Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL EVALUASI PROGRAM CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS,PRODUCT) DALAM PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SD MUHAMMADIYAH WIROBRAJAN 3 Eko Budi Santoso; Roihan Sadad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26679

Abstract

Program evaluation is an important aspect in the world of education to assess the effectiveness and relevance of a program in achieving the desired goals. One of the evaluation models that is often used is the CIPP (Context, Input, Process, Product) model, which assesses not only the final results but also various aspects of its implementation. This model offers a systematic approach that allows data-based decision making to improve the quality of programs in the future. This study uses a descriptive qualitative approach and is analyzed using the CIPP model. Data were collected through observation and documentation as well as from various sources such as books, journals, and digital media, then analyzed systematically to obtain complete information. The results of the study show that the CIPP model has the advantage of providing a comprehensive evaluation, covering aspects of context, input, process, and product. This model can help identify supporting and inhibiting factors of a program and provide solutions for future improvements. However, the application of this model also has weaknesses, such as the need for large resources and the tendency to focus more on the needs of decision makers than on conditions in the field. Therefore, careful consideration is needed in applying the CIPP model so that program evaluation can run effectively and efficiently.
Pendidikan Kesehatan Terhadap Kejadian Kanker Serviks Pada Remaja Eko Budi Santoso
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina) (shadine, 2009). Faktor risiko terjadinya kanker serviks yaitu usia pertama menikah, paritas, wanita dengan aktivitas seksual tinggi, penggunaan antiseptic, wanita yang merokok, riwayat penyakit kelamin, dan penggunaan kontrasepsi oral (Diananda, 2008). Untuk membuktikan kebenaran terjadinya kanker serviks maka peneliti ingin meneliti tentang hubungan paritas dan usia pertama menikah dengan kejadian kanker serviks. Dalam mengukur keberhasilan dari kegiatan pengabdian masyarakat maka dilakukan pre dan post mengenai pengetahuan peserta. Berdasarkan uraian maka, dapat disimpulkan ada hubungan paritas dan usia pertama menikah dengan kejadian kanker serviks, oleh karena itu disarankan pada tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini kemungkinan terjadinya kanker serviks. Sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut yang disebabkan kanker serviks. Hasil penyuluhan bahwa ditemukan bahwa banyak masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi. Untuk itu perlunya masyarakat melakukan upaya pencegahan penyakit Kangker Serviks dengan cara menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan sejak dini di pelayanan kesehatan terdekat.
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT LUAR KEDELAI DENGAN PENGGERAK PEDAL Eko Budi Santoso; Wawan Eko Prastiyo; Muhammad Afrizal Maulana
CYBER-TECHN Vol. 14 No. 01 (2020): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman yang diandalkan oleh para petani di Indonesia setelah padi dan jagung. Manfaat tanaman ini untuk kehidupan manusia cukup besar, terutama sebagai sumber bahan pokok pembuatan tahu dan tempe. Desa Ngambar merupakan desa berjarak 41 Km dari pusat Kabupaten Gresik, yang mayoritas penduduknya berpenghasilan sebagai petani. Proses pengolahan kedelai di desa ini tidak berbeda dengan desa lainnya yaitu dengan memanen, menjemur dan merontok, selanjutnya kedelai di jual kepasar. Hasil observasi hampir semua masyarakat desa khususnya kelompok tani mempunyai keinginan yang tinggi untuk mempercepat proses perontokan dari hasil panen kedelai. Dengan metode engkol penggerak sepeda yang di hubungkan pada rantai dan poros penggerak menggunakan 3 variasi kecepatan 80 rpm, 160 rpm dan 360 rpm. Dengan Rpm 160/detik, maka tanaman kacang kedelai yang sudah dikeringkan akan terbawa mengikuti shaft berbentuk ulir dan rontok ketika poros diputar dan akan langsung terpisah ketika melewati saringan yang dimiringkan. Hasil yang didapatkan dengan rpm 160/detik dapat mengupas kulit kedelai sebanyak 12 kg / jam dengan biaya operasional yang murah dan ramah lingkungan
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT BAWANG MERAH Eko Budi Santoso; Aladin Eko Purkuncoro; Ika Widya Ardhyani
