Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Tuban melalui Sinergitas Program dan Kolaborasi Multi Stakeholder Yuliani; Eko Budi Santoso
Jurnal Penataan Ruang Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Penataan Ruang 2024
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang dihadapi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Presentase kemiskinan di Kabupaten Tuban berada pada peringkat lima tertinggi di Jawa Timur sebesar 14,91% atau sebanyak 177.250 jiwa pada tahun 2023. Berbagai program penanganan kemiskinan telah diupayakan, namun masih belum optimal dan belum spesifik menyasar masyarakat miskin. Permasalahan efektivitas program dikarenakan kurangnya sinergitas dan integrasi program antarstakeholder. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi sinergitas program dan kolaborasi multi stakeholder untuk percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Metode eksploratori digunakan dalam penelitian ini melalui analisis stakeholder, Critical Success Factor (CSF) dan Social Network Analysis (SNA). Analisis yang dilakukan berdasarkan hasil wawancara kepada stakeholder terkait. Analisis stakeholder berguna untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan pengaruh stakeholder, yang hasilnya mengelompokkan stakeholder menjadi empat kategori, yaitu players, subjects, context setters, dan crowd. Sedangkan analisis CSF dan SNA dilakukan untuk memetakan kondisi kolaborasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Implementasi kolaborasi stakeholder dalam upaya pengetasan kemiskinan menggunakan pendekatan kolaborasi hexahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, perusahaan, organisasi non pemerintah, media, dan masyarakat. Implementasi kolaborasi program pengentasan kemiskinan berfokus pada lima faktor, yaitu penyediaan basis data terpadu kemiskinan, pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan kantong-kantong kemiskinan, dan stabilisasi harga.
Strategi Pengembangan Community Based Tourism Berdasarkan Peran Stakeholder Masyarakat (Studi Kasus: Kawasan Wisata Peneleh Kota Surabaya) Khafizh Salsabila Widya; Eko Budi Santoso
Jurnal Penataan Ruang Vol. 19 (2024): Special Edition : Jurnal Penataan Ruang 2024
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Peneleh, yang terletak di pusat Kota Surabaya, mempunyai daya tarik wisata berupa peninggalan sejarah. Dinamika perkembangan pariwisata telah terjadi di kampung ini yang ditunjukkan melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan secara bertahap setelah mengalami penurunan signifikan akibat pandemi Covid-19. Dalam mendukung pengelolaan pariwisata oleh warga Peneleh, telah terdapat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menjadi modal utama perwujudan Community Based Tourism (CBT). CBT merupakan pariwisata yang melibatkan partisipasi aktif dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kegiatan pariwisata. Permasalahan ditemukan masih lemahnya keberadaan Pokdarwis serta rendahnya partisipasi warga lokal dimana dapat mengancam eksistensi Peneleh kedepannya. Dalam menjaga eksistensinya, ketahanan masyarakat sebagai pelaku industri pariwisata dibutuhkan untuk beradaptasi, pulih, dan bertahan dari dinamika pariwisata yang terjadi seperti pandemi dan modernisasi perkotaan. Adapun, masyarakat sebagai stakeholder yang berperan dalam pengembangan pariwisata, memiliki pengaruh dan kepentingannya masing-masing. Guna mendukung pariwisata berkelanjutan, perlu mengetahui kondisi keduanya (ketahanan serta peran masyarakat) sebagai dasar dalam merumuskan strategi pengembangan CBT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan strategi peningkatan ketahanan masyarakat ketika menghadapi situasi unpredictable yang mengancam eksistensi Peneleh sesuai dengan peran stakeholder masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, observasi non partisipan, dan wawancara mendalam kepada responden masyarakat melalui teknik snowballing dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik skoring statistik dan content analysis. Pokdarwis merupakan stakeholder yang paling berkepentingan dan berpengaruh serta berperan sebagai konseptor, regulator, fasilitator, implementer, koordinator, dan akselerator. Ketahanan ekonomi paling rendah, begitu juga dengan ketahanan sosial dan kelembagaan yang ketiganya di bawah rata-rata ketahanan keseluruhan. Dengan demikian, perumusan strategi difokuskan untuk meningkatkan ketiga aspek tersebut, yakni terkait dengan: pembentukan komunitas bisnis, pembangunan balai kreatif dan koperasi pariwisata, pengadaan lokakarya kreatif, serta pengaturan monitoring dan evaluasi partisipatif.
Penentuan Faktor Prioritas Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengembangan Kawasan Industri Nganjuk (KING) Di Kabupaten Nganjuk Arfiansyah Fauzan Herlambang; Eko Budi Santoso
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20i1.3034

