Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Sarwo Edhie Wibowo Pasca Peristiwa G30S/PKI Tahun 1967-1989 Mira Kusuma; Abdul Syukur; K. Kurniawati
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.739 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perjalanan karir militer dan non militer Sarwo Edhie Wibowo Pasca Peristiwa G30SPKI hingga meninggal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik atau mencari sumber, kritik atau verifikasi, interpretasi, dan yang terakhir penulisan atau historiografi. Selain itu dilakukan dengan penulisan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sarwo Edhie Wibowo tetap berkonstribusi untuk Indonesia walaupun jauh dari pusat pemerintahan. Seorang yang berjasa di Peristiwa G30SPKI dan dihormati oleh masyarakat disingkirkan karena dianggap akan mengkudeta Presiden Soeharto. Dalam penelitian ini dijelaskan tentang kebijakan-kebijakan diberbagai jabatannya hingga proses kematiannya. Kesan dan pesan dari orang-orang sekitar selama Sarwo Edhie Wibowo hidup juga dijabarkan pada penelitian.Kata kunci : kebijakan, penelitian, karir
SEJARAH DAN KEARIFAN LOKAL CIANJUR SEBAGAI SUMBER PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA DESA BOBOJONG Kurniawati; Abrar; M. Fakhruddin; Pamela Ayesma; Triasih Kartikowati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This article aims to foster character education for the younger generation as agents of national change. One of the steps and the right way to implement character education is through local history. Cianjur is an area that is famous for its culture and historical traces. Famous in this area are the three pillars of culture, namely Ngaos, Mamaos, and Maenpo. So that this community service activity is carried out in Cianjur Regency, especially in Bobojong Village. This PKM activity is focused on youth. The method used in this service consists of three stages, namely (1) Planning, in which researchers coordinate between Postgraduate UNJ and the Cianjur Regency, (2) Implementation Phase, which is carried out on June 25, 2022, activities are carried out by holding discussions about local history in Bobojong Village, and (3) the evaluation stage, namely by distributing questionnaires to participants, so that the results obtained with this activity greatly helped the youth in increasing knowledge, especially about history, and fostered the interest of the youth to love history. Therefore, utilizing local history is the right step to instill character in the younger generation. Indonesia, which is rich in culture and historical traces, is very interesting if it can be used to foster character education in the younger generation. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menumbuhkan pendidikan karakter kepada generasi muda sebagai agen perubahan bangsa. Salah satu langkah dan cara tepat dalam menerapkan pendidikan karakter adalah melalui sejarah lokal. Cianjur adalah wilayah yang terkenal dengan budaya dan jejak-jejak sejarah. Yang terkenal di wilayah ini adalah tiga pilar budaya yaitu Ngaos, Mamaos, dan Maenpo. Sehingga kegiatan pengabdian masyrakat ini dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, Khususnya di Desa Bobojong. Kegiatan PKM ini difokuskan kepada para pemuda. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu (1) Perencanaan, yaitu peneliti melakukan koordinasi antara Pascasarjana UNJ dan pihak Kabupaten Cianjur, (2) Tahap Pelaksanaan, yaitu dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2022, kegiatan dilakukan dengan mengadakan diskusi tentang sejarah lokal yang ada di Desa Bobojong, dan (3) Tahap evaluasi, yaitu dengan menyebarkan anket kepada peserta, sehingga di dapat hasil dengan adanya kegiatan ini sangat membantu para pemuda dalam menambah pengetahuan khususnya tentang sejarah, dan menumbuhkan ketertarikkan para pemuda untuk mencintai sejarah. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sejarah lokal merupakan langkah yang tepat untuk menanamkan karakter pada generasi muda. Indonesia yang kaya akan budaya dan jejak-jejak sejarah sangat menarik jika bisa dimanfaatkan dalam menumbuhkan pendidikan karakter pada generasi muda.
