Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Mahasiswi Universitas Al Azhar Indonesia Terhadap Premenstrual Syndrome Riris Lindiawati Puspitasari; Dewi Elfidasari; Kun Mardiwati Rahayu
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i3.141

Abstract

Abstrak – Tahap perkembangan remaja ditandai dengan perubahan fisik umum yang disertai perkembangan kognitif maupun sosial. Menstruasi merupakan proses alamiah organ reproduksi wanita dengan pengendalian hormon. Salah satu gangguan menstruasi adalah Premenstrual Syndrome atau sindrom sebelum haid atau dikenal juga sebagai ketegangan sebelum haid. Siklus menstruasi yang tidak teratur, penurunan level progesteron dan peningkatan level estrogen, stres, usia menarche yang terlalu cepat, dan status gizi merupakan beberapa faktor penyebab PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswi Universitas Al Azhar Indonesia terhadap PMS. Metodologi yang digunakan yaitu studi Cross Sectional. Populasi sampel penelitian adalah mahasiswi Universitas Al Azhar Indonesia. Variabel independen yang dipilih yaitu pengetahuan, usia menarche, siklus haid, olahraga, nutrisi, produktivitas, dan indeks massa tubuh (IMT). Berdasarkan uji bivariat dan multivariat regresi logistik tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan premenstrual syndrome pada mahasiswi UAI yaitu pengetahuan dengan p value 0,169; OR 0,473; 95% CI 0,163-1,374. Responden yang memiliki pengetahuan 0,473 kali lebih baik dalam penatalaksanaan premenstrual syndrome daripada responden yang memiliki pengetahuan kurang. Abstract – Adolescent developmental stage characterized by common physical changes that accompanied the cognitive and social development. Menstruation was known as a natural process of hormonal control in the female reproductive organs. One of menstrual disorders was premenstrual syndrome or syndrome before menstruation or also known as tension before menstruation. Irregular menstrual cycles, decreased levels of progesterone, increased level of estrogen, stress, menarche age, and nutritional status were informed as factors that cause premenstrual syndrome. This study aimed to determine student’s knowledge to premenstrual syndrome. The methodology used was a cross sectional study. The population sample was a student of University Al Azhar Indonesia. The independent variables were selected, namely knowledge, age of menarche, menstrual cycle, exercise, nutrition, productivity, and body mass index (BMI). Based on the test bivariate and multivariate logistic regression found no significant relationship between knowledge with premenstrual syndrome in UAI student that knowledge with p value 0.169; OR 0.473; 95% CI 0.163 to 1.374. Respondents who had knowledge 0.473 times better than others in treatment of premenstrual syndrome. Keywords: Premenstrual Syndrome, knowlwdge, menstruation, menarche.
Studi Kualitas Air Sungai Ciliwung Berdasarkan Bakteri Indikator Pencemaran Pasca Kegiatan Bersih Ciliwung 2015 Riris Lindiawati Puspitasari; Dewi Elfidasari; Resti Aulunia; Farida Ariani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i3.222