Abstract

Pemerintah sedang merancang strategi untuk memulihkan ekonomi pasca-pandemi, dengan fokus pada proyek Kawasan Industri Nganjuk (KING) di Jawa Timur untuk mendorong ekonomi lokal. Proses pengembangan KING melibatkan tantangan kompleks seperti perencanaan infrastruktur, manajemen sumber daya manusia, dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan KING di Nganjuk melalui dua tahapan analisis. Pertama, menggunakan analisis Delphi untuk menentukan variabel dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan berdasarkan studi literatur. Kedua, menentukan faktor prioritas dengan analisis Importance Performance Analysis (IPA) menggunakan hasil dari analisis Delphi. Dari 37 kriteria yang terbagi menjadi 15 variabel, analisis IPA mengidentifikasi faktor prioritas, yaitu; luas lahan, penentuan zonasi, jaringan transportasi, kebutuhan air dan pengelolaan limbah, keamanan infrastruktur, kualitas udara dan air, pengelolaan limbah lingkungan, sumber energi terbarukan, integrasi teknologi baru, serta pemanfaatan Internet of Things (IoT).
Comparison of the Quality of Life of Regular Hemodialysis Patients Based on the World Health Organization-BREF Score with the Missoula Score at RSUD Dr. Soegiri Lamongan Eka Ari Puspita; Muhammad Rafi Zufar Priyambodo; Sri Widyaningsih; Eko Budi Santoso
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/kontribusia.v8i2.10450

Abstract

Abstract: Background: Chronic kidney disease is becoming a health problem worldwide. The fact that chronic kidney disease patients cannot be separated from hemodialysis throughout their lives causes a significant decrease in physical and cognitive abilities in kidney failure patients, so that assessment of regular hemodialysis patients is very important because it can affect optimal quality of life. Objective: To determine the comparison of quality of life of regular hemodialysis patients based on the World Health Organization Quality of Life-BREF score with the Missoula VITAS Quality of Life Index-15 score. Methods: This study uses an observational analytical method, with a cross sectional study to be conducted on regular hemodialysis patients caused by chronic kidney disease at Dr. Soegiri Lamongan Hospital. The instruments used are the WHOQOL-BREF quality of life scale and the Missoula score. Discussion: The results of this study showed that there were significant differences in several quality of life domains between WHOQOL-BREF and Missoula score. WHOQOL-BREF tends to score higher in the physical and environmental health domains. In contrast, MVQOLI provides a more in-depth assessment of aspects of symptoms and physical function as well as psychological well-being. Conclusions: There was a difference in quality of life in patients on regular hemodialysis therapy with World Health Organization-BREF and Missoula scores.
Analisis Preferensi Generasi Milenial Terhadap Tren Harga Hunian di Kota Surabaya Berdasarkan lokasi dan Tipologi Aulia Widari; Eko Budi Santoso
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 (2025): Special Edition II : Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20iII.5326

