Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Fasilitasi Neuromuskuler Proprioseptif dengan Tingkat Kemandirian terhadap Aktivitas Sehari-Hari pada Pasien Stroke: A Systematic Review Risti Puji Listari; Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Umdatus Sholeha; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.1001

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Penderita stroke yang memiliki keterbatasan dalam kesehariannya yang mempengaruhi kemandiriannya. Fasilitasi neuromuskuler proprioseptif (PNF) adalah metode yang efektif untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari pasien stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan PNF terhadap aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) pada pasien stroke. Metode: menggunakan metode pencarian literatur dengan tinjauan sistematis (PRISMA) sebagai standar untuk melakukan tinjauan sistematis. Pencarian artikel dilakukan di database elektronik termasuk Science Direct, Pubmed dan Proquest. Kata kunci yang digunakan adalah PNF dan ADL dan stroke. Kriteria artikel terpilih adalah 1) terbitan tahun 2018-2023 2) teks lengkap 3) artikel dalam bahasa Inggris 4) studi RCT atau studi eksperimen. Artikel dipilih sesuai dengan kriteria dan total 9 artikel dari 4435 artikel diperoleh dengan PRISMA. Tinjauan sistematis ini menemukan bahwa ada banyak jenis rehabilitasi yang dapat ditawarkan kepada pasien pasca stroke. Namun di sisi lain, menyediakan sistem rehabilitasi berbasis teknologi membutuhkan biaya yang sangat tinggi, sehingga relatif tidak mungkin dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia.
Pengaruh Skrining Disfagia pada Pasien Stroke Akut: A Systematic Review Elok Tamarah; Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Umdatus Sholeha; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.1020

Abstract

Stroke merupakatern gangguan neorologis yaitu gangguan disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem saraf gangguan aliran darah serebral, yang bisa muncul tiba-tiba dalam beberapa kasus saat-saat yang gejala atau tandanya bergantung pada wilayah tergangu dan dapat menyebabkan disfagia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan validitas berbasis bukti dari item skrining disfagia menggunakan evaluasi instrumental sebagai standar referensi. karena pasien stroke mengalami Kerusakan saraf kranial, terutama saraf kranial trigeminal, facial, glossopharyngeal, plantar, hypoglossal, dialami oleh pasien stroke menyebabkan apopleksi-disfagia. Disfagia didefinisikan sebagai kesulitan menelan, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, aspirasi dan malnutrisi. Pencarian literatur untuk tinjauan menggunakan database dengan kriteria kualitas tinggi dan sedang, yaitu Pubmed, Sciencedirect dan Google Scholar. Mencari istilah screening disfagia yang digunakan adalah “Stroke akut” dan “Skrining disfagia” dan “fungsi menelen”. Kata kunci yang sama digunakan dalam pencarian literatur di setiap database.  Operator Boolean digunakan untuk menggabungkan kata kunci dan istilah indeks, dan hasil pencarian disempurnakan menggunakan filter tergantung pada setiap database. Kriteria artikel di pilih 1) di terbitkan tahun 2018-2023, 2) full teks, 3) artikel dalam Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia 4) penelitian RTC, studi eksperimental. Artikel dipilih sesuai dengan kriteria, dari total 8.263 artikel artikel dengan prisma. Tinjauan sistematis ini ditemukan tentang jenis scrining disfagia yang di lakukan pada pasien stroke akut. pasien disarankan untuk mengikuti tes skrining disfagia.
Depresi Pasca Stroke (PSD): A Systematic Review Ervina Yanti Harahap; Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Umdatus Sholeha; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.1026