Abstract

Abstrak - Kegiatan Bersih Ciliwung dilaksanakan untuk menanggulangi dan mengurangi pencemaran Sungai Ciliwung, kegiatan tersebut dilaksanakan sejak bulan Oktober 2014. Kondisi Sungai Ciliwung saat ini menunjukan kondisi yang lebih baik, sehingga perlu dilakukanya studi lebih lanjut mengenai bakteri indikator pencemaran air Sungai Ciliwung dan resistensinya terhadap antibiotik yang dapat memberikan dampak secara langsung atau tidak langsung kepada penduduk yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS). Pengujian terhadap kualitas air sungai Ciliwung berdasarkan faktor fisika dan kimanya serta keberadaan bakteri indikator pencemar terutama coliform masih perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menngetahui kualitas air sungai Ciliwung berdasarkan faktor fisika, kimia, dan menentukan faktor biologi indikator pencemaran. Sampel air Ciliwung didapat dari titik di sekitar Rindam Jaya. Waktu pengambilan adalah pagi hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sungai Ciliwung tergolong sungai yang tercemar. Hal tersebut ditandai dengan rendahnya nilai oksigen terlarut dan tingginya nilai total padatan. Perbedaan suhu air sungai disebabkan oleh faktor aktivitas manusia dengan membuang sampah ke sungai sehingga proses penyerapan panas matahari berbeda-beda. Secara biologi, kualitas air sungai ciliwung menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri coliform yang ditandai dengan nilai MPN/100 ml sebanyak ≤ 1100 yang tergolong tinggi bila dibandingkan dengan standar coliform air minum. Kata Kunci – Sungai Ciliwung, Kualitas Air, coliform Abstract - Ciliwung Clean Activities is carried out to tackle and reduce the pollution of Ciliwung River, the activity is carried out since October 2014. The condition of Ciliwung River now shows better condition, so it is necessary to do further study on the bacteria indicator of Ciliwung River water pollution and its resistance to antibiotics that can directly or indirectly impacts the people living in the watershed (DAS). Tests on the water quality of the Ciliwung river based on the physics factor and the kimanya and the presence of pollutant indicator bacteria especially coliform still need to be done. The purpose of this study is to determine the water quality of the Ciliwung river based on physical, chemical, and biological factor factors of pollution indicator. Ciliwung water samples are obtained from the point around Rindam Jaya. Taking time is morning. The results showed that the Ciliwung river belongs to the polluted river. It is characterized by low dissolved oxygen value and high total value of solids. The temperature difference of river water is caused by human activity factor by throwing waste into the river so that the process of solar heat absorption is different. Biologically, the water quality of Ciliwung River shows the growth of coliform bacteria which is marked by the MPN / 100 ml value of ≤ 1100 which is high compared to the standard of drinking water coliform Keyword: Ciliwung River, Quality of Water, coliform
Analisis Penggunaan dan Syarat Mutu Minyak Goreng pada Penjaja Makanan di Food Court UAI Nita Noriko; Dewi Elfidasari; Analekta Tiara Perdana; Ninditasya Wulandari; Widhi Wijayanti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v1i3.52

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan terhadap minyak goreng. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan dan mutu minyak goreng yang beredar di masyarakat khususnya pada food court Universitas Al Azhar Indonesia. Analisis penggunaan minyak goreng penjaja makanan dilakukan dengan melakukan survey. Untuk mengetahui kualitas minyak goreng, dilakukan analisis laboratorium yang meliputi pengukuran kadar air, kadar asam lemak bebas, dan bilangan Iod. Dari dua belas kantin, ada sembilan kantin yang menggunakan minyak goreng. Hasil analisis penggunaan minyak goreng, penjaja makanan secara konsisten  34% menggunakan minyak goreng bermerek dagang A. Pemilihan minyak berdasarkan warna dilakukan oleh 45% penjaja makanan. Berdasarkan frekuensi pembelian, 56% penjaja makanan membeli minyak per hari. Selain itu, 45% penjaja makanan menggunakan minyak dua kali pakai. Analisis kebutuhan minyak menunjukkan, 34% penjaja makanan menghabiskan 5 liter minyak per hari. Cara pembuangan minyak yang dilakukan oleh penjaja, 78% membuang minyaknya setelah digunakan, dimana 67% penjaja makanan membuangnya ke tempat sampah. Berdasarkan pengukuran kadar air, kadar asam lemak bebas, dan bilangan Iod menunjukkan bahwa minyak goreng yang digunakan belum memenuhi standar syarat mutu, walaupun kadar air yang masih di dalam ambang batas normal yaitu kurang dari 0,30%, namun kadar asam lemak bebas baik sebelum maupun sesudah penggunaan melebihi ambang batas normal yang didukung oleh hasil pengukuran bilangan Iod.AbstractIndonesian society has dependence of cooking oil. Based on this condition, the analysis of cooking oil utilization and quality requirement at UAI food court is necessary and it was done. The analysis of cooking oil utilization was done by doing some survey. In order to search the quality of cooking oil, laboratory analysis was done that consist of water content, free fatty acid content, and Iod number. There are nine canteens from twelve canteens which utilize cooking oil. The result of cooking oil utilization analysis shows that 34% of merchant is utilizing A trade mark cooking oil, 45% is identifying cooking oil based on color. 56% is buying cooking oil per day, 45% is utilizing the cooking oil twice, 34% is spending 5 liters cooking oil per day, 78% is casting the cooking oil after utilize it, and 67% is casting the cooking oil into trash can. Based on the result of water content, free fatty acid content, and Iod number analysis showed that cooking oil is never fulfill normal limit, although the water content is still in proper limit is less than 0,30%, whereas free fatty acid content before or after analysis are very high and do not in proper limit and it is supported by Iod number measurement result.
Cemaran Mikroba Pada Telur Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Mukti Ageng Wicaksono; Fitriani Nurhasanah; Dewi Elfidasari; Irawan Sugoro
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i2.266