Abstract

Adanya peningkatan jumlah penduduk dan potensi bonus demografi di beberapa tahun mendatang mempengaruhi kebutuhan rumah (backlog) di Kota Surabaya. Harga properti residensial di Kota Surabaya termasuk pada kategori rata-rata tertinggi dengan tipe residensial menengah dibandingkan dengan 5 kota besar di Indonesia. Penetapan harga hunian perlu mempertimbangkan beberapa faktor termasuk diantaranya adalah lokasi, tipe hunian dan preferensi stakeholder yang terlibat yaitu konsumen dan developer. Konsumen di Surabaya termasuk generasi milenial berpotensi untuk memiliki daya beli tinggi karena berada pada usia produktif. Namun pada realitanya, kondisi finansial generasi milenial sangat buruk dalam berinvestasi dan membeli rumah. Dari fenomena ini, diperlukan analisa pengaruh tren harga hunian terhadap preferensi generasi milenial dalam pemilihan lokasi dan tipologi hunian di Kota Surabaya. Pendekatan pada penelitian ini adalah positivistik kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Conjoint Analysis yang digunakan untuk menilai preferensi konsumen. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi hunian yang sesuai dengan kemampuan daya beli dan preferensi milenial di Kota Surabaya.
Analisa Kelayakan Finansial Untuk Pengembangan Lahan Milik Developer: Studi Perbandingan Lahan Komersial vs Lahan Rumah Tapak Raykhan Rizqullah Nurdin; Eko Budi Santoso
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 (2025): Special Edition II : Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20iII.5764

Abstract

Kegiatan investasi di negara-negara berkembang saat ini semakin marak dilakukan salah satunya yang dilakukan di Indonesia, yang cukup menjadi perhatian dalam perkembangan ekonomi di Indonesia adalah sektor properti. Properti merupakan sektor yang berkembang, hal tersebut terjadi karena kebutuhan primer manusia berupa rumah untuk dapat dihuni oleh sebuah keluarga dan menjadi tempat berteduh yang sangat dibutuhkan. Selain hal tersebut, properti merupakan objek yang dapat diinvestasikan karena memiliki kenaikan nilai yang bagus. Dengan adanya pertumbuhan dalam sektor properti ini menciptakan persaingan yang ketat di antara para pelaku bisnis properti untuk mencari lahan yang strategis dan mengoptimalkan nilai investasi mereka dalam mengembangkan lahan yang telah diperoleh. Properti yang menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang tertinggi adalah alternatif yang memenuhi kriteria kegunaan yang terbaik. Aspek finansial terdiri dari perencanaan biaya investasi, perencanaan pendapatan, perencanaan pengeluaran, dan analisis arus kas. Pada analisa finansial dilakukan perhitungan Mengidentifikasi besaran Net Present Value (NPV), dengan metode DCF, Internal Rate of Return (IRR), Profitability.Index (PI), Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis finansial terhadap dua jenis proyek penggunaan lahan untuk komersial dan rumah tapak, disimpulkan bahwa kedua proyek layak untuk dilaksanakan dengan pilihan Lahan Komersial dapat menghasilkan nilai lebih baik.
Saving Lives in Small Workshops: A Practical Guide to Safety in Local Bag Wahyani, Widhy; Eko Budi Santoso; Diah Wilis Lestarining Basuki
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1101

Abstract

This community service project aims to improve the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) at the small-scale bag manufacturing business, Rangganesvi, in Malang, Indonesia. The purpose was to identify occupational hazards and implement appropriate interventions based on Indonesian OHS laws and regulations. Field observations and interviews revealed various risks, including mechanical, physical, electrical, chemical, ergonomic, and psychosocial hazards, affecting workers' health and safety. Specific issues included poor ventilation, inadequate lighting, lack of personal protective equipment (PPE), and poor ergonomic practices. Interventions included safety training, hazard identification, PPE provision, and improvement of work environment design. The results indicated that awareness of OHS principles was initially low, but the introduction of ENASE (Effective, Comfortable, Safe, Healthy, Efficient) work systems and safety briefings led to measurable improvements in work conditions. The study concludes that small enterprises require tailored, participatory safety management approaches to prevent workplace accidents and improve employee wellbeing. Systematic hazard assessments and alignment with Indonesian OHS law (UU No. 1 Tahun 1970) are essential to establish a sustainable safety culture in informal industries.
PROSEDUR PERINGATAN DINI RETENSI MAHASISWA: STUDI KASUS PENGELOLAAN INSTITUSI PERGURUAN TINGGI (SEBUAH PENELITIAN KUALITATIF) Ade Eka Permana; Eko Budi Santoso
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 9 No 3 (2025): IJEBAR: Vol. 9, Issue 3, September 2025
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v9i3.18216

