Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Using herbal plants to make a Sleeping Mask Gel from Ethanol Extract of Binahong Leaves (Andredera cordifolia (Ten.) Steenis) and Honey (Mel depuratum) Betna Dewi; Elly Mulyani; Rose Intan Perma
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.7.1.239-246

Abstract

The gel sleeping mask is a night face mask that helps keep your skin moisturised and protected. It combines binahong leaf extract and honey because they both contain natural active compounds. Binahong is rich in flavonoids while honey has vitamin C, both acting as antioxidants that help prevent early ageing.This study aims to find out whether a combination of binahong extract and honey can be formulated into a sleeping mask gel with a 1% extract concentration. The physical evaluations carried out include organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, adhesion, spreadability, and hedonic tests. The antioxidant activity was tested using the DPPH method with UV-Vis spectrophotometry to determine the IC50 value.The research results showed that all formulations met the physical properties required for the preparation, and the antioxidant test results indicated that the formulations exhibited moderate antioxidant activity
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP SWAMEDIKASI DEMAM DI APOTEK WILAYAH KOTA BENGKULU Dewi Winni Fauziah; Luki Dharmayanti; Elly Mulyani; Sumita Andriani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27453

Abstract

Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering mendorong masyarakat melakukan swamedikasi menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas yang tersedia di apotek, seperti parasetamol dan ibuprofen. Keberhasilan dan keamanan swamedikasi sangat bergantung pada tingkat pengetahuan pasien mengenai pemilihan obat, dosis, cara pakai, lama penggunaan, efek samping, serta tanda-tanda yang mengharuskan rujukan ke tenaga medis. Pengetahuan yang kurang memadai berisiko menimbulkan kesalahan pengobatan dan penggunaan obat yang tidak rasional, sehingga penting untuk mengevaluasi sejauh mana masyarakat memahami praktik swamedikasi demam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap swamedikasi demam di Apotek yang berada di wilayah Kota Bengkulu. Penelitian ini dirancang secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan total responden sebanyak 212 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh kelompok usia 26–45 tahun (54%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (69%), dan latar belakang pendidikan S1 (44%).  Mayoritas responden (93,87%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai swamedikasi demam, terutama terkait penggunaan parasetamol dan ibuprofen.