak seperti menghargai sesama dan menghormati orang yang lebih tua, disiplin waktu, mengikuti aturan yang telah ditetapkan sekolah, Imtaq serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Serta merasa malu dan takut jika melakukan suatuperbuatan yang menyimpang dari ajaran agama. Hingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Apapun yang dilakukan oleh manusia selalu dilihat oleh Allah swt. Oleh sebab itu nilai maja labo dahu merupakan alat pengotrol dalam bertindak bagimasyarakat Bima. Metode yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai sikap maja labo dahu yaitu tergantung dari pembelajaran yang diberikan dan disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Karena di Taman kanak-kanak (TK) Negeri Pembina 03 Rasana’e Barat Kota Bima menggunakan model pembelajaran yang berbasis area, maka setiap area memiliki APE yang dibutuhkan dalam menanamkan nilai sikap maja labo dahu seperti APE tata cara berwudhu dan shalat. Metode yang digunakan ada enam metode yaitu metode bercerita, metode keteladanan, demonstrasi untuk nilai ibadah, metode karyawisata, metode pemberian tugas dan metode pembiasaan. Guru sebagai ibu kedua anak di sekolah setelah ibu yang telah melahirkan mereka merupakan ssalah satu salah satu sumber belajar anak usia dini yang menjadikan mereka sebgai model yang ditiru dalam menanamkan nilai kearifan lokal maja labo dahu sebagai falsafah hidup masyarakat Bima (Mbojo) sangat penting sebagai penyaring dan tameng anak dalam bertingkah laku dan bertutur kata sekaligus dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan anak. Tujuan penelitian ini dilakukan untukmengetahui upaya, usaha dan metode yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan sikap Maja labo dahu pada anak di kelas B di Taman KanakKanak (TK) Negeri Pembina 03 Rasana’e Barat Kota Bima.
DAMPAK NIKAH SIRI ORANGTUA TERHADAP POLA ASUH ANAK USIA DINI Lukman Lukman; Abdussahid Abdussahid
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.646

Abstract

Nikah siri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak sekaligusmenjadi ajang perdebatan di masyarakat. Praktik nikah siri dilakukanoleh masyarakat awam yang tidak paham akan hukum, walaupun tidakmenutup kemungkinan bahwa pernikahan siri dilakukan oleh orangorangyang memahami hukum. Bagi sebagian masyarakat yang masih awamhukum menganggap bahwa nikah siri sebagai jalan keluar terbaik dantidak ada unsur dosa di dalamnya karena telah dilakukan menurutagama, hanya saja tidak dicatatkan melalui pegawai pencatat nikah olehkantor urusan agama sehingga tidak mempunyai bukti otentik. Padahaljika ditelusuri secara akibat hukum, maka pernikahan siri berdampakpada persoalan-persoalan yang akan terjadi tidak hanya pada isteritetapi terhadap status anak. Meskipun nikah siri merupakan pernikahanyang meski telah memenuhi syarat rukun nikah, tetapi karena alasantertentu, tidak dicatatkan di kantor urusan agama. Problem mendasaryang dirasakan oleh para perempuan pelaku nikah sirih seperti; problempsikis dan tekanan batin sebagai akibat dari ketidakpastian hukumtentang status pernikahannya. Beban psikis tersebut juga terjadi karenastereotype masyarakat terhadap perempuan pelaku nikah siri yangdianggap sebagai isteri simpanan, hamil di luar nikah, selingkuhan dansebagainya, dan akan berpengaruh terhadap pendidikan dan yang palingutama sekali adalah pendidikan agamanya. Penelitian ini menggunakanpenelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penelitian yuridis normatif.Penelitian yuridis normatif adalahsuatu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahanpustaka atau sekunder. Dalam metode penelitian kepustakaan, penulismenggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahanpustaka, seperti; buku-buku, jurnal, dan lainnya.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA ANAK USIA DINI Sri Jamilah; Lukman Lukman; Asfiati Asfiati
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.679

Abstract

Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan Anak Usia Dini. Namun lebih dari pada itu semua, pendidikan multikultural dalam konteks ke Anak Usia Dini menjadi sangat penting, setidaknya sebagai solusi alternatif terhadap berbagai bentuk perilaku tindak kejahatan kemanusiaan yang dilatar belakangi oleh perbedaan kelompok, ras, etnik, agama dan budaya. Pendidikan multikultural untuk anak usia dini dihadirkan untuk memberikan corak warna alternatif solusi lain untuk membangun watak dan karakter bangsa dengan upaya membentuk, membiasakan, menanamkan nilai-nilai toleran, demokrasi, kesetaraan dan keadilan, sehingga melahirkan sikap saling meghormati menghargai sejak usia dini terhadap seluruh bentuk perbedaan yang ada dilingkungannya.