Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Hadrah di SMP Muhammadiyah 7 Wuluhan Hikmah, Faiqotul; Nursyamsiyah, Siti; Putra, Dhian Wahana
MUNAQASYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol 7 No 2 (2025): MUNAQOSYAH: NOVEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) STIB Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/munaqosyah.v7i2.206

Abstract

Islamic Religious Education is an education that aims to building the personality of students with Islamic Values, such as faith, Aqidah, and good morals. Hadrah instructors have an important role to educate, guide and provide examples to students to implement these Islamic values in everyday life. The research method used by the researcher is a qualitative approach, data obtained by the researcher through observation, in-depth interviews and document analysis. The result of the study indicate that the role of hadrah instructors at SMP Muhammadiyah 7 Wuluhan is very important in the formation of religious character of students. Hadrah instructors convey the values of Islamic Religious Education to students in an interesting and creative way, and provide exemplary examples through hadrah poetry. Guidance and motivation from hadrah instructors provide enthusiasm for students to develop their creativity, so that they can channel their interest and talents well. However, environmental factors from both the family and social environment also influence the success of this process, synergy between education at school, family support, and the social environment is needed to achieve optimal desired results in the formation of religious character of students.
Edukasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Ekstrakurikuler Pai Berbasis Risalah Islam Berkemajuan Di M.I Muhammadiyah 1 Balung Dhian Wahana Putra; Hairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3833

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi penting dalam mengembangkan minat dan bakat siswa, diantaranya: dapat menyeimbangkan potensi intelektual, spiritual, sosial, maupun emosional. Tantangannya, seringkali kegiatan ekstrakurikuler PAI belum dikelola dengan baik oleh pihak sekolah. Pada sekolah/madrasah Muhammadiyah kegiatan ekstrakurikuler PAI yang berbasis Risalah Islam Berkemajuan (RIB) menjadi core identitas persyarikatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pembinaan dalam meningkatkan tata kelola ekstrakurikuler PAI, dengan cara melakukan edukasi penyusunan rencana pembelajaran ekstrakurikuler PAI yang berbasis RIB kepada pihak madrasah. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi dalam 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu pemetaan awal/analisis permasalahan mitra, sosialisasi rencana kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mitra memiliki keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran ekstrakurikuler PAI, memiliki Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ekstrakurikuler PAI, dan memiliki perangkat pembelajaran ekstrakurikuler PAI.
Analisis Deskriptif Model Pembelajaran Al Islam Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 02 Kalisat Mohammad Risal Akbar; Sofyan Rofi; Dhian Wahana Putra
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.253

Abstract

The implementation of Al-Islam learning models has an important role in improving students’ cognitive learning outcomes, especially in understanding Islamic materials. Learning processes that are less varied often cause students to have difficulties in understanding, remembering, and explaining the material presented. Therefore, learning models that are able to create an active, effective, and enjoyable learning atmosphere are needed for seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 02 Kalisat. This study aims to describe the Al-Islam learning models in improving the cognitive learning outcomes of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 02 Kalisat. This study employed a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of Al-Islam teachers and seventh-grade students. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a clear description of the implementation of Al-Islam learning models. The implementation of Al-Islam learning models was carried out through interactive lectures, cooperative learning, contextual learning, direct learning, analogy learning, and the use of humor in the learning process. These learning models were able to improve students’ cognitive abilities in understanding, remembering, analyzing, and explaining Al-Islam materials. Students became more active and found it easier to understand the material because the teacher used communicative and interactive approaches adjusted to learning needs. Thus, the Al-Islam learning models at SMP Muhammadiyah 02 Kalisat contributed positively to improving the cognitive learning outcomes of seventh-grade students.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Aulia Rahmayanti; Sofyan Rofi; Dhian Wahana Putra
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/v963a140