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 02 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah banyak dimanfaatkan utamanya bumbu dapur, baik bumbu olahan maupun sebagai bawang goreng. Banyaknya permintaan akan bawang kupas ini i menjadi kendala utama bagi ibu-ibu yang membuka jasa pengelupasan bawang merah. Sehingga sangat diperlukan adanya teknologi yang tepat berupa sebuah alat bantu yang dengan tenaga motor listrik. Prinsip kerja dari mesin ini beroperasi dengan rotary system yang di gerakkan oleh motor listrik. Bahan baku bawang merah di tempatkan pada bahan berjenis food grade material, di pilh stainless steel yang di campur air diputar ke kanan, dan saat berputar pada wadah yang sudah diberi karet plucker rubber terjadi benturan pada bawang merah, benturan bawang pada plucker rubber ini membantu proses pengupasan. Waktu pengupasan 2 menit kemudian ditiriskan selanjutnya di beri air untuk pembilasan. Hasil kupasan antara kulit bawang dengan bawang merah terpisah. Kulit yang telah terkelupas keluar melalui pipa pembuangan air sedangkan bawang merah keluar melalui tempat pengeluaran bawang yang disediakan. Kapasitas mesin dengan kecepatan putaran 399 rpm, menggunakan daya motor 370 watt dengan sumber tegangan 1 phase dalam sekali proses dapat mengupas bawang merah 1 kg dalam waktu 2 menit
RANCANG BANGUN MESIN SERUT KAYU SECANG Eko Budi Santoso; Saat Riyanto; Dwi Cahyono
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 01 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu secang adalah kayu yang bermanfaat untuk kesehatan, beberapa manfaatnya diantaranya anti tumor, anti radang, anti bakteri, obat diare muntah darah TBC, namun selama ini kayu secang kurang pemanfaatanya yang hanya dimanfaatkan menjadi kayu bakar oleh masyarakat bojonegoro. Desa Bungkal Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, kayu secang diolah menjadi bahan produk minuman wedang wuh dengan cara kayu secang dikeringkan oleh sinar matahari ± 1 – 2 hari, kemudian diserut dengan mesin serut kayu dengan menggunakan motor listrik dan 1pcs mata pisau potong kayu sehingga menjadi potongan kayu secang dengan ketebalan 2-3mm. Mesin penyerut kayu secang ini menggunakan motor listrik 1HP 1400Rpm dengan perbandingan puli 1:3, mata pisau potong kayu sebanyak 20 pcs yang dirancang sejajar dengan kerapatan 0,5mm, mesh saringan ukuran 1.2 mm, mesin ini mampu menyerut kayu secang ± 20mm/ menit dan menghasilkan serbuk kayu secang dengan berat ± 5,97 gram/ menit dan hasil serutan kayu berukuran 1,2mm.
PENERAPAN SISTEM ANTRIAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PELAYANAN PENITIPAN UANG SANTRI POMOSDA (STUDI KASUS PADA UPT. KANTOR PUSAT POMOSDA TANJUNGANOM, NGANJUK) Rahayu Dwi Setianingsih; Achmad Syaichu; Eko Budi Santoso; Agustin Sukarsono
CYBER-TECHN Vol. 15 No. 01 (2021): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian antrian (queues) terjadi karena permintaan pelayanan lebih besar daripada fasilitas pelayanan yang ada dalam sistem antrian. Ada beberapa sistem antrian yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah antrian yaitu, single channel single phase, single channel multi phase, multi channel single phase, dan multi channel multi phase.Dengan tujuan untuk mengetahui penerapan sistem antrian dengan mengoptimalkan pelayanan penitipan uang santri POMOSDA yang efektif dan efisien.Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diketeahui sistem antrian yang tepat untuk memperbaiki pelayanan KPU POMOSDA supaya efektif dan efisein adalah sistem antrian single channel single phase, single channel multi phase dan multi channel multi phase, dengan hasil perhitungan tidak adanya pelanggan yang mengantri dalam sistem dan antrian di ketiga sistem tersebut. Dengan masing-masing waktu pelayanan di setiap sistem antrian, single channel single phase, rata-rata waktu menunggu dalam sistem (Ws) 0,013 jam, rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) 0,0026 jam, single channel multi phase dengan rata-rata waktu menunggu dalam sistem (Ws) 0,0202 jam, rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) 0,0094 jam, dan multi channel multi phase, rata-rata waktu menunggu dalam sistem (Ws) 0,0037 jam, dan rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) 0,0031 jam.
DEVELOPMENT OF A MOBILE APPLICATION PROTOTYPE (ADHERENCE TRACKER) TO IMPROVE ANTIRETROVIRAL (ARV) MEDICATION ADHERENCE AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS (PLWHA) IN SURABAYA Eko Budi Santoso
International Journal of Social Science Vol. 5 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v5i4.11908

Abstract

Adherence to Antiretroviral (ARV) therapy remains a major challenge for People Living with HIV/AIDS (PLWHA) in Surabaya. This study aims to develop and analyze a mobile application prototype called Adherence Tracker as an effort to enhance adherence to ARV treatment. Employing a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving PLWHA and healthcare professionals. The findings reveal that the application significantly improves medication consistency through reminder features, automated recording, and personalized motivational messages. Data analysis using the Miles and Huberman model indicated an increase in adherence levels to over 85%. In conclusion, Adherence Tracker proves effective as a user-centered technological innovation to strengthen ARV therapy management and support reproductive health resilience among PLWHA.