Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor Maternal dan Kadar Lemak Dalam Air Susu Ibu (ASI): Sebuah Tinjauan Pustaka Wahdiyati, Siti; Utami, Rizki Fajar; Pramaningtyas, Miranti Dewi
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss1.art10

Abstract

Latar Belakang: Air susu ibu (ASI) memiliki komponen makronutrien dan mikronutrien yang penting bagi bayi. Salah satu komponen makronutrien penting adalah lemak dalam ASI. Kandungan lemak ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu factor yang diduga mempengaruhi kadar lemak dalam ASI adalah kadar lemak total ibu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komponen lemak ibu dengan lemak dalam ASI. Metode: Tinjauan pustaka dilakukan dari beberapa jurnal yang terbit mulai tahun 2010 - 2023. Pencarian dilakukan dengan kata kunci: breastfeeding, fat, dan maternal body mass index. Sumber dari penelitian kepustakaan ini terdiri dari kriteria inklusi, diantaranya bayi lahir cukup bulan, berat lahir cukup, menyusui eksklusif, dan bayi sehat dan normal. Hasil: Lemak merupakan salah satu komponen penting dalam ASI. Komposisi lemak tubuh ibu memiliki hubungan terhadap kadar lemak ASI. Faktor maternal juga mempengaruhi kandungan lemak ASI yang berkaitan dengan hormon maternal dengan lemak ASI. Hubungan ini dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Simpulan: Komponen lemak ibu memiliki hubungan terhadap kadar lemak dalam ASI yang dipengaruhi berbagai faktor. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai fungsi dan pengaruh komponen lemak terhadap tumbuh kembang bayi. Kata Kunci: ASI, faktor maternal, menyusui, lemak
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sindroma Metabolik Pada Pegawai Kantor PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Daerah Istimewa Yogyakarta Al-Ghozi, Yasfi Suryalfihro Al-Ghozi; Sukarno, Rizky Triutami; Nugraha, Zainuri Sabta; Pramaningtyas, Miranti Dewi
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art6

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Metabolik (SM) dan kurang aktivitas fisik memiliki prevalensi cukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah perkantoran Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). SM merupakan sekelompok gangguan metabolisme, sedangkan kurang aktivitas fisik merupakan kondisi seseorang kurang melakukan aktivitas fisik. Kondisi kurangnya aktivitas fisik dapat berisiko untuk terjadinya sindrom metabolik. Tujuan: Mengetahui hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sindroma Metabolik pada Pegawai Kantor PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan perhitungan uji hipotesis dua proporsi didapatkan sebanyak 49 sampel untuk desain penelitian cross sectional. Pengambilan data didapatkan dari Medical Check up dan pengisian kuisioner Bouchard di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Yogyakarta. Hasil: Hasil uji chi-square untuk variabel aktivitas fisik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,915, yang berarti bahwa p>0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan pada variabel aktivitas fisik. Namun didapatkan pada variabel jenis kelamin nilai p-value sebesar 0,000 yang artinya p<0,05 sehingga hasil signifikan. Sebaliknya, pada variabel umur, nilai p-value sebesar 0,136, yang berarti p>0,05, mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan pada variabel umur. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sindrom metabolik pada Pegawai Kantor PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Daerah Istimewa Yogyakarta.
The Effect Of Butterfly Pea Flower Tea On Brain Weight In Wistar Rats After D-Galactose Induction Ernadita Budiastuti; Yanasta Yudo Pratama; Miranti Dewi Pramaningtyas; Muhammad Luthfi Adnan
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol20.SMUMM1.32376

Abstract

Introduction: Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) currently popular in society as high-antioxidant supplement. One of the organs affected by aging is the brain. D-galactose is a compound that is widely used for induction of aging in animal studies. The aim of this study was to assess the effect of butterfly pea flower tea on changes in brain weight in mice induced by D-galactose. Method: 24 rats were divided into four groups consisting of control, groups with 1%, 5%, and 10% butterfly pea flower tea intervention after being induced by aging for 6 weeks. The brain organs were then weighed to assess changes in each group. Result: There was an increase in body weight but no significant differences between each group either before or after the intervention. No significant differences were found in the average brain weight of each group, with the brain weight of the P3 group being lower than that of the other intervention groups. There is a positive correlation between body weight and brain weight. Conclusion: Although the butterfly pea flower has no statistically significant effect, at concentrations of 1% and 10% it can have an effect on brain weight after induction of aging by D-galactose.
Pengaruh Desain Bantal dan Posisi Tidur Terhadap Intensitas Nyeri Leher Non Spesifik pada Mahasiswa: The Effect of Pillow Design and Sleeping Position on the Intensity of Non-Specific Neck Pain in College Students Melani Dwita Sari; Gita Diah Prasasti; Miranti Dewi Pramaningtyas
Journal of Health Vol. 13 No. 2 (2026): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.612 KB) | DOI: 10.30590/joh.v13n2.74

Abstract

Background: Non-specific neck pain is non-specific neck pain spreads to the upper limbs, is influenced by sleep quality.  The use of pillows is very important for comfort and promotes good sleep quality. Sleeping position also plays an important role in the incidence of non-specific neck pain apart from pillow design that is not ideal. Objectives: To determine the effect of pillow design (type, size, height) and sleeping position on the intensity of non-specific neck pain in students. Methods: This research was a cross-sectional study conducted in August 2023. The population of this study were students from the Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia. The total sample that met the criteria were 229 respondents. All samples were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: This study found that the variables of pillow height and pillow size significantly affected the incidence of neck pain, with p-values of 0.037 and 0.010, respectively. Additionally, the type of pillow and size of the pillow significantly affected the intensity of neck pain, with p-values of 0.011 and 0.000, respectively. Conclusions: Variables that influence the incidence of neck pain are pillow height and pillow size. Further research is recommended to use a uniform pillow design for all participants.