Jakarta di Bawah Kepemimpinan “Gubernur Sampah” Soemarno Sosroatmodjo (1960-1966) Karina Septiani; Kurniawati Kurniawati; Nur’aeni Marta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.509 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola kepemimpinan Soemarno Sosroatmodjo. Sosok bersahaja yang terpilih sebagai Gubernur Jakarta yang pertama. Nama Soemarno tidak banyak diperbincangkan oleh khalayak, tetapi peninggalannya seperti Pasar Senen, Pasar Cikini, Kawasan Cempaka Putih, Pulo Mas serta Tebet menjadi warisan yang dapat kita nikmati hingga saat ini di Ibu Kota Jakarta. Adapun, kebijakan yang menjadi ciri khas pada era Soemarno adalah kebijakan yang berkaitan dengan sampah yang nantinya saling berkaitan dengan kebijakannya dalam menangani banjir. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analisis historis. Teori yang peneliti gunakan adalah Politik Kota. Sehingga dalam penelitiannya, peneliti juga membandingkan pola kepemimpinan pemangku kebijakan sebelum Soemarno serta didukung dengan permasalahan yang Jakarta alami. Titik berat peneliti adalah bagaimana Soemarno dengan latar belakangnya sebagai dokter tentara membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan umum masyarakat Jakarta. Hal ini selaras dengan poin penting dalam politik perkotaan bahwa sebuah kota akan berkembang sesuai dengan bagaimana rancangan progam kerja pemimpinnya. Hasil penelitian ini menunjukan kebijakan Soemarno dinilai berhasil untuk membuat progam kerja yang dikhususkan untuk masyarakat Jakarta. Hal ini bisa dibuktikan dengan seimbangnya pembangunan infrastruktural monumental dan pembangunan untuk kepentingan masyarakat Jakarta pada tahun 1960-an. Penelitian ini dinilai krusial karena diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pemangku kebijakan Jakarta dalam menangani permasalahan banjir.
Peranan Organisasi Solidaritas Perempuan terhadap Nasib Buruh Migran Perempuan, 1990-1998 Arfian Narles; Kurniawati kurniawati; Nur Aini Marta
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.36109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri peranan organisasi non-pemerintah Solidaritas Perempuan terhadap nasib buruh migran perempuan kurun waktu 1990-1998. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dair heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interprestasi dan penulisan sejarah. Peneliti pada tahap heuristik mengumpulkan sumber baik primer berupa memoar perjalanan organisasi seperti Buku Putih Solidaritas Perempuan  maupun sumber sekunder seperti buku yang membahas buruh migran dan Solidaritas Perempuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sejak berdirinya organisasi pada tahun 1990 sampai 1998, Solidaritas Perempuan mempelopori gerakan perjuangan melawan segala bentuk ketidakadilan yang dihadapi buruh migran perempuan baik oleh PJTKI, Agen Pengerah Asing maupun dari Pemerintah. Selama kurun waktu tersebut Solidaritas Perempuan  juga mengalami beberapa kali perubahan bentuk organisasi dari hanya sekedar kelompok kerja yang bersifat voluntaristik, lalu berubah menjadi yayasan dan akhirnya bentuk perserikatan untuk menunjang gerakan perlawanan dalam spirit feminisme. Dalam penanganan kasus buruh migran perempuan, Solidaritas Perempuan melakukan pendampingan kasus, penelitian, studi kebijakan dan hearing dengan Depnaker untuk pekerja migran, pengembangan jaringan kerja dan edukasi melalui penerbitan laporan atau buku panduanKata Kunci : buruh migran; Solidaritas Perempuan; organisasi non-pemerintah AbtractThis study aims to trace the history of the non-governmental organization Solidaritas Perempuan on the fate of female migrant workers during the period 1990-1998. The research method used in this research is the historical method which consists of heuristics, source criticism or leverage, interpretation and historical writing. Researchers at the heuristic stage collect primary sources in the form of memoirs on organizational journeys such as the Buku Putih Solidaritas Perempuan or secondary sources such as books discussing migrant workers and Solidaritas Perempuan. The results of the research show that since the organization's founded in 1990 to 1998, Solidaritas Perempuan has pioneered the movement to fight against all forms of injustice faced by migrant workers, either by PJTKI, foreign recruitment agencies or the government. During this period, Solidaritas Perempuan also underwent several changes in the form of the organization from just a voluntary work group, then turned into a foundation and finally a form of association to support the resistance movement in the spirit of feminism. In handling cases of female migrant workers, Solidaritas Perempuan uses a strategy of data tracking and research, mentoring and education as well as policy advocacy. Keywords : migrant worker; Solidaritas Perempuan; non-govermental organization
Efforts to Increase Students Motivation in Learning History Through Documentary Film Media in Class X SMK Taman Siswa 2 Jakarta Rosy Pratiwi; Kurniawati Kurniawati
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2023): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.427 KB) | DOI: 10.24127/hj.v11i2.6977

