Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Development Journal

PERILAKU KEBERSIHAN DIRI DALAM MENCEGAH PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AMANATUL UMMAH SURABAYA Wijayanti, Lono; -, Rusdianingseh
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.451 KB)

Abstract

Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Merekamenganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dantidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit, daribeberapa penyakit kulit seperti skabies paling sering diakibatkan dari perilakuyang tidak sehat. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslimterbanyak di dunia, terdapat 14.798 pondok pesantren dengan prevalensi skabiescukup tinggi (Depkes, 2007). Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdianmasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidupbersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Amanatul Ummah.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Surabaya.Metode yang dilakukan adalah mengukur pemahaman santri tentangpenularan penyakit kulit Skabies, serta memberikan penyuluhan mengenaipemahaman santri tentang perilaku hidup bersih dan penyakit skabies. Penyuluhanmenggunakan metode ceramah dan tanya jawab.Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre testberupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkatpengetahuan responden mengenai perilaku hidup bersih dan tentang penyakitskabies. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan. Sedangkat untukmengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman hidupbersih dan tentang penyakit skabies dengan membandingkan hasil post tes yangtelah diisi oleh responden setelah penyuluhanBerdasarkan hasil pretest dan postest terhadap 58 responden, didapatkanhasil pre test sebanyak 18 responden (31 %) tahu tentang pengetahuan perilakuhidup bersih. Sedangkan berdasarkan hasil post test yang mengetahui mengenaiperilaku hidup bersih sebanyak 52 responden (90 %)Tingkat pengetahuan responden mengenai penyakit skabies sebanyak 58responden, dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang responden yangmengetahui mengenai penyakit penyakit skabies sebanyak 9 responden (16%).Sedangkan berdasarkan hasil post test sebanyak 50 responden (86 %).
PERILAKU KEBERSIHAN DIRI DALAM MENCEGAH PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AMANATUL UMMAH SURABAYA Lono Wijayanti; Rusdianingseh -
Community Development Journal Vol 2 No 1 (2018): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.451 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v2i1.724

Abstract

Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Merekamenganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dantidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit, daribeberapa penyakit kulit seperti skabies paling sering diakibatkan dari perilakuyang tidak sehat. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslimterbanyak di dunia, terdapat 14.798 pondok pesantren dengan prevalensi skabiescukup tinggi (Depkes, 2007). Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdianmasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidupbersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Amanatul Ummah.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Surabaya.Metode yang dilakukan adalah mengukur pemahaman santri tentangpenularan penyakit kulit Skabies, serta memberikan penyuluhan mengenaipemahaman santri tentang perilaku hidup bersih dan penyakit skabies. Penyuluhanmenggunakan metode ceramah dan tanya jawab.Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre testberupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkatpengetahuan responden mengenai perilaku hidup bersih dan tentang penyakitskabies. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan. Sedangkat untukmengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman hidupbersih dan tentang penyakit skabies dengan membandingkan hasil post tes yangtelah diisi oleh responden setelah penyuluhanBerdasarkan hasil pretest dan postest terhadap 58 responden, didapatkanhasil pre test sebanyak 18 responden (31 %) tahu tentang pengetahuan perilakuhidup bersih. Sedangkan berdasarkan hasil post test yang mengetahui mengenaiperilaku hidup bersih sebanyak 52 responden (90 %)Tingkat pengetahuan responden mengenai penyakit skabies sebanyak 58responden, dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang responden yangmengetahui mengenai penyakit penyakit skabies sebanyak 9 responden (16%).Sedangkan berdasarkan hasil post test sebanyak 50 responden (86 %).
Manajemen Stres pada Ibu Bekerja selama Pandemi Covid-19 di Desa Sidokumpul, Bungah, Kabupaten Gresik Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Erika Martining Wardani
Community Development Journal Vol 5 No 1 (2021): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.138 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v5i1.1874

Abstract

The dual role of being a mother and a worker gives stress to women who live it. The demand to work at home becomes a burden for them because they have to optimize their roles both as mothers and as workers, especially in conditions of imbalance in the work environment due to the current Covid-19 pandemic. The mother's inability to cope with the stressors received has the risk of causing depression in the mother. This community service aims to increase the knowledge of mothers about stress management in working mothers during the Covid-19 pandemic. The activities are carried out within 1 month. The method used is education and demonstration of positive thinking virtually via YouTube. This community service activity was attended by 17 mothers. Mother's knowledge was measured using a questionnaire via a google form. The results of community service show that there is an increase in knowledge of mothers after being given virtual counselling
Co-Authors -, Rusdianingseh Abdul Manan Abidatun Mu’awanah, Nurul Achmad Hidayatullah, Achmad Afiyah, R. Khairiyatul Agus Wahyudi Akas Yekti Pulih Asih Andi Roesbiantoro Anggun M, Ghady Aprilian, Arvino Arie Kusumo Dewi Babo, Leticia Freitas Budhi Setianto Chaiyun Nafiah, Ilmi Damawiyah, Siti Dany Irawan Dewi, Hesmi Fitria Difran Nobel Bistara dwi ayu lestari, dwi ayu Eka Pratama, Ahmad Yudha Elok Tamarah Eppy Setiyowati Erika Wardani Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati, Yayuk Ervina Yanti Harahap Faridah Umamah Fauziah Rochmah, Ardianti Firdaus Firdaus Fitriasari, Andikawati Ghady Anggun M Hatmanti, Nety Mawarda Hikmah Rosyidah Imamatul Faizah Imamatul, Faizah Kadir, Afrizal Nur Kamariyah, Nurul Kussumawati, Melina Lya Marliana Machruf, Awalludin Mahyuvi, Tata Muhammad Basuni Muhammad Luthfi Nadatien, Ima Noventi, Iis Novita, Dinda Eva Novy Ardiansah Nur Ainiyah Nur Ainiyah Nur Fadlilah, Nur Nurhayati Puspita, Uci Nurjanah, Siti - Nurmalya Kardina, Rizki Nursalam, Nursalam Pribadi, Priyo Mukti Puji Astuti Purwanti, Nunik Purwanti, Nunik Rahayu Anggraini Ratna Yunita Sari Riezky Nugroho Rining Sulistya Rahayu Risti Puji Listari Rohmawati, Riska Rosyidah, Hikmah Rusdianingseh - Sari, Ratna Yunita Sari, Siti Rumania Astika Septianingrum , Yurike Septianingrum, Yurike Setiawan, Arif Helmi Siti Maimunah Siti Nur Hasina Siti Nurjanah Soleha, Umdatus Sri Wulandari Sulistiyawati, Sri Sulistyorini Sulistyorini Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Suryandari, Destyorini Taufiq, Isa Umdatus Sholeha Wardani, Erika Martining Wulan Anggraini, Mitha Yanis Kartini Yhusnain, Juliatik Ragil Yuniati, Dyah