Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP AKIBAT HUKUM WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN HUTANG PIUTANG TANPA AKTA NOTARIS DI INDONESIA Priyono, Edi; Astutik, Sri; Widodo, Ernu
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 3 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i3.853

Abstract

This study examines the legal consequences of default in loan agreements made without notarial deeds in Indonesia, focusing on three key aspects: the legal standing of such agreements, implications of default, and dispute resolution mechanisms. The research addresses critical issues including legal uncertainty due to the absence of notarial authentication, evidentiary challenges in court proceedings, and the effectiveness of various dispute resolution approaches.  The study employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case law approaches, analyzing provisions in the Indonesian Civil Code (particularly Articles 1238, 1243, 1320, and 1870), relevant court decisions, and legal doctrines from various scholarly works. The findings reveal that while loan agreements without notarial deeds remain valid under Article 1320 of the Civil Code provided they meet the four validity requirements, the lack of authentic documentation creates significant evidentiary complications. Default in such agreements entitles creditors to demand performance or compensation (Article 1243), but the burden of proof often relies on weaker evidence like witness testimony. Dispute resolution may proceed through either litigation in courts or alternative methods such as mediation and arbitration, though litigation tends to be more time-consuming and costly. This study recommends formalizing loan agreements through written notarial deeds to enhance legal certainty. Additionally, it suggests public legal education about the risks of informal agreements and regulatory improvements to better protect parties involved in non-notarized loan agreements
Pengaruh Omnichannel Integration Quality Terhadap Niat Pembelian Dimediasi Kepercayaan Konsumen Di Surakarta Nugroho, Sidiq Permono; Lestari, Nina Sri; Priyono, Edi; Triyanto, Triyanto
Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/determinasi.v1i2.41

Abstract

This research is related to Omnichannel integration quality and purchase intention and consumer trust. This study aims to determine the influence of Omnichannel integration quality on purchase intentions mediated by coffee consumer confidence in Surakarta. This research uses causal quantitative research. This study's population consisted of all coffee users at Cafe Surakarta, with an infinite number of participants and a total sample of 100 respondents. The sampling approach employs unintentional sampling. According to the study's findings, the layout of service channels has a considerable beneficial impact on purchase intentions. Consumer confidence is significantly boosted via service channels. The configuration of service channels has a considerable beneficial impact on purchase intentions, which are mediated through customer trust. Integrated contact has no discernible detrimental impact on purchasing intent. Consumer trust is affected through integrated interactions. Purchase intentions are significantly influenced by integrated interactions, which are mediated by customer trust.
Pengaruh Metode Storytelling Cerita Jātaka terhadap Pemahaman Anak tentang Brahmavihāra dalam Program Sekolah Minggu Buddhis di SMB Vijja Khetta Singaraja Kumara, I Ketut Satya; Ariyanto, Ariyanto; Priyono, Edi
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh metode storytelling melalui cerita Jātaka terhadap pemahaman anak mengenai nilai-nilai Brahmavihāra (Mettā, Karuṇā, Muditā, dan Upekkhā). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengaitkan konsep abstrak Brahmavihāra dengan perilaku nyata akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan model Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian melibatkan 60 siswa aktif di Sekolah Minggu Buddhis (SMB) Vijja Khetta Singaraja, Bali. Data dikumpulkan melalui instrumen tes untuk mengukur ranah kognitif, afektif, dan konatif (perilaku), serta didukung oleh observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan storytelling dan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pendidik SMB dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan efektif untuk membentuk karakter serta moralitas anak berdasarkan ajaran Buddha
Konvergensi Buddhisme dan Neuroscience: Tinjauan Sistematis terhadap Dampak Meditasi Buddhistik terhadap Plastisitas Otak dan Transformasi Kesadaran Cu, Lie Li; Lauw, Acep; Priyono, Edi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9326