Abstract

Depresi pasca stroke (PSD) merupakan suatu gejala psikologis yang abnormal pada seseorang yang pernah menderita stroke. PSD ini juga merupakan komplikasi stroke dengan prevalensi 9-60% yang ditandai dengan abnormalitas mood, menyalahkan diri sendiri, kesedihan, dan depresi. PSD merupakan faktor utama yang menghambat penyembuhan fungsi neurologi dan aktivitas harian pasien stroke. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gejala awal PSD dan intervensi PSD. Metode: menggunakan metode pencarian literatur dengan tinjauan sistematis (PRISMA) sebagai standar untuk melakukan tinjauan sistematis. Pencarian artikel dilakukan di database elektronik termasuk Science Direct, Pubmed dan Proquest, Google Scholar. Kata kunci yang peneliti digunakan adalah Depresi, Diagnosis, Intervensi dan stroke. Kriteria artikel terpilih adalah 1) terbitan tahun 2018-2022 2) teks lengkap 3) artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Artikel dipilih sesuai dengan kriteria dan total 8 artikel dari 5415 artikel diperoleh dengan PRISMA. Tinjauan sistematis ini menemukan bahwa ada banyak jenis instrumen untuk mendeteksi gejala depresi pasca stroke dan intervensi yang tepat sesuai dengan tingkat depresi. Namun di sisi lain, tingginya prevalensi PSD ini adalah karena tidak terdeteksinya gejala awal depresi oleh si care giver sehingga memperburuk kondisi si penderita stroke. Pasien paska stroke sebagian besar mengalami depresi berat. Oleh karena itu perlu adanya program untuk memberikan edukasi kepada pasien stroke dan keluarga dalam mencegah terjadinya depresi baik di tatanan klinik maupun masyarakat.
Pengaruh Discharge Planning Pada Pasien Stroke: A Systematic Review Muhammad Basuni; Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Umdatus Sholeha; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1053

Abstract

Stroke adalah salah satu penyakit yang bisa menimbulkan kecacatan yang permanen, sangat memerlukan bantuan khusus dalam melakukan suatu kegiatan terlebih lagi pada pasien yang baru saja keluar dari rumah sakit, tentunya peran   perawat   dan   keluarga   atau   orang terdekat pasien yang memiliki pengetahuan tentang penyakit, cara tindakan serta perawatan pasien jangka panjang agar dapat mengajarkan atau menginformasikan keluarga pasien, sehingga mereka siap untuk melakukan perawatan jangka panjang kepada pasien stroke  dirumah  nantinya sehingga diperlukan discharge planning atau Perencanaan pulang dapat menjadi bagian penting dari perawatan pasien stroke selama masa pasca rawat inap. Pentingnya discharge planning pasien stroke serta membantu pasien dan keluarganya untuk memahami serta membantu pelatihan mencegah stroke ulang dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien, tim medis multidisiplin dan program rehabilitasi yang holistik untuk memastikan pasien stroke mendapat perawatan terbaik. Pencarian artikel dilakukan di database elektronik termasuk Google Scholar, Pubmed, Klinical key, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan adalah Stroke OR “cerebro vaskular accident” DAN“ Discharge Planning atau Discharge, Patient atau Discharges, Patient atau Patient Discharges atau Discharge Plannings atau Planning Discharge atau Plannings, Discharge ” DAN “Effect” atau “Pengaruh”. Kriteria pemilihan artikel 1)terbitan tahun 2018-2023 2)fulltext 3)artikel berbahasa Inggris 4)studi RCT atau studi percobaan. Artikel dipilih sesuai dengan kriteria, didapatkan total 8 dari 38 artikel tercapai artikel menggunakan PRISMA.  Dengan  adanya hal tersebut, maka dilakukan studi ini yang bertujuan untuk untuk menyiapkan keluarga dalam melakukan perawatan pasien agar pasien mengalami peningkatan kesehatan, terhindar dari komplikasi atau rawat inap ulang akibat penyakit stroke. Metode: digunakan metode dengan studi literatur menggunakan tinjauan sistematis dan meta-analisis (PRISMA), sebagai standar digunakan untuk melakukan tinjauan sistematis. Hasil: Setelah dilakukan pembahasan pada ke-8 artikel tersebut didapatkan bahwa pengaruh discharge planning   sangat   baik, kesiapan dan dukungan keluarga untuk mengasuh pasien stroke akan menimbulkan dampak memperbaiki kualitas hidup serta aktifitas sehari hari pasien stroke yaitu dapat meningkatkan aktifitas, mencegah komplikasi penyakit dan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat dan rutin menjalankan kontrol penyakitnya.
Perbedaan Efektifitas Terapi Masase Punggung Dan Latihan Fisik Peregangan (Stretching) Terhadap Intensitas Low Back Pain Pada Lansia Siti Damawiyah; Yanis Kartini; Nur Ainiyah; Lono Wijayanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i2.14805