Abstract

This study investigates factors influencing student resignation and explores the role of academic departments and study programs in implementing early warning systems at Ciputra School of Business Makassar (CSB Makassar). Using a qualitative approach, in-depth interviews with students, faculty, and administrative staff were conducted to identify financial constraints, academic dissatisfaction, and social adaptation issues as key factors affecting retention. The research highlights the importance of proactive measures such as mentoring, academic advising, and personalized interventions to address these challenges. A proposed early warning system utilizing data analytics and real-time monitoring aims to identify at-risk students and deliver timely support. The findings contribute to understanding student retention dynamics and offer practical strategies for improving institutional practices. These insights are expected to enhance student engagement and satisfaction, providing a framework for other higher education institutions facing similar challenges.
Implementation Of Application Based Village Financial System (SISKEUDES) Policy In Minahasa Regency Claudio G.J. Rantung; Faria Ruhana; Eko Budi Santoso
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 03 (2024): Education and Sosial science, June - August 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of the Application-Based Village Financial System Policy (SISKEUDES) in Minahasa Regency is still not optimal in its implementation. In this research, researchers want to analyze, understand and describe the implementation, obstacles and efforts regarding the Application-Based Village Financial System (SISKEUDES) carried out by the Minahasa Regency Government and the Village Government. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The sampling technique consists of purposive sampling and snowball sampling. Data collection used by researchers is through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of reduction (data reduction), display (data presentation) and verification (drawing conclusions/verification). The results of this research indicate that the implementation of the Application-Based Village Financial System Policy (SISKEUDES) in Minahasa Regency is still not running optimally in terms of implementing E-Government in local government agencies. Obstacles in the Implementation of the Application-Based Village Financial System (SISKEUDES) Policy are: limited number and quality of human resources, conformity with Standard Operating Procedures (SOP). Efforts are being made to overcome obstacles in the Implementation of the Application-Based Village Financial System Policy (SISKEUDES) in Minahasa Regency, namely, increasing the Number and Quality of Human Resources, namely, personnel and equipment as drivers in the village must be managed and empowered effectively and efficiently so that the potential is can be used optimally, then maximize compliance with Standard Operating Procedures (SOP), namely, always coordinating between related parties or village officials and operators. Other efforts can also be made, namely with technical guidance regarding siskeudes which must be carried out routinely every year.
HUBUNGAN SIKAP DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA AKSEPTOR KB Eko Budi Santoso; Hasan Nidlom
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9413

Abstract

HPV or oncogenic Human Papilloma Virus, has a fairly high percentage in causing cervical cancer, which is around 99.7%. Cervical cancer is one of the most common cancers in women, the Surabaya City Health Office shows that the incidence of cervical cancer or cervical cancer decreases every year, namely in 2011 cervical cancer was 17.97%, in 2012 it was 17.13%, and in 2013 it fell to 14.31%. Then Based on the results of a preliminary study in June 2022 at Hospital X Surabaya, 16 patients with cervical cancer were obtained. This study was conducted to analyze the Analysis of Early Detection of Behavioral Cervical Cancer in KB Acceptors at Hospital X Surabaya, a retrospective analytical observational research design with a sample size of 43 respondents. The results of the study showed that variables related to Early Detection Behavior of Cervical Cancer based on the Chi-Square Test were knowledge (p value = 0.009), attitude (p value = 0.017), and the Role of Health Workers (p value = 0.004). The Health Service needs to prepare several materials, especially knowledge about Early Detection Behavior of Cancer, and periodically conduct health education.