Abstract

This article discusses efforts to increase student motivation in history subjects at a vocational high school using a learning medium, namely documentary films. The purpose of this study was to find out the use of documentary films as a learning medium in increasing motivation to study history for class X students majoring in electricity at SMK Taman Siswa 2 Jakarta. This classroom action research took the setting in class X of the Electrical Department of SMK Taman Siswa 2 Jakarta with a total of 35 students. Implementation of activities carried out through 2 cycles. Research data were obtained from observing learning activities, informants (students, teachers, and school principals), documents, and photos of activities with the stages of planning, action, observing, and reflecting. The results showed that there was an increase through the use of Documentary Film media related to student learning motivation in the History subject of class X students in the Electrical Department of SMK Taman Siswa 2. The average student activity reached 70% in cycle 1. In cycle 2 student activity increased by an average 80% in the high category. Students are more active in asking, answering, giving opinions, interacting with groups and collaborating in groups and thinking critically in conveying various arguments regarding various historical events and other social sciences related to these historical events.
Sejarah Amal Usaha Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial Aisyiyah Daerah Padang Pariaman (1965-1970) Ricky Alviano; Kurniawati Kurniawati
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 11, No 1 (2023): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.162 KB) | DOI: 10.24127/hj.v11i1.6861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peranan Aisyiyah di daerah Padang Pariaman (1965-1992). Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari Heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Aisyiyah merupakan organisasi otonom perempuan Muhammadiyah yang berdiri tahun 1917 dengan awal nama Sopo Tresno. Keberadaan Aisyiyah sangat membantu di tengah-tengah masyarakat karena organisasi  Aisyiyah bergerak dan programnya di berbagai bidang seperti bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan agama/tabligh. Program kerja yang ada di Aisyiyah diberbagai bidang dijadikan sebagai amal usaha organisasi dengan pembangunan fasilitas diberbagai bidang sesuai dengan tujuan organisasi Aisyiyah. Aisyiyah sendiri sebagai organisasi perempuan nya Muhammadiyah sering membantu masyarakat sebagai wujud gerakan nyata Aisyiyah, dalam implementasinya  Aisyiyah mampu mewujudkan dengan dimulai adanya Taman Pendidikan dan Seni Al-Quran (TPSA) di Pariaman tahun 1965, sedangkan gerakan dalam sosial nya dalam bentuk berdirinya panti Asuhan Aisyiyah putra dan putri  pada tahun 1970.
Perempuan dalam Kesunyian: Mengenal Kehidupan dan Karya-karya Siti Rukiah Kertapati (1927-1996) Peggy Nirwanjanti; Ratu Husmiati; Kurniawati Kurniawati
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 7, No 1 (2023): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v7i1.23772