Abstract

Abstrak – Penyu sisik (Eretmochelysimbricata) merupakan salah satu jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia. Populasi penyu sisik saat ini terus mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya adalah keberadaan mikroba pencemar pada telur penyu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cemaran mikroba pada telur penyu sisik di Pulau Kelapa Dua. Analisis secara mikrobiologi meliputi total bakteri, jamur, coliform, Enterobacter, dan Salmonella-Shigella dilakukan terhadap sampel telur segar dan telur gagal menetas. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua sampel tercemar mikroba yang mempengaruhi daya tetas telur. Sampel cangkang telur segar memiliki total bakteri 9,60x105 CFU/butir,  jamur 2,35x105 propagul/butir, coliform 3,96x105 CFU/butir, Enterobacter 3,02x105 CFU/butir dan Salmonella-Shigella 1,68x105 CFU/butir, sedangkan hasil analisis dari sampel isi telur segar diperoleh total bakteri 1,60x104CFU/ml, jamur 3,00x102propagul/ml, coliform 2,00x105CFU/ml, Enterobacter 1,20x105CFU/ml dan Salmonella-Shigella 1,46x105CFU/ml. Hasil analisis dari sampel cangkang telur gagal menetas diperoleh total bakteri 7,20x106CFU/butir, jamur 1,92x105 propagul/butir, coliform 4,08x105 CFU/butir, Enterobacter 2,59x105CFU/butir dan Salmonella-Shigella 3,31x105CFU/butir, sedangkan hasil analisis dari sampel isi telur gagal menetas diperoleh total bakteri 1,00x108CFU/ml, jamur 3,50x105propagul/ml, coliform 5,00x103CFU/ml, Enterobacter 4,00x103CFU/ml dan Salmonella-Shigella 3,00x103CFU/ml.Kata Kunci - Penyu sisik, telur, Pulau Kelapa Dua, cemaran mikroba. Abstract - Hawksbill (Eretmochelysimbricata) is one of the turtle species that live in Indonesian waters. The current population of hawksbill continues to decline. One of the contributing factors is the presence of contaminant microbes in turtle eggs. The purpose of this research is to know microbial contamination on hawksbill eggs in Kelapa Dua Island. Microbiological analyzes included total bacteria, fungi, coliform, Enterobacter, and Salmonella-Shigella were performed on fresh egg samples and eggs failed to hatch. The results showed that all samples were contaminated with microbes affecting the hatchability of the eggs. Fresh eggshell samples had total bacteria of 9.60x105 CFU/grains, 2.35x105 fungus propagules/grains, coliform 3.96x105 CFU/grains, Enterobacter 3.02x105 CFU/grains and Salmonella-Shigella 1.68x105 CFU/grains, while yield analysis of fresh egg contents samples obtained total bacteria 1.60x104 CFU/ml, mushrooms 3,00x102 propagules/ml, coliform 2.00x105 CFU/ml, Enterobacter 1,20x105 CFU/ml and Salmonella-Shigella 1,46x105 CFU/ml. Results of analysis of eggshell samples failed to hatch obtained total bacteria 7.20x106 CFU/grains, 1.92x105 fungi propagules/grains, coliform 4.08x105 CFU/grains, Enterobacter 2.59x105 CFU/grains and Salmonella-Shigella 3.31x105 CFU/while the results of the analysis of the sample of egg contents failed to hatch obtained total bacteria 1.00x108 CFU/ml, mushrooms 3,50x105 propagules/ml, coliform 5.00x103 CFU/ml, Enterobacter 4,00x103 CFU/ml and Salmonella-Shigella 3, 00x103 CFU/ml.  Keywords – Hawksbill, Egg, Kelapa Dua Island, microbial contamination
Deteksi Bakteri Klebsiella pneumonia pada Beberapa jenis Rokok Konsumsi Masyarakat Dewi Elfidasari; Nita Noriko; Anita Mirasaraswati; Aishah Feroza; Siti Fauziah Canadianti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i1.97