Abstract

Lansia berpotensial mengalami nyeri punggung bawah sebagai akibat dari kemunduran fisik yang dicetuskan oleh aktivitas sehari – hari. Usia semakin tua seseorang semakin tinggi beresiko mengalami penurunan elastisitas tulang yang memicu terjadinya gejala Low Back Pain atau nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan efektivitas terapi masase punggung dan latihan fisik peregangan (stretching) terhadap  intensitas Low Back Pain pada lansia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  lansia penderita Low Back Pain. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, untuk penetapan sampel dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan lembar observasi berupa skala Bourbonais . Analisa data  menggunakan  Mann Whitney Test. Terjadi penurunan intensitas nyeri Low Back Pain baik pada kelompok perlakuan I maupun pada kelompok perlakuan II.  Intensitas nyeri Low Back Pain yang dirasakan oleh  responden  kelompok perlakuan I sebelum dilakukan terapi  massage punggung sebagian besar (53,3%) mengalami nyeri sedang dan intensitas nyeri Low Back Pain sesudah dilakukan terapi massase punggung  sebagian besar  (73,3%) mengalami nyeri ringan. Intensitas nyeri Low Back Pain yang dirasakan oleh  responden kelompok perlakuan II sebelum dilakukan latihan fisik peregangan sebagian besar (60%) mengalami nyeri sedang dan intensitas nyeri Low Back Pain sesudah dilakukan latihan fisik peregangan sebagian besar  (53,3%) mengalami nyeri ringan. Berdasarkan hasil uji Mann Withney Signed Rank Test , didapatkan nilai p adalah 0,01 dengan demikian p value < α (0,01 < 0,05), maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan terapi masase punggung. Berdasarkan hasil uji Mann Withney Signed Rank Test, didapatkan nilai p adalah 0,032 dengan demikian p value < α (0,032 > 0,05), maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan latihan peregangan fisik. Terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan terapi masase punggung.Terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan latihan peregangan fisik. Tidak ada perbedaan yang bermakna atau homogen intensitas nyeri Low Back Pain  untuk kelompok Perlakuan I (massase punggung) dan Kelompok Perlakuan II (peregangan fisik). 
EDUCATION FOR THE IMPLEMENTATION OF 6 M AND THE COVID-19 BOOSTER VACCINATION Lono Wijayanti; Riska Rohmawati; Rahayu Anggraini; Siti Damawiyah; Erika Martining Wardani
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v5i1.428

Abstract

Positive cases of covid-19 will still exist if the community is negligent in implementing health protocols and inappropriate information related to continued or booster doses of Covid-19 vaccination in the community can cause doubt and anxiety, and if this is not immediately addressed then the community refuses to do so. booster vaccination because they feel that only one vaccination is enough. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and health behavior in implementing the 6M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Menjaga Pola Makan Sehat, Istirahat Cukup, dan Mengurangi Mobilitas) and willing to take further doses of Covid-19 vaccination. The method used in this activity is to provide health education to cadres and the public about the importance of implementing 6M and the Covid-19 booster vaccination. This community service activity was carried out for one week, attended by 65 health cadres and the community. The results of this community service activity show an increase in knowledge about the application of health protocols and the importance of the Covid-19 booster vaccination and the community is very enthusiastic about participating in this activity.
The Effect Of Diabetic Foot Spa On Ankle Brachial Index And Foot Sensitivity Of Diabetes Mellitus Type 2 Erika Martining Wardani; Lono Wijayanti; Nur Ainiyah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i3.391