Abstract

This article aims to introduce the figure of Siti Rukiah Kertapati as one of Indonesia's female writers. Through her works, we can see the turbulent revolution around the 1940s to 1960s from the perspective of the common person, especially that of a woman. The narrative of women in the revolution presented by Siti Rukiah Kertapati is not grandiose by making the main character a "hero" in the story. The figure of a young woman who is restless between her heart and mind makes anyone who reads it also relate. With most of the themes carrying love stories and human inner struggles, Siti Rukiah Kertapati can bring a simple narrative but is still able to make it an interesting read. The method used is historical with a descriptive-narrative approach. The research data is taken from short stories collected in the book Tandus and the novel Kejatuhan dan Hati with interpretations made by the writer. The results of this research are expected to be useful for the general public to recognize and appreciate the works of Siti Rukiah Kertapati.Keywords: Siti Rukiah Kertapati, women, literature
Implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kristiani (PKBN2K) dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas Nirjuniman Lafau; Kurniawati Kurniawati; Nur'aeni Marta
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202322941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi PKBN2K dalam pembelajaran sejarah, dan melihat bagaimana respon peserta didik SMA BPK Penabur Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, dan teknik analisis datanya menggunakan model analisis data model interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana dengan tahapan antara lain kondensasi data, kajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi PKBN2K dalam pembelajaran sejarah di SMA BPK Penabur Bogor dapat dilakukan dalam dua tahapan utama yaitu: 1) guru sejarah sudah merencanakan indikator nilai PKBN2K terpilih yang akan diintegrasikan dalam proses pembelajaran sejarah; 2) guru sejarah mengimplementasikan materi sisipan yang sudah direncanakan ke dalam proses pembelajaran sejarah melalui dua cara yaitu secara eksplisit dan implisit.3) Hasil evaluasi menunjukkan bahwa PKBN2K menjadi suatu pedoman yang jelas dalam mengarahkan karakter peserta didik, dan hal itu terbukti dari sikap peserta didik selama pembelajaran sejarah berlangsung. 4) Hasil supervisi menunjukkan bahwa guru sejarah sudah mampu mengintegrasikan nilai-nilai PKBN2K ke dalam proses pembelajaran sejarah dengan baik dan tepat.
Peran guru untuk menerapkan pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas Triasih Kartikowati; Kurniawati Kurniawati; Nurzengky Ibrahim
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323098

Abstract

This study aims to provide an understanding of multiculturalism in the classroom and the prospects for teachers applying it in history lessons. The number of students in the school already represents the diversity that exists, consisting of a variety of ethnicities, cultures, customs and religions. The teacher's emphasis on implementing multiculturalism in learning is an embodiment of the values of Pancasila as the ideology of the Indonesian nation which stands on the basis of diversity, tolerance with the motto Bhineka Tunggal Ika. Indonesia is often hit by inter-community conflicts and violence which can lead to divisions, be it ethnic conflicts or conflicts between religious adherents. Existing diversity often results in discrimination that leads to conflict and violence. The importance of the aspect of multiculturalism in view of the diverse conditions of Indonesian society demands mutual tolerance, respect and respect for these various differences. By using the method, a qualitative research approach and a case study approach at SMA Negeri 20 Jakarta, DKI Jakarta. The results of the study are supported by an independent curriculum reference which requires schools to apply the dimensions of the Pancasila Student Profile, teachers practice directly in implementing multiculturalism education and create a multicultural learning culture and are able to generate student motivation. In practice, the teacher groups students according to the wishes, talents and interests of students. Implementation of the educational value of multiculturalism students create video content and pop-up book projects with Indonesian historical material such as tolerance, maintaining diversity, pluralism and multiculturalism.
Asian Flu Pandemic in Indonesia, 1957: Government and Public Response Fakhriansyah, Muhammad; Kurniawati, Kurniawati
Indonesian Historical Studies Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v8i2.15045

Abstract

This study aims to analyze the 1957 Asian Flu Pandemic in Indonesia, focusing on the government and public response. The 1957 Asian Flu Pandemic was the second pandemic in the world after the 1918 Spanish Flu Pandemic. The pandemic was caused by the H2N2 influenza virus and originated in China. From China, the virus spread to Hong Kong, Singapore, and the world, including Indonesia. The Asian flu was the first pandemic faced by the post-colonial government of the Republic of Indonesia. The pandemic occurred in Indonesia between May and August, with the number of sufferers reaching 202,469 people (according to the government). Using historical methods, this study shows that the existence of the Asian flu indirectly tested the government's work and readiness in dealing with a global pandemic. The Asian flu pandemic struck when the Indonesian government faced difficult problems after the War of Independence (1945-1949). This situation made it difficult for the government to act. Therefore, the policy of responding to the Asian flu seemed very careful and even slow. In addition, the lack of health sector services and infrastructure in various regions also interfered with handling the pandemic. This situation also caused poor coordination between the central and regional governments. As a result, the public became confused. People end up acting without direction, such as trying traditional medicine, spreading hoax news, violating quarantine rules, committing vaccination fraud, panic buying, and even performing various mystical rituals.