Abstract

Rokok dinilai sebagai material yang banyak memberikan dampak yang merugikan bagi kesehatan, yang di mana komposisinya memberikan berbagai reaksi negatif dalam tubuh. Himbauan mengenai bahaya merokok yang diakibatkan oleh berbagai senyawa kimia banyak dipublikasikan pada masyarakat, namun dalam hal ini kesempatan muncul untuk mengungkapkan sisi lain dari rokok, yaitu melalui isolasi dan identifikasi bakteri yang terdapat pada tembakau dan abu rokok. Dengan melakukan isolasi dan identifikasi bakteri pada 6 sampel rokok yang telah ditentukan telah ditemukan 28 jenis bakteri yang tumbuh pada pengkulturan sampel tembakau, 14 jenis bakteri pada sampel abu rokok dengan 10 jenis bakteri tersebut dijumpai pula pada sampel rokok dan 4 diantaranya merupakan bakteri jenis lain yang hanya tumbuh pada sampel abu rokok.
Deteksi Cemaran Mikroorganisme pada Kawasan Konservasi Penyu di Pangumbahan Sukabumi Dewi Elfidasari; Toufan Gifari; Irawan Sugoro
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i1.247

Abstract

Abstrak - Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan reptil ordo Testudines, famili Cheloniidae yang masuk dalam kategori terancam punah CITES Appendiks I. Populasi penyu hijau semakin menurun disebabkan berbagai macam faktor. Diduga mikroorganisme juga berperan dalam penurunan hasil penetasan. Oleh karena itu perlu dilakukan deteksi cemaran mikroorganisme di kawasan konservasi penyu pangumbahan. Sampel mikroorganisme diambil dari habitat peneluran hingga pra dan pasca penetesan. Kemudian mikroorganisme diidentifikasi menggunakan metode molekuler dan sequencing. Hasil identifikasi menunjukkan mikroorganisme pencemar murni Gram negatif yang bersifat patogen. Golongan bakteri koliform yang terdeteksi adalah E.coli, Salmonella dan Shigella, sedangkan jamur didominasi oleh kapang dan yeast.  Kata Kunci: penyu hijau, Chelonia mydas, cemaran mikroorganisme, konservasi penyu Pangumbahan. Abstract - Green turtle (Chelonia mydas) is a reptile of Testudines, Cheloniidae family belonging to the endangered category of CITES Appendix I. The population of green turtles is declining due to various factors. Suspected microorganisms also play a role in decreasing hatchery results. Therefore it is necessary to detect microorganisms in the conservation area of turtle pangumbahan. Microorganism samples were taken from spawning habitat up to pre and post penetration. Then the microorganisms were identified using molecular method and sequencing. The identification results show that Gram negative pure microorganisms are pathogenic. Groups of coliform bacteria that are detected are E. coli, Salmonella and Shigella, while mushrooms are dominated by mold and yeast. Keywords: Green Turtle, Chelonia mydas, microorganism pollution, Pangambahan Turtle Conservation.
Perilaku dan Pola Asuh Induk (Parental Care) Terhadap Anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Taman Margasatwa Ragunan Claudya Larisha; Isep Herdiana; Donny Gunaryadi; Dewi Elfidasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i4.234