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disorder which marked by the hyperglycemia that appeared because of insulin secretion disorder and/or the increase of cellular insulin resistance. DM patients have a higher risk to experience foot problems due to blood vessels disorders causing the circulation of blood from legs is decreased. Purposed this research is diabetes could be prevented by doing a foot spa diabetic which the activities include foot exercises, warm water cleansing and massage. The method used in this study is Quays Experiment pre-post control group design. The population on this study was patients with Diabetes Mellitus Type 2 in Waru health center. The sample used was 60 people, divided into 2 groups; intervention and control group, with sampling technique of simple random sampling. The data collection was using observation sheets of diabetic foot SPA; the tool used to assess blood glucose levels was glucometer, whereas cotton, brush and needle were used to assess the foot sensitivity. The data was then analyzed with t-test. The result of the study showed that there were effecton the foot sensitivity (t=10,73, p value =0, 000) and there were effectdecrese on ankle brachial index(t=12,34, p value =0, 000). It is important for families and communities to give motivation to the diabetes mellitus patients to do diabetic foot SPA as one of alternative therapies to prevent foot complications such as foot ulcers and even amputation
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI DAN EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK Lono Wijayanti; Sulistyorini Sulistyorini; Siti Damawiyah; Yurike Septianingrum; Siti Nur Hasina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19488

Abstract

Penyakit ginjal kronik terjadi akibat menurunnya fungsi ginjal yang berlangsung lama, bertahap dan sifatnya progresif. WHO memperkirakan prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia akan meningkat setiap tahunnya. Ketidaktahuan masyarakat tentang pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal kronik membuat resiko jumlah penderita penyakit ginjal meningkat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dan perilaku kesehatan dalam deteksi dini pada penyakit ginjal kronik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada kader tentang tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit ginjal kronik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama satu minggu, diikuti oleh kader kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan mereka mengerti bahwa pentingnya pencegahan dari pada mengobati suatu penyakit.
E-health HIV Sebagai Strategi Pencegahan Dini Penyakit Menular Seksual Human Immunodeficiency Virus Erika Wardani; Riezky Nugroho; Eppy Setiyowati; Lono Wijayanti; Nunik Purwanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9440

Abstract

E-health tentang bagaimana strategi PMS HIV ditularkan dan dicegah adalah senjata utama melawan secara dini PMS HIV, karena tidak ada pengobatan atau vaksin yang dapat mencegah penyebaran penularan PMS HIV. E-health mengenai strategi pencegahan dini PMS HIV dilakukan di masyarakat lingkungan kelurahan yang merupakan salah satu komunitas yang dapat dijadikan sebagai contoh upaya pencegahan PMS HIV secara dini. Pencegahan dilakukan dengan e-health yang berupa diskusi dan sesi tanya jawab dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan yang jelas bagi masyarakat mengenai strategi pencegahan penularan PMS HIV. Sebelum dan sesudah penyuluhan, diadakan pre-test dan post-test untuk menilai apakah ada perubahan dalam pengetahuan mengenai strategi dini dalam pencegahan PMS HIV. Kegiatan diikuti peserta sebanyak 88 orang. Secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat peserta mengenai deteksi dini PMS HIV, pencegahan PMS HIV, penularan PMS HIV dan individu yang berisiko tertular PMS HIV setelah mengikuti kegiatan e-health. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan penyuluhan telah tercapai.
PROMOSI PRODUK DI MEDSOS MELALUI BEKAL DESAIN MARKETING ONLINE Nurmalya Kardina, Rizki; Wijayanti, Lono; Abidatun Mu’awanah, Nurul; Chaiyun Nafiah, Ilmi; As’ad Awalludin, Muhammad; Eka Pratama, Ahmad Yudha
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): AGUSTUS-NOVEMBER 2024
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v2i2.2215

Abstract

Along with the development of digital technology, social media has become an effective platform for promoting products and services. This KKN aims to empower the community in Tanjungan village to be able to utilize the potential of social media in marketing local products. By providing online marketing design training, it is hoped that people can increase the selling value of their products and open up wider market opportunities. It is hoped that this activity can contribute to increasing sales and growth of UMKM in the region.