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan dengan cara menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik dikarenakan kebutuhan individu yang berbeda. Pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan cara penyampaian materi dengan melakukan pendekatan pada setiap siswa dalam hal mencangkup kemampuan dan karakteristik mereka secara individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetehaui pengaruh dari metode berdiferensiasi dari perolehan belajar siswa dalam materi pendidikan agama islam di kelas VII di SMP Negeri 5 Tanggul. Teknik pengambilan sampel adalah Random Sampling sejumlah 42 siswa. Analisis yang digunakan ialah regresi linear sederhana dan memperoleh hasil yang signifikan sebesar 0,04. Dengan penolakan Ho dan penerimaan Ha, dari perolehan data yang telah diteliti ini menunjukkan bahwa terdapat signifikansi dalam data yang diamati, sebab dari itu Secara teoritis pada dasarnya metode yang digunakan oleh peneliti ini dapat meningkatkan kemampuan siswa pada masa pendidikannya. Dari analisis yang telah dilakukan menunjukkan adanya pembelajaran berdiferensiasi memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa Smp Negeri 5 tanggul kelas VII dalam pendidikan agama islam.
Penguatan Literasi Ekoteologi bagi Guru dan Siswa Madrasah melalui Pembelajaran Kontekstual Madrasah Ibtidayah Muhamamdiyah 2 Tamansari Hairul Huda; Dhian Wahana Putra; Siti Nursyamsiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 12 No. 1 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini bertujuan untuk mengatasi dua permasalahan utama di MI Muhammadiyah 2 Tamansari, yaitu rendahnya literasi ekoteologi guru dan siswa serta belum tersedianya modul pembelajaran ekoteologi yang sistematis, praktis, dan kontekstual. Permasalahan tersebut menyebabkan pendidikan lingkungan belum terintegrasi secara teologis dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community-based empowerment melalui tahapan observasi lapangan, koordinasi mitra, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penyusunan modul kolaboratif, serta evaluasi berkelanjutan. Solusi yang diberikan meliputi penguatan kapasitas pedagogis guru tentang konsep tauhid ekologis, khalifah, dan amanah menjaga lingkungan, serta penyusunan Modul Literasi Ekoteologi berbasis pembelajaran kontekstual dan project-based learning. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual guru, tersusunnya modul pembelajaran yang aplikatif, serta meningkatnya literasi dan perilaku ekologis siswa melalui praktik pemilahan sampah, penghematan air, dan kegiatan penghijauan. Program ini juga mendorong terbentuknya komitmen kolektif untuk membangun budaya “Green Madrasah” yang berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam.
Upaya Peningkatan Legalitas UMKM melalui Pendampingan Pembuatan NIB dan Sertifikasi Halal Desa Glundengan Nadia Elita; Dewi Makrifatul Ilmi; Muhammad Soleh; Muhammad Zakki; Dhian Wahana Putra
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v6i2.22636787

Abstract

Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember, memiliki potensi besar dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala terkait legalitas usaha, khususnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Permasalahan ini berdampak pada terbatasnya akses terhadap pembiayaan, perlindungan hukum, serta peluang pasar yang lebih luas. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Kelompok 8 KKN-T Universitas Muhammadiyah Jember dilaksanakan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam proses pendaftaran NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS) serta pengajuan sertifikasi halal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan praktik langsung, di mana mahasiswa berperan sebagai fasilitator sekaligus pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 11 UMKM berhasil mendapatkan NIB, dan 2 UMKM telah mengajukan sertifikasi halal dengan 1 di antaranya telah terbit. Kendala yang ditemui berupa keterbatasan dokumen, minimnya pemahaman teknologi, serta gangguan jaringan dapat diatasi melalui pendampingan intensif. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya legalitas usaha sebagai dasar peningkatan daya saing UMKM sekaligus fondasi menuju pasar global.
Panca Jiwa Pondok Modern Ditinjau dari Konsep Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al Attas Hasna' Huwaida; Dhian Wahana Putra
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 4 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v4i2.128

Abstract

Indonesia sebagai negara Islam yang besar sudah semestinya concern pada solusi Pendidikan di Indonesia berbasis agama dan akhlak. Yang mana, salah satu lembaga yang strategis dan memiliki peran yang besar dalam hal ini adalah pesantren-pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam mengonsep seluruh kegiatan dalam pondok pesantren, kyai beserta pembantu kyai menyusun sebuah falsafah yang menjadi landasan, yaitu Panca Jiwa Pondok Modern. Syed Muhammad Naquib Al Attas, seorang pemikir Pendidikan Islam mengemukaan satu istilah yang dikenal dengan ta’dib. Ta’dib menurut beliau lebih tepat disematkan untuk makna Pendidikan Islam sebab mengandung keseluruhan makna tarbiyah dan ta’lim. Ta’dib menekankan pada Pendidikan akhlak sebagai jalan dari pengoptimalan keseluruhan aspek Pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang ingin menemukan benang merah antara Pendidikan Pondok Modern dengan implementasi Panca Jiwa, dengan Konsep ta’dib Syed Muhammad Naquib Al Attas. Sumber data akan didapatkan dari perpustakaan baik berbentuk buku, jurnal ilmiah dan hasil penelitian. Data yang didapat akan dianalisis menggunakan pendekatan pedagogis kemudian dijabarkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa antara Panca Jiwa Pondok Modern dan konsep ta’dib Al Attas memiliki satu tujuan utama yaitu membentuk insan kamil, yakni manusia yang seimbang antara iman, ilmu dan akhlaknya, melalui pendidikan akhlak dan character building. Sehingga tujuan utama diciptakannya manusia terpenuhi, yaitu menjadi abdullah dan khalifah di atas muka bumi.
Strategi Kepemimpinan Pembelajaran Guru Pada Aktivitas Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Budaya Toleransi Dhian Wahana Putra
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i2.1728