Abstract

Abstrak - Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan hewan sosial yang menganut sistem matriarki. Induk akan bersikap protektif, agresif, menemani dan membantu aktivitas keseharian anak gajah seperti bermain, berkomunikasi, dan menyusui. Perilaku pengasuhan anak gajah dapat berbeda antara habitat asli dengan konservasi ex-situ seperti kebun binatang yang memiliki ruang gerak terbatas. Pengamatan ini bertujuan untuk menerangkan perilaku dan pola pengasuhan induk terhadap anak gajah Sumatera di konservasi ex—situ. Tempat pengamatan dilakukan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Objek pengamatan untuk penelitian ini adalah empat individu gajah Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan. Metode yang digunakan adalah ad libitum sampling dan focal animal sampling. Hasil pengamatan perilaku asuh induk yang berjumlah 11 macam menunjukkan tidak ada perbedaan pada setiap induk gajah. Perilaku menyusui lebih banyak dilakukan induk daripada perilaku lainnya. Perilaku allomother pada gajah betina selain induk di TMR kurang terlihat aktif karena tida terlihat faktor yang memicu terjadinya perilaku tersebut. Variasi pola asuh induk gajah di TMR ada 10 macam dan 6 macam pola asuh gajah betina selain induk (allomother). Terjadi perilaku pola asuh abnormal dan kurangnya perkembangan sosial anak gajah terhadap gajah lain selain induk karena ruang gerak dan jumlah gajah dalam satu kandang yang terbatas di TMR. Kata kunci - Gajah Sumatera, Elephas maximus, pola asuh, allomother, hewan sosial, matriarki Abstract - Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) is a social behaviour that have adopts matriarch system. Female elephant will be protective, helping, and always accompanying the elephant calf for activities such as playing, communicating, and berast feeding. Parental care behaviour and pattern of a Sumatran elephant in ex-situ conservation and their habitat could be different. The purpose of this observation was to describe Sumatran elephant parental care behaviour and pattern in ex-situ conservation. This observation is conduct in Ragunan Zoo and the object for this study is four Sumatran elephant. The method in this observation using ad libitum and focal animal sampling. The results showed there are no difference for parental care in Sumatran elephant and there are 11 behaviour of parental care. Allomothering in Ragunan Zoo showed less vissible because there are no factor that require helping to nurture the calf. There are 10 pattern for parental care and 6 pattern for allomotehring. There has an abnormal behaviour to the Sumatran elephant and lack of social development for the calf because of the limit space and other elephants in the enclosure. Keywords - Sumatran elephant, Elephas maximus, parental care, allomother, social animal, matriarch
Deteksi Kandungan Babi pada Makanan Berbahan Dasar Daging di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia Riris Lindiawati Puspitasari; Dewi Elfidasari; Analekta Tiara Perdana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i2.352

Abstract

Abstrak - Makanan halal berarti makanan yang diijinkan dalam hukum Islam dan memenuhi syarat yaitu tidak mengandung material apapun yang tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Belum adanya informasi terkait kehalalan makanan yang terdapat pada makanan yang dijual di sekitar kampus UAI menyebabkan perlu dilakukan penelitian yang dapat memberikan informasi terkait kehalalan produk makanan yang dijual pedagang di sekitar kawasan tersebut terutama makanan berbahan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran daging babi pada makanan berbahan dasar daging yang dijual pedagang di kantin kampus UAI. Metode yang dilakukan yaitu melakukan pengujian menggunakan Porcine detection kit terhadap sampel makanan berbahan daging. Kontrol positif yang dipakai yaitu sampel daging segar babi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel makanan (25 macam) tidak mengandung protein babi (hasil negatif). Dengan demikian makanan yang ada aman untuk dikonsumsi.Abstract - Halal food was known as food that permitted in Islam and met the requirements of good materials which was allowed in Islamic law. The lack of information related to the halal food especially found in UAI had been directed the research to be carried out. This research would  provide information regarding the halal food products sold in the area, especially meat-based foods. This study aimed to detect the contamination of pork in meat-based foods. The research used total sampling method. The method used porcine detection kit against samples of meat-based foods. Positive control used a fresh pork meat. The result showed that all food samples (25 foods) did not contain pork protein (negative results). This data revealed the that all foods were safe for consumption.Keywords – Halal food, Porcine detection, Meat based food
Identifikasi Jenis Teripang Genus Holothuria Asal Perairan Sekitar Kepulauan Seribu Berdasarkan Perbedaan Morfologi Dewi Elfidasari; Nita Noriko; Ninditasya Wulandari; Analekta Tiara Perdana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v1i3.53