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan pustaka sistematis mengenai konvergensi antara Buddhisme dan neuroscience, dengan fokus pada dampak praktik meditasi Buddhistik terhadap plastisitas otak, regulasi emosi, dan transformasi kesadaran. Melalui analisis terhadap 30+ artikel dari jurnal bereputasi tinggi (2004–2025), penelitian ini mensintesis temuan empiris tentang perubahan struktural dan fungsional otak pada praktisi meditasi jangka panjang. Hasil menunjukkan bahwa meditasi Samatha, Vipassana, dan Metta secara signifikan memodulasi jaringan mode default (DMN), meningkatkan konektivitas fronto-parietal, serta menstabilkan osilasi gamma dan theta. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa latihan mental dalam Buddhisme dapat menginduksi neuroplastisitas yang terukur, membuka jalan bagi integrasi kontemplatif dalam intervensi klinis. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan metodologis dan merekomendasikan pendekatan neurofenomenologis untuk penelitian masa depan.
Samatha Bhāvanā sebagai Praktik Meditatif untuk Meningkatkan Kesadaran dalam Kehidupan Sehari-hari Wijono, Tonny; Acep, Lauw; Priyono, Edi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1520

Abstract

Kehidupan modern yang serba cepat sering membuat individu berjalan dalam “mode otomatis” sehingga pikiran dan perasaan batin kurang disadari. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana praktik meditasi Samatha Bhāvanā dapat meningkatkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari pada umat Buddha perkotaan di Surabaya serta keterkaitannya dengan nilai budaya lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 praktisi yang telah berlatih Samatha minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan catatan harian pribadi, kemudian dianalisis secara tematik dengan dukungan statistik deskriptif sederhana. Analisis menghasilkan lima tema utama: peningkatan konsentrasi, pengendalian emosi yang lebih baik, kesadaran dalam aktivitas harian, reduksi distraksi mental, dan penguatan empati sosial. Secara kuantitatif, latihan rutin berkaitan dengan penurunan mind-wandering dari 42% menjadi 19% serta peningkatan skor mindfulness harian sebesar 29%. Temuan ini menunjukkan bahwa Samatha Bhāvanā bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga keterampilan hidup yang berakar pada budaya lokal dan relevan untuk membantu individu menghadapi tantangan modern.
Digital Buddhism: Demokratisasi dan Komodifikasi Spiritualitas di Era Media Digital Wijono, Tonny; Acep, Lauw; Priyono, Edi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9358

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena Digital Buddhism sebagai transformasi praktik keagamaan Buddhis di era digital dengan fokus pada dinamika demokratisasi dan komodifikasi spiritualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka sistematis, penelitian ini mengkaji literatur ilmiah terkait digital religion, media sosial, dan praktik Buddhisme kontemporer yang dipublikasikan dalam periode 2019-2024. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kritis dengan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjükkan bahwa media digital mendorong demokratisasi spiritualitas melalui akses luas terhadap ajaran Buddha, praktik meditasi, dan komunitas virtual tanpa batasan geografis dan institusional. Namun demikian, fenomena yang sama menghadirkan tantangan komodifikasi spiritualitas, di mana praktik keagamaan dikemas sebagai produk digital komersial yang mereduksi makna spiritual mendalam. Selain itu, arus informasi yang cepat berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman ajaran tanpa bimbingan guru yang kompeten. Kesimpulan menekankan perlunya pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana sebagai sarana pendukung, bukan pengganti praktik spiritual yang memerlukan pengalaman langsung dan refleksi batin mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya pemahaman tentang interaksi antara agama dan teknologi dalam konteks Buddhisme. Indonesia.
Kesadaran Gender sebagai Regulasi Psikologis: Tinjauan Literatur tentang Perubahan Pola Pikir pada Laki-laki dan Perempuan Danny Khoyana Djulijanto; Lauw Acep; Edi Priyono
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9364

Abstract

This study aims to explore the role of gender awareness as a psychological regulatory mechanism underpinning shifts in the mindset of men and women. Amid shifting global social norms, gender awareness is no longer viewed merely as cognitive knowledge, but rather as an active process of self-regulation. Through a systematic literature review of 27 scientific articles from the SINTA, Scopus, and Google Scholar databases, this study analyzes how a deep understanding of the social construction of gender functions as a self-control tool that enables individuals to monitor, evaluate, and adjust their behavior. Findings indicate that gender awareness triggers a shift from a fixed mindset rooted in biological essentialism toward an adaptive growth mindset. In men, this change is reflected in the redefinition of inclusive masculinity (anti-toxic masculinity), while in women, it manifests as increased self-efficacy and agency. This article concludes that strengthening gender awareness is an essential strategic psychological intervention for achieving sustainable gender equality at both the individual and structural levels.