Abstract

Kepemimpinan pembelajaran (instructional leader) pada aktivitas belajar mengajar Pemdidikan Agama Islam (PAI) merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh guru PAI untuk merencanakan, melaksanakan, mengelola, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan pembelajaran guru dalam implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis budaya toleransi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder, berupa buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan kepemimpinan pembelajaran, pendidikan toleransi, dan moderasi beragama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan pembelajaran guru dalam implementasi PAI berbasis budaya toleransi terdiri atas lima dimensi utama, yaitu: (1) perencanaan pembelajaran berbasis nilai toleransi; (2) pelaksanaan pembelajaran dialogis dan kolaboratif; (3) keteladanan guru sebagai pemimpin pembelajaran; (4) pembudayaan nilai toleransi di lingkungan sekolah; dan (5) evaluasi pembelajaran berbasis karakter toleransi. Kelima dimensi tersebut membentuk sistem kepemimpinan pembelajaran yang integratif dalam mengembangkan peserta didik yang religius, moderat, inklusif, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian ini menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pemimpin pembelajaran dalam membangun karakter toleran melalui proses pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJ RAN PAI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DI ERA DIGITAL Amanda Rofina; Bahar Agus Setiawan; Dhian Wahana Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49642

Abstract

Character education become the main priority in the field of education during the rapid advancement of digital technology. In this case, Islamic Education (PAI) has an important role in instilling moral values so that students can wisely face the challenges of the digital era. Accordance with Thomas Lickona’s theory whic h covers many aspects moral knowing, moral feeling, and moral action as well as the concept of digital literacy in education. Based on this background, this research focused on the research question is how the Implementation of character education through Islamic Education Learning (PAI) to face challenges in the digital era. This research is aimed to determine the implementation of character education through Islamic Education (PAI) in facing the challenges of the digital era, and analysing the role of Islamic Education to instil student’s character education.This research employs a qualitative approach using a case study that conducted at SMP Negeri 1 Asembagus. The data collection was conducted through interviews, observations, and documentations with the involvement of school principal, Islamic Education (PAI) teacher, and students as the research informants. The data collected then analysed through the step of data condensation, data presentation, and conclusion. The research finding showed that the character education is implemented through the integration of character values into the Islamic Education (PAI) learning process, the use of active learning methods such as role playing, and the cultivation of religious behaviours and moral attitudes in daily life, including through the use of digital media. Although the challenges posed by environmental factors at school, the teachers still continue to implement various strategies to deal with them. Thus, Islamic Education has a role in shaping students’ character so that they are able to face the challenges of digital era in a critical and responsible way, based in moral values.
PENGARUH PEMBELAJARAN PAI BERBASIS BUDAYA TOLERANSI TERHADAP PERILAKU ANTI BULLYING DI SMPN 2 BALUNG Moh. Nur Akbar Hafizul Ilmi; Hairul Huda; Dhian Wahana Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49644

Abstract

The phenomenon of bullying in junior high schools has become a serious issue that threatens the moral integrity and psychosocial well-being of students as a whole. This study was conducted as a response to this urgency by referring to the social dynamics occurring at SMP Negeri 2 Balung, where bullying cases had sharply increased during the COVID-19 pandemic period in 2020, but gradually declined after the school consistently implemented learning based on tolerance values. The theoretical foundation of this study is based on the concept of multicultural education proposed by James A. Banks (1989), which emphasizes that an inclusive education system is the main foundation for creating fair and harmonious social relations. This conceptual framework was operationalized through Islamic Religious Education (PAI) learning based on a culture of tolerance as the independent variable, while anti-bullying behavior was positioned as the dependent variable in this study.This study employed an associative quantitative approach using a Likert-scale questionnaire as the data collection instrument. The respondents consisted of 138 eighth-grade students selected through random sampling from a total population of 272 students. Data analysis was carried out through several stages, including validity, reliability, normality, linearity, simple linear regression, Pearson product-moment correlation, and coefficient of determination tests using SPSS software. The results of the data analysis revealed that tolerance culture-based Islamic Religious Education learning had a positive and significant influence on the development of anti-bullying behavior among students. The coefficient of determination value of 0.334 indicates that tolerance culture-based PAI learning contributed 33.4% to anti-bullying behavior variables.