Abstract

Teripang adalah hewan invertebrata laut yang merupakan anggota hewan berkulit duri (Echinodermata) memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena mengandung berbagai bahan yang bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani, obat luka dan anti inflamasi. Eksploitasi yang terjadi secara besar-besaran dikhawatirkan akan merusak kelestarian teripang di alam. Untuk itu diperlukan informasi dasar terkait jenis dan morfologi teripang yang terdapat di perairan sekitar Kepulauan Seribu, khususnya di P. Pari dan P. Pramuka. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi dan sore hari, yaitu pada saat kondisi surut di perairan sekitar P. Pari dan P. Pramuka. Sampel selanjutnya dikoleksi untuk diidentifikasi jenisnya berdasarkan perbedaan morfologi. Hasil analisis bentuk, warna, corak warna dan tipe spikula pada teripang tersebut menunjukan, terdapat empat jenis teripang yang berbeda berasal dari Kelas Holothuroidea, Subkelas Aspidochirotacea, Ordo Aspidochirotda, Famili Holothuriidae dan Genus Holothuria. Dua jenis yang terdapat di perairan sekitar P. Pari adalah Holothuria impatiens dan H. atra, sedang dua jenis yang diperoleh dari perairan sekitar P. Pramuka adalah H. edulis dan H. fuscocinerea. Perbedaan jenis pada masing-masing perairan disebabkan karena perbedaan jenis habitat dan sumber bahan makanan yang terdapat di perairan tersebut. Sea cucumber is marine invertebrate that that member of Echinodermata (the thorn-skinned animals), which has considerable economic potential because it contains many useful material and can be used as source of animal protein, drug injury, and anti inflammatory. Massive exploitation is predicted destroying the existance of sea cucumbers in nature. Furthermore, basic information related with the type and morphology of sea cucumbers, especially in Pari Island and Pramuka Island is required. Sampling was carried out in the morning and the afternoon when the condition of waters around Pari Island and Pramuka Island is being low tide. The following samples were collected to identify the species based on morphological differences. The result of the analysis of shape,  colour,  colour shades, and type of spicules on sea cucumbers showed there are four different types of sea cucumbers from the Class Holothuroidea, Subclass Aspidochirotacea, Order Aspidochirotida, Family Holothuriidae and Genus Holothuria.  Two types found in Pari Island are Holothuria impatiens and H. atra, whereas two types found in Pramuka Island are H. edulis and H. fuscicinerea. The diffrences in each type are caused by the difference of habitat and food source in the waters of Pari Island and Pramuka Island.
Analisa Cross-Infection Virus AI Subtipe H5N1 Berdasarkan Imunoserologi pada Burung Air di Cagar Alam Pulau Dua Dewi Elfidasari; Riris Lindiawati Puspitasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i2.133

Abstract

Abstrak - Imunoserologi adalah cara mengidentifikasi terbentuknya antibodi yang diproduksi oleh sel darah putih sebagai respon terhadap masuknya antigen. Salah satu teknik Imunoserologi yang lazim digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi di dalam darah adalah uji hambatan hemaglutinasi (Hemagglutination-inhibition/HI). Pada uji ini digunakan antigen yang homolog sehingga akan terjadi ikatan antigen-antibodi. Titer antibodi merupakan salah satu indikator dalam menentukan respon imun organisme terhadap suatu infeksi, seperti infeksi Virus Avian Influenza (VAI) subtipe H5N1. Interaksi yang terjadi antara burung air liar dengan unggas domestik dapat menyebabkan cross-infection, baik dari unggas domestik ke burung liar maupun dari burung liar ke unggas domestik. Salah satunya cara yang dapat dilakukan untuk menentukan  pola penularan dan penyebaran VAI subtipe H5N1 pada kawasan CAPD adalah melalui analisa cross-infection berdasarkan imunoserologi dengan melihat titer antibodi yang terbentuk pada unggas (ayam, bebek, mentok) dan burung-burung air liar penetap di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cross-infection tidak terjadi pada penyebaran virus VAI subtipe H5N1 di kawasan CAPD. Penularan terjadi hanya satu arah, dari unggas domestik ke burung-burung air liar penetap di CAPD. Abstract - Immunoserology is a method to identify the formation of antibodies that produced by white blood cells as a response to agains the antigen. One of Immunoserology assays technique that commonly used to detect the presence of antibodies is hemagglutination test (Hemagglutination-inhibition/HI). In this study we used homologous antigens to observed the antigen-antibody binding. The antibody titer is an indicator to determining the immune response for the infectious microorganism, such as Avian Influenza Virus (AIV) subtype H5N1. Interactions between wild water birds and domestic poultry can lead the cross-infection mechanism. The analysis of cross-infection by imunoserologi is one of the ways to find the patterns of transmission and spread of the AIV subtype H5N1 in CAPD. The results of this study was indicate that cross-infection did not occur in the spread of AIV subtype H5N1 in the CAPD. The mechanism of transmission was occurs by one direction, only from domestic poultry to wild water birds resident in CAPD.
Co-Authors Afina Putri Shabira Afini, Irsyah Agridzadana Frisa Agrydzadana Frisa Aishah Feroza Alifandi Rahmatul Ilmi Amalia, Sheren Nur Analekta Tiara Perdana Analekta Tiara Perdana Angelia Yulita Anita Mirasaraswati Annisa Sabrina Sekar Langit Anwar Mujadin Arief Pambudi Asiah Asiah Bimo Saputro Chatarina Umbul Wahyuni Claudya Larisha Donny Gunaryadi Donny Gunaryadi Ekaristi Pratiwi Ekowati Chasanah Etyn Yunita Farah Carolina Puspaningtias Farida Ariani Fatihah Dinul Qoyyimah Fatihah Dinul Qoyyimah Fatkhurokhim Fatkhurokhim Firman Alamsyah Fitriani Nurhasanah Frenzysca Yuliani Gayatri Atmadi Gintung Patantis Handhini Dwi Putri Handhini Dwi Putri Handhini Dwi Putri Haninah Haninah Haninah Haninah Haninah Haninah, Haninah Hidayat Yorianta Sasaerila Imam Rosadi Imam Rosadi Imsar Gunawan Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Irawan Sugoro Isep Herdiana Iskandar, Ratih Ratna Ismi, Laksmi Nurul Kun Mardiwati Rahayu Laksmi Nurul Ismi Laksmi Nurul Ismi Lusi Anindia Rahmawati M. Yogi Riyantama Isjoni Melta Rini Fahmi Melta Rini Fahmi Melta Rini Fahmi Muhammad Qeis Tsal Sabil Mukh Syaifudin Mukh Syaifudin Mukti Ageng Wicaksono Musthofa, Siti Zuhriyah Nabilah, Dina Nadhilah Sabila Ghaisani Nanda Vindi Aini Ninditasya Wulandari Nissa Kamila Nita Noriko Nunung Nurhasanah Nurul Robbi Sepang Pairah, Pairah Putri, Handhini Dwi Rahmadara, Gemilang Rena Riana Anita Resti Aulunia Retno Damayanti Soejoedono Riris Lindiawati Puspitasari Rizka Shafira Rizky Nuur Berlianni Mulyanto Rohimah, Siti Mimah Senjaya Mercusiana Shabira, Afina Putri Shafira, Rizka Siti Fauziah Canadianti Siti Zuhriyyah Musthofa sri murtini . Syafitri Jumianto Syafitri Jumianto TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Toufan Gifari Tutik Kadarini Tutik Kadarini Widhi Wijayanti Yunus Effendi Yus Rusila Noor Yus Rusila Noor Zakia Ulfa Zakia Umami